Fee's Line. Welcome all…

Archive for Februari, 2012

{LeyHyuk Couple} Strange Happen #1

Author: SangYoon/Dhaekyu

Title: {LeyHyuk Couple} Strange Happen

Main Cast: Lee Hyuk Jae

Genre: Romance.

Length: series

Rating: pg 15

*****DK*****

Hyukjae’s garden

Seoul

“Oppa yadong, kembalikan ikat rambutku, yak! Jangan lari” teriak seorang gadis setelah ikat rambut yang tengah dia kenakannya di tarik paksa oleh seorang pria yang tengah berlari menghindari kejaran gadis itu.

“Kau terlihat cantik jika rambut indahmu itu tergerai Ley~ya” ucap lelaki itu sambil terengah menatap gadisnya yang sudah terduduk diatas rumput taman, kehabisan tenaganya setelah mengejar pria itu.

“Yak, berhenti merayuku” hardik gadis itu sambil mengikat kembali rambutnya yang panjang, namun tanpa ikat rambutnya.

“Sudah ku bilang, kau terlihat cantik jika rambutmu tergerai, lagi pula tidak ada salahnya kan aku menggoda istriku sendiri” ucapku jahil sambil mengedipkan sebelah mataku, dia langsung menundukan wajahnya, tidak ingin wajah memerahnya dilihat oleh pria didepannya.

“Jangan tundukkan wajahmu, sudah ku katakan berkali-kali padamu kan bahwa aku menyukai setiap ekspresi yang kau tunjukan, aku juga menyukai wajahmu yang sedang memerah ini” aku mendongakkan wajah gadis itu agar menatapku, kemudian tersenyum lembut padanya, dia masih menatapku malu, aku mengusap lembut wajahnya, mata kami saling menatap dalam, aku sangat menyukai matanya, bola mata berwarna coklat terang, membuat siapa saja yang memandangnya dapat merasakan betapa murninya hati gadis ini, membuatku berpuas diri karena mata itu adalah milikku, ani, bukan hanya matanya saja, tapi dia, seluruh yang ada di gadis ini adalah milkku.

“Oppa, hentikan” rajuk gadis itu manja, membuat lelaki dihadapannya terkekeh pelan melihat kelakuan istrinya. Pria itu kemuadian menarik istrinya berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, memeluk istrinya erat, menumpahkan segala rasa bahagianya dapat memiliki istri sebaik gadis ini.

“Kau tau, kalau saja semalam kau menolakku, sekarang aku pasti sudah ada ditempat yang jauh denganmu, keputusan bodoh memang, tapi jika aku berada di dekatmu, aku tidak bisa untuk tidak memelukmu, memelukmu sudah seperti obat yang wajib bagiku, aku seperti pecandu yang tidak bisa lepas darimu” gadis itu membalas pelukanku dan membenamkan kepalanya di dadaku, membuatku semakin mengeratkan pelukanku, aku takut, takut karena anugerah yang aku terima ini terlalu indah, hingga aku jadi terlena padanya, walau ketakutan itu tidak berguna sekarang, karena aku memang sudah terlena padanya sejak awal.

*****DK*****

Flash back

“Eomma, aish, berhentilah membicarakan perjodohan itu, demi tuhan bahkan eomma baru mendarat beberapa menit yang lalu, dan kita masih berada di bandara kalau eomma lupa, bicarakan di rumah saja eomma, jebal” rajukku atas kelakuan eommaku, dia selalu memaksaku untuk menikah, entah karena alasan apa beliau memaksaku, yang ku tahu bahwa eommaku ini setiap minggu pasti selalu membawa calon yang berbeda untuk di kenalkan padaku, dan setiap minggu pula aku membuatnya marah karena gadis yang eomma kenalkan padaku langsung menolak kesediaannya menjadi istriku.

“Hyukki~ya, kau membuat eomma tidak bisa tidur kau tau, memikirkan nasibmu yang tinggal sendirian di Korea untuk menjalankan perusahaan, dan kau tidak ada yang mengurus, kau tau, setiap eomma ke Korea dan melihatmu, eomma tidak sanggup, kau kelihatan kurus sekali Hyukjae~ya, dan kau bahkan menolak pembantu untuk di pekerjakan di apartemenmu, dengan adanya seorang istri di sampingmu setidaknya dapat mengurus keperluan makanmu, membuat eomma bisa bernafas lega” jawab eomma lemah, sambil menatap sayu mataku.

“Astaga eomma, bukankah kita sudah membicarakan hal ini, apartemenku kecil eomma, jadi tidak perlu pembantu, aku bisa mengurusnya sendiri, eomma jebal jangan seperti ini” eomma hanya menatapku gemas.

“Sebenarnya wanita idamanmu seperti apa Hyukki~ya?, aku bahkan mengenalkan padamu wanita-wanita berbeda, dari mulai model, artis, sekretaris, hakim sampai mahasiswi, tapi kau menolaknya semua, entah apa yang kau lakukan hingga mereka langsung menolak menjadi suamimu” sekarang eomma metatap tajam ke arahku dengan tatapan tidak percaya.

“Eomma mereka itu hanya mengincar harta saja, lagi pula mereka itu berlidah panjang, aku tidak suka wanita seprti mereka eomma”

eomma mendesah berat, bingung menghadapi anak tunggalnya itu, dia sudah kehabisan akal dengan kelakuan anak lelakinya itu.

Aku melihat seorang gadis tengah tersenyum lebar sambil berjongkok mengusap kepala anak kecil yang sedang menangis di hadapannya, berusaha menghibur anak kecil itu, matanya bersinar terang, membuatku tidak dapat memalingkan wajahku dari wajahnya, aneh, ini pertama kalinya aku bersikap seperti ini, bahkan aku lupa bahwa dihadapanku ada eomma yang menatap garang padaku.

“Baiklah, beritahu eomma, gadis seperti apa yang menjadi tipemu?” eomma berkata sedikit membentak.

“Seperti dia” tanpa sadar aku menunjuk wanita yang tengah memeluk anak laki-laki itu, eomma memicingkan matanya melihat wanita yang aku tunjuk, aku terus menatap wajah gadis itu, astaga sungguh sangat manis. Ternyata tanpa aku sadari eomma sudah menghampiri wanita yang aku tunjuk tadi.

*****DK*****

Author POV

 

“Anyeonghaseo”

Sapa seorang wanita menyapa seorang gadis yang tengah menghibur anak laki-laki di depannya.

“Ne?” jawab gadis itu bingung, karena memang gadis itu tidak mengenal ahjumma yang tengah menatapnya, tatapan ahjumma itu lebar, terlihat sekali bahwa ahjumma itu sangat penasaran dengan gadis yang tengah berjongkok di depannya.

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya ahjumma itu, gadis itu langsung berdiri dan mengacak rambut anak lelaki di depannya.

“Apa kau mengenalku?” tanya heran gadis itu.

Tiba-tiba seorang lelaki datang dan langsung membungkukkan badannya.

“Mianhae mengganggumu, eomma ayo kita pulang” pria itu menarik lengan ahjumma yang malah melemparkan tatapan sinis padanya.

“Sebentar Hyukjae~ya, eomma ingin bicara padanya sebentar” ahjumma itu melepaskan genggaman tagan anak laki-lakinya, namun pria itu makin menguatkan genggamannya, berusaha menyeret eommanya pergi, ahjumma itu lalu mencubit tangan anaknya keras, membuat anaknya meringis menahan sakit, dan dengan terpaksa mengikuti kemauan eommanya.

“Bisakah?” tanya ahjumma itu kembali kepada gadis dihadapannya, namun gadis itu terlihat bingung sambil menunduk melihat anak kecil yang ada dalam genggamannya.

“Ah, biar anakku saja yang menjaga anak manis ini” ucap ahjumma itu, sambil tersenyum ramah pada anak kecil dalam genggaman gadis itu.

“Ne, biar aku yang menjaganya” hyukjae meyakinkan gadis itu, mendukung eommanya, walau pikirannya bingung dengan apa yang sebenarnya eommanya inginkan, namun Hyukjae tidak bisa menolak keinginan eommanya.

“Baiklah” ucap gadis itu pasrah, kemudian berjongkok kembali menyamakan tingginya dengan anak lelaki yang digenggamnya.

“kau tunggu di sini, arasseo! Tidak akan lama, nanti sepulang dari sini ku trakti ice cream, bagaimana?” bocah laki-laki itu awalnya menggeleng, namun mendengar kata ice cream membuatnya mengangguk pasti dan tersenyum lebar.

*****DK*****

Ashley Kim POV

 

“Apa anak laki-laki tadi anakmu?” pertanyaan terus terang yang ahjumma itu lontarkan membuatku mengernyit bingung, apa maksud ahjumma ini menanyakan hal pribadi seperti ini di pertemuan pertama kali, bukankan ini korea? Negara dimana sopan santun dijunjung tinggi? Oh baiklah, sepertinya ahjumma ini sangat serius. Dia menatapku tajam, menunggu jawaban yang keluar dari mulutku.

“Tadi keponakanku, mengapa ahjumma menanyakannya?” ahjumma itu tersenyum puas mendengar jawabanku.

“Apa kau sudah punya kekasih?”

“De?” aku benar-benar terkejut mendengar pertanyaan yang baru keluar dari mulutnya.

“Tidak perlu sekaget itu, aku hanya bertanya saja” jawab ahjumma itu sambil tersenyum ramah.

“Tidak, aku tidak memiliki kekasih saat ini” aku menjawab sambil menatap heran pada ahjumma di hadapanku ini, sebenarnya apa maksudnya dia bertanya seperti itu?

“Baguslah, kenalkan aku Lee Eun Yong, namamu siapa gadis manis?” ahjumma itu berkata sambil mengulurkan tangannya dengan ragu-ragu aku membalas genggamannya.

“naneun Ashley Kim” ucapku sopan padanya.

“nama yang indah, margamu Kim? Apa kau putri dari Kim Hwangli?”

“Ahjumma kenal ayahku?” aku bertambah heran padanya, jelas sekali kalau ahjumma ini bukan orang biasa, maksudku dia pasti orang terpandang di Korea.

“Tentu saja aku mengenalnya, dia teman baik suamiku”

Dret Dret

Handphone ahjumma itu bergetar, kemudian ahjumma itu mengambil handphonenya.

“Ah, sepertinya aku harus pergi sekarang, geundae Airel Shin dengarkan apa yang aku ucapkan, kau lihat anakku tadi? Ya yang bersama keponakanmu, namanya Hyukjae, Lee Hyukjae, sepertinya dia tertarik padamu, dan setelah melihatmu, ku pikir kau gadis yang cocok menjadi menantuku, menikahlah dengan anakku, ku jamin dia akan membahagiakanmu” mwo? Menikah dia bilang? Aigoo ini benar-benar gila.

“Hyukjae~ya!” ahjumma itu berteriak memanggil anaknya yang tengah tertawa bersama keponakanku, aigoo ternyata pria itu manis juga? Yak, aish apa yang aku pikirkan, eh tunggu dulu tertawa bersama bocah setan itu? Mustahil, aku saja yang merupakan tantenya sangat sulit membuatnya bicara padaku, tapi kenapa dengan pria itu, pria yang baru di temuinya pertama kali bisa langsung tertawa selepas itu, ah aku kagum padanya.

“Ne eomma” pria itu sudah berada di hadapanku, dia tersenyum gugup ke arahku, aigoo mukanya memerah, lucu sekali, apa benar pria ini tertarik padaku? Seperti yang di katakan eommanya?, entah kenapa tiba-tiba wajah pria di hadapanku ini terlihat sangat menarik di mataku.

“Woogoo~ya, hyung pulang dulu ya, nanti kalau kita bertemu lagi, hyung pasti mengajakmu jalan-jalan, bagaimana?” Hyukjae membungkukkan badannya berbicara pada keponakankanku, aigoo dia terlihat sangat keren.

“Mmm, ice cream?” ucap Woogyu manja, membuat Hyukjae terkekeh pelan kemudian menganggukkan kepalanya.

Ahjumma itu segera menarik tangan anaknya, sepertinya ahjumma itu sedang terburu-buru sekali.

“Ashley ssi, pertimbangkan tawaranku tadi, jika kau menyetujuinya kami akan segera ke rumahmu untuk membicarakannya dengan keluargamu, pikirkanlah” setelah mengatakan kalimat itu, ahjumma itu langsung pergi sambil menarik tangan anaknya.

*****DK*****

Hyukjae’s Home

Seoul

“Eomma, ayolah sebenarnya apa yang eomma bicarakan dengan gadis itu? Sejak tadi eomma diam saja” rengek Hyukjae pada eommanya yang tengah menonton drama kesukaan wanita itu.

“Aigoo, Hyukjae~ya, umur mu sudah 26 tahun, dan kau masih merengek seperti itu?” ibunya menatap anak lelaki satu-satunya itu sambil memicingkan mata, sebal dengan prilaku kekanakan putranya.

“Makanya, eomma beritahu aku, jebal” Hyukjae makin merengek bahkan dia menunjukkan aegyonya, membuatnya terlihat seperti anak TK yang minta di belikan permen oleh ibunya.

“Aish, baiklah-baiklah, eomma berkata padanya bahwa eomma ingin melamarnya, memagnya kenapa? Bukankan dia tipe idamanmu?”

“Mwo? Aigoo eomma mengatakan hal seperti itu padanya, eomma waras tidak?”

“Yak! Apa kau pikir eomma sakit hah?” namun Hyukjae hanya terkekeh melihat reaksi eommanya, eommanya ini memang ajaib.

To Be Continued

FF sekuel baruuuuu, ah seneng deh part 1nya keluar. . . . cast cewenya itu temen aku, mcmc baik banget gila gue ngegambarin dia di sini, aigoo. . . FF’y makin aneh? Oh jelas, jika itu tulisan aku, hasihnya pasti ga jelas seperti ini. Kkk

Babay

Ttd

Sparkyu Forefer

Iklan
Sampingan

{Short FF} Evil Kyu #S3 (Happy Birtday)

 

Author: SangYoon/Dhaekyu

Title: EvilKyu #S3 (Happy Birtday)

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: short ff

Rating: pg 15?

 

*****DK*****

 

Super Junior’s Hotel

Taiwan

 

“Kyu~ya bisakah kau berhenti meperlihatkan tatapan setanmu itu, kau terlihat sangat menyeramkan” Sang leader berkata takut ke arah magnaenya, dia tau apa yang sedang di fikirkan magnaenya ini, kemudian menepuk pelan bahu magnaenya ini, memberi dukungan, namun tidak di gubris olehnya, pria itu malah menatap handphone yang digenggamnya tajam, membuat semua yang berada didekat pria itu menyingkir, takut terkena lemparan hp yang digenggam itu kapan saja.

Kyuhyun terus menatap handphonnya, menunggu benda itu berkedip, dirinya sangat kesal karena gadis itu bahkan tidak menghubnginya sama sekali selama seminggu ini, bahkan kakaknya (Choi Siwon) pun tidak tahu menahu apa yang sedang di lakukan gadis itu, membuatnya sangat khawatir, tidak masalah jika gadis itu melupakan hari ulang tahunnya, tapi setidaknya gadisnya memberitahukan bagaimana kabarnya, agar dia tahu bahwa gadis itu baik-baik saja.

“kyu~ya, kau tenang saja, adikku pasti akan menghubungimu, aku sudah bertanya pada appa, dia sedang di Texas mengurusi anak perusahaan appa yang baru, karena terlalu semangat dia sampai lupa membawa hpnya, jadi lebih baik kau tidur, nanti siang kita harus bersiap untuk show kita lagi” mendengar penjelasan lembut dari Choi Siwon, pria itu mendesah lega, senang bahwa gadisnya baik-baik saja, dia tersenyum pada hyugnya, kemudia menunduk sopan padanya dan langsung menuju kamar hotelnya, dia sangat lelah, lelah dengan segala beban fikirannya.

*****DK*****

 

 

At Sang Yoon’s Apartement

New York

 

“Yoboseo” terdengar sahutan serak seorang gadis dari telfon, menandakan bahwa gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya.

“Yak! Gadis bodoh, 5 kali ku telfon ternyata kau sedang tidur, sekarang kau ada dimana?” gadis yang menelfon itu berkata tidak sabar, dirinya sangat kesal dengan kelakuan gadis yang sedang dia telfon itu.

“Aigoo, eonni~ya, aku sangat mengantuk, kau tau di Amerika sekarang pukul berapa? Ini tengah malam eonni, aku baru tidur setengah jam yang lalu, bisakah kau menggangguku besok pagi saja?” tanpa membuka matanya gadis itu menjawab pertanyaan eonninya dengan malas, dia sangat heran dengan kelakuan eonninya yang suka sekali mengganggu waktu tidurnya, gadis itu mengumpat pelan dalam hati, kesal dengan sifat temannya itu.

“Mwo? Di Amerika kau bilang? Astaga Sang Yoon~a, kau bahkan belum ke Taiwan?, kau ingat tidak sekarang tanggal berapa?” gadis yang di panggil eonni olehnya itu mendengus kesal.

“Tidak perlu berterik seperti itu, aku belum tuli. Jangan bercanda eonni, tentu saja aku tau sekarang tanggal berapa, 3 Februari bukan? Memangnya kenapa dengan. . . Aaaaa” gadis itu berteriak keras menyadari kebodohannya, matanya yang semula terpejam kini membuka lebar, dirasakannya kepalanya berdenyut akibat bagun dengan tiba-tiba.

“Sudah sadar? Astaga, apa saja sih yang kau lakukan disana? Hingga melupakan ulang tahun kekasihmu sendiri?” Gadis yang menelfon itu bertanya dengan nada heran, dirinya tidak bisa menemukan alasan kenapa gadis ini sampai lupa pada hal yang harusnya menurut gadis ini adalah hal yang paling penting.

“Aish, nan baboya, aku benar-benar lupa eonni, seminggu ini appa mengharuskanku mengawasi anak perusahaan appa yang baru di Texas, aku bahkan meninggalkan handphoneku, aku baru pulang ke apartemenku setengah jam yang lalu, dan aku tidak sempat membuka handphoneku, terlalu lelah, aku langsung tertidur sampai kau membangunkanku” terdengar nada sedih dan penuh penyesalan dari gadis itu, bisa-bisanya dia melupakan hal sepenting itu, pasti kekasihnya tidak akan memaafkannya, pikirnya.

“Aigoo, berhenti bersikap melankolis seprti itu, lebih baik sekarang kau segera ke Taiwan, appamu punya helikopter pribadi kan? Cepat kau temui kekasih manjamu itu, kau tau semenjak dua hari yang lalu kekasih iblismu itu membuat kotak masukku penuh, hanya menanyakan tentangmu”

“Ne eonni, gomawo” setelah mengucapka terima kasih gadis itu langsung menghubungi sekretarisnya, menyuruh sekertarisnya menyiapkan helikopter secepat mungkin, bahkan gadis itu tidak sempat mengemas baju, dia hanya membawa dompet beserta handphonya saja.

******DK*******

Super Junior’s hotel

Taiwan

 

Akhirnya aku sampai di Taiwan pukul 2 pagi, Siwon oppa langsung menjemputku di bandara dan mengantarkanku ke kamar pria itu, nafasku langsung terasa lega sekali setelah melihatnya, seolah aku baru saja sembuh dari flu, aku menatap wajahnya lekat, pria ini tertidur, tidurnya terlihat tidak nyaman, aku duduk di tepi ranjang itu, megusap-usap wajahnya pelan, berusaha membuatnya nyaman dalam tidurnya, nafas pria itu makin lama terdengar makin teratur, membuat gadis itu tersenyum senang karena sentuhannya dapat membuat lelaki ini nyaman, dirinya bahkan lupa dengan kantuknya, sibuk mengagumi ketampanan kekasihnya ini, sesekali di kecupnya dahi lelakinya, membuatnya tersenyum senang bahwa lelaki ini lelakinya, miliknya.

*****DK*****

Kyuhyun POV

 

Aku bermimpi gadis itu mengusap wajahku lembut, bahkan sesekali mencium keningku, membuatku tersenyum dalam tidurku.

Aku menggeliat pelan, ini masih gelap, aku mengerjapkan mataku, ketika menangkap sebuah siluet gadis yang sangat ku rindukan, walau gelap tapi aku yakin bahwa gadis itu adalah dia, gadisku. Menyadari aku sudah terjaga dari tidurku, dia langsung tersenyum ramah, aku masih dapat melihat senyum manisnya walau samar, senyum yang membuatku lupa bernafas.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida, saranghaneun Cho Kyuhyun, saengil chuka hamnida” dia bernyanyi dengan lembut.

“Oppa, mianhae aku baru mengucapkannya sekarang, aku benar-benar. . .” sebelum kalimatnya selesai, aku sudah menariknya, membuatnya jatuh menindihku.

“Yak! oppa” teriaknya tertahan, kaget dengan perbuatanku, dia berusaha bagun tapi aku memeluknya erat, tidak ingin dia jauh dariku lagi.

“Biarkan seperti ini, nan jeongmal bogoshipo” lirihku. Dia menatapku dalam, kemudian tersenyum lembut, dan menjatuhkan kepalanya di dadaku, bersandar nyaman di sana, aku dapat mendengar detak jantungnya yang berdetak sangat cepat, seirama dengan nada jantungku. Setelah beberapa menit dalam posisi seperti ini, dia mendongak dan menatap wajahku.

“Oppa, mian aku tidak membawa kado untukmu, tapi aku menggantinya dengan ini. . .”

Cup~ dia mencium keningku dalam. . .

“Untuk keningmu yang sangat indah” aku terbelalak mendapati kado penggantinya, tuhan, apa dia berniat membunuhku perlahan-lahan?

Cup~  “Untuk kedua mata ini, mata yang selalu bersinar” belum sempat aku menyela dia sudah melanjutkan aksiya lagi, memberiku kado. . .kkk, kali ini mataku terpejam menikmati kado darinya.

Cup~ “Untuk hidung yang terukir dengan sempurna ini”

Cup~  “Untuk pipi yang sangat menggemaskan ini”,  dia menggigit kecil pipiku, membuatku langsung mengerjap kaget, gadis ini, benar-benar menguji kesabaranku.

Tinggal satu bagian wajahku saja yang belum dikecupnya, ya bibirku, mataku terpejam menunggu hal itu, tapi tidak terjadi apa-apa, dia malah sedang menahan tawanya pelan ketika aku membuka kedua mataku, aku menatapnya tajam, dia langsung mengendalikan ekspresinya dan tersenyum padaku.

“Aish. . . Kau mempermainkanku….. mmmppphhh” belum sempat menyelesaikan protesku, gadis ini sudah membungkam mulutku dengan menempelkan bibirnya, hanya menempel, ini pertama kalinya dia menciumku terlebih dahulu, dan ku rasa dia malu untuk bertindak lebih jauh, baiklah biar aku yang memegang kendali sekarang.

Aku langsung melumat bibirnya lembut, tanganku memeluk pinggangnya erat, sementara tangannya sudah meremas pelan rambutku, dia mendesah pelan, dan membalas perlakuanku, bibir kami saling melumat, lidahku bahkan tengah mengeksplorasi mulutnya, dia pun melakukan hal yang sama, lidah kami saling membelit indah, ciuman kami terlepas sesaat untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan ciuman indah kami kembali, membuat suara indah yang di timbulkan oleh pertemuan bibir kami, rasanya tidak akan bosan berciuman degannya seperti ini.

*****DK*****

Super Junior’s Hotel at Taiwan

 

“Hyukjae~ya, bisakah kau bangunkan Kyuhyun di kamarnya? Ini sudah siang dan dia belum makan pagi” perintah Leeteuk, yang di jawab oleh dengusan malas oleh Hyukjae, dirinya kesal, mengapa harus dia yang di suruh membangunkan magnae iblisnya itu, karena membangunkan iblis itu merupakan petaka, kau harus siap di perlakukan kasar olehnya, dan demi tuhan membangunkan iblis ini benar-benar pekerjaan yang sulit.

“Hyung, kau lihat Siwon hyung tidak?” si imut Ryeowook bertanya bingung sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

“Siwon? Mungkin dia sedang kencan dengan kuda betina?” canda Teuki, si Imut Ryeowook tampak berfikir kemudian dia tersenyum.

“Kau benar hyung” Ryeowook kemudian berlari-lari kecil menyapa para staf yang memang tengah berkumpul di restoran.

“Hyukjae~ya, bangunkan adikmu, kasihan dia” bujuk Leeteuk seraya menatap lembut dongsaengnya yang tengah mendecak kesal, namun Hyukjae tetap menuruti perintah hyungnya.

*****DK*****

Hyukjae POV

 

Aish, bagaimana caranya membangunkan iblis itu, apa aku dobrak saja pintunya?, ah sepertinya itu ide yang bagus, jika aku hanya mengetuk-ngetuk pintunya mana mungkin iblis itu bangun.

Aku memegang gagang pintunya, mencoba membukanya secara baik terlebih dahulu.

“Eh, tidak di kunci?” gumamku kaget, apa pria didalam ini begitu lelahnya hingga dirinya lupa mengunci pintu. Aku langsung membuang segala pemikiranku, tujuanku dari awal adalah membangunkannya.

“Omo!!!!! Sang Yoon???”

kau tau apa yang membuatku kaget?, aku mendapati pemandangan indah di depan mataku, aku melihat sepasang kekasih sedang tidur pulas, aneh? Bagaimana bisa sepasang kekasih itu membuatku kaget? Karena posisi tidur mereka. . .kkk, sang wanita menumpukan tubuhnya di atas sang pria, sedang tangan mereka menggenggam satu sama lain, dan bibir mereka, ya tuhan, bahkan mereka berciuman ketika tidur? Ah, aku harus mengabadikan momen ini, segera aku mengambil android dari sakuku, memfoto mereka. Sepertinya menarik juga jika aku membagi pemandangan ini ke semua member. . .

*****DK*****

Super Junior’s Restaurant

 

Bwara Mr.Simple Simple Simple

Gee Gee Gee Gee baby baby

Nan jigeum danger

Suara handphone saling bersahutan di meja makan yang di tempati para lelaki tampan, membuat mereka mendecak kesal, bagaimana bisa handphone mereka berbunnyi hampir bersamaan.

“Mwo?” teriak Sungmin setelah membuka handphonenya.

“Aigoo” kini giliran Leeteuk yang menggelengkan kepalanya, namun senyum geli terukir dibibirnya.

“Wah, uri magnae sudah besar” Wooky berseru senang, sementara yang lainnya tersenyum-senyum geli.

“Andwae!!!” Sang Kuda (a.k.a Choi Siwon) yang baru datang langsung berteriak dan memperlihatkan ekspresi sedih yang berlebihan.

“Siwon~ah adikmu romantis sekali” Yesung tersenyum senang menatap Siwon, namun pria yang ditatap itu membuat ekspresi sedih dan tidak rela. Membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.

FIN

 

Gyahaha aku kembali lagi membawakan ff yang tidak jelas seperti biasanya, ah tidak henti2nya juga aku mengucapkan terima kasih kepada reader yang telah dengan senang hati merelakan waktunya untuk membaca shortff yang beje bgt ini…

Wajib komen? Ga ko, aku tidak mengharuskan kalian komen ff beje aku ini, serius deh, kalian mau baca aja aku seneng banget…

Curhat.com. . . aku baru menyadari ternyata aku tidak punya bakat nulis SAMA SEKALI, hiks, kenyataan yang menyedihkan. . . Jadi aku minta maaf yang sebesar-besarnya kalau ff aku ini membuat kalian kecewa *nangis d’pojokan bareng Kyu.

Segitu aja deh. . . . babay. . . .

Ttd

Sparkyu forever 

 


That girl and SM.Entertaiment

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That girl and SM.Entertaiment

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast:

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

A girl (secret) POV

Sial, bajuku jadi basah gerutuku dalam hati.

Aku menoleh ke arah belakang melihat ke arah cafe itu lagi.

“gara-gara lagu itu. memang sangat menyedihkan lirik lagunya. Lalu apa salahnya jika aku tak suka dengan lagu itu dan juga suaranya. Suaranyakan memang sangat menyedihkan maka dari itu aku tak mau mendengarnya, harusnya mereka mengerti keadaanku sekarang.” Lagi-lagi aku menggerutu panjang.

Aku berusaha mengendalikan emosiku dengan menutup mataku, menghembuskan napasku pelan. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang datang.

Kurogoh tas dan mengambil ponselku, menghubungi teman-temanku. Daripada aku harus stress gara-gara hal seperti ini lebih baik aku bertemu dengan teman-temanku.

Number dial 1: Cho NayNa

“annyeong, Na-ya. Kau ada waktu? Ayo kita….” sebelum kuselesaikan bicara, Na-ya sudah memotongnya.

“mian, aku sibuk. Oh, sebentar lagi deosenku datang. Bye..”

“tuttt..tutt…” dia menutup telponnya beitu saja. Tanpa ada ucapan salam balik.

“cih, dasar pelajar sibuk susah di ajak jalan” omelku lagi.

Ok, number dial 1: gagal, sekarang number dial 2: Goo Sally semoga berhasil.

“annyeong, sally-ah. Apa kau sibuk?” kali ini aku menanyakan jadwalnya terlebih karena aku tak mau di tutup tanpa permisi seperti yang Na-ya lakukan padaku.

“hmm ani, memangnya ada apa?” tanya Sally. Oh, untunglah..

“ayo kita makan siang bersama, sudah lama dumpley tidak berkumpul”ujarku pelan

“ok, kita bertemu dimana?” jawaban setuju dari Sally sukses membuatku girang bukan main.

“nanti aku sms tempatnya.”

“baiklah..”

Satu orang sudah berhasil kuajak. Setelah no 1: Cho NayNa (failed), no 2: goo Sally (berhasil), no 3: Lee Hye Joon(kita akan lihat).

“annyeong, Hye Joon-ah..” sapaku riang

“annyeong, tumben. Ada apa memangnya?” tanyanya padaku, aku hanya tersenyum riang.

“kau sibuk?”

“lumayan..”

“bisakah kita bertemu, aku dan Sally akan pergi makan siang bersama. Dumpley kan sudah lama tidak pergi bersama. Bagaimana kalau kita pergi makan bersama?”ajakku dengan senang

“ohh, mian” firasatku sudah berubah. Aku tahu kelanjutan dari kamat setelah mian ini. pasti tak bisa.

“sebenarnya aku sedang berada di Beijing, menghadiri festival busana” jelas Hye joon

“ohh, ya sudahlah kalau begitu” ujarku kecewa.

“mian chingu..”

Aku lalu menutup telponnya. Beijing, ternyata keluar lagi dia. Cihh dasar workholic apa tidak capek kerja terus seperti itu.

No 3: gagal, tapi masih ada 5 orang lagi yang harus aku hubungi dan semoganya mereka bisa. Sekarang no 4: Eruna Han

“hei, orang jepang!!” seruku berusaha menghilangkan rasa kecewaku.

“hai, tumben sekali kau meneleponku. Apa ada berita terbaru tentang dia?” tanyanya

“tidak ada…”

“oh”

“aku hanya ingin mengajakmu makan riang” ajakku padanya.

“yahh, sayang sekali kau terlambat. Aku baru saja menerima ajakan yang sama tadi.” Jelasnya

“kau sudah mengiyakannya?”

“iya..”

“baiklah, sepertinya aku memang terlambat. Ya sudah selamat bersenang-senang kalau begitu”

“bye”

Lalu telpon pun di tutup, baiklah aku harus mengerti bahwa teman-temanku sedang sibuk dan semoga no 5 dan seterusnya bisa.

Aku mulai menekan tombol number dial 5 yang akan langsung terhubung kepada Kang Ji Ra.

“hallo..aku ingin mengajakmu makan siang, Ji Ra-ya” ajakku langsung ketika mendengar dia mengangkat telponku.

“mian, aku tak bisa, aku sedang rapat sekarang. 5 menit lagi aku akan menelponmu lagi” lalu terdengar suara nelpon ditutup.

“cihh, aku gagal lagi” dengusku keras.

Semoga kali ini berhasil no 6: Ashley Kim

Sebenarnya aku tak mengharapkan dia karena pasti sekarang dia sedang berada di rumah sakit. Kalau tidak dia sedang berada di sekolah yang dia dirikan, bermain dengan anak-anak kecil.

“annyeong, eonni-ya.” Sapaku ramah

“kau mau apa?”

“hehehehe kau tahu saja Ashley..” aku terkekeh

“ayo kita makan siang bersama?”

“boleh tapi kau harus menunguku lebih lama karena aku sedang kebagian shift di rumah sakit. Kau mau menungguku?”

“kenapa harus menunggu? Kau kan tahu aku sangat tidak suka menunggu.” Kataku sambil cemberut.

“hahahahaha… mau bagaimana lagi sayang.”

“baiklah..”

Oke, sekarang no 6: berhasil, kebagian no 7: stifa Khan

“orang india, kau punya waktu? Aku ingin mengajakmu makan?”

“aku tak ada waktu…. drama Siwon oppa sebentar lagi mulai jadi aku tutup dulunya.”

Beginilah jika berbicara dengan orang india, sebenarnya Stifa Khan bukan orang india. Dia adalah anak keturunan asli dari sini tapi karena orang tuanya bercerai dan ibunya menikah lagi dengan orang india jadilah namanya berubah, mengikuti nama ayahnya.

Temanku yang satu ini memang tak suka membuang-buang waktu. Tapi waktunya selalu tercurahkan untuk hobinya yaitu kaligrafi kata, membaca novel dan juga Siwon. Maka dengan berat hati aku harus mengerti.

“sekarang adalah orang terakhir nomer dial 8: Airel Shin. Semoga berhasil.” Doaku dalam hati.

“annyeong, Airel. Kau ada waktu..?”

“kenapa kau menelponku di saat makan siang seperti ini. aku sedang sibuk di restoran” sungutnya keras padaku lalu di matikannya begitu saja.

“Aishhh…” geramku.

Kenapa semua orang sekarang sedang sibuk sih. kita kan sudah lama tak bertemu dan makan siang bersama. Aku hanya ingin Dumpley berkumpul, itu saja.  Omelku lagi.

Aku dan ke 8 orang yang ada di Number dial ponselku, biasanya menyebut diri sendiri sebagai Dumpleyers. jangan salah sangka dengan kata dasar dari nama panggilan 9 orang ini, karena Dumpley adalah nama sebuah group yang kami buat atas dasar persahabatan dan sahabat harus saling menjadi tong sampah. Membuang semua malasah bersama, membuang beban bersama bagai…hmm.. bisa di sebut tempat mencurahkan apapun yang terjadi.  Mungkin itu bahasa yang lebih sopan untuk mendeskripsikan kita.

Kami bertemu saat di SMA, saat kelas 1 SMA kami tak saling kenal, kami berkenalan saat kelas 2 SMA. Kami bertemu dan saling membutuhkan satu sama lain,tapi setelah kita semua lulus dan punya kehidupan masing-masing rasanya jadi sangat berbeda. Mereka kadang sibuk sendiri dan kami harus mengerti dengan keadaan ini. dan sekarang dengan terpaksa hanya aku,Ashley dan juga Sally yang bisa berkumpul.

***

Ponselku berdering nyaring, sesaat kupandangi ponsel itu. sms dari Sally…

Mian,aku tak bisa pergi denganmu. Tiba-tiba saja ada keperluan dengan kelompok penelitianku. Sekali lagi mianhae..

Kuhela napas sekali lagi, pembatalan janji dadakan lagi. Aku memandang keluar jendela, melihat mobil yang sedang berjalan beriringan dengan bus yang kutumpangi kali ini.

Kemana aku harus menghabiskan hariku kali ini?

Aku berpikir sejenak. Lalu teringat dengan Ashley yang masih belum mengirim sms pembatalan janji, jadi kali ini aku segera menekan number dial 6 yang akan langsung terhubung ke no Ashley.

“annyeong..” sapaku dengan lembut

“ada apa lagi?” kali ini Ashley yang berbicara

“kau ada dimana?”

“rumah sakit. Kenapa?”

“aku akan kesana.”

“bukankah…” sebelum Ashley selesai berbicara, aku langsung menutup ponselku.

***

“bagaimana dengan urusanmu?” tanya Ashley padaku. Aku dan dia saat ini duduk di taman Rumah sakit, berhubung Ashley masih harus melanjutkan Shiftnya jadi kami terpaksa harus makan siang cafe rumah sakit ini.

“urusanku yang mana?” aku memiringkan kepalaku tak mengerti dengan pertanyaannya.

“kudengar dari Hye Joon. Kau sedang berinvestasi di perusahaan SM.Entertaiment. benarkah?”

Aku melihat ke arahnya, menganggukkan kepalaku pelan. Lalu kembali ke makanan yang aku pesan, Salad buah yang kelihatan tak menyakinkan.

“kenapa kesana? Bukankah kau sama sekali tak tertarik dengan dunia hiburan seperti itu. saat Hye Joon mengatakan tentang rencanamu itu, aku sampai Shock. Seperti bukan dirimu.” Ashley lalu meminum jus Apel yang dia pesan.

“hanya ingin suasana baru. Aku sudah bosan jadi pengacara dan juga pengangguran musiman.” Jelasku

“suruh siapa kau mau jadi pengacara. Sudah kubilangkan kau itu bagus matematikawan.”

“whatever..”

Kami terdiam sejenak, menikmati makanan dan minuman masing-masing.

“lalu kapan kau akan mulai terjun langsung di perusahaan SM itu? dan akan jadi apa kau disana?”

Kali ini aku terdiam sejenak. “besok aku akan kesana. Menurut perjanjian, aku hampir memiliki separo saham di SM, jadi mungkin wakil Presdir kali…” ucapku asal

“wakil Presdir??hebat..” Ashley terpukau, tapi sebenarnya aku hanya asal saja mengatakan mungkin akan jadi Wakil PresDir. Cih wakil presdir jika benar itu terjadi harus kuakui kalau kali ini benar-benar seperti bukan aku, diriku sendiri.

Bagaimana tidak, aku yang biasanya lebih biasa langsung terjun ke pekerjaanku dan tak akan pernah diam alias hiperActive kali ini harus duduk di kursi, menandatangi berkas dan melihat semuanya dengan diam. Benar-benar…

“mian, tapi sepertinya aku harus bekerja lagi..”

Aku hanya menganggukan kepala pelan, melihat salah satu teman baikku berjalan menjauh. Aku menghela napas, aku benci sendirian, makan sendirian. Tapi mau bagaimana lagi..

“huuufftttt” kali ini aku menghela napa dengan berat. Mungkin sebaiknya aku pulang dan tidur di apartement saja.

***

Kyuhyun POV

“hyung kenapa ada rapat mendadak begini?” Donghae bertanya pada Yesung saat kami ber4 berjalan di lobi agency.

“entahlah. Manager hyung hanya memberitahukan kepada Teuki hyung bahwa semua aktris SM harus menghadiri rapat sekarang juga.” Yesung menjawab dengan santai.

“hari ini adalah hari liburku. Kenapa masih di ganggu sih? Harusnya aku bisa menyelesaikan gameku.” Kali ini aku berkeluh kesal dengan keras.

Aku langsung duduk tanpa melihat kanan kiri. Mengambil psp yang memang kutaruh di saku bajuku, berusaha konsentrasi pada gameku.

“annyeong.. mian karena mengganggu aktivitas kalian semua.” terdengar suara  Lee So Man Sonsaengnim di telingaku.

“saya tak akan basa-basi karena jadwal kalian yang pasti sibuk sekali…”

Sudah tau kenapa masih memanggil kami.. aku berkata di dalam hati

“kali ini aku mengumpulkan kalian karena ingin mengenalkan seseorang. Dan orang ini akan menjadi Wakil PresDir di Agency SM. Entertaiment. Jadi mohon kalian bisa mengerti..” lanjutnya.

Aku masih berkonsentrasi pspku. Ketika akhirnya terdengar suara seorang gadis yang sangat familiar di telingaku ini..

“annyeong, joneun Fresshia Song. Bangaseumnida..” Aku mengadahkan kepalaku, melihatnya. Sekarang aku tahu kenapa suaranya terdengar familiar di telingaku. karena aku pernah mendengar suara itu.

Suara yang mengatakan bahwa dia menbenci tanpa alasan..

Aku tersenyum… akhirnya takdir mempertemukanku denganmu juga, Fresshia Song…

“Kita akan lihat, jika kau bisa membenciku tanpa alasan. Berarti kau juga bisa mencintaiku tanpa alasan pula…” ujarku pelan pada diri sendiri sambil menatap intens gadis yang ada di hadapanku kini.

… stop forbiden {2}…

 

 

 

 

 

 

That Girl and my self

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That Girl and my self

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast: Lee Sungmin

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

Author POV

Cuaca hari ini mendung, angin musim dingin yang menusuk kulit mungkin itu yang membuat cafe ini di penuhi oleh pengunjung yang sangat membutuhkan kehangatan. Cafe itu bernama Bella De fluire. Letaknya berada di pusat kota seoul, ibukota Korea selatan. Cafe yang terkenal karena kopi hangatnya yang harum, Tapi bukan itu saja alasannya kenapa cafe ini menjadi primadona bagi pecinta kopi.

Sapaan yang ramah dari pelayan cafe, interior yang menarik, dan letaknya yang di pusat kota itulah yang bisa membuat cafe ini begitu terkenal.

Kleneng…

Seorang gadis dengan gaun merah, menggunakan sepatu boot hitam dan rambut yang indah di gerainya, membuat kesan bahwa  gadis itu adalah gadis yang anggun. Dia memasuki cafe itu. gadis itu berjalan dengan sangat anggun saat memasuki cafe tersebut. Dia melirik ke kanan kekiri seperti mencari sesuatu, seketika senyuman itu datang. Senyum yang mungkin bisa membuat semua orang juga ikut tersenyum. Senyumnya seperti flu yang bisa menular begitu saja tanpa bisa terkendali.

Dia menuju kursi dekat jendela besar di cafe itu, mendudukkan dirinya sendiri. Seperti telah melakukan pekerjaan yang sangat berat, gadis itu menghela napas lega, sangat lega. Lalu senyum itu lagi, dia tersenyum ketika seorang pelayan datang menuju mejanya dengan santai.

“kau datang lagi!!” ujar pelayan tersebut

“hmm..” jawabnya singkat.

“kau tidak bosan kesini terus?” tanya pelayan itu hati-hati. Seperti yang pelayan itu ketahui bahwa gadis yang sedang duduk tenang dihadapannya ini datang setiap hari ke cafe ini, pelayan itu tak pernah tahu alasan apa yang membuat gadis cantik ini selalu datang dan dia sudah menyerah menanyakannya pada gadis itu.

“kau pesan apa?”

“seperti biasa..” pelayan itu mengganggukkan kepalanya. Dia tahu apa yang diinginkan gadis itu,sama dengan semua pengunjung yang penggila kopi buatan cafe ini.

Setelah beberapa menit akhirnya pesanannya diantar dan gadis itu diam meneguk kopinya dengan pelan.

Kyuhyun POV

“hyung aku pergi” pamitku pada Sungmin Hyung

“kemana?” tanyannya

“entahlah aku tak tahu. Kemana saja yang penting aku tak bosan disini.”

“memangnya kenapa dengan pspmu?” sungmin hyung melihatku, pandangannya seperti menyelidik.

“semua kaset pspku sudah kuselesaikan jadi aku bosan jika main yang itu-itu terus.”

“ohh, kau pergi sendiri?”

“hmm..”jawabku singkat sambil memakai hoodie dan juga perlengkapan menyamarku.

“bolehkah aku ikut?”

Aku melihat ke arahnya sesaat lalu mendengus keras. Hyungku ini meskipun umurnya lebih tua 3 tahun denganku tapi entah kenapa wajahnya itu bisa menunjukkan gaya Aegyonya yang sama persisi seperti anak berumur 5 tahun yang sedang merajuk kepada ibunya demi sebuah permen yang di sukainya.  Dan aku yang melihatnya harus meras kasihan sehingga tak tega untuk  menolak keinginannya.

“baiklah” dia bersorak gembira, bangun dari dudukya dan segera mengambi perlengkapan menyamarnya.

Sebuah kacamata, masker dan juga Hoodie dengan topi yang tinggi adalah barang-barang yang wajib kami gunakan demi keselamatan diri sendiri. Jika salah saatu dari barang wajib itu terlupakan maka akan berkibat fatal, sangat fatal, paling parah dari akibat itu adalah kau tak bisa pulang dengan selamat atau jika bisa selamat pun pasti harus lari maraton dengan jarak tempuh bermil-mil jauhnya, semua itu di sebabkan karena mata para fans yang memang biasanya sangat jeli.

“sebenarnya kita mau kemana, kyu?” sudah sekian kalinya Sungmin hyung bertanya padaku.  Aku memang sedari tadi hanya duduk diam sambil menyetir, meskipun tak tahu harus pergi ke mana sebenarnya.

“aku juga tak tahu.” Jawabku enteng

“kenapa kau tidak bertanya padaku? Aku kan bisa merekomendasikan tempat bagus.”

“kenapa kau tidak memberitahuku sedari tadi”

“cih, pantas saja dari tadi kau hanya berputar-putar terus.” Aku mendengar Perkataannya. Nada yang digunakan Sungmin Hyung terdengar seperti mengejek dan aku tak suka itu.

“bagaimana kalau kita ke cafe Bella de Fluire, menurut Ji Ra kkopi di cafe itu sangat nikmat” ajaknya dengan santai. Aku berpikir sejenak, baiklah daripada hanya berkeliling tak tentu arah seperti orang idiot lebih baik aku ke cafe, minum kopi sepertinya enak.

“oke, dimana tempatnya?”

***

Ternyata tempatnya tak jauh dari tempat kami berhenti tadi. Dengan riang Sungmin hyung keluar dari mobilku. Kuperhatikan dari luar cafe itu, cafe yang tak besar namun entah aku merasakan perasaan yang sangat nyaman. Warna cat orange soft diluar, jendela besar yang membuat semua orang diluar bisa melihat keadaan di dalam cafe, aroma kopi yang begitu nikmat ketika dihirup membuat orang yang melewati cafe itu berhenti sejenak untuk menghirup sekilas ataupun untuk mampir demi mencicipi nikmatnya kopi yang di sajikan.

Kulihat ke dalam cafe, suasana yang ramah terjadi di dalam sana. Obrolan,  canda tawa dan juga sebuah lagu yang terdengar nyaring, membuat semuanya terlihat menyenangkan. Mataku kini langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di depan jendela ini.

Dia duduk menyamping dari depan jendela tapi dengan begitu aku bisa memandanginya dari samping dengan puas.

Gadis itu dengan  gaun merah dan rambut yang di gerai memanjang membuatnya terlihat sangat anggun.  Terlihat olehku dia sedang menutup matanya sesaat lalu menempelkan secangkir kopi yang masih panas karena terlihat uap dari cangkir yang di pegangnya. Gadis itu tersenyum lalu membuka mata dan menaruh kopinya kembali tanpa menyesapnya sedikit pun.

Aku berjalan memasuki cafe bersama Sungmin hyung, mengambil tempat duduk di samping kiri gadis bergaun merah yang kuperhatikan dari luar cafe tadi. Aku duduk membelakanginya.

“pesan apa?” tanya seorang pelayan wanita dengan senyum ramah ke arah kami berdua

“tiramisu dan chesee cake, lalu 2 cangkir kopi susu” ucap Sungmin hyung padahal aku belum mengatakan apa yang ingin kupesan. Seenaknya saja dia.

“baiklah, mohon tunggu sebentar!” pelayan itu membungkdan sesaat dan meninggalkan kami berdua

4 orang murid  SMA masih menggunakan seragamnya masuk ke dalam cafe dan duduk di samping kanan meja gadis itu.

Musik mengalun lembut berusaha mengalahkan suara para pengunjung cafe tapi ternyata tetap saja tak bisa mengalahkannya. Lagu yang terlalu lembut ini sangat kukenal, bagaimana tidak ini adalah laguku, The Ways to Break Up. Lagu yang kunyanyikan sendiri untuk soundtrack drama Siwon hyung.

“lagu yang menyedihkan” terdengar suara dari arah samping tempatku duduk. Aku menengok arah belakang karena memang suara itu terdengar dari arah belakangku. Ternyata bukan aku saja yang menoleh dan mencari siapa yang telah mengatakan hal tersebut kepada laguku, ke 4 murid juga melakukan hal yang sama sepertiku.

Sejujurnya aku kaget mendengar hal itu. lagu The Way to Break Up memang sedih tapi tidak terlalu menyedihkan juga menurutku. Lagu ini memang berisi tentang putus cinta, tapi sekali lagi aku jelaskan bahwa ini tidak semenyedihkan yang dia kira dan juga berani sekali dia menjelekkan lagu di depan penyanyinya. Ya—meskipun memang bukan secara langsung. Tapi tetap sajakan…!!

Ketika Seorang pelayan membawakan pesanan yang Sungmin hyung inginkan.  Gadis itu menyuruh pelayan itu mendekat ke arahnya.

“tolong bilang padanya. Lagunya terdengar sangat menyedihkan jadi gantilah dengan yang lebih semangat.” Serunya pada pelayan itu.

“ne..” pelayan itu patuh dan langsung pergi, terdengar suara keras lagi

“YA!! MAKSUDMU APA MENYEBUTKAN LAGU KYUHYUN OPPA MENYEDIHKAN…??” ujar gadis berambut pendek, salah seorang dari ke 4 murid SMA yang duduk di sebelahnya.

“lalu jika menyedihkan memangnya tidak boleh di dengar.” Sekarang gadis berrambut panjang terurailah yang berbicara.

“boleh, itukan urusan kalian, bukan urusanku.” Jawabnya enteng

“lalu kenapa kau ingin mengganti lagunya?” gadis berambut pendek lagi yang berkata.

Hahahaha… ternyata mereka adalah SparKyu. Hebat-hebat, ayo teruslah berusaha membela idolamu itu. kadang aku mersa terpukau dengan perlakukan mereka yang akan membela sampai titik darah penghabisan (mungkin) jika idola mereka di hina. Itulah yang sedang berada di pikiranku saat ini. sangat berbanding terbalik dengan sikpaku yang sok cool,memandang kejadian saat ini biasa saja.

“karena aku tak suka dengan lagu itu apalagi suaranya.”

JEGEERRRR…

Bagai di sambar petir disiang bolong tanpa ada hujan dan kilat. Aku terpaku di tempat, tak tahu harus berkata apa. Sesuatu yang aku banggakan selain otakku yang pintar ini tidak di sukai oleh seorang gadis dan dia…. dia mengatakannya langsung. Dan juga nadanya yang terdengar benar-benar tak suka dengan laguku.

Rasanya sakit, lebih sakit ketika aku harus kalah dari hyungku dalam permainan PS dan harus menjalani hukuman yang telah di sepakati.kulirik Sungmin hyng yang ternyata sama shocknya seperti.

Ke 4 gadis itu menghampiri gadis itu lalu berdiri di depannya.

“YA.. APA MAKSUDMU?”

“aku kan hanya berkata jujur pada kalian, aku tak suka lagunya apalagi suaranya.” Jawabnya santai tanpa dosa. Jika aku bisa membuat telingaku tuli akan kubuat tuli untuk sementara karena terlalu menyakitkan mendengar orang lain membenci apa yang kita punya apalagi kita banggakan.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga aku tak sempat menyadarinya sama sekali. Gadis itu sudah di siram dengan air mineral oleh gadis berambut panjang namun diikat yang sedari tadi diam saja. Teman-teman dari gadis yang menyiram itu hanya terpaku sambil memandangnya.

“berani sekali kau mengatakan hal seperti itu.apa alasanmu benci suara Kyuhyun oppa?”desisnya marah setelah menyiram gadis yang ada di depannya.

Kini gadis itu ikut berdiri sambil mengusapkan tangan ke wajahnya. Dia memejamkan matanya lalu tersenyum sedikit lalu hampir tertawa.  Aku baru bertemu dengan orang yangs etelah di permalukan oleh orang lain masih bisa tertawa seperti itu.

Dia membuka matanya dan menatap tajam ke arah 4 murid SMA itu. auranya, sangat berkesan. Aku sampai bisa merasakan aura yang sangat mematikan keluar dari tubuh gadis itu. jika disini tak ada orang mungkin gadis itu akan dia akan membunuh ke 4 murid SMA itu. tapi bukannya aku takut, aku malah terpesona dengan auranya, terlihat cantik.

“sebelum aku menjawab pertanyaan kalian. Aku ingin kalian terlebih dulu menjawab pertanyaanku! kenapa kalian bisa menyukai oh salah—kalian mencintai Kyuhyun oppa-mu itu?” tanyany pelan

Gadis itu melirik ke arah murid SMA yang berambut pendek. Memintanya untuk menjawab terlebih dulu.

“aku menyukai tingkah evilnya”

Ternyata banyak yang menyukai tingkah evilku, jadi akan kupertahankan.. hahahaha

Gadis itu kemudian melirik ke arah murid SMA yang berambut panjang terurai.

“aku menyukai suaranya”

Untuk yang satu ini jangan di tanya. Semua orang menyukai suara malaikatku ini kecuali gadis yang sedang menunggu jawaban murid SMA.

“aku bukan SparKyu” jawabnya pelan.

HAH… sungguh keterlaluan. Zaman sekarang adalah zamannya seorang Cho Kyuhyun yang berkuasa. Akan sangat rugi jika tidak menjadi bagian dari SparKyu. Cihh,,, dia akan sangat rugi dan aku menyayangkan itu.

“aku tak punya alasan untuk mencintainya” jawab murid SMA terakhir.

Hening…Untuk ini aku tak bisa komentar apa-apa.

Setelah ke 4 murid SMA itu menjawab,gadis mendekati gadis berambut pendek tadi.

“kau tidak tulus menyukainya.”

“wae? Aku tulus menyukainya” sergah gadis berambut pendek itu.

“aku mengatakan kau tidak tulus karena kau hanya menyukai tingkah evilnya bukan dirinya sendiri. Jika kyuhyun oppamu berubah jadi baik apa kau akan tetap menyukainya?” jelasnya panjang dan gadis itu terdiam mendengar penuturan gadis yang berada di depannya.

“Benar juga” ujarku pelan membenarkan apa yang gadis itu katakan. Jika rasa cinta itu bukan dari dirinya sendiri bagaimana bisa bertahan. Jika apa yang dicintainya berubah atau hilang berarti kemungkinan dia tidak akan mencintainya lebih besar.

“kau..” terdengar suara gadis itu. gadis itu sekarang berada di depan gadis berambut panjang terurai.

“jika operasi tidak berhasil dan tak bisa menyanyi lagi. Apa kau masih menyukainya seperti sekarang?” tanya gadis itu.

Pertanyaanya yang menyangkut Kecelakaan 2007 lalu membuatku bergidik ngeri. Benar juga, jika operasi tidak berhasil bagaimana dengan nasibku. Tapi pertanyaan baru muncul lagi dalam benakku. Dia kan benci dengan suaraku harusnya dia juga benci dengan aku kan. Tapi ternyata dia juga tahu tentang kecelakaan yang kualami juga.

“aku akan tetap menyukainya.”

“dan kita lihat bagaimana kadar sukamu. Aku yakin 100% kau akan melirik yang lain dan meninggalkannya begitu saja karena menurutmu dia sudah tidak semenarik yang dulu kan.” Gadis berambut panjang terurai  itu terdiam, mungkin tak punya kata-kata yang bisa di gunakan untuk membantah.

Sudah 2 kali aku setuju denganya. Dia begitu realistis, selalu melihat kenyataan. Tapi yang di sayangkan dari dirinya adalah biasanya orang yang selalu melihat kenyataan seperti ini biasanya tak pernah berani bermimpi… sangat disayangkan.

Kali ini gadis itu menghampiri gadis ke 3 yang menjawab.

“itu urusanmu jika kau bukan Elf ataupun SparKyu. Aku tak peduli” setelah mengatakan hal itu, dia menghampiri murid SMA yang terakhir menjawab.

“kau memang tulus. Jika yang kau katakan itu jujur dari hatimu. Kau bisa mencintainya tanpa alasan lalu apakah aku salah jika aku membencinya tanpa alasan.” Katanya pelan di hadapan muris SMA itu. murid itu memandang ke arah gadis itu penuh tanya. Dan aku juga melakukan hal yang sama, terpukau dengan perkataannya.

“itulah jawabanku atas pertanyaan kalian. Terima kasih karena telah merusak hariku dan semoga kita tidak bertemu lagi.” Sebelum selesai keterkejutanku dan juga semua orang yang ada di Cafe itu, gadis itu pergi begitu saja. Sedangkan aku masih terus terpukau dengan pekataan.

Benar tak ada yang membenciku tanpa alasan selain dirinya…

Gadis yang menarik komentarku pelan

Semoga kita bisa bertemu lagi…. kali ini hatiku yang berkata.

… stop forbiden {1}…