Fee's Line. Welcome all…

{Short FF} EvilKyu….

{Short FF} EvilKyu….

***

Author : Dhaekyu

Cast : Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Lenght : Mini FF

Rating : PG 15++

***

P.s: Aku baru nulisssss lagi, ini akibat dari UAS yang menguras fikiran,

Imul : bohong banget, emang kamu belajar?,

Q: Ya ga juga sih… wakaka, *langsung d’timpuk pake hp ma Imul.

Sumpah ini FF terHOT yang pernah aku ketik…. Jadi pingin nulis nc? Maklumin aja reader sekarang fikiranku benar-benar sedang melenceng dari jalan yang benar, salahin Kyuhyun, mengapa dia begitu tampan?. Di tunggu kritik dan sarannya, author BeJe undur diri… Selamat membaca.

“Hentikan Cho Kyuhyun babo!” ucapku histeris ketika kekasihku ini malah menarikku kedalam dekapannya, tidak menghiraukan ucapanku, memelukku dari belakang, lengannya melingkar diperutku dengan erat, bukannya aku tidak suka, aku malah sangat menyukainya, sangat menyukai tiap sentuhannya, tapi saat ini aku harus membaca dokumen-dokumen di tanganku ini, karena satu jam lagi aku harus meeting penting. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi memahami ini jika dia menyentuhku.

“K. . .Kyu. . .” ucapku terbata, akau merinding merasakan tangannya mengelus perutku, kemudian berpindah ke pinggangku, aku yakin kemejaku menjadi sedikit kusut karena kelakuannya, tangannya bergerak naik dengan lembut hingga berhenti di pangkal leherku.

“Jangan disitu” pintaku memelas padanya, karena dia tau bahwa aku sangat sensitiv di bagian leherku, tapi lagi-lagi dia tidak menghiraukan ucapanku, tangannya sudah meraba leherku, menggodaku, membuatku menggelinjang karena sentuhannya, dia, pria ini, hanya dengan sentuhan tangannya saja dapat berpotensi besar membuatku mati muda.

“Kyu, ku mohon hentikan, aku ada meeting penting setelah ini, dan kau lupa kalau ini di kantorku” sial suaraku sudah terdengar aneh.

“Apa peduliku? Salahmu sendiri mengabaikanku, padahal aku sampai melarikan diri dari Teuki hyung demi menemuimu, jadi terima akibatnya” ucapnya menggoda di telingaku, nafas hangatnya menggelitikku, sekuat tenaga aku mempertahankan akal sehatku yang terasa sulit sekali, sampai tanpa sadar aku meremas dokumen yang harusnya aku pelajari, membuatnya kusut, untungnya dokumen ini sudah sedikit aku pelajari semalam, pertahananku runtuh, aku kehilangan akal sehatku saat bibirnya menggantikan tangannya menjelajah leherku, mengecupnya lembut, sesekali menjilatnya dengan menggoda, membuatku menelan ludah dengan berat, dan dia terkekeh pelan menikmati reaksiku akan sentuhannya, sial, pria ini benar-benar dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan ku, membuatku berada dibawah kuasanya, sesekali digigitnya leherku dengan gemas, membuatku mengeluarkan suara menjijikan yang sudah mati-matian aku tahan, yang jelas saja membuatnya tertawa, brengsek.

Tangannya menyentuh dahuku seiring ciumannya yang sekarang malah menggoda telingaku, membuatku tertawa karena geli, aku benar-benar lupa apa yang harus aku lakukan sekarang, yang aku tau bahwa aku harus segera membalas perlakuannya mengikuti instingku, mengubah posisi dudukku menghadapnya, menatapnya lembut, aku suka sekali tatapan teduhnya, memperlihatkan bahwa dia menginginkanku, dia mulai mendekatkan wajahnya, memiringkan kepalanya, menyatukan bibir kami, ciuman ini sangat lembut membuatku tenggelam, memabukkan, dia mengulum bibir atas dan bawahku bergantian, membuatku mendesah, tanpa membuang kesempatan dia menyusupkan  lidahnya, membelit lidahku, lidah kami saling menyapa, sampai akhirnya dia melepaskan bibirku, mengingat kami yang kehabisan nafas, memberi waktu untuk bernafas, dia tersenyum tulus padaku.

