Fee's Line. Welcome all…

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That girl and SM.Entertaiment

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast:

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

A girl (secret) POV

Sial, bajuku jadi basah gerutuku dalam hati.

Aku menoleh ke arah belakang melihat ke arah cafe itu lagi.

“gara-gara lagu itu. memang sangat menyedihkan lirik lagunya. Lalu apa salahnya jika aku tak suka dengan lagu itu dan juga suaranya. Suaranyakan memang sangat menyedihkan maka dari itu aku tak mau mendengarnya, harusnya mereka mengerti keadaanku sekarang.” Lagi-lagi aku menggerutu panjang.

Aku berusaha mengendalikan emosiku dengan menutup mataku, menghembuskan napasku pelan. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang datang.

Kurogoh tas dan mengambil ponselku, menghubungi teman-temanku. Daripada aku harus stress gara-gara hal seperti ini lebih baik aku bertemu dengan teman-temanku.

Number dial 1: Cho NayNa

“annyeong, Na-ya. Kau ada waktu? Ayo kita….” sebelum kuselesaikan bicara, Na-ya sudah memotongnya.

“mian, aku sibuk. Oh, sebentar lagi deosenku datang. Bye..”

“tuttt..tutt…” dia menutup telponnya beitu saja. Tanpa ada ucapan salam balik.

“cih, dasar pelajar sibuk susah di ajak jalan” omelku lagi.

Ok, number dial 1: gagal, sekarang number dial 2: Goo Sally semoga berhasil.

“annyeong, sally-ah. Apa kau sibuk?” kali ini aku menanyakan jadwalnya terlebih karena aku tak mau di tutup tanpa permisi seperti yang Na-ya lakukan padaku.

“hmm ani, memangnya ada apa?” tanya Sally. Oh, untunglah..

“ayo kita makan siang bersama, sudah lama dumpley tidak berkumpul”ujarku pelan

“ok, kita bertemu dimana?” jawaban setuju dari Sally sukses membuatku girang bukan main.

“nanti aku sms tempatnya.”

“baiklah..”

Satu orang sudah berhasil kuajak. Setelah no 1: Cho NayNa (failed), no 2: goo Sally (berhasil), no 3: Lee Hye Joon(kita akan lihat).

“annyeong, Hye Joon-ah..” sapaku riang

“annyeong, tumben. Ada apa memangnya?” tanyanya padaku, aku hanya tersenyum riang.

“kau sibuk?”

“lumayan..”

“bisakah kita bertemu, aku dan Sally akan pergi makan siang bersama. Dumpley kan sudah lama tidak pergi bersama. Bagaimana kalau kita pergi makan bersama?”ajakku dengan senang

“ohh, mian” firasatku sudah berubah. Aku tahu kelanjutan dari kamat setelah mian ini. pasti tak bisa.

“sebenarnya aku sedang berada di Beijing, menghadiri festival busana” jelas Hye joon

“ohh, ya sudahlah kalau begitu” ujarku kecewa.

“mian chingu..”

Aku lalu menutup telponnya. Beijing, ternyata keluar lagi dia. Cihh dasar workholic apa tidak capek kerja terus seperti itu.

No 3: gagal, tapi masih ada 5 orang lagi yang harus aku hubungi dan semoganya mereka bisa. Sekarang no 4: Eruna Han

“hei, orang jepang!!” seruku berusaha menghilangkan rasa kecewaku.

“hai, tumben sekali kau meneleponku. Apa ada berita terbaru tentang dia?” tanyanya

“tidak ada…”

“oh”

“aku hanya ingin mengajakmu makan riang” ajakku padanya.

“yahh, sayang sekali kau terlambat. Aku baru saja menerima ajakan yang sama tadi.” Jelasnya

“kau sudah mengiyakannya?”

“iya..”

“baiklah, sepertinya aku memang terlambat. Ya sudah selamat bersenang-senang kalau begitu”

“bye”

Lalu telpon pun di tutup, baiklah aku harus mengerti bahwa teman-temanku sedang sibuk dan semoga no 5 dan seterusnya bisa.

Aku mulai menekan tombol number dial 5 yang akan langsung terhubung kepada Kang Ji Ra.

“hallo..aku ingin mengajakmu makan siang, Ji Ra-ya” ajakku langsung ketika mendengar dia mengangkat telponku.

“mian, aku tak bisa, aku sedang rapat sekarang. 5 menit lagi aku akan menelponmu lagi” lalu terdengar suara nelpon ditutup.

“cihh, aku gagal lagi” dengusku keras.

Semoga kali ini berhasil no 6: Ashley Kim

Sebenarnya aku tak mengharapkan dia karena pasti sekarang dia sedang berada di rumah sakit. Kalau tidak dia sedang berada di sekolah yang dia dirikan, bermain dengan anak-anak kecil.

“annyeong, eonni-ya.” Sapaku ramah

“kau mau apa?”

“hehehehe kau tahu saja Ashley..” aku terkekeh

“ayo kita makan siang bersama?”

“boleh tapi kau harus menunguku lebih lama karena aku sedang kebagian shift di rumah sakit. Kau mau menungguku?”

“kenapa harus menunggu? Kau kan tahu aku sangat tidak suka menunggu.” Kataku sambil cemberut.

“hahahahaha… mau bagaimana lagi sayang.”

“baiklah..”

Oke, sekarang no 6: berhasil, kebagian no 7: stifa Khan

“orang india, kau punya waktu? Aku ingin mengajakmu makan?”

“aku tak ada waktu…. drama Siwon oppa sebentar lagi mulai jadi aku tutup dulunya.”

Beginilah jika berbicara dengan orang india, sebenarnya Stifa Khan bukan orang india. Dia adalah anak keturunan asli dari sini tapi karena orang tuanya bercerai dan ibunya menikah lagi dengan orang india jadilah namanya berubah, mengikuti nama ayahnya.

Temanku yang satu ini memang tak suka membuang-buang waktu. Tapi waktunya selalu tercurahkan untuk hobinya yaitu kaligrafi kata, membaca novel dan juga Siwon. Maka dengan berat hati aku harus mengerti.

“sekarang adalah orang terakhir nomer dial 8: Airel Shin. Semoga berhasil.” Doaku dalam hati.

“annyeong, Airel. Kau ada waktu..?”

“kenapa kau menelponku di saat makan siang seperti ini. aku sedang sibuk di restoran” sungutnya keras padaku lalu di matikannya begitu saja.

“Aishhh…” geramku.

Kenapa semua orang sekarang sedang sibuk sih. kita kan sudah lama tak bertemu dan makan siang bersama. Aku hanya ingin Dumpley berkumpul, itu saja.  Omelku lagi.

Aku dan ke 8 orang yang ada di Number dial ponselku, biasanya menyebut diri sendiri sebagai Dumpleyers. jangan salah sangka dengan kata dasar dari nama panggilan 9 orang ini, karena Dumpley adalah nama sebuah group yang kami buat atas dasar persahabatan dan sahabat harus saling menjadi tong sampah. Membuang semua malasah bersama, membuang beban bersama bagai…hmm.. bisa di sebut tempat mencurahkan apapun yang terjadi.  Mungkin itu bahasa yang lebih sopan untuk mendeskripsikan kita.

Kami bertemu saat di SMA, saat kelas 1 SMA kami tak saling kenal, kami berkenalan saat kelas 2 SMA. Kami bertemu dan saling membutuhkan satu sama lain,tapi setelah kita semua lulus dan punya kehidupan masing-masing rasanya jadi sangat berbeda. Mereka kadang sibuk sendiri dan kami harus mengerti dengan keadaan ini. dan sekarang dengan terpaksa hanya aku,Ashley dan juga Sally yang bisa berkumpul.

***

Ponselku berdering nyaring, sesaat kupandangi ponsel itu. sms dari Sally…

Mian,aku tak bisa pergi denganmu. Tiba-tiba saja ada keperluan dengan kelompok penelitianku. Sekali lagi mianhae..

Kuhela napas sekali lagi, pembatalan janji dadakan lagi. Aku memandang keluar jendela, melihat mobil yang sedang berjalan beriringan dengan bus yang kutumpangi kali ini.

Kemana aku harus menghabiskan hariku kali ini?

Aku berpikir sejenak. Lalu teringat dengan Ashley yang masih belum mengirim sms pembatalan janji, jadi kali ini aku segera menekan number dial 6 yang akan langsung terhubung ke no Ashley.

“annyeong..” sapaku dengan lembut

“ada apa lagi?” kali ini Ashley yang berbicara

“kau ada dimana?”

“rumah sakit. Kenapa?”

“aku akan kesana.”

“bukankah…” sebelum Ashley selesai berbicara, aku langsung menutup ponselku.

***

“bagaimana dengan urusanmu?” tanya Ashley padaku. Aku dan dia saat ini duduk di taman Rumah sakit, berhubung Ashley masih harus melanjutkan Shiftnya jadi kami terpaksa harus makan siang cafe rumah sakit ini.

“urusanku yang mana?” aku memiringkan kepalaku tak mengerti dengan pertanyaannya.

“kudengar dari Hye Joon. Kau sedang berinvestasi di perusahaan SM.Entertaiment. benarkah?”

Aku melihat ke arahnya, menganggukkan kepalaku pelan. Lalu kembali ke makanan yang aku pesan, Salad buah yang kelihatan tak menyakinkan.

“kenapa kesana? Bukankah kau sama sekali tak tertarik dengan dunia hiburan seperti itu. saat Hye Joon mengatakan tentang rencanamu itu, aku sampai Shock. Seperti bukan dirimu.” Ashley lalu meminum jus Apel yang dia pesan.

“hanya ingin suasana baru. Aku sudah bosan jadi pengacara dan juga pengangguran musiman.” Jelasku

“suruh siapa kau mau jadi pengacara. Sudah kubilangkan kau itu bagus matematikawan.”

“whatever..”

Kami terdiam sejenak, menikmati makanan dan minuman masing-masing.

“lalu kapan kau akan mulai terjun langsung di perusahaan SM itu? dan akan jadi apa kau disana?”

Kali ini aku terdiam sejenak. “besok aku akan kesana. Menurut perjanjian, aku hampir memiliki separo saham di SM, jadi mungkin wakil Presdir kali…” ucapku asal

“wakil Presdir??hebat..” Ashley terpukau, tapi sebenarnya aku hanya asal saja mengatakan mungkin akan jadi Wakil PresDir. Cih wakil presdir jika benar itu terjadi harus kuakui kalau kali ini benar-benar seperti bukan aku, diriku sendiri.

Bagaimana tidak, aku yang biasanya lebih biasa langsung terjun ke pekerjaanku dan tak akan pernah diam alias hiperActive kali ini harus duduk di kursi, menandatangi berkas dan melihat semuanya dengan diam. Benar-benar…

“mian, tapi sepertinya aku harus bekerja lagi..”

Aku hanya menganggukan kepala pelan, melihat salah satu teman baikku berjalan menjauh. Aku menghela napas, aku benci sendirian, makan sendirian. Tapi mau bagaimana lagi..

“huuufftttt” kali ini aku menghela napa dengan berat. Mungkin sebaiknya aku pulang dan tidur di apartement saja.

***

Kyuhyun POV

“hyung kenapa ada rapat mendadak begini?” Donghae bertanya pada Yesung saat kami ber4 berjalan di lobi agency.

“entahlah. Manager hyung hanya memberitahukan kepada Teuki hyung bahwa semua aktris SM harus menghadiri rapat sekarang juga.” Yesung menjawab dengan santai.

“hari ini adalah hari liburku. Kenapa masih di ganggu sih? Harusnya aku bisa menyelesaikan gameku.” Kali ini aku berkeluh kesal dengan keras.

Aku langsung duduk tanpa melihat kanan kiri. Mengambil psp yang memang kutaruh di saku bajuku, berusaha konsentrasi pada gameku.

“annyeong.. mian karena mengganggu aktivitas kalian semua.” terdengar suara  Lee So Man Sonsaengnim di telingaku.

“saya tak akan basa-basi karena jadwal kalian yang pasti sibuk sekali…”

Sudah tau kenapa masih memanggil kami.. aku berkata di dalam hati

“kali ini aku mengumpulkan kalian karena ingin mengenalkan seseorang. Dan orang ini akan menjadi Wakil PresDir di Agency SM. Entertaiment. Jadi mohon kalian bisa mengerti..” lanjutnya.

Aku masih berkonsentrasi pspku. Ketika akhirnya terdengar suara seorang gadis yang sangat familiar di telingaku ini..

“annyeong, joneun Fresshia Song. Bangaseumnida..” Aku mengadahkan kepalaku, melihatnya. Sekarang aku tahu kenapa suaranya terdengar familiar di telingaku. karena aku pernah mendengar suara itu.

Suara yang mengatakan bahwa dia menbenci tanpa alasan..

Aku tersenyum… akhirnya takdir mempertemukanku denganmu juga, Fresshia Song…

“Kita akan lihat, jika kau bisa membenciku tanpa alasan. Berarti kau juga bisa mencintaiku tanpa alasan pula…” ujarku pelan pada diri sendiri sambil menatap intens gadis yang ada di hadapanku kini.

… stop forbiden {2}…

 

 

 

 

 

 

Iklan

Comments on: "That girl and SM.Entertaiment" (4)

  1. Daebak!!!
    aku suka yang pertama sama yang kedua chingu!!

    aku baru baca tadi, jadi baru sempet komen…
    he3x
    tapi boleh jujur?
    kurang panjang~
    he3x

    lanjutannya ditunggu!!
    tapi jangan lama2 ya…

    Hwaiting!!
    ^^b

  2. Ah makasih. . .
    Ini ff buatan eonni Q, nanti aku surh dia supaya cpet2 lanjutin ni cerita deh. . .
    Baru komen? Kkk ga pa2, santai aja d’sini sih. Oh ya makaih udah sempetin baca ff yg ada d’sni…
    Jgn bosen2 main. . .
    *Lambai2 tngan breng Kyu.

  3. Wiiiiii suka banget deh
    Si cewenya gak tau apa kalo dia udah membenci orang yang salah *alah lagaknya*
    Jangan benci sama kyu loh entar kena karma jadi tergila gila sama dia. Wakakakak

  4. Aah tambah penasaran..
    Aku baca ff yang pertama di blog lain dan langsung suka hehe ditunggu lanjutannya ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: