Fee's Line. Welcome all…

Archive for Januari, 2012

{Short FF}EVILKYU S2

{Short FF} EVILKYU S2

***

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: one shot

Rating: pg 15++

ps: ini ff lanjutan short ff yang kemarin, maaf ya kalo masig banyak typo… author mengucapkan SELAMAT MEMBACA

“Sang Yoon~a berhenti merusak kasurku, aish itu baru saja ku bereskan” protes Hye Joon saat aku melemparkan tubuhku ke atas rangjangnya, aku benar-benar lelah, bayangkan saja aku harus menyelesaikan pekerjaanku sampai pukul 3 pagi di kantor, ini gara-gara setan sial itu yang mengacaukan meeting pentingku, aku bahkan tidak sempat pulang ke rumah, jadi deh aku mampir ke apartemen temanku yang memang dekat dengan kantorku, aku heran dengan temanku yang satu ini, pukul 4 pagi tapi apartemennya sudah sangat rapih, dia ini eonniku yang paling baik, dia selalu dapat membuatku nyaman.

“Eonni, biarkan aku tidur, aku sangat ngantuk, gara-gara Cho Kyuhyun, aku harus lembur” sungutku sambil menenggelamkan kepalaku di bantal.

“Apa lagi yang di lakukan pacarmu itu hmm?” tanya sambil menyelimutiku, benarkan dia itu eonniku yang paling baik.

“Dia membuatku membatalkan meeting penting, aku harus mengganti meetingnya kemarin siang dan baru selesai tadi malam, malamnya aku harus mengerjakan proyek itu sampai pagi, benar-benar membuat kepalaku sakit” jawabku serak.

“Ingin ku bangunkan jam berapa?” tanya Hye Joon lembut, membuat gadis yang sedang menelungkupkan kepalanya tersenyum.

“Jam 7 saja, gomawo eonni”

“Baiklah” suranya terdengar samar karena Hye Joon sudah meninggalkan kamar.

***

“Eonni, kau berangkat ke butikmu kapan?” tanyaku pada gadis yang sedang merangkai bunga sambil bersenandung kecil.

“Jam 9” jawabnya santai tanpa mengalihkan fokusnya dari bunga-bunga itu.

“Eonni, apa tidak ada makanan? Aku lapar” rengekku manja, yang hanya di balas senyuman oleh gadis itu.

“Yak! Eonni aku sedang bertanya padamu, kau malah mengabaikanku, kelihatannya kau behagia sekali”

“Ada roti di meja, kau itu seperti tidak sering kemari saja” jawabnya yang masih asyik dengan rangkaian bunganya.

“Hanya memastikan”

“Sang Yoon~a, apakah yang Kyuhyun lakukan itu ada kaitannya dengan bercak-bercak merah di lehermu, hingga kau membatalkan meeting mu itu?” kali ini dia mengalihkan fokusnya dan menatap Sang Yoon geli.

“Yak! appo” ringis Hye Joon setelah mendapat lempaan sendal rumah yang di gunakan Sang Yoon.

“Tutup mulutmu eonni” tukas sinis Sang Yoon, namun mukanya sudah memerah membuat Hye Joon geli.

“Tak ku sangka Kyuhyun oppa bisa membuat tanda begitu, ku pikir awalnya itu hanya sengatan serangga tapi aku berfikir lagi, masa bercak-bercak itu hampir memenuhi lehermu” jelas Hye Joon dengan wajah polos sok berfikirnya.

“Kau berlebihan eonni” sungut Sang Yoon, Hye Joon yang puas menggoda temannya ini tertawa keras.

“Apa aku tanya saja pada Nayna, mungkin dia tau apa yang menyebabkan lehermu di tumbuhi bercak-bercak merah itu” ucap Hye Joon sepolos mungkin sambil menatap Sang Yoon dengan tatapan innocenenya.

“Ku bunuh kau, kalau sampai adik setan itu tau” mengabaikan ancamanku, gadis itu malah tersenyum manis kepadaku, membuatku ingin melemaparinya dengan kulkas?. Cho Kyuhyun lihat saja aku akan membalaskan dendamku.

***

“Yak! Kenapa kau ada di kantorku?” kaget Sang Yoon, terlihat seorang laki-laki nampak duduk santai dengan kepalanya disandaran sofa yang tersedia di ruangan itu, jelas sekali bahwa lelaki tersebut sangat nyaman diposisinya.

“Kenapa dari kemarin handphone mu tidak aktif?” Lelaki tersebut bertanya dengan nada pelan namun tersirat kemarahan didalamnya, sedang sang wanita hanya mendengus kesal.

“Kau fikir karena siapa aku mematikan telfonku hah? Jangankan untuk menelfon makan pun aku tidak sempat, siapa yang dengan seenaknya mengacaukan meetingku kemarin, aku harus lembur sampai pagi untuk membereskannya, kau tau!” gadis tersebut berteriak kesal pada laki-laki yang duduk di depannya, membuat lelaki tersebut membuka matanya yang tadinya terpejam, gadis yang sedang berdiri dihadapannya tertegun melihat kedua mata lelaki di depannya, tatapannya sayu, terdapat kantung mata yang menghitam di bawah mata indah itu, gadis itu luluh, dirinya tidak tega melihat lelakinya, ya lelaki itu adalah kekasihnya terlihat begitu menyedihkan, gadis itu kemudian menyentuhkan telapak tangannya di dahi kekasihnya, memastikan apakah kekasihnya baik-baik saja, dan terdengar helaan lega dari gadis itu, kekasihnya tidak demam hanya kelelahan saja.

“Mianhae” ucap lemah lelaki itu, gadis di depannya hanya tersenyum kepadanya, gadis itu kemudian bejalan menuju meja kerjanya, dan mengambil sesuatu dari bawah meja itu, yang ternyata adalah sebuah selimut dan bantal, di bawanya barang itu dan di berikan kepada lelakinya.

“Tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu” ucap gadis itu lembut, namun pria itu tidak mengindahkan ucapan gadisnya.

“Aku membutuhkanmu” dua kata itu yang keluar dari mulut lelakinya, membuatnya mendengus, dan meraih telfon kantornya.

“Jira~ssi, apa ada meeting penting hari ini?” tanya gadis itu, yang dihubunginya adalah sekertarisnya.

“ah bailkah, nanti sore semuanya akan aku selesaikan, gomawo” ucap gadis itu menyudahi pembicaraannya.

Sang Yoon mendekati kekasihnya, menjatukan dirinya di samping kekasihnya, kemudian menatap kekasihnya dan mengulurkan tangannya menyentuh kantung mata itu, pria itu tersenyum senang dengan kemenangannya menguasai gadisnya, tidak rugi dia begadang sampai pagi untuk menyelesaikan gamenya, pikir lelaki itu, kalau sampai kekasihnya tau yang dia perbuat hanya untuk menyelesaikan gamenya, kekasihnya itu pasti akan mengomelinya lalu akan mengabaikannya.

“Tidurlah” ucap pelan gadis itu sambil mengusap wajah pria itu, kemdian berdiri memberikan ruang untuk pria itu tiduran, setelah pria itu sudah berbaring di sofa, dia bersyukur karena sofanya cukup panjang untuk menampung tubuh kekasihnya yang tinggi. Dia hendak mengambil selimut yang dia letakkan dimeja, namun sebuah tangan tengah menghetikannya dan menariknya ke dalam pelukannya.

“Yak! Kyuhyun~a apa yang lakukan” tanya kesal Sang Yoon, melihat kekasihnya saja jantungnya sudah berdebar cepat, sepertinya kekasihnya menginginkan dirinya cepat mati dengan memeluknya seperti ini.

“Biarkan seperti ini, kumohon” pinta kekasihnya dengan suara serak yang membuat Sang Yoon tidak bisa menolak, masih dalam posisi itu Sang Yoon membuaka kedua sepatunya menggunakan kakinya sendiri, kemudian menaikkan kakinya ke kursi, dia harus merapatkan tubuhnya ke pria itu karena kursi mereka tidak cukup lebar, itu sukses membuat kedua jantungnya bekerja ekstra keras.

Pria itu memeluk gadisnya erat melingkarkan kakinya kekaki gadisnya, pria itu tersenyum senang karena tubuh gadisnya terasa sangat pas dalam pelukannya, bahwa dengan seperti ini mereka tau jika mereka berada di tempat yang benar, tempat yang semestinya. Kenyamanan yang dirasakan pria itu membuatnya tertidur pulas.

***

“Yooni~a” ucap pria itu refleks, karena gadis yang tadinya dia peluk sudah tidak ada dalam dekapannya.

“Kau lapar? Aku sudah membelikanmu sup ayam dan kimchi, kau makanlah, aku selesaikan menganalisa data ini sebentar” ucap sang kekasih dari meja kerjanya tanpa mengalihkan fokusnya dari kertas yang sedang di bacanya, membuat pria itu mendengus kesal namun masih menuruti ucapan gadis itu, pria itu memakan bekalnya dengan tenang, setelah seleasi pria itu merebahkan kembali kepalanya di sandaran sofa.

“Apa masih lama?” tanya Kyuhyun pada kekasihnya.

“nah, sudah selesai” gadis tersebut menaruh kertas itu di atas mejanya, melepaskan kaca matanya, dan menghampiri kekasihnya, Sang Yoon duduk di samping kekasihnya, mengamati wajah tampan kekasihnya, dirinya bangga bahwa lelaki tampan ini adalah kekasihnya, miliknya.

“Aku merindukanmu” ucap gadis itu sambil menatap wajah kekasihnya. Kyuhyun langsung menarik kekasihnya kedalam dekapannya, membaringkan dirinya seperti ketika dia ingin tidur tadi, gadis nya di pelukannya, dia senang mengetahui bahwa gadis di pelukan ini hanya miliknya, menenggelamkan wajahnya dirambut gadis itu, menghirup aroma gadisnya.

Sang Yoon membiarkan kelakuan kekasihnya, karena dirinya pun sangat merindukan pelukan kekasihnya, wajahnya tepat di lekukan leher kekasihnya, membuatnya memiliki ide cemerlang, dia medorong tangannya untuk mengusap lehar kekasihnya pelan, membuat kekasihnya menggangkan lehernya, Sang Yoon merangkak naik keatas tubuh kekasihnya, mendekatkan wajahnya di leher pria itu, udara terasa panas membuat nafas mereka memburu, Sang Yoon menempelkan bibirnya di heler pria itu, menciumnya, awalnya lembut namun seiring nafas mereka yang memburu ciuman Sang Yoon berubah menjadi kasar, sesekali dia menggigit leher Kyuhyun, membuat pria itu mendesah, Sang Yoon terus mengeksplorasi lehar kekasihnya, tubuh Kyuhyun sudah menegang menahan gairah yang ditimbulkan kekasihnya, sedang tangan Kyuhyun tidak bisa diam dan sudah berada di balik kemeja yang gadisnya kenakan, menyentuh punggung gadisnya, ketika dirasanya ciuman Sang Yoon berhenti dari lehernya, pria itu melepaskan sebelah tangannya dari balik kemeja kekasihnya untuk mendongakkan wajah kekasihnya, dia memundurkan badannya sedikit untuk dapat menjangkau bibir kekasihnya.

Bibir mereka akhirnya bertemu, Kyuhyun langsung melumat pelan bibir gadisnya yang terasa manis, membuatnya meperdalam ciumannya dia menggigit kecil bibir gadisnya, membuat Sang Yoon mendesah dam membuka mulutnya, Kyuhyun langsung memasukan lidahnya, mengeksplorasi semua yang ada di dalam mulut gadisnya, saling membelitkan lidah mereka, tangan Sang Yoon menjambak rambut Kyuhyun menahan sensasi yang Kyuhyun lakukan.

Bwara Mr.Simple Simple keuttaeneun keuttaneun keuttaneun ro meotjeo

Lagu Mr.Simple mengalun membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka, Sang Yoon langsung berdiri, dia bersyukur karena telfon itu, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.

“Ada apa Hyung?” terdengar nada kesal dari ucapan kekasihnya, kekasihnya hanya mendengus mendengarkan ucapan hyungnya di telfon.

“Aish, baiklah aku akan segera kesana, iya, kau itu lippiteuki yang menyebalkan” umaptnya sebelum mematikan telfonnya. Kemudian dia merapihkan bajunya, kemeja yang dia kenakan kancingnya sudah terlepas sebagian, membuatnya heran ternyata kekasihnya mampu melakukan hal seperti ini juga.

“Aku harus pulang, kita lanjutkan nanti” ucap Kyuhyun sambil mengerlingkan matanya pada gadisnya, gadisnya hanya mendengus dan mengabaikannya, kembali ke meja kerjanya dan memakai kaca matanya untuk merapihkan kertas-kertas dokumennya.

***

Kyuhyun keluar dari dari ruangan kekasihnya, dia berjalan dengan santainya di koridor, dan dia melihat para wanita yang bekerja di kantor ini, berbisik-bisik sambil menunjuk-nunjuknya, aish mereka mungkin hanya sparkyu yang tergila-gila padaku, pikir bangga Kyuhyun. Namun dia mulai heran dengan sikap para pria yang berpapasan dengannya pun aneh, ada yang menepuk bahunya pelan dan ada pula yang tersenyum jahil padanya, aish mereka juga mungkin fans ku? Kyuhyun mengabaikan mereka dan berlari menuju mobilnya, dia langsung menjalankan mobilnya menuju gedung SM untuk melanjutkan latihan.

“Sukses Kyuhyun~ssi” kali ini satpam kantor SM yang bertanya padaku dengan seringal jahilnya, aneh, semua orang berkelakuan aneh, apa popularitasku menanjak tajam sampai seorang satpam pun tersenyum dan akrab padaku. Aku hanya tersenyum untuk membalas perkataannya, kemudian aku berlari menuju ruang latihan Super Junior.

“Anyeong, aku pulang” aku berteriak senang menyapa semua hyungku yang sudah berkumpul.

“Yak! Kyuhyun~a kau membuat ka…” ucapan Leeteuk hyung terhenti ketika melihatku melepas topi ku dan merenggangkan badanku, semua hyungku membelalak menatapku.

“Wow” seru Eunhyuk hyung padaku, memandangku takjub.

“Aish! Semua orang kenapasih melihatku begitu, bahkan satpanpun menyeringai jahil padaku” ucapku kesal.

“Apa kau baru dari kantornya Yooniku?” tanya ngeri Siwon hyung, aku memandangnya heran.

“Tentu saja, memangnya kau fikir aku bersama siapa?” mendengar jawabanku Siwon hyung sudah berkaca-kaca.

“Aigoo adikku tidak polos lagi, Kyuhyun~a semuanya gara-gara kau” hardik Siwon hyung padaku, aku hanya menatapnya bingung, sedang hyungku yang lain hanya terkekeh melhat kami.

“Kyuhyun~a sebaiknya kau bercermin” kali ini Leeteuk hyung berseru padaku, bercermin? Eh ketika aku melihat cermin aku langsung membelalak lebar melihat pantulanku, mukaku langsung memerah, refleks aku langsung menaikkan kerah bajuku, aigoo, leherku di penuhi bercak-bercak merah, yang aku yakin itu perbuatan gadisku.

Aku langsung mengambil handphoneku dan menghubungi gadisku

“Puas kau mempermalukanku, aish pantas saja semua orang memandangku jahil” sementara itu gadis di telfon itu hanya terkekeh saja.

“Salah sendiri kau mempermaikanku” gadis itu menjawab sebelum mematikan telfonnya.

“Yak! Choi Sang Yoon, aish. . . kau membuatku gila” kyuhyun mengerang dan menjatuhkan dirinya di lantai dengan muka merah. Sedang semua hyungnya memandangnya takjub.

“Sang Yoon hebat” kali ini Eunhuk dan Donghae yang berbica, membuat semua member tertawa.

FIN

 

Wahahaha aku datang lagi dengan ff eror yang ku buat, tadinya aku mau buat NC, tapi eonniku (Hye Joon) melarangku, padahal aku sedang terpesona dengan keseksian Donghae. Jangan pada mual ya baca tulisan aku…

Reader: telat, aku udah muntah2 dari tadi (sambil natap mata author tajam).

Author: mian (sambil bungkuk2).

Hye Joon: Ya! Kali ini karena apa kamu buat ff kaya gini?

Sang Yoon: karena Try Out eon, sumpah deh tdi matematika susah bener, tu yg nyiptain rumus2 kurang kerjaan banget deh… bikin kepala sakit dan alhasil, isi kepala aku malah gini (baca: yadong)

Hye Joon: udah km tes aja yg bnyk, biar bikin ff kya gini jg banyak *plakkk

Sang Yoon: dan aku cepet gila….

Ahhhh udah deh, sekian saja… babayyyyyy…

Ttd istri Kyuhyun yg sah dan slingkuhan Donghae oppa *plakkk

{Short FF} EvilKyu….

{Short FF} EvilKyu….

***

Author : Dhaekyu

Cast : Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Lenght : Mini FF

Rating : PG 15++

***

P.s: Aku baru nulisssss lagi, ini akibat dari UAS yang menguras fikiran,

Imul : bohong banget, emang kamu belajar?,

Q: Ya ga juga sih… wakaka, *langsung d’timpuk pake hp ma Imul.

Sumpah ini FF terHOT yang pernah aku ketik…. Jadi pingin nulis nc? Maklumin aja reader sekarang fikiranku benar-benar sedang melenceng dari jalan yang benar, salahin Kyuhyun, mengapa dia begitu tampan?. Di tunggu kritik dan sarannya, author BeJe undur diri… Selamat membaca.

“Hentikan Cho Kyuhyun babo!” ucapku histeris ketika kekasihku ini malah menarikku kedalam dekapannya, tidak menghiraukan ucapanku, memelukku dari belakang, lengannya melingkar diperutku dengan erat, bukannya aku tidak suka, aku malah sangat menyukainya, sangat menyukai tiap sentuhannya, tapi saat ini aku harus membaca dokumen-dokumen di tanganku ini, karena satu jam lagi aku harus meeting penting. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi memahami ini jika dia menyentuhku.

“K. . .Kyu. . .” ucapku terbata, akau merinding merasakan tangannya mengelus perutku, kemudian berpindah ke pinggangku, aku yakin kemejaku menjadi sedikit kusut karena kelakuannya, tangannya bergerak naik dengan lembut hingga berhenti di pangkal leherku.

“Jangan disitu” pintaku memelas padanya, karena dia tau bahwa aku sangat sensitiv di bagian leherku, tapi lagi-lagi dia tidak menghiraukan ucapanku, tangannya sudah meraba leherku, menggodaku, membuatku menggelinjang karena sentuhannya, dia, pria ini, hanya dengan sentuhan tangannya saja dapat berpotensi besar membuatku mati muda.

“Kyu, ku mohon hentikan, aku ada meeting penting setelah ini, dan kau lupa kalau ini di kantorku” sial suaraku sudah terdengar aneh.

“Apa peduliku? Salahmu sendiri mengabaikanku, padahal aku sampai melarikan diri dari Teuki hyung demi menemuimu, jadi terima akibatnya” ucapnya menggoda di telingaku, nafas hangatnya menggelitikku, sekuat tenaga aku mempertahankan akal sehatku yang terasa sulit sekali, sampai tanpa sadar aku meremas dokumen yang harusnya aku pelajari, membuatnya kusut, untungnya dokumen ini sudah sedikit aku pelajari semalam, pertahananku runtuh, aku kehilangan akal sehatku saat bibirnya menggantikan tangannya menjelajah leherku, mengecupnya lembut, sesekali menjilatnya dengan menggoda, membuatku menelan ludah dengan berat, dan dia terkekeh pelan menikmati reaksiku akan sentuhannya, sial, pria ini benar-benar dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan ku, membuatku berada dibawah kuasanya, sesekali digigitnya leherku dengan gemas, membuatku mengeluarkan suara menjijikan yang sudah mati-matian aku tahan, yang jelas saja membuatnya tertawa, brengsek.

Tangannya menyentuh dahuku seiring ciumannya yang sekarang malah menggoda telingaku, membuatku tertawa karena geli, aku benar-benar lupa apa yang harus aku lakukan sekarang, yang aku tau bahwa aku harus segera membalas perlakuannya mengikuti instingku, mengubah posisi dudukku menghadapnya, menatapnya lembut, aku suka sekali tatapan teduhnya, memperlihatkan bahwa dia menginginkanku, dia mulai mendekatkan wajahnya, memiringkan kepalanya, menyatukan bibir kami, ciuman ini sangat lembut membuatku tenggelam, memabukkan, dia mengulum bibir atas dan bawahku bergantian, membuatku mendesah, tanpa membuang kesempatan dia menyusupkan  lidahnya, membelit lidahku, lidah kami saling menyapa, sampai akhirnya dia melepaskan bibirku, mengingat kami yang kehabisan nafas, memberi waktu untuk bernafas, dia tersenyum tulus padaku.

“Sudah!” aish menjijikan, suaraku terdengar seperti menantangnya dengan nada menggoda. Aku langsung menutup mulutku, dan mentatapnya tajam, tapi pria itu memberiku smirknya, ini pertanda tidak baik, dia melepakan tanganku yang membekap mulutku, mengunci bibiku dengan bibirnya, kali ini ciumannya terasa berbeda, terasa menuntut, dan sedikit kasar, sesekali dia menggigit bibirku membuat tanganku yang berada di rambutnya menjambaknya keras, sedangkan tangannya turun ke perutku mencari ujung kemejaku dan menelusupkan tangannya di bawah kemejaku mengusap lebut punggungku hingga ke perut, membuatku menggelinjang menerima perlakuannya, sedangkan sebelah tangannya menahan kepalaku agar tidak melepaskan ciumannya, nafas kami memburu seiring ciuman panasnya.

Tok tok tok

“Sang Yoon~ssi rapatnya akan di mulai 5 menit lagi” suara sekertarisku membuat kegiatan kami terhenti, jika sedang bersamanya waktu tersasa sangat cepat, dia meneluarkan tangannya yang sedang mengelus perutku di balik kemejaku dam memelukku erat.

“Yak! Kyuhyun~a aku harus segera bersiap-siap untuk meeting, lepaskan tanganmu!” tak mendengarkan ucapanku dia malah memelukku lebih erat, karena gemas dengan kelakuan kekanakannya kucubit keras tangannya, membuat dia meringis kesakitan namun tetap memelukku.

“Lepaskan aku CHO KYUHYUN BODOH!” aku menggeram saking kesalnya, dan pria sialan itu malah tertawa renyah sambil melepaskan pelukannya.

Aku langsung bergegas menuju cermin untuk merapihkan penambilanku.

“Aish, sial, kau benar-benar brengsek Cho Kyuhyun” aku mendecak hebat melihat pantulanku dicermin, penampilanku sangat tidak pantas, dengan baju kusut, tatanan rambut yang berantakan, dan leherku oh, GOD setan itu benar-benar membuatku kesal, bagaimana bisa aku meeting dengan bercak-bercak merah yang memenuhi leherku, seolah belum cukup kacau, aku baru sadar kalau bibirku sedikit bengkak. Aku menatapnya tajam meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya, namun dia hanya menatapku dengan wajah polos tanpa dosanya, membuatku benar-benar ingin menendangnya.

“Jira~ssi” aku menelfon sekertarisku.

“Ne, waeyo nona?”

“Bisakah kau batalkan rapatnya, sepertinya aku sedang kurang enak badan”

“Oh, ne nona, kalau begitu nona istirahat saja” jawabnya khawatir, untung saja aku memang memberitahunya bahwa perutku sedikit bermasalah padanya tadi pagi, jadi dia mungkin berfikir bahwa sakit perutku kambuh lagi.

“Gomawo Jira~ssi” ucapku tulus padanya.

“Chonmaneyo”

Setelah menutup telfon, Kyuhyun ternyata sudah ada di belakanku dan menarikku kedalam pelukannya, aku hanya diam saja.

“Sudah ku bilang kan, jangan mengabaikan Cho Kyuhyun, sekarang kau terima sendiri akibatnya, gendae, Sang Yoon~a kau makin mahir melakukannya” bisiknya ditelingaku, membuat wajahku langsung merah padam, aku melepaskan pelukannya dan mecoba untuk memukul kepalanya yang yadong itu, berusaha menyadarkannya, namun tanganku ditahannya, sedetik kemudian bibirnya sudah mendarat di bibirku.

“Yak! Aish, hentikan!” namun dia hanya terkekeh dan makin memperdalam ciumannya.

FIN