“Sudah!” aish menjijikan, suaraku terdengar seperti menantangnya dengan nada menggoda. Aku langsung menutup mulutku, dan mentatapnya tajam, tapi pria itu memberiku smirknya, ini pertanda tidak baik, dia melepakan tanganku yang membekap mulutku, mengunci bibiku dengan bibirnya, kali ini ciumannya terasa berbeda, terasa menuntut, dan sedikit kasar, sesekali dia menggigit bibirku membuat tanganku yang berada di rambutnya menjambaknya keras, sedangkan tangannya turun ke perutku mencari ujung kemejaku dan menelusupkan tangannya di bawah kemejaku mengusap lebut punggungku hingga ke perut, membuatku menggelinjang menerima perlakuannya, sedangkan sebelah tangannya menahan kepalaku agar tidak melepaskan ciumannya, nafas kami memburu seiring ciuman panasnya.

Tok tok tok

“Sang Yoon~ssi rapatnya akan di mulai 5 menit lagi” suara sekertarisku membuat kegiatan kami terhenti, jika sedang bersamanya waktu tersasa sangat cepat, dia meneluarkan tangannya yang sedang mengelus perutku di balik kemejaku dam memelukku erat.

“Yak! Kyuhyun~a aku harus segera bersiap-siap untuk meeting, lepaskan tanganmu!” tak mendengarkan ucapanku dia malah memelukku lebih erat, karena gemas dengan kelakuan kekanakannya kucubit keras tangannya, membuat dia meringis kesakitan namun tetap memelukku.

“Lepaskan aku CHO KYUHYUN BODOH!” aku menggeram saking kesalnya, dan pria sialan itu malah tertawa renyah sambil melepaskan pelukannya.

Aku langsung bergegas menuju cermin untuk merapihkan penambilanku.

“Aish, sial, kau benar-benar brengsek Cho Kyuhyun” aku mendecak hebat melihat pantulanku dicermin, penampilanku sangat tidak pantas, dengan baju kusut, tatanan rambut yang berantakan, dan leherku oh, GOD setan itu benar-benar membuatku kesal, bagaimana bisa aku meeting dengan bercak-bercak merah yang memenuhi leherku, seolah belum cukup kacau, aku baru sadar kalau bibirku sedikit bengkak. Aku menatapnya tajam meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya, namun dia hanya menatapku dengan wajah polos tanpa dosanya, membuatku benar-benar ingin menendangnya.

“Jira~ssi” aku menelfon sekertarisku.

“Ne, waeyo nona?”

“Bisakah kau batalkan rapatnya, sepertinya aku sedang kurang enak badan”

“Oh, ne nona, kalau begitu nona istirahat saja” jawabnya khawatir, untung saja aku memang memberitahunya bahwa perutku sedikit bermasalah padanya tadi pagi, jadi dia mungkin berfikir bahwa sakit perutku kambuh lagi.

“Gomawo Jira~ssi” ucapku tulus padanya.

“Chonmaneyo”

Setelah menutup telfon, Kyuhyun ternyata sudah ada di belakanku dan menarikku kedalam pelukannya, aku hanya diam saja.

“Sudah ku bilang kan, jangan mengabaikan Cho Kyuhyun, sekarang kau terima sendiri akibatnya, gendae, Sang Yoon~a kau makin mahir melakukannya” bisiknya ditelingaku, membuat wajahku langsung merah padam, aku melepaskan pelukannya dan mecoba untuk memukul kepalanya yang yadong itu, berusaha menyadarkannya, namun tanganku ditahannya, sedetik kemudian bibirnya sudah mendarat di bibirku.

“Yak! Aish, hentikan!” namun dia hanya terkekeh dan makin memperdalam ciumannya.

FIN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: