Fee's Line. Welcome all…

Archive for Oktober, 2011

{YoonHyeNay Story} : Another Story end?

{YoonHyeNay Story} : Another Story  End?

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

 

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

Prak

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja, ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

***

Seorang gadis nampak belari sambil menahan isak tangis yang sudah ditahannya sedari tadi, wajahnya terlihat memerah, dua orang laki-laki terlihat mengejar  gadis itu, terlihat jelas kehawatiran dari raut wajah mereka, bagaimana tidak? Gadis yang sangat mereka sayangi, yang sudah mereka anggap seperti adik sendiri sekarang harus mengalami hal seperti ini.

“Sang Yoon~a !!!” teriak ke dua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Ryeowook dan Sungmin, namun seolah tidak mendengar ucapan tersebut gadis tersebut tetap berlari.

“Yak! Sang Yoon~a, berhenti berlari” Sungmin dan Ryeowook terus saja berlari mengejar Sang Yoon sambil terus berteriak memanggilnya, berharap gadis itu akan mendengar dan membuatnya berhenti.

Siwon yang tengah berjalan menuju dorm lantai 12, tiba-tiba berhenti ketika mendengar teriakan ke dua dongsaengnya memanggil-manggil nama orang yang amat di sayanginya, dari kejauhan dia melihat  seorang gadis yang sedang berlari ke arahnya, seketika itu juga amarah mengusainya, ketika Siwon melihat  bahwa pundak gadis itu bergetar, dan pandangan gadis itu pun tidak fokus, benar-benar memperlihatkan bahwa gadis itu sedang kacau bahkan menangis, astaga baru kali ini dia melihat Sang Yoon tidak dapat menguasai emosinya dengan baik, bahkan dia tidak menyadari keberadaan Siwon yang berdiri di hadapannya, dengan sigap Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Sedangkan dua orang yang mengejar adiknya tersebut langsung menghentikan larinya dan bernafas lega, melihat Sang Yoon berada di tangan yang benar.

“Ini oppa, ini oppa, ini oppa” Siwon terus membisiki telinga Sang Yoon sambil mendekapnya lebih dalam mencoba menenangkannya, karena gadis itu terus meronta dalam pelukannya, isak tangis gadis itu makin terdengar, membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah, bukan kesal pada siapa yang telah membuat adiknya menangis, tapi karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang oppa yang baik, dia tau alasan mengapa gadis ini menangis, oh tentu saja siapa yang terlalu berharga untuk di tangisi oleh gadis ini selain Cho Kyuhyun, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihatnya bersedih, perasaan sakit yang selama ini dia pendam dalam hatinya, sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya hal yang paling di hindarinya terjadi juga, dia sangat takut adiknya mengeluarkan air mata, dia benar-benar membenci hal itu, dan sekarang bahkan adiknya menangis di hadapannya.

Isakan yang terdengar sudah mulai berkurang, Sang Yoon sudah mulai berhenti menangis, dia hanya memeluk Siwon, mencoba memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri, mengingat kejadian itu lagi benar-benar membuatnya sesak, di tampar oleh kekasih orang yang di cintainya, dia benar-benar merasa menjadi seorang gadis jahat, bahkan membuatnya jijik terhadap dirinya sendiri, mencoba merebut orang yang di cintainya walau pun pria tersebut sudah memiliki kekasih, dia merasa saperti wanita penggoda yang amat menjijikan, dia sadar cinta yang dia miliki salah, namun cintanya pada laki-laki tersebut sangat besar sampai-sampai membuat akal sehatnya tidak bekerja dengan baik.

“Sekarang lupakan dia, itu yang terbaik Yooni~a” ucap Siwon dengan nada bergetar, dia pun merasakan sakit yang Sang Yoon rasakan, walau pria itu tidak mengetahui kejadian tadi. Alih-alih menjawabnya Sang Yoon malah merapatkan pelukannya pada Siwon.

***

“Aku, tidak bisa membohongi perasaanku, aku menyayangimu sangat menyayangimu, tapi rasa sayang yang ku miliki ini bukan perasaan cinta terhadap seorang gadis, dulu kau bertanya padaku mengapa aku sangat baik padamu, itu karena aku nyaman bersamamu, aku merasa aku sedang bersama noonaku, dan sampai sekarang perasaan itu tidak dapat berubah” ucap Kyuhun sambil memandang gadis yang sedang berdiri di hadapannya, dia mengutuk dirinya sendiri, karena tangis gadis yang dia sayangi makin kencang, dia bingung harus bagaimana, kejam memang mengatakan hal itu, tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dia lelah berbohong pada dirinya sendiri, lelah untuk meyakinkan dirinya bahwa dia mencintai Victoria.

“Kyuhyun~a mengapa kau lakukan ini semua padaku?” isak Victoria sambil memukul-mukul dada Kyuhyun, yang di biarkan saja oleh Kyuhyun, mungkin dengan membiarkannya dapat meredakan amarahnya, pikir kyuhyun.

“Mengertialh Qian, ini yang terbaik untuk kita” ucap Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Victoria yang telah berhenti memukuli dadanya.

“Tapi aku sangat mencintaimu” jawab Victoria sambil mengisak pelan.

“Aku tau, tapi kau akan lebih sakit lagi jika hubungan ini tetap di pertahankan, dan aku tidak mau menjadi pria brengsek yang hanya bisa menyakitimu Qian” terdengar nada sedih dari ucapan Kyuhyun.

“Tidak bisakah kau berusaha mencintaiku?” mohon Victoria pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengernyit heran dengan pertanyaan itu.

“Berusaha? Kau pikir dengan aku membiarkanmu menjadi orang yang ku beri izin mencampuri kehidupanku, atau pacar kata mereka, itu bukan usahaku untuk mencintimu?, astaga Victoria kau benar-benar membuatku terlihat seperti pria brengsek yang hanya mempermainkanmu” geram Kyuhyun, Victoria kaget dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara kasar padanya, apa lagi dengan memanggilnya Victoria, berarti Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya.

“Maaf, aku tidak tau” ucap Victoria dengan nada sedih, yang membuat Kyuhyun meredakan emosinya, dia tidak mungkin membuat Victoria menangis lagi.

“Sudahlah lupakan saja, ayo ku antarkan kau pulang, ini sudah terlalu malam” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Victoria, namun gadis itu tidak beranjak dari tempatnya.

“Kyuhyun~a bisakah kau memelukku?” tanya Victoria ragu-ragu, langkah Kyuhyun terhenti setelah mendengar permintaan yang membuatnya bingung. “untuk yang terakhir kali, please” Kyuhyun heran dengan permintaan Victoria.

“Kau kira kita tidak akan pernah bertemu lagi?, oh ayo lah bahkan kita satu menejment”

“Aku tau, tapi besok tidak akan sama lagi, anggap saja ini pelukan perpisahan kita, aish kau bahkan sama sekali belum pernah memelukku” rengek Victoria sambil menatap sepasang mata milik seorng pria di hadapannya.

“Umurmu lebih tua dariku, tapi kelakuan mu persis seperti anak TK” desis Kyuhyun namun dia meletakkan tangannya melingkari pinggang Victoria, yang membuat gadis itu terkekeh pelan dengan kelakuan lelaki yang baru saja memutuskannya, merasa sakit? Tentu saja, bagaimana tidak, pacarmu sendiri ternyata tidak mencintaimu, walau dia tau itu, tetap saja terasa sakit mendengarnya langsung dari orang yang sangat kau cintai.

“Ah, ternyata pelukanmu tidak seperti yang ku bayangkan” gumam Victoria yang langsung membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap tajam mata gadis yaang berada di hadapannya.

“Maksud mu?” tanya Kyuhyun sedikit tersinggung.

“Pelukanmu tidak sehangat pelukan suamiku” ucap Victoria dengan muka polosnya yang jelas saja membuat sebuah tangan melayang di kepalanya.

“Yak! Appo” protesnya karena mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“Baru beberapa detik yang lalu kita putus kau sudah membicarakan pria lain, bahkan menyebut pelukanku tidak sehangat pelukannya, aku yang sudah lama ber pacaran dengan mu saja baru memelukmu, itu pun setelah hubungan kita berakhir, tapi kau malah sudah sering melakukannya dengan Nikchun, bahkan kau berciuman dengannya” canda Kyuhyun yang membuat Victoria tersenyum kecil.

“Aish, tidak usah mengungkitnya, bukannya kau tidak pernah mempermasahkan hal itu, seperti kau cemburu saja” sinis Victoria.

“Qian, aku bodoh baru menyadarinya ternyata kau tidak seperti noonaku” ucap Kyuhyun serius sambil menatap dalam kedua mata Victoria, yang membuat bulu kuduknya meremang mendapatkan tatapan sseperti itu.

“La….lu?” tanya Victoria gugup.

“Kau tidak seperti noonaku, tapi kau lebih mirip eommaku” ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Victoria sendirian yang berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun.

“Bicara apa kau? Dasar evil!!!” teriak Victoria dengan seluruh tenaganya, aish dasar setan gila. Tapi dia tersenyum, walaupun menyebalkan tapi itu lah Kyuhyun, pria yang sukses membuatnya menjadi gadis egois, oh gadis macam apa yang tidak akan mempertahankan egonya demi tidak kehilangan pria seperti Cho Kyuhyun?.

***

“Kau sudah bangun?” ucap lega Choi Siwon melihat adik perempuannya terlihat baikbaik saja, karena semalaman dia terus menjaga Sang Yoon yang terkena demam, dia benar-benar benci melihat adiknya sangat rapuh, kontras dengan apa yang selama ini adiknya tunjukan padanya, adiknya yang selalu tersenyum menghadapai semua masalah, kini harus terbaring lemah.

“Oppa? Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak bekerja?”

“Bekerja? Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang sementara adikku sedang sakit dirumah?” dengus siwon kasar, bukannya takut Sang Yoon malah menyunggingkan senyum khasnya, dia tau betul watak kakaknya yang satu ini, dan dia sangat senang mendapati kakaknya sangat menyayanginya.

“Aigoo, oppa, aku harus menghubungi Nayna, dia bisa mengamuk padaku” tiba-tiba Sang Yoon berkata sambil menepuk pipinya.

“Yak! Gadis bodoh, aku sangsi bahwa kau adik kandungku” sinis Siwon sambil menepuk kepala adiknya dengan sayang, yang tentu saja lansung membuat Sang Yoon mengerucutkan bibirnya ”aku sudah menghubungi nayna dan dia mengizinkanmu libur tiga hari, lagi pula aku heran padamu, mengapa kau malah menjadi menejer artis?, kau itu calon Presiden Direktur Hyunday Departement store, gajimu bahkan hanya seperempat dari uang yang selalu dikirimkan appa untukmu, belum lagi dariku, apa masih kurang juga?” tanya Siwon heran dengan kelakuan adik tercintanya.

“Oppa, bukan berapa banyak uang yang aku terima, tapi menghargai suatu pekerjaan itulah yang aku cari, bagaimana aku dapat mengurus perusahaan appa yang begitu besar, jika mengurus satu orang saja aku tidak bisa? Aku belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu, aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan yang malah akan membuat jerih payah appa selama ini hancur” Siwon tersenyum mendengar penuturan adiknya, jika masalah mencari sebuah alasan maka adiknya ini lah yang pastinya akan menjadi juara, sepertinya jiwa diplomat ibunya benar-benar menurun pada adiknya itu.

“Kau yakin tidak ada alasan lain?” goda Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, kenapa kau tidak percaya padaku?” tuntut sang adik, sementara sang kakak hanya mengedikkan bahunya.

“Mungkin, kalau aku lihat alasan mu tadi sepertinya terlalu tinggi untuk tipe orang sepertimu”

“Yak! Kau itu oppaku bukan hah, bahkan kau meragukan kemampuan adikmu sendiri?” teriak Sang Yoon kesal mendengar penuturan oppanya.

“Karena aku oppamu, maka aku tahu apa yang ada di kepalamu” Siwon berkata sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, “Sekarang kau istirahat ya, nanti oppa bangunkan jika waktunya makan dan minum obat”

“Oppa umurku sudah 19 tahun, aku bukan anak secil lagi” sela Sang Yoon tidak terima, memang kakaknya pikir dia gadis labil yang akan menyiksa dirinya sendiri hanya karena seorang pria.

“Aku 27 tahun, berarti kau masih gadis kecilku” Senyum Siwon tampak lega melihat adiknya yang sudah mulai membaik, tapi Siwon tidak bodoh karena mata itu masih memperlihatkan kesedihan.

***

“Kyuhyun~a kau kenapa?” tanya Leeteuk yang kesal melihat kelakuan magnaenya, mereka sampai harus mengulang 10 kali, karena gerakan kacau Kyuhyun membuat kacau gerakan member yang lainnya.

“Hyung, sepertinya Kyuhyun sedang tidak enak badan, biarkan dia istirahat” jelas Wooky, sambil menepuk bahu Leeteuk.

“Kyuhyun, lebih baik kau pulang ke dorm saja, kau telihat kacau sekali” sambil menepuk pelan pundak pria yang berada di hadapannya, aneh pikir pria itu, tidak seperti biasanya magnae mereka ini sampai mengacaukan gerakan dance mereka, wajahnya terlihat sedikit pucat, pandangannya tidak fokus, fikirannya entah telah melayang kemana, melihat Kyuhyun yang seperti ini membuat Ryeowook penasaran, hal apa yang bisa membuatnya hingga memperlihatkan ekspresi sesedih ini, bahkan saat nyawanya hampir melayang karena kecelakaan di awal-awal debutnya pun magnaenya ini masih bisa tersenyum ketika para hyungnya datang.

“Mianhae” hanya satu kata yang keluar dari bibirnya, kemudian pria itu langsung meninggalkan ruang latihan.

***

Sang Yoon POV

2 hari yang berhasil aku lalui dengan kerja keras menahan keingingan untuk bertemu dengan pria itu, rasanya sulit sekali, seperti tiba-tiba kebahagianku di renggut dengan paksa, aku bahkan mengacaukan jadwal Nayna, untung dia  tidak langsung mencekikku, dia memaklumi keadaanku, dia bahkan menyuruhku untuk libur, tapi aku tolak karena tidak ada gunanya aku mengurung diri di kamar, aku harus membiasakan hidupku untuk melupakannya, oh ayolah, bukankah sebelum ini aku baik-baik saja tanpanya? Kebodohan ku untuk mendekati pria itu, menjadikan ku sebagai wanita penggoda yang jahat.

“Yooni~a, aku rindu padamu” ucap seorang pria di seberang sana.

“Mau apa kau oppa?, tidak mungkinkan kau tiba-tiba menghubungiku hanya karena rindu padaku?” aku sangat tau kalau pria ini pasti sedang membutuhkan bantuanku.

“Wah, kau semakin pintar saja”kekeh pria di sebrang sana.

“Tidak perlu pintar untuk membaca pikiran pria seperti mu”

“Yak! Sopanlah sedikit pada oppamu” protes pria itu yang tidak lain adalah Hyukjae, sepertinya memang sudah nasibnya memiliki adik iblis sepertinya.

“cih, cepat katakan apa maumu, kau tau aku baru saja selesai menemani Nayna pemotretan”

“Bisakah kau bantu oppamu ini memasak? Aku sangat membutuhkan bantuanmu, di dorm hanya ada aku, donghae dan Kyuhyun, kau tau sendiri kemampuan memasak kami” mendengar nama itu di sebut Eunhyuk, membuat kerinduan ku memmuncak, ingin sekali aku menanyakan kabar pria itu, tapi tentu saja tidak boleh aku lakukan, cukup sudah aku menjadi gadis penggoda yang jahat.

“Oppaku? Seingatku aku hanya punya satu oppa dan itu bukan kau”

“Aish, aku tau, kali ini saja please, hilangkan sifat evilmu, kembalilah menjadi Sang Yoon yang baik, oppa sangat kelaparan di sini” ucap Eunhyuk dengan nada memelas, membuatku sedikit merasa bersalah padanya.

“Baiklah aku akan kesana” pasrahku.

“Yooni~a, bisakah kau sekalian membelikanku susu strawberry? Persediaan susuku habis” mohon orang di sebrang sana.

“Aish, kau seperti bocah TK yang merepotkan sekali, baiklah” terdengar tawa pelan dari telfon, aku benar-benar ingin memasukkan racun dalam susunya.

***

At dorm

“Anyeong” sapa Sang Yoon yang di sambut helaan nafas lega Eunhyuk.

“ah, akhirnya kau datang juga, kenapa kau lama sekali” koor Eunhyuk yang langsung di hadiahi lemparan buku yang mengenai tepat wajahnya.

“Yak! Masih untung aku mau membelikan ini, aku harus menunggu telfon dari Nayna dulu” jawab gadis itu sambil menjatuhkan dirinya di sofa, membuat belanjaannya berantakan.

“Gomawo” Eunhyuk menunjukkan senyum tulusnya, dia tau bahwa dongsaengnya ini sangat lelah, lelah dengan semuanya, Eunhyuk mendekat ke arah Sang Yoon kemudian mengelus rambutnya, gadis di hadapannya itu hanya memandangnya lemah, membuatnya ingin menghancurkan orang yang membuat senyuman di wajah gadis di hadapannya ini menghilang, tapi tidak bisa, karena dirinya pun sangat menyayangi pria itu.

“Yak! Kalian malah mesra-mesraan di sini, Hyuk~a katanya kau akan memasakkan kami makanan” rengek Donghae yang tiba-tiba datang.

“Kau cemburu ya???” goda Eunhyuk pada Donghae, sedangkan lelaki yang di godanya itu hanya terkekeh pelan.

“Ehem, hentikan kelakuan menjijikan kalian, atau aku akan menendang kalian semua” aura menyeramkan yang menyeruak membuat Eunhae couple berpandangan takut, bahkan menurut mereka tatapan saengnya ini lebih menyeramkan di banding dengan tatapan milik Heechul hyung.

“Ah, arasseo, ayo kita langsung memasak, aku ingin makan jajangmyeon sekarang, kata Kyuhyun jajangmyeon buatanmu sagat enak” tatap tajam gadis itu tiba-tiba berubah muram setelah mendengar perkataan Eunhyuk, sudah susah payah gadis itu melupakan bayang-bayang Kyuhyun, dengan mudahnya Eunhyuk mengungkitnya, Eunhyuk yang merasa bersalah langsung menyikut-nyikut bahu Donghae, yang dijawab dengan gelengan kepala.

“Hyung, aku lapar” rengek sebuah suara yang terdengar sumbang, jelas sekali terdengar bahwa pria itu baru bangun dari tidurnya, dan dia langsung menghentikan langkahnya ketika melihat bukan hanya ada Donghae dan Eunhyuk, tapi ada dia, gadis itu.

“Anyeong oppa” sapa gadis itu sopan padanya, yang jelas saja mebuatnya heran, entah kenapa dia sedih melihatnya bersikap seperti ini padanya, tidak ada senyum lebarnya lagi ketika menyapanya tadi, karena dia hanya membungkuk sopan padanya.

“Donghae~ya, bawa belanjaan ini ke dapur, ayo kita masak sekarang” ucap Eunhyuk menghentikan suasana aneh yang terjadi, maka dia langsung menarik Sang Yoon ke dapur, tapi gerakannya terhenti ketika dia merasakan tubuh Sang Sung di tarik ke arah yang berlawanan, ketika dia melihat apa yang terjadi, ternyata Kyuhyun yang menarik Sang Yoon.

“Bisakah kita bicara?” ucapnya, yang hanya menundukan kepalanya, sepertinya dia pun bingung dengan apa yang baru saja dia lakukan.

Sang Yoon mencekram tangan Eunhyuk yang masih menggenggamnya dengan kuat, sadar bahwa dirinya harus menghadapi ini, merutuki kebodohannya sendiri bahwa dia merasa sangat senang akan genggaman singkat Kyuhyun di tangannya.

“Baiklah kalau begitu, biar aku dan Donghae yang memasak” Eunhyuk berkata sambil menguatkan genggamannya sekilas di lengan Sang Yoon, memberikannya semangat sebelum melepaskannya, kemudian dia menyusul Donghae yang memang sudah beranjak ke dapur.

***

“Ada apa oppa?” dia perlahan mendongakkan kepalanya, melihat ekspresi pria di hadapannya ini, yang sukses membuatnya mengepalkan tangan karena ekspresi sedih yang di tunjukkan pria ini, dia mencoba terlihat biasa saja di hadapan pria ini.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya lemah Kyuhyun.

“Nan gwenchana” sambil menyunggingkan senyumnya Sang Yoon berusaha terlihat  baik-baik saja, dia tau bahwa pria di hadapannya ini menghawatirkannya, pasti pria ini ini juga merasa bersalah padanya, oh ayo lah bukankah aku yang salah, aku yang menggodamu, dan harusnya aku yang bertanya padamu, pikir gadis itu.

“Kau yakin?”

“tentu saja, aku bukan gadis lemah” jawab Sang Yoon sambil mengepalkan tangannya memperlihatkan betapa kuatnya dia, namun hatinya menangis, dia benar-benar menahan air mata yang mendesak keluar.

“kau tidak terlihat baik-baik saja” tatapan tajamnya menatap mata gadis yang tengah tersenyum di hapannya ini, terlihat bahwa senyum gadis ini terlalu di paksakan, ingin sekali dia memeluk gadis ini, memberitahunya bahwa dia sangat mencintainya.

“Aku akan baik-baik saja, oppa tidak usah menghawatirkanku, aku sangat baik, percayalah padaku, oppa tidak perlu merasa bersalah padaku, aku bukan gadis lemah, ah sepertinya Eunhyuk oppa dan Donghae oppa membutuhkanku, aku harus membantu mereka, terimakasih atas semuanya” gadis itu membungkukkan badannya sedikit kemudian menuju dapur, dia tidak tahan melihat ekspresi bersalah Kyuhyun padanya, air matanya langsung keluar begitu saja, tiba-tiba ada sebuah tangan terulur padanya, menariknya kedalam pelukannya.

“Gadis bodoh, mengapa kau malah ada di sini?” ucap heran pria yang tengah memeluknya, sadar bukan Donghae atau Eunhyuk yang memeluknya, gadis tersebut langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam pria itu.

“Seung ho oppa?”

“Ya ini aku, kau tau aku sampai berlari kesini setelah Siwon hyung bercerita padaku” Ssang Yoon langsung menggembungkan pipinya tanda kesal, dengan seenaknya oppanya bercerita pada Seungho, ingin sekali gadis itu mencekik oppa tercintanya itu.

“Kenapa kau ada di sini?” sinis gadis tersebut, dia tidak mau terlihat lemah di hadapan pria ini.

“Aku mau menjemputmu” jawab pria tersebut sambil menyunggingkan senyumnya.

“Jangan bermain-main denganku” ancam gadis tersebut, yang di sambut kekehan oleh pria itu.

“Yak! Tidak bisakah kau bersikap manis sedikit padaku?”

“Hanya dalam mimpimu” bukannya takut pria itu malah tertawa mendengar nada sinis yang ditnjukkan Sang Yoon padanya.

“Dasar pria gila”

“Aku gila karenamu” pria tersebut menghentikan tawanya dan menatap lembut gadis di hadapannya itu.

“Aish, menjengkelkan, cepat katakan apa tujuanmu?” sergah Sang Yoon tidak sabar menghadapi pria gila di hadapannya ini.

“Aku di suruh menjemputmu ke Amerika, tugas pertamamu sebagai PresDir, perusahaan mu dan perusahaanku akan mengadakan kerjasama di proyek yang baru”

“Kenapa tidak appaku sendiri yang memberitahuku?” selidik Sang Yoon tidak percaya pada pria ini.

“Dari kemarin handphone mu tidak bisa di hubungi dan appamu sudah mengirimkan e-mail padamu” ucap pria tersebut, gadis itu langsung menepuk kepalanya, dia ingat  handphonenya tidak aktif kemarin, dan dia belum melihat e-mailnya, dia bahkan lupa bahwa waktu yang dijanjikannya kepada ayanya telah berakhir, dan gadis itu harus segera menemui ayahnya.

“Baiklah, bisakah kau mengantarkan surat pengunduran diriku pada Nayna, dua jam lagi aku akan menemuimu langsung di bandara, otthe?” tanya Sang Yoon.

“Baiklah, tapi kau harus datang” Seungho tersenyum manis pada Sang Yoon, gadis itu hanya menatap wajah Seungho datar.

“Ya, aku pasti datang”

“Bisakah kau memanggilku oppa” Sang Yoon mengernyitkan kepalanya, pria ini aneh sekali.

“Bukankah aku selalu memanggilmu oppa”

“Ya, dan aku sangat menyukai caramu memanggilku oppa, bisakah kau panggil aku oppa?” pria di hadapannya ini benar-benar telah kehilangan akal sehatnya pikir Sang Yoon, karena pria itu terus menatapnya sambil menyunggingkan senyumnya yang membuat Sang Yoon mual, akhirnya Sang Yoon menyerah dan menuruti kemauan pria di hadapannya ini.

“Oppa” ucap Sang Yoon dengan muka datar.

“Yak!, tunjukan sedikit senyummu” bantah Seung ho tidak terima.

“Oppa, mmm” kali ini Sang Yoon mencoba menyungginkan senyumnya.

“Aish, itu malah menakutkan, sudah lah tidak jadi saja, aku pergi” ucap pria tersebut kemudian meninggalkan Sang Yoon.

“Yak! Apa maksudmu senyumku menakutkan, aish kubunuh kau Seungho jelek”

“Aku heran kenapa pria sesempurna Seungho bisa jatuh cinta padamu, tersenyum pun kau tidak bisa” tiba-tiba suara seorang leki-laki terdengar dari arah dapur, benar saja ternyata itu Donghae, aura di sekitarnya tiba-tiba berubah kelam.

“Ikan sialan, kau sudah bosan hidup ya” teriakan menggema Sang Yoon membuat Eunhyuk yang tengah mengaduk bumbu menutup telinganya dengan rapat, benarkan yang ku katakan bahwa teriakan Sang Yoon lebih spektakuler di banding Heechul hyung ucap Eunhyuk dalam hati, sementara itu Donghae langsung berlari ke kamarnya, benar-benar menyeramkan pikirnya.

“Kau kenapa?” ucap Kyuhyun panik ke arah Sang Yoon.

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin makan daging manusia” ucap Sang Yoon tanpa mengalihkan matanya dari pintu kamar Donghae yang tertutup, Kyuhyun yakin Sang Yoon sebentar lagi akan masuk ke kamar Donghae dan tamatlah riwayatnya, kasihan Hye Joon, aku berdo’a semoga dia di beri kelapangan nantinya, pikir Kyuhyun horor.

“Yak Lee Donghae, keluar kau” benarkan, sekarang gadis itu berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar Donghae, aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, sementara Eunhyuk menampakkan ekspresi pasrah melihat pasangan ikannya dalam bahaya.

***

“Aish, kau harus bertanggung jawab” ucap Donghae ngeri melihat kakinya.

“Salahmu sendiri menghinaku” Sang Yoon berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari jajangmyeon di hadapannya, mereka tidak jadi memasak karena Sang Yoon malah mencabuti bulu-bulu halus di kaki Donghae sambit mecubitinya, sekarang kaki Donghae sudah ditumbuhi lukisan-lukisan merah akibat perbuatan Sang Yoon.

“Ku adukan pada Queen” rengek Donghae menahan sakit.

“Adukan saja aku tidak takut pada pacarmu itu” ucap Sang Yoon tidak peduli, yang di sambut kekehan dari Kyuhyun.

“Apa itu sakit Donghae~ya?” tanya Eunhyuk sambil memandang ngeri kaki couplenya itu.

“Apa kau juga mau mencobanya Eunhyuk oppa?” tanya Sang Yoon sambil menyuggingkan senyum manisnya, Eunhyuk yang mendengarnya hanya menelan ludahnya dan menggeleng pelan, tiba-tiba gadis itu melihat jam, ekspresi kaget muncul di wajahnya.

“Wah, aku sudah sejam di sini, aku harus segera pergi, Eunhyuk oppa maafkan aku tidak membantumu memasak tadi ” ucap Sang Yoon sambil tersenyum manis pada Eunhyuk yang langsung di sambut ekspresi heran dari Eunhyuk, Eunhyuk yakin ada yang tidak beres dari ini semua.

“Donghae oppa, maafkan aku, tapi aku tidak bisa mengobati luka itu, nanti aku telfon Hye Joon agar mengobatimu, titip salamku untuknya aku sangat menyayangi kalian” ada setetes air mata menjatuhi pipi manis Sang Yoon, gadis itu langsung mengusapnya dan tersenyum bahagia, fikiran Kyuhyun benar-benar tidak fokus setelah mendengar ucapan gadis itu pada ke dua hyungnya, tiba-tiba dia merasa takut, takut gadis itu akan pergi meninggalkannya.

“Kyuhyun oppa, maafkan aku, aku tidak tau harus berapa banyak maaf yang aku ucapkan padamu, dan terimakasih untuk semuanya” sambil membungkuk sekilas pada semua pria di hadapannya ini, air matanya tidak bisa di tahan akhirnya dia menangis.

“Kau kenapa, seperti ingin pergi jauh saja” kekeh Eunhyun, terlihat sekali bahwa suara kekehannya sangat di paksakan, Eunhyuk merasa akan kehilangan adik iblisnya ini.

“Mungkin saja, anyeong oppadul” jawab gadis tersebut, kemudian membungkuk sekilas pada mereka sebelum pergi, Eunyhuk, Donghae dan Kyuhyun hanya memandangi kepergian Sang Yoon, mereka sendiri tidak tau harus berbuat apa.

***

“Aish, untung aku sudah menyiapkan bajuku”desah lega Sang Yoon ketika sampai dirumahnya, dilihatnya jam yang ternyata masih menyisakan 40 menit.

“Ah, apa aku menelfon Siwon oppa? Sepertinya tidak usah, dia pasti akan mengomel padaku, aku malas mendengar ocehannya.

“Hye Joon? Ah iya aku harus memberitahukan keadaan ikan kesayangannya” akhirnya aku putuskan untuk menelfon Hye Joon saja.

“Wae?” sapa langsung orang di sebrang sana.

“Yak! Tidakkah kau merindukanku? Kita sudah 2 minggu tak bertemu” ucapku tidak terima, masa dia hanya mengatakan wae? Hey ini Sang Yoon yang menelfon, jarang-jarang aku mau menghubungi orang duluan.

“aku sangat merindukanmu, tentu saja” aku langsung tersenyum mendengar nada kesal dalam suaranya.

“Ah, nado bogoshipo, aku tidak akan lama, aku hanya akan meminta maaf padamu, 2 maaf”

“Maaf? Kau sedang tidak mabuk kan?” aish, dia pikir aku sedang mabuk.

“yak!, dengarkan saja dan jangan protes sampai aku selesai bicara oke?” ancamku padanya.

“Baiklah”

“Yang pertama aku minta maaf padamu karena telah membuat kaki ikanmu sedikit berbeda”

“Yak! Apa maksudmu dengan sedikit berbeda?” pekik Hye Joon tidak terima kekasih ikannya menjadi sedikit berbeda, karena pasti hal buruk jika Sang Yoon yang mengucapkannya.

“Aish, diam lah aku belum selesai bicara, maaf yang kedua karena aku tidak bisa menemui mu lagi, aku harus menepati janjiku pada appa” perkataan tersebut langsung membuat Hye Joon terdiam, Hye Joon tau bahwa sahabatnya itu akan menjadi PresDir yang mengurusi cabang di Amerika sana, dan itu tentu saja membuatnya sangat sedih, bahkan tanpa sadar air matanya sudah terjatuh.

“Yak! Kenapa kau diam saja, jangan katakan kalau kau menangis, aish, kau ini cengeng sekali, ah sudah ya aku buru-buru, aku menyayangimu” setelah mengatakan itu Sang Yoon langsung menutup telfonnya.

Ketika hendak memasukka telfonnya benda itu bergetar tanda sebuah panggilan masuk.

“Yoboseo”

“Ah, benarkah ini nomor Sang Yoon?”tanya wanita di sebrang sana.

“Ya benar, anda siapa?” dia tidak mengenal wanita ini.

“Aku Victoria, bisakah kita bertemu sebentar?” mengetahui siapa yang menelfonnya benar-benar membuatnya kaget.

“Tapi aku akan pergi ke Amerika”

“Kebetulan sekali aku sedang berada di bandara, bagaimana kalau kita bertemu di cafe bandara saja?”

“Baiklah, 5 menit lagi aku di sana” gadis tersebut menggenggam telfonnya, dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia harus berani menghadapinya.

“Sang Yoon~a fighting”

***

Siwon go to dorm

“Yak! Kau ini berani sekali pergi tanpa memberitahuku”

“Kau kenapa?” tanya Leeteuk hyung yang sedang asyik menonton tv bersama EunHae couple, namun Siwon tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia malah mematikan tv yang sedang ditonton, tentu saja membuat sang leader heran dengan kelakuan Siwon, kemudian siwon me loudspeaker telfonnya.

“Kalau aku memberitahumu, kau pasti melarang ku pergi, benarkan yang ku katakan tuan Choi?” suara gadis di telfon tersebut membuat orang-orang yang mendengarkannya bingung, Siwon menunjukkan jarinya ke depan mulutnya, menyuruh agar para membernya diam.

“Tentu saja aku akan melarangmu pergi, kenapa pula kau tidak memberitahuku bahwa appa memberikan waktu padamu selama di Korea”

“Tentu saja karena kau pasti akan ikut campur, dan memaksa appa agar aku tetap tinggal di sini, sementara appa sedang bingung mengurusi pekerjaannya, aku tidak tega melihat”

“Ya, ya aku tau, tapi bisakah kau memberitahuku dulu sebelum kau berangkat ke Amerika? Aku khawatir padamu, setidaknya aku bisa mengantarkanmu ke bandara dengan selamat” potong Siwon, karena kalau adiknya mulai berargumen di pastikan aku langsung kalah.

“Mian, aku tidak tega memberitahumu kau pasti menangis nanti, dan aku tidak suka melihatmu menangis”

“aigoo, manisnya”

“Maksudku aku tidak mau menjadi tontonan di bandara nanti karena membawa bayi dewasa”

“hahaha” tawa semua member, mereka tau pasti salah jika Sang Yoon bersikap manis.

“Yak oppa kau pasti meloudspeaker ya”

“Ah, Sang Yoon~a kau jahat sekali padaku” ucap Leeteuk oppa dengan manja.

“Ah kau pasti merindukanku ya oppa, tenang saja jika aku ke Korea aku akan membakar semua bajumu yang berwarna putih itu di lemarimu, haha” bukan sebuah rahasia bahwa hampir semua dari koleksi bajunya berwarna putih.

“Lebih baik kau tidak usah pulang saja” semua member tertawa meliahat tingkah leader mereka.

“Ah ada Hyuk oppa ya, oppa kau jangan senang dulu aku pasti kemabali mengganggumu, kau tau tanganku gatal jika tidak mengganggumu, hahaha” Eunhyuk yang tertawa langsung menghentikan tawanya mendengar ucapan gadis itu, Eunhyuk hanya mampu menelan ludahnya.

“Dasar iblis” kali ini giliran Heechul yang berbicara.

“Yak oppa, inikan hasil didikanmu” dengus Sang Yoon.

“benar, kau murid terbaikku” tawa Heechul.

“Oppa jaga sahabatku dengan baik, arasseo, karena gara-gara dirimu kerutan diwajahnya bertambah”

“Yak! Yak, salah dia sendiri masuk dalam kehidupan orang terkenal sepertiku, jadi dia harus menanggung resikonya, tapi kau tenang saja, aku pastikan Cho nayna tidak akan menyesal berpacaran dengan pria sempurna sepertiku” dia tau oppa yang satu ini pasti akan melindungi sahabatnya dengan baik.

“Ah, aku sangat merindukan kalian disini, kertas-kertas dihadapanku sudah hampir membuatku semaput” semua member Super Junior terkekeh mendengar ucapan Sang Yoon.

“Makannya  kau harus segera pulang ke Korea” uacap Siwon.

“Wah tentu saja, setelah proyek ini selesai aku pasti langsung pulang, aku sangat heran dengan appa, kenapa dia punya perusahaan banyak sekali sih, mengurus satu saja aku hampir gila” keluh sang Yoon yang disambut kekehan oleh Siwon.

“Suruh siapa kau mau mengurusnya” ejek Siwon.

“Aish, aku ingin sekali mencekikmu oppa” Siwon hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sadis adiknya, kerena kakaknya tidak punya jiwa bisnis sama sekali, jadilah sang adik yang harus mengurus perusahaan appanya, lagipula sang kakak sangat mencintai bidang seninya, di ancam sekalipun kakaknya mana mungkin meninggalkan dunianya, karena sang adik memiliki jiwa bisnis dan diplomat sekaligus, dia yang di tunjuk ayahnya untuk meneruskan perusahannya, gadis itu tidak menolak karena dia juga mencintai dunia bisnis.

“Oppa apa ada Kyuhyun oppa?” Kyuhyun yang sedang mendengarkan di ujung sofa, lagsung kaget mendengar bahwa Sang Yoon mencarinya.

“Merindukan evil itu, eh?” ejek siwon

“Kau mau tau saja urusanku, berikan telfon ini padanya dan jangan meloudspeakernya, kalau tidak mati kalian” ancam Sang Yoon, kemudian Siwon menyerahkan handphonenya pada Kyuhyun, ketika ingin mematikan loudspeakernya tangan Heechul mencegahnya, dan menatap tajam mata Kyuhyun untuk menyurunya mematuhi keinginannya, dan langsung memberikan kode pada semua member untuk diam.

“Sang Yoon~a” ucap Kyuhyun gugup.

“Kyuhyun oppa, kau tidak meloudspeaker telfonnya kan?” tanya Sang Yoon hawatir.

“ani”

“Mmm, baiklah, oppa kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” tuntut Sang Yoon.

“Mengatakan appa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Mengatakan apa yang kau katakan pada Victoria eonni sebelum kau memutuskannya” ah Kyuhyun tau sekarang, dia langsung berniat lari kekamar, karena ini adalah pembicaraan serius, namun langkahnya dihentikan oleh Heecul, Leeteuk dan Yesung yang menatap tajam padanya, jika para tetua sudah turun tangan maka tidak ada alasan lain selain menurut.

“Aku takut kau menolaknya” akhirnya Kyuhyun bicara.

“Bicakah kau mengucapkannya sekarang?” tanya dis itu yang membuat muka Kyuhyun memerah, dan dia memandang hyungnya dengan malu, hyungnya hanya tersenyum kepadanya, memberinya kekuatan untuk mengatakan perasaannya pada gadis itu.

“Aku… aku tidak mencintaimu” terdengar helaan kasar dari telfon, sudah di pastikan bahwa Sang Yoon sangat kaget mendengarnya, apa Victoria eonni membohonginya.

“Tidak mencintamu, bahkan kata cinta pun belum menggambarkan apa yang aku rasakan padamu, aku tergila-gila padamu lebih tepatnya, kau hampir membuatku bunuh diri setelah mengetahui kau pergi ke Amerika” ucap Kyuhyun dengan mengeluarkan seluruh amarahnya, yang membuat semua hyungnya membelalakkan matanya, apa mereka bermimpi mendengar kata romantis keluar dari magnae evilnya itu.

“Oppa~ya nado saranghae” ucap malu-malu Sang Yoon, terdengar pekikan pelan dari para penguping itu.

“Yak! Yak kau meloudspeakernya ya, memalukan sekali” ucap marah Sang Yoon namun gadis itu tersenyum.

“Aigoo kalian manis sekali, aku jadi merindukan naui Queen” ucap Donhae.

“Waw, tidak ku sangka maknae kita bisa berkata begitu romantis” ucap sungmin yang disetujui oleh semua member.

“Kyuhyun~a kau hebat” ucap Wooky, sementara Kyuhyun sudah tersenyum seperti orang gila mendengar bahwa gadis yang di cintainya ternyata juga mencintainya.

“Jaga adikku” nasehat Siwon.

“Aish oppa, apa maksudmu hah? Seperti aku akan pergi jauh saja” umpat Sang Yoon.

“Tentu saja hyung, aku akan menjaganya, dan akan aku pastikan dia hanya akan mencintaiku” semua pasang mata menatap kyuhyun takjub, jelas saja maknae setannya telah menjadi pria normal.

“Seperti aku bisa melirik pria lain saja” dengus Sang Yoon, semuanya tekekeh akan keterus terangan adiknya itu.

“Baiklah aku percaya padamu”ucap Siwon sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Cih, kau sedang berakting kan oppa, yang ada kau yang berkemungkinan jatuh cinta pada orang lain, kau kan idol pasti kau sering sekali dikelilingi wanita-wanita cantik” sinis Sang Yoon.

“Aigoo, aigoo kau cemburu eh?”tanya Kyuhyun menggodanya

“Aish kau menggelikan, lebih baik aku tutup saja telfonnya” ancam Sang Yoon.

“Yak! Jangan dulu, sebentar” kyuhyun mengambil handpone Siwon kemudian berlari memasuki kamar dan menguncinya.

“Yak! Maknae setan” teriak semua member.

“Acara menguping telah selesai” balas Kyuhyun dari dalam kamarnya, Sang Yoon hanya terkekeh mendengar suara teriakan itu.

“Sang Yoon~a dengarkan baik-baik arasseo, aku hanya akan mengatakan ini sekali seumur hidupku”

“Mwo?”tanya heran Sang Yoon

“Diam dan dengar kan saja arasseo?” perintah Kyuhyun.

“Ah, ara ara”pasrah Sang Yoon.

“Karena kau mencintaiku, maka mulai dari sekarag kau hanya milikku, jangan ada fikiran sedikit pun untuk berhenti mencintaiku, karena aku tidak akan membiarkanmu lari dariku, kau harus pulang secepatnya, jika tidak aku akan menyeretmu dari sana, dan terakhir ku ingin kau menjaga hidupmu baik-baik disana, Sang Yoon~a… jeongmal saranghae” selesai bicara Kyuhyun langsung mematikan telfonnya, pipinya sudah sangat merah.

Gadis itu tercekat, dirinya tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan kalimat itu, dia tidak berhenti tersenyum sambil memandangi handphonenya.

***

5 month later…

“Kyuhyun~a bisakah kau duduk tenang, aku pusing melihatmu mondar-mandir seperti itu” marah Leeteuk, yang heran dengan kelakuan maknaenya, dari pagi maknaenya hanya memandangi handphonenya dan berjalan mondar mandir.

“Aish, hyung aku sedang hawatir, yoja setengah iblis itu, tidak bisa dihubungi dari minggu lalu, aku hampir gila” ucap Kyuhyun sambil menduduki kursi di sebelah Leeteuk.

“Mungkin dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kau jangan terlalu hawatir padanya” nasehat Leeteuk sambil mengacak rambut dongsaengnya itu dengan sayang, Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya.

Leeteuk terpekik kaget ketika mengetahui siapa yang ada dihadapannya, Sang Yoon gadis itu berdiri sambil tersenyum manis padanya, Leeteuk ingin menyapanya namun gadis itu meletakan jarinya diatas bibirnya, menyuruh Leeteuk diam, dia pun mengerti dan kemudian mengacak rambut Sang Yoon pelan dan meninggalkannya bersama Kyuhyun yang hanya menundukkan kepalanya, Sang Yoon kemudian duduk di sebelah Kyuhyun menggantikan Leeteuk.

“Bagaimana aku tidak hawatir, jika menyangkut yeoja setengah iblis itu aku tidak bisa tidak hawatir padanya hyung, otteokhe? ” ucap Kyuhyun, karena Leeteuk tidak menjawab juga akhirnya dia mendongakkan kepalanya, dan langsung membelalakkan matanya melihat orang yang duduk di sebelahnya.

“Oppa” ucap gadis itu, namun kyuhyun menunjukkan ekspresi marahnya, sehingga membuat gadis tersebut sedikit takut padanya.

“Mian” gadis itu menundukan kepalanya, membuat Kyuhyun tersenyum geli melihat tingkahnya, sepertinya menggodanya sedikit akan sangat menyenangkan.

“Aku tidak bermaksud membuatmu hawatir oppa, seminggu ini, aku benar-benar konsen pada pekerjaanku, aku ingin pekerjaanku cepat selesai kemudian menemuimu” jelas Sang Yoon, kyuhyun mendekatkan kepalanya.

“Lihat aku” bisik Kyuhyun, nafasnya terasa di tengkuk Sang Yoon, membuat jantungnya tidak berhenti berdetak.

“Ne opmmmmppp” ketika mendongakkan kepalanya Kyuhyun langsung menempelkan bibirnya dibibir Sang Yoon, pria itu melumat bibir Sang Yoon kasar, mebuat Sang Yoon kehabisan nafas, tiba-tiba pria itu berhenti menciumnya dan menatap tajam Sang Yoon.

“Itu hukumanmu” Kyuhyun terkekeh melihat Sang Yoon hanya membelalakkan matanya, membuatnya terlihat semakin manis.

“Yak oppa kau kasar sekali, oppa kaummmmpp” Kyuhyun kembali menelpelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, kali ini ciumannya berbeda, sangat dalam dan berhati hati, pria ini melumat bibir Sang Yoon dengan lembut menumpahkan semua kerinduannya, Kyuhyun menggigit bibir Sang Yoon pelan agar lidahnya dapat masuk dan menjelajahi mulut Sang Yoon, tangan Sang Yoon sudah melingkar di leher Kyuhyun, dia membalas ciuman pria itu dengan sepenuh hati.

“Aigoo, kau hebat sekali Kyuhyun~a” mendengar itu, mereka langsung melepaskan pelukan mereka, karena memang sudah tidak ada jarak sama sekali.

“Yak! Hyung bisakah kau ketuk pintu terlebih dahulu” ucap Kyuhyun sengit dan memandang tajam hyungnya itu yang telah mengganggu kesenangannya.

“Hei bodoh, tidak sadarkah kau ini dimana, ini di ruang tamu, kalau kau ingin aku tidak mengganggumu lakukan di kamarmu” kekeh Hyukjae, dia berhasil membuat 2 dongsaengnya itu memerah.

“Aigoo, kyeopta, aku akan memperlihatkan keahlianmu itu pada member lain” senyum Hyukjae sambil mengacungkan handphonenya.

“Yak! Hyung, kenapa kau merekamnya”

“Ciumanmu sangat hebat Kyuhyun~a, bahkan ciuman Donghae pun tidak ada apa-apanya di banding ciumanmu” tawa Hyukjae.

“Aish, dasar yadong” teriak Sang Yoon yang pipinya sudah sangat memerah.

“Berani kau memberitahu member lain, maka akan ku pastikan video telanjangmu akan beredar di internet” ancam Kyuhyun yang langsung membuat tawa Hyukjae berhenti dan memandang maknaenya ngeri.

“Kau benar-benar iblis Kyuhyun” pasrah Eunhyuk.

“Tidak ada yang meragukan itu, terima kasih patas pujiannya”

END?

 

p.s: wah ni ff lama sekali selesainya karena aku males banget ngetiknya, sumpah aku geli sendiri nulisin adegan kiss mereka, wakaka, percakapan Vic ma sang Yoon ga aku tulis, karena aku benar-benar males… * dasar author males. Intinya si Vic itu ngasih tau tentang perasaan Kyuhyun.

Udah ah segitu aja, selamat membaca, aku sekarang mau nulis one shot aja deh, ternyata nulis yang bersambung begini bikin tambah males *tetep aja intinya kamu males, wakaka…. Babay… lambai2 bareng Kyuhyun.

Iklan

{YooHyeNay Story} : Another Sory #3 (Opening)

{YooHyeNay Story} : Another Sory #3 (Opening)

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

 

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

Prak

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja, ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

***

Seorang gadis nampak belari sambil menahan isak tangis yang sudah ditahannya sedari tadi, wajahnya terlihat memerah, dua orang laki-laki terlihat mengejar  gadis itu, terlihat jelas kehawatiran dari raut wajah mereka, bagaimana tidak? Gadis yang sangat mereka sayangi, yang sudah mereka anggap seperti adik sendiri sekarang harus mengalami hal seperti ini.

“Sang Yoon~a !!!” teriak ke dua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Ryeowook dan Sungmin, namun seolah tidak mendengar ucapan tersebut gadis tersebut tetap berlari.

“Yak! Sang Yoon~a, berhenti berlari” Sungmin dan Ryeowook terus saja berlari mengejar Sang Yoon sambil terus berteriak memanggilnya, berharap gadis itu akan mendengar dan membuatnya berhenti.

Siwon yang tengah berjalan menuju dorm lantai 12, tiba-tiba berhenti ketika mendengar teriakan dari ke dua dongsaengnya yang memanggil-manggil nama orang yang amat di sayanginya, dari kejauhan dia melihat  seorang gadis yang sedang berlari ke arahnya, seketika itu juga amarah mengusainya, ketika Siwon melihat  bahwa pundak gadis itu bergetar, dan pandangan gadis itu pun tidak fokus, benar-benar memperlihatkan bahwa gadis itu sedang kacau bahkan menangis, astaga baru kali ini dia melihat Sang Yoon tidak dapat menguasai emosinya dengan baik, bahkan dia tidak menyadari keberadaan Siwon yang berdiri di hadapannya, dengan sigap Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Sedangkan dua orang yang mengejar adiknya tersebut langsung menghentikan larinya dan bernafas lega, melihat Sang Yoon berada di tangan yang benar.

“Ini oppa, ini oppa, ini oppa” Siwon terus membisiki telinga Sang Yoon sambil mendekapnya lebih dalam mencoba menenangkannya, karena gadis itu terus meronta dalam pelukannya, isak tangis gadis itu makin terdengar, membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah, bukan kesal pada siapa yang telah membuat adiknya menangis, tapi karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang oppa yang baik, dia tau alasan mengapa gadis ini menangis, oh tentu saja siapa yang terlalu berharga untuk di tangisi oleh gadis ini selain Cho Kyuhyun, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihatnya bersedih, perasaan sakit yang selama ini dia pendam dalam hatinya, sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya hal yang paling di hindarinya terjadi juga, dia sangat takut adiknya mengeluarkan air mata, dia benar-benar membenci hal itu, dan sekarang bahkan adiknya menangis di hadapannya.

Isakan yang terdengar sudah mulai berkurang, Sang Yoon sudah mulai berhenti menangis, dia hanya memeluk Siwon, mencoba memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri, mengingat kejadian itu lagi benar-benar membuatnya sesak, di tampar oleh kekasih orang yang di cintainya, dia benar-benar merasa menjadi seorang gadis jahat, bahkan membuatnya jijik terhadap dirinya sendiri, mencoba merebut orang yang di cintainya walau pun pria tersebut sudah memiliki kekasih, dia merasa saperti wanita penggoda yang amat menjijikan, dia sadar cinta yang dia miliki salah, namun cintanya pada laki-laki tersebut sangat besar membuat akal sehatnya tidak bekerja dengan baik.

“Sekarang lupakan dia, itu yang terbaik Yooni~a” ucap Siwon dengan nada bergetar, dia pun merasakan sakit yang Sang Yoon rasakan, walau pria itu tidak mengetahui kejadian tadi. Alih-alih menjawabnya Sang Yoon malah merapatkan pelukannya pada Siwon.

***

“Aku, tidak bisa membohongi perasaanku, aku menyayangimu sangat menyayangimu, tapi rasa sayang yang ku miliki ini bukan perasaan cinta terhadap seorang gadis, dulu kau bertanya padaku mengapa aku sangat baik padamu, itu karena aku nyaman bersamamu, aku merasa aku sedang bersama noonaku, dan sampai sekarang perasaan itu tidak dapat berubah” ucap Kyuhun sambil memandang gadis yang sedang berdiri di hadapannya, dia mengutuk dirinya sendiri, karena tangis gadis yang dia sayangi makin kencang, dia bingung harus bagaimana, kejam memang mengatakan hal itu, tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dia lelah berbohong pada pada dirinya sendiri, lelah untuk meyakinkan diri bahwa dia mencintai Victoria.

“Kyuhyun~a mengapa kau lakukan ini semua padaku?” isak Victoria sambil memukul-mukul dada Kyuhyun, yang di biarkan saja oleh Kyuhyun, mungkin dengan membiarkannya dapat meredakan amarahnya, pikir kyuhyun.

“Mengertialh Qian, ini yang terbaik untuk kita” ucap Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Victoria yang telah berhenti memukuli dadanya.

“Tapi aku sangat mencintaimu” jawab Victoria sambil mengisak pelan.

“Aku tau, tapi kau akan lebih sakit lagi jika hubungan ini tetap di pertahankan, dan aku tidak mau menjadi pria brengsek yang hanya bisa menyakitimu Qian” terdengar nada sedih dari ucapan Kyuhyun.

“Tidak bisakah kau berusaha mencintaiku?” mohon Victoria pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengernyit heran dengan pertanyaan itu.

“Berusaha? Kau pikir dengan aku membiarkanmu menjadi orang yang ku beri izin mencampuri kehidupanku, atau pacar kata mereka, itu bukan usahaku untuk mencintimu?, astaga Victoria kau benar-benar membuatku terlihat seperti pria brengsek yang hanya mempermainkanmu” geram Kyuhyun, Victoria kaget dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara kasar padanya, apa lagi dengan memanggilnya Victoria, berarti Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya.

“Maaf, aku tidak tau” ucap Victoria dengan nada sedih, yang membuat Kyuhyun meredakan emosinya, dia tidak mungkin membuat Victoria menangis lagi.

“Sudahlah lupakan saja, ayo ku antarkan kau pulang, ini sudah terlalu malam” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Victoria, namun gadis itu tidak beranjak dari tempatnya.

“Kyuhyun~a bisakah kau memelukku?” tanya Victoria ragu-ragu, langkah Kyuhyun terhenti setelah mendengar permintaan yang membuatnya bingung. “untuk yang terakhir kali, please” Kyuhyun heran dengan perintaan Victoria.

“Kau kira kita tidak akan pernah bertemu lagi?, oh ayo lah bahkan kita satu menejment”

“Aku tau, tapi besok tidak akan sama lagi, anggap saja ini pelukan perpisahan kita, aish kau bahkan sama sekali belum pernah memelukku” rengek Victoria sambil menatap sepasang mata milik seorng pria di hadapannya.

“Umurmu lebih tua dariku, tapi kelakuan mu persis seperti anak TK” desis Kyuhyun namun dia meletakkan tangannya melingkari pinggang Victoria, yang membuat gadis itu terkekeh pelan dengan kelakuan lelaki yang baru saja memutuskannya, merasa sakit? Tentu saja, bagaimana tidak, pacarmu sendiri ternyata tidak mencintaimu, walau dia tau itu, tetap saja terasa sakit mendengarnya langsung dari orang yang sangat kau cintai.

“Ah, ternyata pelukanmu tidak seperti yang ku bayangkan” gumam Victoria yang langsung membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap tajam mata gadis yaang berada di hadapannya.

“Maksud mu?” tanya Kyuhyun sedikit tersinggung.

“Pelukanmu tidak sehangat pelukan suamiku” ucap Victoria dengan muka polosnya yang jelas saja membuat sebuah tangan melayang di kepalanya.

“Yak! Appo” protesnya karena mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“Baru beberapa detik yang lalu kita putus kau sudah membicarakan pria lain, bahkan menyebut pelukanku tidak sehangat pelukannya, aku yang sudah lama ber pacaran dengan mu saja baru memelukmu, itu pun setelah hubungan kita berakhir, tapi kau malah sudah sering melakukannya dengan Nichun, bahkan kau berciuman dengannya” canda Kyuhyun yang membuat Victoria tersenyum kecil.

“Aish, tidak usah mengungkitnya, bukannya kau tidak pernah mempermasahkan hal itu, seperti kau cemburu saja” sinis Victoria.

“Qian, aku bodoh baru menyadarinya ternyata kau tidak seperti noonaku” ucap Kyuhyun serius sambil menatap dalam kedua mata Victoria, yang membuat bulu kuduknya meremang mendapatkan tatapan sseperti itu.

“La….lu?” tanya Victoria gugup.

“Kau tidak seperti noonaku, tapi kau lebih mirip eommaku” ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Victoria sendirian yang berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun.

“Bicara apa kau? Dasar evil!!!” teriak Victoria dengan seluruh tenaganya, aish dasar setan gila. Tapi dia tersenyum, walaupun menyebalkan tapi itu lah Kyuhyun, pria yang sukses membuatnya menjadi gadis egois, oh gadis macam apa yang tidak akan mempertahankan egonya demi tidak kehilangan pria seperti Cho Kyuhyun?.

***

“Kau sudah bangun?” ucap lega Choi Siwon melihat adik perempuannya terlihat baikbaik saja, karena semalaman dia terus menjaga Sang Yoon yang terkena demam, dia benar-benar benci melihat adiknya sangat rapuh, kontras dengan apa yang selama ini adiknya tunjukan padanya, adiknya yang selalu tersenyum menghadapai semua masalah, kini harus terbaring lemah.

“Oppa? Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak bekerja?”

“Bekerja? Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang sementara adikku sedang sakit dirumah?” dengus siwon kasar, bukannya takut Sang Yoon malah menyunggingkan senyum khasnya, dia tau betul watak kakaknya yang satu ini, dan dia sangat senang mendapati kakaknya sangat menyayanginya.

“Aigoo, oppa, aku harus menghubungi Nayna, dia bisa mengamuk padaku” tiba-tiba Sang Yoon berkata sambil menepuk pipinya.

“Yak! Gadis bodoh, aku sangsi bahwa kau adik kandungku” sinis Siwon sambil menepuk kepala adiknya dengan sayang, yang tentu saja lansung membuat Sang Yoon mengerucutkan bibirnya ”aku sudah menghubungi nayna dan dia mengizinkanmu libur tiga hari, lagi pula aku heran padamu, mengapa kau malah menjadi menejer artis?, kau itu calon Presiden Direktur Hyunday Departement store, gajimu bahkan hanya seperempat dari uang yang selalu dikirimkan appa untukmu, belum lagi dariku, apa masih kurang juga?” tanya Siwon heran dengan kelakuan adik tercintanya.

“Oppa, bukan berapa banyak uang yang aku terima, tapi menghargai sebuh pekerjaan itulah yang aku cari, bagaimana aku dapat mengurus perusahaan appa yang begitu besar, jika mengurus satu orang saja aku tidak bisa? Aku belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu, aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan yang malah akan membuat jerih payah appa selama ini hancur” Siwon tersenyum mendengar penuturan adiknya, jika masalah mencari sebuah alasan maka adiknya ini lah yang pastinya akan menjadi juara, sepertinya jiwa diplomat ibunya benar-benar menurun pada adiknya itu.

“Kau yakin tidak ada alasan lain?” goda Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, kenapa kau tidak percaya padaku?” tuntut sang adik, sementara sang kakak hanya mengedikkan bahunya.

“Mungkin, kalau aku lihat alasan mu tadi sepertinya terlalu tinggi untuk tipe orang sepertimu”

“Yak! Kau itu oppaku bukan hah, bahkan kau meragukan kemampuan adikmu sendiri?” teriak Sang Yoon kesal mendengar penuturan oppanya.

“Karena aku oppamu, maka aku tahu apa yang ada di kepalamu” Siwon berkata sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, “Sekarang kau istirahat ya, nanti oppa bangunkan jika waktunya makan dan minum obat”

“Oppa umurku sudah 20 tahun, aku bukan anak secil lagi” sela Sang Yoon tidak terima, memang kakaknya pikir dia gadis labil yang akan menyiksa dirinya sendiri hanya karena seorang pria.

“Aku 26 tahun, berarti kau masih gadis kecilku” Senyum Siwon tampak lega melihat adiknya yang sudah mulai membaik, tapi Siwon tidak bodoh karena mata itu masih memperlihatkan kesedihan.

***

lanjutannya nanti…

author beje ngepost ff beje nie… wakaka….