Fee's Line. Welcome all…

Archive for the ‘fanfiction’ Category

{LeyHyuk Couple} Strange Happen #1

Author: SangYoon/Dhaekyu

Title: {LeyHyuk Couple} Strange Happen

Main Cast: Lee Hyuk Jae

Genre: Romance.

Length: series

Rating: pg 15

*****DK*****

Hyukjae’s garden

Seoul

“Oppa yadong, kembalikan ikat rambutku, yak! Jangan lari” teriak seorang gadis setelah ikat rambut yang tengah dia kenakannya di tarik paksa oleh seorang pria yang tengah berlari menghindari kejaran gadis itu.

“Kau terlihat cantik jika rambut indahmu itu tergerai Ley~ya” ucap lelaki itu sambil terengah menatap gadisnya yang sudah terduduk diatas rumput taman, kehabisan tenaganya setelah mengejar pria itu.

“Yak, berhenti merayuku” hardik gadis itu sambil mengikat kembali rambutnya yang panjang, namun tanpa ikat rambutnya.

“Sudah ku bilang, kau terlihat cantik jika rambutmu tergerai, lagi pula tidak ada salahnya kan aku menggoda istriku sendiri” ucapku jahil sambil mengedipkan sebelah mataku, dia langsung menundukan wajahnya, tidak ingin wajah memerahnya dilihat oleh pria didepannya.

“Jangan tundukkan wajahmu, sudah ku katakan berkali-kali padamu kan bahwa aku menyukai setiap ekspresi yang kau tunjukan, aku juga menyukai wajahmu yang sedang memerah ini” aku mendongakkan wajah gadis itu agar menatapku, kemudian tersenyum lembut padanya, dia masih menatapku malu, aku mengusap lembut wajahnya, mata kami saling menatap dalam, aku sangat menyukai matanya, bola mata berwarna coklat terang, membuat siapa saja yang memandangnya dapat merasakan betapa murninya hati gadis ini, membuatku berpuas diri karena mata itu adalah milikku, ani, bukan hanya matanya saja, tapi dia, seluruh yang ada di gadis ini adalah milkku.

“Oppa, hentikan” rajuk gadis itu manja, membuat lelaki dihadapannya terkekeh pelan melihat kelakuan istrinya. Pria itu kemuadian menarik istrinya berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya, memeluk istrinya erat, menumpahkan segala rasa bahagianya dapat memiliki istri sebaik gadis ini.

“Kau tau, kalau saja semalam kau menolakku, sekarang aku pasti sudah ada ditempat yang jauh denganmu, keputusan bodoh memang, tapi jika aku berada di dekatmu, aku tidak bisa untuk tidak memelukmu, memelukmu sudah seperti obat yang wajib bagiku, aku seperti pecandu yang tidak bisa lepas darimu” gadis itu membalas pelukanku dan membenamkan kepalanya di dadaku, membuatku semakin mengeratkan pelukanku, aku takut, takut karena anugerah yang aku terima ini terlalu indah, hingga aku jadi terlena padanya, walau ketakutan itu tidak berguna sekarang, karena aku memang sudah terlena padanya sejak awal.

*****DK*****

Flash back

“Eomma, aish, berhentilah membicarakan perjodohan itu, demi tuhan bahkan eomma baru mendarat beberapa menit yang lalu, dan kita masih berada di bandara kalau eomma lupa, bicarakan di rumah saja eomma, jebal” rajukku atas kelakuan eommaku, dia selalu memaksaku untuk menikah, entah karena alasan apa beliau memaksaku, yang ku tahu bahwa eommaku ini setiap minggu pasti selalu membawa calon yang berbeda untuk di kenalkan padaku, dan setiap minggu pula aku membuatnya marah karena gadis yang eomma kenalkan padaku langsung menolak kesediaannya menjadi istriku.

“Hyukki~ya, kau membuat eomma tidak bisa tidur kau tau, memikirkan nasibmu yang tinggal sendirian di Korea untuk menjalankan perusahaan, dan kau tidak ada yang mengurus, kau tau, setiap eomma ke Korea dan melihatmu, eomma tidak sanggup, kau kelihatan kurus sekali Hyukjae~ya, dan kau bahkan menolak pembantu untuk di pekerjakan di apartemenmu, dengan adanya seorang istri di sampingmu setidaknya dapat mengurus keperluan makanmu, membuat eomma bisa bernafas lega” jawab eomma lemah, sambil menatap sayu mataku.

“Astaga eomma, bukankah kita sudah membicarakan hal ini, apartemenku kecil eomma, jadi tidak perlu pembantu, aku bisa mengurusnya sendiri, eomma jebal jangan seperti ini” eomma hanya menatapku gemas.

“Sebenarnya wanita idamanmu seperti apa Hyukki~ya?, aku bahkan mengenalkan padamu wanita-wanita berbeda, dari mulai model, artis, sekretaris, hakim sampai mahasiswi, tapi kau menolaknya semua, entah apa yang kau lakukan hingga mereka langsung menolak menjadi suamimu” sekarang eomma metatap tajam ke arahku dengan tatapan tidak percaya.

“Eomma mereka itu hanya mengincar harta saja, lagi pula mereka itu berlidah panjang, aku tidak suka wanita seprti mereka eomma”

eomma mendesah berat, bingung menghadapi anak tunggalnya itu, dia sudah kehabisan akal dengan kelakuan anak lelakinya itu.

Aku melihat seorang gadis tengah tersenyum lebar sambil berjongkok mengusap kepala anak kecil yang sedang menangis di hadapannya, berusaha menghibur anak kecil itu, matanya bersinar terang, membuatku tidak dapat memalingkan wajahku dari wajahnya, aneh, ini pertama kalinya aku bersikap seperti ini, bahkan aku lupa bahwa dihadapanku ada eomma yang menatap garang padaku.

“Baiklah, beritahu eomma, gadis seperti apa yang menjadi tipemu?” eomma berkata sedikit membentak.

“Seperti dia” tanpa sadar aku menunjuk wanita yang tengah memeluk anak laki-laki itu, eomma memicingkan matanya melihat wanita yang aku tunjuk, aku terus menatap wajah gadis itu, astaga sungguh sangat manis. Ternyata tanpa aku sadari eomma sudah menghampiri wanita yang aku tunjuk tadi.

*****DK*****

Author POV

 

“Anyeonghaseo”

Sapa seorang wanita menyapa seorang gadis yang tengah menghibur anak laki-laki di depannya.

“Ne?” jawab gadis itu bingung, karena memang gadis itu tidak mengenal ahjumma yang tengah menatapnya, tatapan ahjumma itu lebar, terlihat sekali bahwa ahjumma itu sangat penasaran dengan gadis yang tengah berjongkok di depannya.

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya ahjumma itu, gadis itu langsung berdiri dan mengacak rambut anak lelaki di depannya.

“Apa kau mengenalku?” tanya heran gadis itu.

Tiba-tiba seorang lelaki datang dan langsung membungkukkan badannya.

“Mianhae mengganggumu, eomma ayo kita pulang” pria itu menarik lengan ahjumma yang malah melemparkan tatapan sinis padanya.

“Sebentar Hyukjae~ya, eomma ingin bicara padanya sebentar” ahjumma itu melepaskan genggaman tagan anak laki-lakinya, namun pria itu makin menguatkan genggamannya, berusaha menyeret eommanya pergi, ahjumma itu lalu mencubit tangan anaknya keras, membuat anaknya meringis menahan sakit, dan dengan terpaksa mengikuti kemauan eommanya.

“Bisakah?” tanya ahjumma itu kembali kepada gadis dihadapannya, namun gadis itu terlihat bingung sambil menunduk melihat anak kecil yang ada dalam genggamannya.

“Ah, biar anakku saja yang menjaga anak manis ini” ucap ahjumma itu, sambil tersenyum ramah pada anak kecil dalam genggaman gadis itu.

“Ne, biar aku yang menjaganya” hyukjae meyakinkan gadis itu, mendukung eommanya, walau pikirannya bingung dengan apa yang sebenarnya eommanya inginkan, namun Hyukjae tidak bisa menolak keinginan eommanya.

“Baiklah” ucap gadis itu pasrah, kemudian berjongkok kembali menyamakan tingginya dengan anak lelaki yang digenggamnya.

“kau tunggu di sini, arasseo! Tidak akan lama, nanti sepulang dari sini ku trakti ice cream, bagaimana?” bocah laki-laki itu awalnya menggeleng, namun mendengar kata ice cream membuatnya mengangguk pasti dan tersenyum lebar.

*****DK*****

Ashley Kim POV

 

“Apa anak laki-laki tadi anakmu?” pertanyaan terus terang yang ahjumma itu lontarkan membuatku mengernyit bingung, apa maksud ahjumma ini menanyakan hal pribadi seperti ini di pertemuan pertama kali, bukankan ini korea? Negara dimana sopan santun dijunjung tinggi? Oh baiklah, sepertinya ahjumma ini sangat serius. Dia menatapku tajam, menunggu jawaban yang keluar dari mulutku.

“Tadi keponakanku, mengapa ahjumma menanyakannya?” ahjumma itu tersenyum puas mendengar jawabanku.

“Apa kau sudah punya kekasih?”

“De?” aku benar-benar terkejut mendengar pertanyaan yang baru keluar dari mulutnya.

“Tidak perlu sekaget itu, aku hanya bertanya saja” jawab ahjumma itu sambil tersenyum ramah.

“Tidak, aku tidak memiliki kekasih saat ini” aku menjawab sambil menatap heran pada ahjumma di hadapanku ini, sebenarnya apa maksudnya dia bertanya seperti itu?

“Baguslah, kenalkan aku Lee Eun Yong, namamu siapa gadis manis?” ahjumma itu berkata sambil mengulurkan tangannya dengan ragu-ragu aku membalas genggamannya.

“naneun Ashley Kim” ucapku sopan padanya.

“nama yang indah, margamu Kim? Apa kau putri dari Kim Hwangli?”

“Ahjumma kenal ayahku?” aku bertambah heran padanya, jelas sekali kalau ahjumma ini bukan orang biasa, maksudku dia pasti orang terpandang di Korea.

“Tentu saja aku mengenalnya, dia teman baik suamiku”

Dret Dret

Handphone ahjumma itu bergetar, kemudian ahjumma itu mengambil handphonenya.

“Ah, sepertinya aku harus pergi sekarang, geundae Airel Shin dengarkan apa yang aku ucapkan, kau lihat anakku tadi? Ya yang bersama keponakanmu, namanya Hyukjae, Lee Hyukjae, sepertinya dia tertarik padamu, dan setelah melihatmu, ku pikir kau gadis yang cocok menjadi menantuku, menikahlah dengan anakku, ku jamin dia akan membahagiakanmu” mwo? Menikah dia bilang? Aigoo ini benar-benar gila.

“Hyukjae~ya!” ahjumma itu berteriak memanggil anaknya yang tengah tertawa bersama keponakanku, aigoo ternyata pria itu manis juga? Yak, aish apa yang aku pikirkan, eh tunggu dulu tertawa bersama bocah setan itu? Mustahil, aku saja yang merupakan tantenya sangat sulit membuatnya bicara padaku, tapi kenapa dengan pria itu, pria yang baru di temuinya pertama kali bisa langsung tertawa selepas itu, ah aku kagum padanya.

“Ne eomma” pria itu sudah berada di hadapanku, dia tersenyum gugup ke arahku, aigoo mukanya memerah, lucu sekali, apa benar pria ini tertarik padaku? Seperti yang di katakan eommanya?, entah kenapa tiba-tiba wajah pria di hadapanku ini terlihat sangat menarik di mataku.

“Woogoo~ya, hyung pulang dulu ya, nanti kalau kita bertemu lagi, hyung pasti mengajakmu jalan-jalan, bagaimana?” Hyukjae membungkukkan badannya berbicara pada keponakankanku, aigoo dia terlihat sangat keren.

“Mmm, ice cream?” ucap Woogyu manja, membuat Hyukjae terkekeh pelan kemudian menganggukkan kepalanya.

Ahjumma itu segera menarik tangan anaknya, sepertinya ahjumma itu sedang terburu-buru sekali.

“Ashley ssi, pertimbangkan tawaranku tadi, jika kau menyetujuinya kami akan segera ke rumahmu untuk membicarakannya dengan keluargamu, pikirkanlah” setelah mengatakan kalimat itu, ahjumma itu langsung pergi sambil menarik tangan anaknya.

*****DK*****

Hyukjae’s Home

Seoul

“Eomma, ayolah sebenarnya apa yang eomma bicarakan dengan gadis itu? Sejak tadi eomma diam saja” rengek Hyukjae pada eommanya yang tengah menonton drama kesukaan wanita itu.

“Aigoo, Hyukjae~ya, umur mu sudah 26 tahun, dan kau masih merengek seperti itu?” ibunya menatap anak lelaki satu-satunya itu sambil memicingkan mata, sebal dengan prilaku kekanakan putranya.

“Makanya, eomma beritahu aku, jebal” Hyukjae makin merengek bahkan dia menunjukkan aegyonya, membuatnya terlihat seperti anak TK yang minta di belikan permen oleh ibunya.

“Aish, baiklah-baiklah, eomma berkata padanya bahwa eomma ingin melamarnya, memagnya kenapa? Bukankan dia tipe idamanmu?”

“Mwo? Aigoo eomma mengatakan hal seperti itu padanya, eomma waras tidak?”

“Yak! Apa kau pikir eomma sakit hah?” namun Hyukjae hanya terkekeh melihat reaksi eommanya, eommanya ini memang ajaib.

To Be Continued

FF sekuel baruuuuu, ah seneng deh part 1nya keluar. . . . cast cewenya itu temen aku, mcmc baik banget gila gue ngegambarin dia di sini, aigoo. . . FF’y makin aneh? Oh jelas, jika itu tulisan aku, hasihnya pasti ga jelas seperti ini. Kkk

Babay

Ttd

Sparkyu Forefer

Sampingan

{Short FF} Evil Kyu #S3 (Happy Birtday)

 

Author: SangYoon/Dhaekyu

Title: EvilKyu #S3 (Happy Birtday)

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: short ff

Rating: pg 15?

 

*****DK*****

 

Super Junior’s Hotel

Taiwan

 

“Kyu~ya bisakah kau berhenti meperlihatkan tatapan setanmu itu, kau terlihat sangat menyeramkan” Sang leader berkata takut ke arah magnaenya, dia tau apa yang sedang di fikirkan magnaenya ini, kemudian menepuk pelan bahu magnaenya ini, memberi dukungan, namun tidak di gubris olehnya, pria itu malah menatap handphone yang digenggamnya tajam, membuat semua yang berada didekat pria itu menyingkir, takut terkena lemparan hp yang digenggam itu kapan saja.

Kyuhyun terus menatap handphonnya, menunggu benda itu berkedip, dirinya sangat kesal karena gadis itu bahkan tidak menghubnginya sama sekali selama seminggu ini, bahkan kakaknya (Choi Siwon) pun tidak tahu menahu apa yang sedang di lakukan gadis itu, membuatnya sangat khawatir, tidak masalah jika gadis itu melupakan hari ulang tahunnya, tapi setidaknya gadisnya memberitahukan bagaimana kabarnya, agar dia tahu bahwa gadis itu baik-baik saja.

“kyu~ya, kau tenang saja, adikku pasti akan menghubungimu, aku sudah bertanya pada appa, dia sedang di Texas mengurusi anak perusahaan appa yang baru, karena terlalu semangat dia sampai lupa membawa hpnya, jadi lebih baik kau tidur, nanti siang kita harus bersiap untuk show kita lagi” mendengar penjelasan lembut dari Choi Siwon, pria itu mendesah lega, senang bahwa gadisnya baik-baik saja, dia tersenyum pada hyugnya, kemudia menunduk sopan padanya dan langsung menuju kamar hotelnya, dia sangat lelah, lelah dengan segala beban fikirannya.

*****DK*****

 

 

At Sang Yoon’s Apartement

New York

 

“Yoboseo” terdengar sahutan serak seorang gadis dari telfon, menandakan bahwa gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya.

“Yak! Gadis bodoh, 5 kali ku telfon ternyata kau sedang tidur, sekarang kau ada dimana?” gadis yang menelfon itu berkata tidak sabar, dirinya sangat kesal dengan kelakuan gadis yang sedang dia telfon itu.

“Aigoo, eonni~ya, aku sangat mengantuk, kau tau di Amerika sekarang pukul berapa? Ini tengah malam eonni, aku baru tidur setengah jam yang lalu, bisakah kau menggangguku besok pagi saja?” tanpa membuka matanya gadis itu menjawab pertanyaan eonninya dengan malas, dia sangat heran dengan kelakuan eonninya yang suka sekali mengganggu waktu tidurnya, gadis itu mengumpat pelan dalam hati, kesal dengan sifat temannya itu.

“Mwo? Di Amerika kau bilang? Astaga Sang Yoon~a, kau bahkan belum ke Taiwan?, kau ingat tidak sekarang tanggal berapa?” gadis yang di panggil eonni olehnya itu mendengus kesal.

“Tidak perlu berterik seperti itu, aku belum tuli. Jangan bercanda eonni, tentu saja aku tau sekarang tanggal berapa, 3 Februari bukan? Memangnya kenapa dengan. . . Aaaaa” gadis itu berteriak keras menyadari kebodohannya, matanya yang semula terpejam kini membuka lebar, dirasakannya kepalanya berdenyut akibat bagun dengan tiba-tiba.

“Sudah sadar? Astaga, apa saja sih yang kau lakukan disana? Hingga melupakan ulang tahun kekasihmu sendiri?” Gadis yang menelfon itu bertanya dengan nada heran, dirinya tidak bisa menemukan alasan kenapa gadis ini sampai lupa pada hal yang harusnya menurut gadis ini adalah hal yang paling penting.

“Aish, nan baboya, aku benar-benar lupa eonni, seminggu ini appa mengharuskanku mengawasi anak perusahaan appa yang baru di Texas, aku bahkan meninggalkan handphoneku, aku baru pulang ke apartemenku setengah jam yang lalu, dan aku tidak sempat membuka handphoneku, terlalu lelah, aku langsung tertidur sampai kau membangunkanku” terdengar nada sedih dan penuh penyesalan dari gadis itu, bisa-bisanya dia melupakan hal sepenting itu, pasti kekasihnya tidak akan memaafkannya, pikirnya.

“Aigoo, berhenti bersikap melankolis seprti itu, lebih baik sekarang kau segera ke Taiwan, appamu punya helikopter pribadi kan? Cepat kau temui kekasih manjamu itu, kau tau semenjak dua hari yang lalu kekasih iblismu itu membuat kotak masukku penuh, hanya menanyakan tentangmu”

“Ne eonni, gomawo” setelah mengucapka terima kasih gadis itu langsung menghubungi sekretarisnya, menyuruh sekertarisnya menyiapkan helikopter secepat mungkin, bahkan gadis itu tidak sempat mengemas baju, dia hanya membawa dompet beserta handphonya saja.

******DK*******

Super Junior’s hotel

Taiwan

 

Akhirnya aku sampai di Taiwan pukul 2 pagi, Siwon oppa langsung menjemputku di bandara dan mengantarkanku ke kamar pria itu, nafasku langsung terasa lega sekali setelah melihatnya, seolah aku baru saja sembuh dari flu, aku menatap wajahnya lekat, pria ini tertidur, tidurnya terlihat tidak nyaman, aku duduk di tepi ranjang itu, megusap-usap wajahnya pelan, berusaha membuatnya nyaman dalam tidurnya, nafas pria itu makin lama terdengar makin teratur, membuat gadis itu tersenyum senang karena sentuhannya dapat membuat lelaki ini nyaman, dirinya bahkan lupa dengan kantuknya, sibuk mengagumi ketampanan kekasihnya ini, sesekali di kecupnya dahi lelakinya, membuatnya tersenyum senang bahwa lelaki ini lelakinya, miliknya.

*****DK*****

Kyuhyun POV

 

Aku bermimpi gadis itu mengusap wajahku lembut, bahkan sesekali mencium keningku, membuatku tersenyum dalam tidurku.

Aku menggeliat pelan, ini masih gelap, aku mengerjapkan mataku, ketika menangkap sebuah siluet gadis yang sangat ku rindukan, walau gelap tapi aku yakin bahwa gadis itu adalah dia, gadisku. Menyadari aku sudah terjaga dari tidurku, dia langsung tersenyum ramah, aku masih dapat melihat senyum manisnya walau samar, senyum yang membuatku lupa bernafas.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida, saranghaneun Cho Kyuhyun, saengil chuka hamnida” dia bernyanyi dengan lembut.

“Oppa, mianhae aku baru mengucapkannya sekarang, aku benar-benar. . .” sebelum kalimatnya selesai, aku sudah menariknya, membuatnya jatuh menindihku.

“Yak! oppa” teriaknya tertahan, kaget dengan perbuatanku, dia berusaha bagun tapi aku memeluknya erat, tidak ingin dia jauh dariku lagi.

“Biarkan seperti ini, nan jeongmal bogoshipo” lirihku. Dia menatapku dalam, kemudian tersenyum lembut, dan menjatuhkan kepalanya di dadaku, bersandar nyaman di sana, aku dapat mendengar detak jantungnya yang berdetak sangat cepat, seirama dengan nada jantungku. Setelah beberapa menit dalam posisi seperti ini, dia mendongak dan menatap wajahku.

“Oppa, mian aku tidak membawa kado untukmu, tapi aku menggantinya dengan ini. . .”

Cup~ dia mencium keningku dalam. . .

“Untuk keningmu yang sangat indah” aku terbelalak mendapati kado penggantinya, tuhan, apa dia berniat membunuhku perlahan-lahan?

Cup~  “Untuk kedua mata ini, mata yang selalu bersinar” belum sempat aku menyela dia sudah melanjutkan aksiya lagi, memberiku kado. . .kkk, kali ini mataku terpejam menikmati kado darinya.

Cup~ “Untuk hidung yang terukir dengan sempurna ini”

Cup~  “Untuk pipi yang sangat menggemaskan ini”,  dia menggigit kecil pipiku, membuatku langsung mengerjap kaget, gadis ini, benar-benar menguji kesabaranku.

Tinggal satu bagian wajahku saja yang belum dikecupnya, ya bibirku, mataku terpejam menunggu hal itu, tapi tidak terjadi apa-apa, dia malah sedang menahan tawanya pelan ketika aku membuka kedua mataku, aku menatapnya tajam, dia langsung mengendalikan ekspresinya dan tersenyum padaku.

“Aish. . . Kau mempermainkanku….. mmmppphhh” belum sempat menyelesaikan protesku, gadis ini sudah membungkam mulutku dengan menempelkan bibirnya, hanya menempel, ini pertama kalinya dia menciumku terlebih dahulu, dan ku rasa dia malu untuk bertindak lebih jauh, baiklah biar aku yang memegang kendali sekarang.

Aku langsung melumat bibirnya lembut, tanganku memeluk pinggangnya erat, sementara tangannya sudah meremas pelan rambutku, dia mendesah pelan, dan membalas perlakuanku, bibir kami saling melumat, lidahku bahkan tengah mengeksplorasi mulutnya, dia pun melakukan hal yang sama, lidah kami saling membelit indah, ciuman kami terlepas sesaat untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan ciuman indah kami kembali, membuat suara indah yang di timbulkan oleh pertemuan bibir kami, rasanya tidak akan bosan berciuman degannya seperti ini.

*****DK*****

Super Junior’s Hotel at Taiwan

 

“Hyukjae~ya, bisakah kau bangunkan Kyuhyun di kamarnya? Ini sudah siang dan dia belum makan pagi” perintah Leeteuk, yang di jawab oleh dengusan malas oleh Hyukjae, dirinya kesal, mengapa harus dia yang di suruh membangunkan magnae iblisnya itu, karena membangunkan iblis itu merupakan petaka, kau harus siap di perlakukan kasar olehnya, dan demi tuhan membangunkan iblis ini benar-benar pekerjaan yang sulit.

“Hyung, kau lihat Siwon hyung tidak?” si imut Ryeowook bertanya bingung sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

“Siwon? Mungkin dia sedang kencan dengan kuda betina?” canda Teuki, si Imut Ryeowook tampak berfikir kemudian dia tersenyum.

“Kau benar hyung” Ryeowook kemudian berlari-lari kecil menyapa para staf yang memang tengah berkumpul di restoran.

“Hyukjae~ya, bangunkan adikmu, kasihan dia” bujuk Leeteuk seraya menatap lembut dongsaengnya yang tengah mendecak kesal, namun Hyukjae tetap menuruti perintah hyungnya.

*****DK*****

Hyukjae POV

 

Aish, bagaimana caranya membangunkan iblis itu, apa aku dobrak saja pintunya?, ah sepertinya itu ide yang bagus, jika aku hanya mengetuk-ngetuk pintunya mana mungkin iblis itu bangun.

Aku memegang gagang pintunya, mencoba membukanya secara baik terlebih dahulu.

“Eh, tidak di kunci?” gumamku kaget, apa pria didalam ini begitu lelahnya hingga dirinya lupa mengunci pintu. Aku langsung membuang segala pemikiranku, tujuanku dari awal adalah membangunkannya.

“Omo!!!!! Sang Yoon???”

kau tau apa yang membuatku kaget?, aku mendapati pemandangan indah di depan mataku, aku melihat sepasang kekasih sedang tidur pulas, aneh? Bagaimana bisa sepasang kekasih itu membuatku kaget? Karena posisi tidur mereka. . .kkk, sang wanita menumpukan tubuhnya di atas sang pria, sedang tangan mereka menggenggam satu sama lain, dan bibir mereka, ya tuhan, bahkan mereka berciuman ketika tidur? Ah, aku harus mengabadikan momen ini, segera aku mengambil android dari sakuku, memfoto mereka. Sepertinya menarik juga jika aku membagi pemandangan ini ke semua member. . .

*****DK*****

Super Junior’s Restaurant

 

Bwara Mr.Simple Simple Simple

Gee Gee Gee Gee baby baby

Nan jigeum danger

Suara handphone saling bersahutan di meja makan yang di tempati para lelaki tampan, membuat mereka mendecak kesal, bagaimana bisa handphone mereka berbunnyi hampir bersamaan.

“Mwo?” teriak Sungmin setelah membuka handphonenya.

“Aigoo” kini giliran Leeteuk yang menggelengkan kepalanya, namun senyum geli terukir dibibirnya.

“Wah, uri magnae sudah besar” Wooky berseru senang, sementara yang lainnya tersenyum-senyum geli.

“Andwae!!!” Sang Kuda (a.k.a Choi Siwon) yang baru datang langsung berteriak dan memperlihatkan ekspresi sedih yang berlebihan.

“Siwon~ah adikmu romantis sekali” Yesung tersenyum senang menatap Siwon, namun pria yang ditatap itu membuat ekspresi sedih dan tidak rela. Membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.

FIN

 

Gyahaha aku kembali lagi membawakan ff yang tidak jelas seperti biasanya, ah tidak henti2nya juga aku mengucapkan terima kasih kepada reader yang telah dengan senang hati merelakan waktunya untuk membaca shortff yang beje bgt ini…

Wajib komen? Ga ko, aku tidak mengharuskan kalian komen ff beje aku ini, serius deh, kalian mau baca aja aku seneng banget…

Curhat.com. . . aku baru menyadari ternyata aku tidak punya bakat nulis SAMA SEKALI, hiks, kenyataan yang menyedihkan. . . Jadi aku minta maaf yang sebesar-besarnya kalau ff aku ini membuat kalian kecewa *nangis d’pojokan bareng Kyu.

Segitu aja deh. . . . babay. . . .

Ttd

Sparkyu forever 

 


{Short FF}EVILKYU S2

{Short FF} EVILKYU S2

***

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: one shot

Rating: pg 15++

ps: ini ff lanjutan short ff yang kemarin, maaf ya kalo masig banyak typo… author mengucapkan SELAMAT MEMBACA

“Sang Yoon~a berhenti merusak kasurku, aish itu baru saja ku bereskan” protes Hye Joon saat aku melemparkan tubuhku ke atas rangjangnya, aku benar-benar lelah, bayangkan saja aku harus menyelesaikan pekerjaanku sampai pukul 3 pagi di kantor, ini gara-gara setan sial itu yang mengacaukan meeting pentingku, aku bahkan tidak sempat pulang ke rumah, jadi deh aku mampir ke apartemen temanku yang memang dekat dengan kantorku, aku heran dengan temanku yang satu ini, pukul 4 pagi tapi apartemennya sudah sangat rapih, dia ini eonniku yang paling baik, dia selalu dapat membuatku nyaman.

“Eonni, biarkan aku tidur, aku sangat ngantuk, gara-gara Cho Kyuhyun, aku harus lembur” sungutku sambil menenggelamkan kepalaku di bantal.

“Apa lagi yang di lakukan pacarmu itu hmm?” tanya sambil menyelimutiku, benarkan dia itu eonniku yang paling baik.

“Dia membuatku membatalkan meeting penting, aku harus mengganti meetingnya kemarin siang dan baru selesai tadi malam, malamnya aku harus mengerjakan proyek itu sampai pagi, benar-benar membuat kepalaku sakit” jawabku serak.

“Ingin ku bangunkan jam berapa?” tanya Hye Joon lembut, membuat gadis yang sedang menelungkupkan kepalanya tersenyum.

“Jam 7 saja, gomawo eonni”

“Baiklah” suranya terdengar samar karena Hye Joon sudah meninggalkan kamar.

***

“Eonni, kau berangkat ke butikmu kapan?” tanyaku pada gadis yang sedang merangkai bunga sambil bersenandung kecil.

“Jam 9” jawabnya santai tanpa mengalihkan fokusnya dari bunga-bunga itu.

“Eonni, apa tidak ada makanan? Aku lapar” rengekku manja, yang hanya di balas senyuman oleh gadis itu.

“Yak! Eonni aku sedang bertanya padamu, kau malah mengabaikanku, kelihatannya kau behagia sekali”

“Ada roti di meja, kau itu seperti tidak sering kemari saja” jawabnya yang masih asyik dengan rangkaian bunganya.

“Hanya memastikan”

“Sang Yoon~a, apakah yang Kyuhyun lakukan itu ada kaitannya dengan bercak-bercak merah di lehermu, hingga kau membatalkan meeting mu itu?” kali ini dia mengalihkan fokusnya dan menatap Sang Yoon geli.

“Yak! appo” ringis Hye Joon setelah mendapat lempaan sendal rumah yang di gunakan Sang Yoon.

“Tutup mulutmu eonni” tukas sinis Sang Yoon, namun mukanya sudah memerah membuat Hye Joon geli.

“Tak ku sangka Kyuhyun oppa bisa membuat tanda begitu, ku pikir awalnya itu hanya sengatan serangga tapi aku berfikir lagi, masa bercak-bercak itu hampir memenuhi lehermu” jelas Hye Joon dengan wajah polos sok berfikirnya.

“Kau berlebihan eonni” sungut Sang Yoon, Hye Joon yang puas menggoda temannya ini tertawa keras.

“Apa aku tanya saja pada Nayna, mungkin dia tau apa yang menyebabkan lehermu di tumbuhi bercak-bercak merah itu” ucap Hye Joon sepolos mungkin sambil menatap Sang Yoon dengan tatapan innocenenya.

“Ku bunuh kau, kalau sampai adik setan itu tau” mengabaikan ancamanku, gadis itu malah tersenyum manis kepadaku, membuatku ingin melemaparinya dengan kulkas?. Cho Kyuhyun lihat saja aku akan membalaskan dendamku.

***

“Yak! Kenapa kau ada di kantorku?” kaget Sang Yoon, terlihat seorang laki-laki nampak duduk santai dengan kepalanya disandaran sofa yang tersedia di ruangan itu, jelas sekali bahwa lelaki tersebut sangat nyaman diposisinya.

“Kenapa dari kemarin handphone mu tidak aktif?” Lelaki tersebut bertanya dengan nada pelan namun tersirat kemarahan didalamnya, sedang sang wanita hanya mendengus kesal.

“Kau fikir karena siapa aku mematikan telfonku hah? Jangankan untuk menelfon makan pun aku tidak sempat, siapa yang dengan seenaknya mengacaukan meetingku kemarin, aku harus lembur sampai pagi untuk membereskannya, kau tau!” gadis tersebut berteriak kesal pada laki-laki yang duduk di depannya, membuat lelaki tersebut membuka matanya yang tadinya terpejam, gadis yang sedang berdiri dihadapannya tertegun melihat kedua mata lelaki di depannya, tatapannya sayu, terdapat kantung mata yang menghitam di bawah mata indah itu, gadis itu luluh, dirinya tidak tega melihat lelakinya, ya lelaki itu adalah kekasihnya terlihat begitu menyedihkan, gadis itu kemudian menyentuhkan telapak tangannya di dahi kekasihnya, memastikan apakah kekasihnya baik-baik saja, dan terdengar helaan lega dari gadis itu, kekasihnya tidak demam hanya kelelahan saja.

“Mianhae” ucap lemah lelaki itu, gadis di depannya hanya tersenyum kepadanya, gadis itu kemudian bejalan menuju meja kerjanya, dan mengambil sesuatu dari bawah meja itu, yang ternyata adalah sebuah selimut dan bantal, di bawanya barang itu dan di berikan kepada lelakinya.

“Tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu” ucap gadis itu lembut, namun pria itu tidak mengindahkan ucapan gadisnya.

“Aku membutuhkanmu” dua kata itu yang keluar dari mulut lelakinya, membuatnya mendengus, dan meraih telfon kantornya.

“Jira~ssi, apa ada meeting penting hari ini?” tanya gadis itu, yang dihubunginya adalah sekertarisnya.

“ah bailkah, nanti sore semuanya akan aku selesaikan, gomawo” ucap gadis itu menyudahi pembicaraannya.

Sang Yoon mendekati kekasihnya, menjatukan dirinya di samping kekasihnya, kemudian menatap kekasihnya dan mengulurkan tangannya menyentuh kantung mata itu, pria itu tersenyum senang dengan kemenangannya menguasai gadisnya, tidak rugi dia begadang sampai pagi untuk menyelesaikan gamenya, pikir lelaki itu, kalau sampai kekasihnya tau yang dia perbuat hanya untuk menyelesaikan gamenya, kekasihnya itu pasti akan mengomelinya lalu akan mengabaikannya.

“Tidurlah” ucap pelan gadis itu sambil mengusap wajah pria itu, kemdian berdiri memberikan ruang untuk pria itu tiduran, setelah pria itu sudah berbaring di sofa, dia bersyukur karena sofanya cukup panjang untuk menampung tubuh kekasihnya yang tinggi. Dia hendak mengambil selimut yang dia letakkan dimeja, namun sebuah tangan tengah menghetikannya dan menariknya ke dalam pelukannya.

“Yak! Kyuhyun~a apa yang lakukan” tanya kesal Sang Yoon, melihat kekasihnya saja jantungnya sudah berdebar cepat, sepertinya kekasihnya menginginkan dirinya cepat mati dengan memeluknya seperti ini.

“Biarkan seperti ini, kumohon” pinta kekasihnya dengan suara serak yang membuat Sang Yoon tidak bisa menolak, masih dalam posisi itu Sang Yoon membuaka kedua sepatunya menggunakan kakinya sendiri, kemudian menaikkan kakinya ke kursi, dia harus merapatkan tubuhnya ke pria itu karena kursi mereka tidak cukup lebar, itu sukses membuat kedua jantungnya bekerja ekstra keras.

Pria itu memeluk gadisnya erat melingkarkan kakinya kekaki gadisnya, pria itu tersenyum senang karena tubuh gadisnya terasa sangat pas dalam pelukannya, bahwa dengan seperti ini mereka tau jika mereka berada di tempat yang benar, tempat yang semestinya. Kenyamanan yang dirasakan pria itu membuatnya tertidur pulas.

***

“Yooni~a” ucap pria itu refleks, karena gadis yang tadinya dia peluk sudah tidak ada dalam dekapannya.

“Kau lapar? Aku sudah membelikanmu sup ayam dan kimchi, kau makanlah, aku selesaikan menganalisa data ini sebentar” ucap sang kekasih dari meja kerjanya tanpa mengalihkan fokusnya dari kertas yang sedang di bacanya, membuat pria itu mendengus kesal namun masih menuruti ucapan gadis itu, pria itu memakan bekalnya dengan tenang, setelah seleasi pria itu merebahkan kembali kepalanya di sandaran sofa.

“Apa masih lama?” tanya Kyuhyun pada kekasihnya.

“nah, sudah selesai” gadis tersebut menaruh kertas itu di atas mejanya, melepaskan kaca matanya, dan menghampiri kekasihnya, Sang Yoon duduk di samping kekasihnya, mengamati wajah tampan kekasihnya, dirinya bangga bahwa lelaki tampan ini adalah kekasihnya, miliknya.

“Aku merindukanmu” ucap gadis itu sambil menatap wajah kekasihnya. Kyuhyun langsung menarik kekasihnya kedalam dekapannya, membaringkan dirinya seperti ketika dia ingin tidur tadi, gadis nya di pelukannya, dia senang mengetahui bahwa gadis di pelukan ini hanya miliknya, menenggelamkan wajahnya dirambut gadis itu, menghirup aroma gadisnya.

Sang Yoon membiarkan kelakuan kekasihnya, karena dirinya pun sangat merindukan pelukan kekasihnya, wajahnya tepat di lekukan leher kekasihnya, membuatnya memiliki ide cemerlang, dia medorong tangannya untuk mengusap lehar kekasihnya pelan, membuat kekasihnya menggangkan lehernya, Sang Yoon merangkak naik keatas tubuh kekasihnya, mendekatkan wajahnya di leher pria itu, udara terasa panas membuat nafas mereka memburu, Sang Yoon menempelkan bibirnya di heler pria itu, menciumnya, awalnya lembut namun seiring nafas mereka yang memburu ciuman Sang Yoon berubah menjadi kasar, sesekali dia menggigit leher Kyuhyun, membuat pria itu mendesah, Sang Yoon terus mengeksplorasi lehar kekasihnya, tubuh Kyuhyun sudah menegang menahan gairah yang ditimbulkan kekasihnya, sedang tangan Kyuhyun tidak bisa diam dan sudah berada di balik kemeja yang gadisnya kenakan, menyentuh punggung gadisnya, ketika dirasanya ciuman Sang Yoon berhenti dari lehernya, pria itu melepaskan sebelah tangannya dari balik kemeja kekasihnya untuk mendongakkan wajah kekasihnya, dia memundurkan badannya sedikit untuk dapat menjangkau bibir kekasihnya.

Bibir mereka akhirnya bertemu, Kyuhyun langsung melumat pelan bibir gadisnya yang terasa manis, membuatnya meperdalam ciumannya dia menggigit kecil bibir gadisnya, membuat Sang Yoon mendesah dam membuka mulutnya, Kyuhyun langsung memasukan lidahnya, mengeksplorasi semua yang ada di dalam mulut gadisnya, saling membelitkan lidah mereka, tangan Sang Yoon menjambak rambut Kyuhyun menahan sensasi yang Kyuhyun lakukan.

Bwara Mr.Simple Simple keuttaeneun keuttaneun keuttaneun ro meotjeo

Lagu Mr.Simple mengalun membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka, Sang Yoon langsung berdiri, dia bersyukur karena telfon itu, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.

“Ada apa Hyung?” terdengar nada kesal dari ucapan kekasihnya, kekasihnya hanya mendengus mendengarkan ucapan hyungnya di telfon.

“Aish, baiklah aku akan segera kesana, iya, kau itu lippiteuki yang menyebalkan” umaptnya sebelum mematikan telfonnya. Kemudian dia merapihkan bajunya, kemeja yang dia kenakan kancingnya sudah terlepas sebagian, membuatnya heran ternyata kekasihnya mampu melakukan hal seperti ini juga.

“Aku harus pulang, kita lanjutkan nanti” ucap Kyuhyun sambil mengerlingkan matanya pada gadisnya, gadisnya hanya mendengus dan mengabaikannya, kembali ke meja kerjanya dan memakai kaca matanya untuk merapihkan kertas-kertas dokumennya.

***

Kyuhyun keluar dari dari ruangan kekasihnya, dia berjalan dengan santainya di koridor, dan dia melihat para wanita yang bekerja di kantor ini, berbisik-bisik sambil menunjuk-nunjuknya, aish mereka mungkin hanya sparkyu yang tergila-gila padaku, pikir bangga Kyuhyun. Namun dia mulai heran dengan sikap para pria yang berpapasan dengannya pun aneh, ada yang menepuk bahunya pelan dan ada pula yang tersenyum jahil padanya, aish mereka juga mungkin fans ku? Kyuhyun mengabaikan mereka dan berlari menuju mobilnya, dia langsung menjalankan mobilnya menuju gedung SM untuk melanjutkan latihan.

“Sukses Kyuhyun~ssi” kali ini satpam kantor SM yang bertanya padaku dengan seringal jahilnya, aneh, semua orang berkelakuan aneh, apa popularitasku menanjak tajam sampai seorang satpam pun tersenyum dan akrab padaku. Aku hanya tersenyum untuk membalas perkataannya, kemudian aku berlari menuju ruang latihan Super Junior.

“Anyeong, aku pulang” aku berteriak senang menyapa semua hyungku yang sudah berkumpul.

“Yak! Kyuhyun~a kau membuat ka…” ucapan Leeteuk hyung terhenti ketika melihatku melepas topi ku dan merenggangkan badanku, semua hyungku membelalak menatapku.

“Wow” seru Eunhyuk hyung padaku, memandangku takjub.

“Aish! Semua orang kenapasih melihatku begitu, bahkan satpanpun menyeringai jahil padaku” ucapku kesal.

“Apa kau baru dari kantornya Yooniku?” tanya ngeri Siwon hyung, aku memandangnya heran.

“Tentu saja, memangnya kau fikir aku bersama siapa?” mendengar jawabanku Siwon hyung sudah berkaca-kaca.

“Aigoo adikku tidak polos lagi, Kyuhyun~a semuanya gara-gara kau” hardik Siwon hyung padaku, aku hanya menatapnya bingung, sedang hyungku yang lain hanya terkekeh melhat kami.

“Kyuhyun~a sebaiknya kau bercermin” kali ini Leeteuk hyung berseru padaku, bercermin? Eh ketika aku melihat cermin aku langsung membelalak lebar melihat pantulanku, mukaku langsung memerah, refleks aku langsung menaikkan kerah bajuku, aigoo, leherku di penuhi bercak-bercak merah, yang aku yakin itu perbuatan gadisku.

Aku langsung mengambil handphoneku dan menghubungi gadisku

“Puas kau mempermalukanku, aish pantas saja semua orang memandangku jahil” sementara itu gadis di telfon itu hanya terkekeh saja.

“Salah sendiri kau mempermaikanku” gadis itu menjawab sebelum mematikan telfonnya.

“Yak! Choi Sang Yoon, aish. . . kau membuatku gila” kyuhyun mengerang dan menjatuhkan dirinya di lantai dengan muka merah. Sedang semua hyungnya memandangnya takjub.

“Sang Yoon hebat” kali ini Eunhuk dan Donghae yang berbica, membuat semua member tertawa.

FIN

 

Wahahaha aku datang lagi dengan ff eror yang ku buat, tadinya aku mau buat NC, tapi eonniku (Hye Joon) melarangku, padahal aku sedang terpesona dengan keseksian Donghae. Jangan pada mual ya baca tulisan aku…

Reader: telat, aku udah muntah2 dari tadi (sambil natap mata author tajam).

Author: mian (sambil bungkuk2).

Hye Joon: Ya! Kali ini karena apa kamu buat ff kaya gini?

Sang Yoon: karena Try Out eon, sumpah deh tdi matematika susah bener, tu yg nyiptain rumus2 kurang kerjaan banget deh… bikin kepala sakit dan alhasil, isi kepala aku malah gini (baca: yadong)

Hye Joon: udah km tes aja yg bnyk, biar bikin ff kya gini jg banyak *plakkk

Sang Yoon: dan aku cepet gila….

Ahhhh udah deh, sekian saja… babayyyyyy…

Ttd istri Kyuhyun yg sah dan slingkuhan Donghae oppa *plakkk

{Short FF} EvilKyu….

{Short FF} EvilKyu….

***

Author : Dhaekyu

Cast : Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Lenght : Mini FF

Rating : PG 15++

***

P.s: Aku baru nulisssss lagi, ini akibat dari UAS yang menguras fikiran,

Imul : bohong banget, emang kamu belajar?,

Q: Ya ga juga sih… wakaka, *langsung d’timpuk pake hp ma Imul.

Sumpah ini FF terHOT yang pernah aku ketik…. Jadi pingin nulis nc? Maklumin aja reader sekarang fikiranku benar-benar sedang melenceng dari jalan yang benar, salahin Kyuhyun, mengapa dia begitu tampan?. Di tunggu kritik dan sarannya, author BeJe undur diri… Selamat membaca.

“Hentikan Cho Kyuhyun babo!” ucapku histeris ketika kekasihku ini malah menarikku kedalam dekapannya, tidak menghiraukan ucapanku, memelukku dari belakang, lengannya melingkar diperutku dengan erat, bukannya aku tidak suka, aku malah sangat menyukainya, sangat menyukai tiap sentuhannya, tapi saat ini aku harus membaca dokumen-dokumen di tanganku ini, karena satu jam lagi aku harus meeting penting. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi memahami ini jika dia menyentuhku.

“K. . .Kyu. . .” ucapku terbata, akau merinding merasakan tangannya mengelus perutku, kemudian berpindah ke pinggangku, aku yakin kemejaku menjadi sedikit kusut karena kelakuannya, tangannya bergerak naik dengan lembut hingga berhenti di pangkal leherku.

“Jangan disitu” pintaku memelas padanya, karena dia tau bahwa aku sangat sensitiv di bagian leherku, tapi lagi-lagi dia tidak menghiraukan ucapanku, tangannya sudah meraba leherku, menggodaku, membuatku menggelinjang karena sentuhannya, dia, pria ini, hanya dengan sentuhan tangannya saja dapat berpotensi besar membuatku mati muda.

“Kyu, ku mohon hentikan, aku ada meeting penting setelah ini, dan kau lupa kalau ini di kantorku” sial suaraku sudah terdengar aneh.

“Apa peduliku? Salahmu sendiri mengabaikanku, padahal aku sampai melarikan diri dari Teuki hyung demi menemuimu, jadi terima akibatnya” ucapnya menggoda di telingaku, nafas hangatnya menggelitikku, sekuat tenaga aku mempertahankan akal sehatku yang terasa sulit sekali, sampai tanpa sadar aku meremas dokumen yang harusnya aku pelajari, membuatnya kusut, untungnya dokumen ini sudah sedikit aku pelajari semalam, pertahananku runtuh, aku kehilangan akal sehatku saat bibirnya menggantikan tangannya menjelajah leherku, mengecupnya lembut, sesekali menjilatnya dengan menggoda, membuatku menelan ludah dengan berat, dan dia terkekeh pelan menikmati reaksiku akan sentuhannya, sial, pria ini benar-benar dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan ku, membuatku berada dibawah kuasanya, sesekali digigitnya leherku dengan gemas, membuatku mengeluarkan suara menjijikan yang sudah mati-matian aku tahan, yang jelas saja membuatnya tertawa, brengsek.

Tangannya menyentuh dahuku seiring ciumannya yang sekarang malah menggoda telingaku, membuatku tertawa karena geli, aku benar-benar lupa apa yang harus aku lakukan sekarang, yang aku tau bahwa aku harus segera membalas perlakuannya mengikuti instingku, mengubah posisi dudukku menghadapnya, menatapnya lembut, aku suka sekali tatapan teduhnya, memperlihatkan bahwa dia menginginkanku, dia mulai mendekatkan wajahnya, memiringkan kepalanya, menyatukan bibir kami, ciuman ini sangat lembut membuatku tenggelam, memabukkan, dia mengulum bibir atas dan bawahku bergantian, membuatku mendesah, tanpa membuang kesempatan dia menyusupkan  lidahnya, membelit lidahku, lidah kami saling menyapa, sampai akhirnya dia melepaskan bibirku, mengingat kami yang kehabisan nafas, memberi waktu untuk bernafas, dia tersenyum tulus padaku.

“Sudah!” aish menjijikan, suaraku terdengar seperti menantangnya dengan nada menggoda. Aku langsung menutup mulutku, dan mentatapnya tajam, tapi pria itu memberiku smirknya, ini pertanda tidak baik, dia melepakan tanganku yang membekap mulutku, mengunci bibiku dengan bibirnya, kali ini ciumannya terasa berbeda, terasa menuntut, dan sedikit kasar, sesekali dia menggigit bibirku membuat tanganku yang berada di rambutnya menjambaknya keras, sedangkan tangannya turun ke perutku mencari ujung kemejaku dan menelusupkan tangannya di bawah kemejaku mengusap lebut punggungku hingga ke perut, membuatku menggelinjang menerima perlakuannya, sedangkan sebelah tangannya menahan kepalaku agar tidak melepaskan ciumannya, nafas kami memburu seiring ciuman panasnya.

Tok tok tok

“Sang Yoon~ssi rapatnya akan di mulai 5 menit lagi” suara sekertarisku membuat kegiatan kami terhenti, jika sedang bersamanya waktu tersasa sangat cepat, dia meneluarkan tangannya yang sedang mengelus perutku di balik kemejaku dam memelukku erat.

“Yak! Kyuhyun~a aku harus segera bersiap-siap untuk meeting, lepaskan tanganmu!” tak mendengarkan ucapanku dia malah memelukku lebih erat, karena gemas dengan kelakuan kekanakannya kucubit keras tangannya, membuat dia meringis kesakitan namun tetap memelukku.

“Lepaskan aku CHO KYUHYUN BODOH!” aku menggeram saking kesalnya, dan pria sialan itu malah tertawa renyah sambil melepaskan pelukannya.

Aku langsung bergegas menuju cermin untuk merapihkan penambilanku.

“Aish, sial, kau benar-benar brengsek Cho Kyuhyun” aku mendecak hebat melihat pantulanku dicermin, penampilanku sangat tidak pantas, dengan baju kusut, tatanan rambut yang berantakan, dan leherku oh, GOD setan itu benar-benar membuatku kesal, bagaimana bisa aku meeting dengan bercak-bercak merah yang memenuhi leherku, seolah belum cukup kacau, aku baru sadar kalau bibirku sedikit bengkak. Aku menatapnya tajam meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya, namun dia hanya menatapku dengan wajah polos tanpa dosanya, membuatku benar-benar ingin menendangnya.

“Jira~ssi” aku menelfon sekertarisku.

“Ne, waeyo nona?”

“Bisakah kau batalkan rapatnya, sepertinya aku sedang kurang enak badan”

“Oh, ne nona, kalau begitu nona istirahat saja” jawabnya khawatir, untung saja aku memang memberitahunya bahwa perutku sedikit bermasalah padanya tadi pagi, jadi dia mungkin berfikir bahwa sakit perutku kambuh lagi.

“Gomawo Jira~ssi” ucapku tulus padanya.

“Chonmaneyo”

Setelah menutup telfon, Kyuhyun ternyata sudah ada di belakanku dan menarikku kedalam pelukannya, aku hanya diam saja.

“Sudah ku bilang kan, jangan mengabaikan Cho Kyuhyun, sekarang kau terima sendiri akibatnya, gendae, Sang Yoon~a kau makin mahir melakukannya” bisiknya ditelingaku, membuat wajahku langsung merah padam, aku melepaskan pelukannya dan mecoba untuk memukul kepalanya yang yadong itu, berusaha menyadarkannya, namun tanganku ditahannya, sedetik kemudian bibirnya sudah mendarat di bibirku.

“Yak! Aish, hentikan!” namun dia hanya terkekeh dan makin memperdalam ciumannya.

FIN

{YoonHyeNay Story} : Another Story end?

{YoonHyeNay Story} : Another Story  End?

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

 

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

Prak

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja, ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

***

Seorang gadis nampak belari sambil menahan isak tangis yang sudah ditahannya sedari tadi, wajahnya terlihat memerah, dua orang laki-laki terlihat mengejar  gadis itu, terlihat jelas kehawatiran dari raut wajah mereka, bagaimana tidak? Gadis yang sangat mereka sayangi, yang sudah mereka anggap seperti adik sendiri sekarang harus mengalami hal seperti ini.

“Sang Yoon~a !!!” teriak ke dua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Ryeowook dan Sungmin, namun seolah tidak mendengar ucapan tersebut gadis tersebut tetap berlari.

“Yak! Sang Yoon~a, berhenti berlari” Sungmin dan Ryeowook terus saja berlari mengejar Sang Yoon sambil terus berteriak memanggilnya, berharap gadis itu akan mendengar dan membuatnya berhenti.

Siwon yang tengah berjalan menuju dorm lantai 12, tiba-tiba berhenti ketika mendengar teriakan ke dua dongsaengnya memanggil-manggil nama orang yang amat di sayanginya, dari kejauhan dia melihat  seorang gadis yang sedang berlari ke arahnya, seketika itu juga amarah mengusainya, ketika Siwon melihat  bahwa pundak gadis itu bergetar, dan pandangan gadis itu pun tidak fokus, benar-benar memperlihatkan bahwa gadis itu sedang kacau bahkan menangis, astaga baru kali ini dia melihat Sang Yoon tidak dapat menguasai emosinya dengan baik, bahkan dia tidak menyadari keberadaan Siwon yang berdiri di hadapannya, dengan sigap Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Sedangkan dua orang yang mengejar adiknya tersebut langsung menghentikan larinya dan bernafas lega, melihat Sang Yoon berada di tangan yang benar.

“Ini oppa, ini oppa, ini oppa” Siwon terus membisiki telinga Sang Yoon sambil mendekapnya lebih dalam mencoba menenangkannya, karena gadis itu terus meronta dalam pelukannya, isak tangis gadis itu makin terdengar, membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah, bukan kesal pada siapa yang telah membuat adiknya menangis, tapi karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang oppa yang baik, dia tau alasan mengapa gadis ini menangis, oh tentu saja siapa yang terlalu berharga untuk di tangisi oleh gadis ini selain Cho Kyuhyun, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihatnya bersedih, perasaan sakit yang selama ini dia pendam dalam hatinya, sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya hal yang paling di hindarinya terjadi juga, dia sangat takut adiknya mengeluarkan air mata, dia benar-benar membenci hal itu, dan sekarang bahkan adiknya menangis di hadapannya.

Isakan yang terdengar sudah mulai berkurang, Sang Yoon sudah mulai berhenti menangis, dia hanya memeluk Siwon, mencoba memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri, mengingat kejadian itu lagi benar-benar membuatnya sesak, di tampar oleh kekasih orang yang di cintainya, dia benar-benar merasa menjadi seorang gadis jahat, bahkan membuatnya jijik terhadap dirinya sendiri, mencoba merebut orang yang di cintainya walau pun pria tersebut sudah memiliki kekasih, dia merasa saperti wanita penggoda yang amat menjijikan, dia sadar cinta yang dia miliki salah, namun cintanya pada laki-laki tersebut sangat besar sampai-sampai membuat akal sehatnya tidak bekerja dengan baik.

“Sekarang lupakan dia, itu yang terbaik Yooni~a” ucap Siwon dengan nada bergetar, dia pun merasakan sakit yang Sang Yoon rasakan, walau pria itu tidak mengetahui kejadian tadi. Alih-alih menjawabnya Sang Yoon malah merapatkan pelukannya pada Siwon.

***

“Aku, tidak bisa membohongi perasaanku, aku menyayangimu sangat menyayangimu, tapi rasa sayang yang ku miliki ini bukan perasaan cinta terhadap seorang gadis, dulu kau bertanya padaku mengapa aku sangat baik padamu, itu karena aku nyaman bersamamu, aku merasa aku sedang bersama noonaku, dan sampai sekarang perasaan itu tidak dapat berubah” ucap Kyuhun sambil memandang gadis yang sedang berdiri di hadapannya, dia mengutuk dirinya sendiri, karena tangis gadis yang dia sayangi makin kencang, dia bingung harus bagaimana, kejam memang mengatakan hal itu, tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dia lelah berbohong pada dirinya sendiri, lelah untuk meyakinkan dirinya bahwa dia mencintai Victoria.

“Kyuhyun~a mengapa kau lakukan ini semua padaku?” isak Victoria sambil memukul-mukul dada Kyuhyun, yang di biarkan saja oleh Kyuhyun, mungkin dengan membiarkannya dapat meredakan amarahnya, pikir kyuhyun.

“Mengertialh Qian, ini yang terbaik untuk kita” ucap Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Victoria yang telah berhenti memukuli dadanya.

“Tapi aku sangat mencintaimu” jawab Victoria sambil mengisak pelan.

“Aku tau, tapi kau akan lebih sakit lagi jika hubungan ini tetap di pertahankan, dan aku tidak mau menjadi pria brengsek yang hanya bisa menyakitimu Qian” terdengar nada sedih dari ucapan Kyuhyun.

“Tidak bisakah kau berusaha mencintaiku?” mohon Victoria pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengernyit heran dengan pertanyaan itu.

“Berusaha? Kau pikir dengan aku membiarkanmu menjadi orang yang ku beri izin mencampuri kehidupanku, atau pacar kata mereka, itu bukan usahaku untuk mencintimu?, astaga Victoria kau benar-benar membuatku terlihat seperti pria brengsek yang hanya mempermainkanmu” geram Kyuhyun, Victoria kaget dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara kasar padanya, apa lagi dengan memanggilnya Victoria, berarti Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya.

“Maaf, aku tidak tau” ucap Victoria dengan nada sedih, yang membuat Kyuhyun meredakan emosinya, dia tidak mungkin membuat Victoria menangis lagi.

“Sudahlah lupakan saja, ayo ku antarkan kau pulang, ini sudah terlalu malam” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Victoria, namun gadis itu tidak beranjak dari tempatnya.

“Kyuhyun~a bisakah kau memelukku?” tanya Victoria ragu-ragu, langkah Kyuhyun terhenti setelah mendengar permintaan yang membuatnya bingung. “untuk yang terakhir kali, please” Kyuhyun heran dengan permintaan Victoria.

“Kau kira kita tidak akan pernah bertemu lagi?, oh ayo lah bahkan kita satu menejment”

“Aku tau, tapi besok tidak akan sama lagi, anggap saja ini pelukan perpisahan kita, aish kau bahkan sama sekali belum pernah memelukku” rengek Victoria sambil menatap sepasang mata milik seorng pria di hadapannya.

“Umurmu lebih tua dariku, tapi kelakuan mu persis seperti anak TK” desis Kyuhyun namun dia meletakkan tangannya melingkari pinggang Victoria, yang membuat gadis itu terkekeh pelan dengan kelakuan lelaki yang baru saja memutuskannya, merasa sakit? Tentu saja, bagaimana tidak, pacarmu sendiri ternyata tidak mencintaimu, walau dia tau itu, tetap saja terasa sakit mendengarnya langsung dari orang yang sangat kau cintai.

“Ah, ternyata pelukanmu tidak seperti yang ku bayangkan” gumam Victoria yang langsung membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap tajam mata gadis yaang berada di hadapannya.

“Maksud mu?” tanya Kyuhyun sedikit tersinggung.

“Pelukanmu tidak sehangat pelukan suamiku” ucap Victoria dengan muka polosnya yang jelas saja membuat sebuah tangan melayang di kepalanya.

“Yak! Appo” protesnya karena mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“Baru beberapa detik yang lalu kita putus kau sudah membicarakan pria lain, bahkan menyebut pelukanku tidak sehangat pelukannya, aku yang sudah lama ber pacaran dengan mu saja baru memelukmu, itu pun setelah hubungan kita berakhir, tapi kau malah sudah sering melakukannya dengan Nikchun, bahkan kau berciuman dengannya” canda Kyuhyun yang membuat Victoria tersenyum kecil.

“Aish, tidak usah mengungkitnya, bukannya kau tidak pernah mempermasahkan hal itu, seperti kau cemburu saja” sinis Victoria.

“Qian, aku bodoh baru menyadarinya ternyata kau tidak seperti noonaku” ucap Kyuhyun serius sambil menatap dalam kedua mata Victoria, yang membuat bulu kuduknya meremang mendapatkan tatapan sseperti itu.

“La….lu?” tanya Victoria gugup.

“Kau tidak seperti noonaku, tapi kau lebih mirip eommaku” ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Victoria sendirian yang berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun.

“Bicara apa kau? Dasar evil!!!” teriak Victoria dengan seluruh tenaganya, aish dasar setan gila. Tapi dia tersenyum, walaupun menyebalkan tapi itu lah Kyuhyun, pria yang sukses membuatnya menjadi gadis egois, oh gadis macam apa yang tidak akan mempertahankan egonya demi tidak kehilangan pria seperti Cho Kyuhyun?.

***

“Kau sudah bangun?” ucap lega Choi Siwon melihat adik perempuannya terlihat baikbaik saja, karena semalaman dia terus menjaga Sang Yoon yang terkena demam, dia benar-benar benci melihat adiknya sangat rapuh, kontras dengan apa yang selama ini adiknya tunjukan padanya, adiknya yang selalu tersenyum menghadapai semua masalah, kini harus terbaring lemah.

“Oppa? Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak bekerja?”

“Bekerja? Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang sementara adikku sedang sakit dirumah?” dengus siwon kasar, bukannya takut Sang Yoon malah menyunggingkan senyum khasnya, dia tau betul watak kakaknya yang satu ini, dan dia sangat senang mendapati kakaknya sangat menyayanginya.

“Aigoo, oppa, aku harus menghubungi Nayna, dia bisa mengamuk padaku” tiba-tiba Sang Yoon berkata sambil menepuk pipinya.

“Yak! Gadis bodoh, aku sangsi bahwa kau adik kandungku” sinis Siwon sambil menepuk kepala adiknya dengan sayang, yang tentu saja lansung membuat Sang Yoon mengerucutkan bibirnya ”aku sudah menghubungi nayna dan dia mengizinkanmu libur tiga hari, lagi pula aku heran padamu, mengapa kau malah menjadi menejer artis?, kau itu calon Presiden Direktur Hyunday Departement store, gajimu bahkan hanya seperempat dari uang yang selalu dikirimkan appa untukmu, belum lagi dariku, apa masih kurang juga?” tanya Siwon heran dengan kelakuan adik tercintanya.

“Oppa, bukan berapa banyak uang yang aku terima, tapi menghargai suatu pekerjaan itulah yang aku cari, bagaimana aku dapat mengurus perusahaan appa yang begitu besar, jika mengurus satu orang saja aku tidak bisa? Aku belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu, aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan yang malah akan membuat jerih payah appa selama ini hancur” Siwon tersenyum mendengar penuturan adiknya, jika masalah mencari sebuah alasan maka adiknya ini lah yang pastinya akan menjadi juara, sepertinya jiwa diplomat ibunya benar-benar menurun pada adiknya itu.

“Kau yakin tidak ada alasan lain?” goda Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, kenapa kau tidak percaya padaku?” tuntut sang adik, sementara sang kakak hanya mengedikkan bahunya.

“Mungkin, kalau aku lihat alasan mu tadi sepertinya terlalu tinggi untuk tipe orang sepertimu”

“Yak! Kau itu oppaku bukan hah, bahkan kau meragukan kemampuan adikmu sendiri?” teriak Sang Yoon kesal mendengar penuturan oppanya.

“Karena aku oppamu, maka aku tahu apa yang ada di kepalamu” Siwon berkata sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, “Sekarang kau istirahat ya, nanti oppa bangunkan jika waktunya makan dan minum obat”

“Oppa umurku sudah 19 tahun, aku bukan anak secil lagi” sela Sang Yoon tidak terima, memang kakaknya pikir dia gadis labil yang akan menyiksa dirinya sendiri hanya karena seorang pria.

“Aku 27 tahun, berarti kau masih gadis kecilku” Senyum Siwon tampak lega melihat adiknya yang sudah mulai membaik, tapi Siwon tidak bodoh karena mata itu masih memperlihatkan kesedihan.

***

“Kyuhyun~a kau kenapa?” tanya Leeteuk yang kesal melihat kelakuan magnaenya, mereka sampai harus mengulang 10 kali, karena gerakan kacau Kyuhyun membuat kacau gerakan member yang lainnya.

“Hyung, sepertinya Kyuhyun sedang tidak enak badan, biarkan dia istirahat” jelas Wooky, sambil menepuk bahu Leeteuk.

“Kyuhyun, lebih baik kau pulang ke dorm saja, kau telihat kacau sekali” sambil menepuk pelan pundak pria yang berada di hadapannya, aneh pikir pria itu, tidak seperti biasanya magnae mereka ini sampai mengacaukan gerakan dance mereka, wajahnya terlihat sedikit pucat, pandangannya tidak fokus, fikirannya entah telah melayang kemana, melihat Kyuhyun yang seperti ini membuat Ryeowook penasaran, hal apa yang bisa membuatnya hingga memperlihatkan ekspresi sesedih ini, bahkan saat nyawanya hampir melayang karena kecelakaan di awal-awal debutnya pun magnaenya ini masih bisa tersenyum ketika para hyungnya datang.

“Mianhae” hanya satu kata yang keluar dari bibirnya, kemudian pria itu langsung meninggalkan ruang latihan.

***

Sang Yoon POV

2 hari yang berhasil aku lalui dengan kerja keras menahan keingingan untuk bertemu dengan pria itu, rasanya sulit sekali, seperti tiba-tiba kebahagianku di renggut dengan paksa, aku bahkan mengacaukan jadwal Nayna, untung dia  tidak langsung mencekikku, dia memaklumi keadaanku, dia bahkan menyuruhku untuk libur, tapi aku tolak karena tidak ada gunanya aku mengurung diri di kamar, aku harus membiasakan hidupku untuk melupakannya, oh ayolah, bukankah sebelum ini aku baik-baik saja tanpanya? Kebodohan ku untuk mendekati pria itu, menjadikan ku sebagai wanita penggoda yang jahat.

“Yooni~a, aku rindu padamu” ucap seorang pria di seberang sana.

“Mau apa kau oppa?, tidak mungkinkan kau tiba-tiba menghubungiku hanya karena rindu padaku?” aku sangat tau kalau pria ini pasti sedang membutuhkan bantuanku.

“Wah, kau semakin pintar saja”kekeh pria di sebrang sana.

“Tidak perlu pintar untuk membaca pikiran pria seperti mu”

“Yak! Sopanlah sedikit pada oppamu” protes pria itu yang tidak lain adalah Hyukjae, sepertinya memang sudah nasibnya memiliki adik iblis sepertinya.

“cih, cepat katakan apa maumu, kau tau aku baru saja selesai menemani Nayna pemotretan”

“Bisakah kau bantu oppamu ini memasak? Aku sangat membutuhkan bantuanmu, di dorm hanya ada aku, donghae dan Kyuhyun, kau tau sendiri kemampuan memasak kami” mendengar nama itu di sebut Eunhyuk, membuat kerinduan ku memmuncak, ingin sekali aku menanyakan kabar pria itu, tapi tentu saja tidak boleh aku lakukan, cukup sudah aku menjadi gadis penggoda yang jahat.

“Oppaku? Seingatku aku hanya punya satu oppa dan itu bukan kau”

“Aish, aku tau, kali ini saja please, hilangkan sifat evilmu, kembalilah menjadi Sang Yoon yang baik, oppa sangat kelaparan di sini” ucap Eunhyuk dengan nada memelas, membuatku sedikit merasa bersalah padanya.

“Baiklah aku akan kesana” pasrahku.

“Yooni~a, bisakah kau sekalian membelikanku susu strawberry? Persediaan susuku habis” mohon orang di sebrang sana.

“Aish, kau seperti bocah TK yang merepotkan sekali, baiklah” terdengar tawa pelan dari telfon, aku benar-benar ingin memasukkan racun dalam susunya.

***

At dorm

“Anyeong” sapa Sang Yoon yang di sambut helaan nafas lega Eunhyuk.

“ah, akhirnya kau datang juga, kenapa kau lama sekali” koor Eunhyuk yang langsung di hadiahi lemparan buku yang mengenai tepat wajahnya.

“Yak! Masih untung aku mau membelikan ini, aku harus menunggu telfon dari Nayna dulu” jawab gadis itu sambil menjatuhkan dirinya di sofa, membuat belanjaannya berantakan.

“Gomawo” Eunhyuk menunjukkan senyum tulusnya, dia tau bahwa dongsaengnya ini sangat lelah, lelah dengan semuanya, Eunhyuk mendekat ke arah Sang Yoon kemudian mengelus rambutnya, gadis di hadapannya itu hanya memandangnya lemah, membuatnya ingin menghancurkan orang yang membuat senyuman di wajah gadis di hadapannya ini menghilang, tapi tidak bisa, karena dirinya pun sangat menyayangi pria itu.

“Yak! Kalian malah mesra-mesraan di sini, Hyuk~a katanya kau akan memasakkan kami makanan” rengek Donghae yang tiba-tiba datang.

“Kau cemburu ya???” goda Eunhyuk pada Donghae, sedangkan lelaki yang di godanya itu hanya terkekeh pelan.

“Ehem, hentikan kelakuan menjijikan kalian, atau aku akan menendang kalian semua” aura menyeramkan yang menyeruak membuat Eunhae couple berpandangan takut, bahkan menurut mereka tatapan saengnya ini lebih menyeramkan di banding dengan tatapan milik Heechul hyung.

“Ah, arasseo, ayo kita langsung memasak, aku ingin makan jajangmyeon sekarang, kata Kyuhyun jajangmyeon buatanmu sagat enak” tatap tajam gadis itu tiba-tiba berubah muram setelah mendengar perkataan Eunhyuk, sudah susah payah gadis itu melupakan bayang-bayang Kyuhyun, dengan mudahnya Eunhyuk mengungkitnya, Eunhyuk yang merasa bersalah langsung menyikut-nyikut bahu Donghae, yang dijawab dengan gelengan kepala.

“Hyung, aku lapar” rengek sebuah suara yang terdengar sumbang, jelas sekali terdengar bahwa pria itu baru bangun dari tidurnya, dan dia langsung menghentikan langkahnya ketika melihat bukan hanya ada Donghae dan Eunhyuk, tapi ada dia, gadis itu.

“Anyeong oppa” sapa gadis itu sopan padanya, yang jelas saja mebuatnya heran, entah kenapa dia sedih melihatnya bersikap seperti ini padanya, tidak ada senyum lebarnya lagi ketika menyapanya tadi, karena dia hanya membungkuk sopan padanya.

“Donghae~ya, bawa belanjaan ini ke dapur, ayo kita masak sekarang” ucap Eunhyuk menghentikan suasana aneh yang terjadi, maka dia langsung menarik Sang Yoon ke dapur, tapi gerakannya terhenti ketika dia merasakan tubuh Sang Sung di tarik ke arah yang berlawanan, ketika dia melihat apa yang terjadi, ternyata Kyuhyun yang menarik Sang Yoon.

“Bisakah kita bicara?” ucapnya, yang hanya menundukan kepalanya, sepertinya dia pun bingung dengan apa yang baru saja dia lakukan.

Sang Yoon mencekram tangan Eunhyuk yang masih menggenggamnya dengan kuat, sadar bahwa dirinya harus menghadapi ini, merutuki kebodohannya sendiri bahwa dia merasa sangat senang akan genggaman singkat Kyuhyun di tangannya.

“Baiklah kalau begitu, biar aku dan Donghae yang memasak” Eunhyuk berkata sambil menguatkan genggamannya sekilas di lengan Sang Yoon, memberikannya semangat sebelum melepaskannya, kemudian dia menyusul Donghae yang memang sudah beranjak ke dapur.

***

“Ada apa oppa?” dia perlahan mendongakkan kepalanya, melihat ekspresi pria di hadapannya ini, yang sukses membuatnya mengepalkan tangan karena ekspresi sedih yang di tunjukkan pria ini, dia mencoba terlihat biasa saja di hadapan pria ini.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya lemah Kyuhyun.

“Nan gwenchana” sambil menyunggingkan senyumnya Sang Yoon berusaha terlihat  baik-baik saja, dia tau bahwa pria di hadapannya ini menghawatirkannya, pasti pria ini ini juga merasa bersalah padanya, oh ayo lah bukankah aku yang salah, aku yang menggodamu, dan harusnya aku yang bertanya padamu, pikir gadis itu.

“Kau yakin?”

“tentu saja, aku bukan gadis lemah” jawab Sang Yoon sambil mengepalkan tangannya memperlihatkan betapa kuatnya dia, namun hatinya menangis, dia benar-benar menahan air mata yang mendesak keluar.

“kau tidak terlihat baik-baik saja” tatapan tajamnya menatap mata gadis yang tengah tersenyum di hapannya ini, terlihat bahwa senyum gadis ini terlalu di paksakan, ingin sekali dia memeluk gadis ini, memberitahunya bahwa dia sangat mencintainya.

“Aku akan baik-baik saja, oppa tidak usah menghawatirkanku, aku sangat baik, percayalah padaku, oppa tidak perlu merasa bersalah padaku, aku bukan gadis lemah, ah sepertinya Eunhyuk oppa dan Donghae oppa membutuhkanku, aku harus membantu mereka, terimakasih atas semuanya” gadis itu membungkukkan badannya sedikit kemudian menuju dapur, dia tidak tahan melihat ekspresi bersalah Kyuhyun padanya, air matanya langsung keluar begitu saja, tiba-tiba ada sebuah tangan terulur padanya, menariknya kedalam pelukannya.

“Gadis bodoh, mengapa kau malah ada di sini?” ucap heran pria yang tengah memeluknya, sadar bukan Donghae atau Eunhyuk yang memeluknya, gadis tersebut langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam pria itu.

“Seung ho oppa?”

“Ya ini aku, kau tau aku sampai berlari kesini setelah Siwon hyung bercerita padaku” Ssang Yoon langsung menggembungkan pipinya tanda kesal, dengan seenaknya oppanya bercerita pada Seungho, ingin sekali gadis itu mencekik oppa tercintanya itu.

“Kenapa kau ada di sini?” sinis gadis tersebut, dia tidak mau terlihat lemah di hadapan pria ini.

“Aku mau menjemputmu” jawab pria tersebut sambil menyunggingkan senyumnya.

“Jangan bermain-main denganku” ancam gadis tersebut, yang di sambut kekehan oleh pria itu.

“Yak! Tidak bisakah kau bersikap manis sedikit padaku?”

“Hanya dalam mimpimu” bukannya takut pria itu malah tertawa mendengar nada sinis yang ditnjukkan Sang Yoon padanya.

“Dasar pria gila”

“Aku gila karenamu” pria tersebut menghentikan tawanya dan menatap lembut gadis di hadapannya itu.

“Aish, menjengkelkan, cepat katakan apa tujuanmu?” sergah Sang Yoon tidak sabar menghadapi pria gila di hadapannya ini.

“Aku di suruh menjemputmu ke Amerika, tugas pertamamu sebagai PresDir, perusahaan mu dan perusahaanku akan mengadakan kerjasama di proyek yang baru”

“Kenapa tidak appaku sendiri yang memberitahuku?” selidik Sang Yoon tidak percaya pada pria ini.

“Dari kemarin handphone mu tidak bisa di hubungi dan appamu sudah mengirimkan e-mail padamu” ucap pria tersebut, gadis itu langsung menepuk kepalanya, dia ingat  handphonenya tidak aktif kemarin, dan dia belum melihat e-mailnya, dia bahkan lupa bahwa waktu yang dijanjikannya kepada ayanya telah berakhir, dan gadis itu harus segera menemui ayahnya.

“Baiklah, bisakah kau mengantarkan surat pengunduran diriku pada Nayna, dua jam lagi aku akan menemuimu langsung di bandara, otthe?” tanya Sang Yoon.

“Baiklah, tapi kau harus datang” Seungho tersenyum manis pada Sang Yoon, gadis itu hanya menatap wajah Seungho datar.

“Ya, aku pasti datang”

“Bisakah kau memanggilku oppa” Sang Yoon mengernyitkan kepalanya, pria ini aneh sekali.

“Bukankah aku selalu memanggilmu oppa”

“Ya, dan aku sangat menyukai caramu memanggilku oppa, bisakah kau panggil aku oppa?” pria di hadapannya ini benar-benar telah kehilangan akal sehatnya pikir Sang Yoon, karena pria itu terus menatapnya sambil menyunggingkan senyumnya yang membuat Sang Yoon mual, akhirnya Sang Yoon menyerah dan menuruti kemauan pria di hadapannya ini.

“Oppa” ucap Sang Yoon dengan muka datar.

“Yak!, tunjukan sedikit senyummu” bantah Seung ho tidak terima.

“Oppa, mmm” kali ini Sang Yoon mencoba menyungginkan senyumnya.

“Aish, itu malah menakutkan, sudah lah tidak jadi saja, aku pergi” ucap pria tersebut kemudian meninggalkan Sang Yoon.

“Yak! Apa maksudmu senyumku menakutkan, aish kubunuh kau Seungho jelek”

“Aku heran kenapa pria sesempurna Seungho bisa jatuh cinta padamu, tersenyum pun kau tidak bisa” tiba-tiba suara seorang leki-laki terdengar dari arah dapur, benar saja ternyata itu Donghae, aura di sekitarnya tiba-tiba berubah kelam.

“Ikan sialan, kau sudah bosan hidup ya” teriakan menggema Sang Yoon membuat Eunhyuk yang tengah mengaduk bumbu menutup telinganya dengan rapat, benarkan yang ku katakan bahwa teriakan Sang Yoon lebih spektakuler di banding Heechul hyung ucap Eunhyuk dalam hati, sementara itu Donghae langsung berlari ke kamarnya, benar-benar menyeramkan pikirnya.

“Kau kenapa?” ucap Kyuhyun panik ke arah Sang Yoon.

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin makan daging manusia” ucap Sang Yoon tanpa mengalihkan matanya dari pintu kamar Donghae yang tertutup, Kyuhyun yakin Sang Yoon sebentar lagi akan masuk ke kamar Donghae dan tamatlah riwayatnya, kasihan Hye Joon, aku berdo’a semoga dia di beri kelapangan nantinya, pikir Kyuhyun horor.

“Yak Lee Donghae, keluar kau” benarkan, sekarang gadis itu berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar Donghae, aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, sementara Eunhyuk menampakkan ekspresi pasrah melihat pasangan ikannya dalam bahaya.

***

“Aish, kau harus bertanggung jawab” ucap Donghae ngeri melihat kakinya.

“Salahmu sendiri menghinaku” Sang Yoon berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari jajangmyeon di hadapannya, mereka tidak jadi memasak karena Sang Yoon malah mencabuti bulu-bulu halus di kaki Donghae sambit mecubitinya, sekarang kaki Donghae sudah ditumbuhi lukisan-lukisan merah akibat perbuatan Sang Yoon.

“Ku adukan pada Queen” rengek Donghae menahan sakit.

“Adukan saja aku tidak takut pada pacarmu itu” ucap Sang Yoon tidak peduli, yang di sambut kekehan dari Kyuhyun.

“Apa itu sakit Donghae~ya?” tanya Eunhyuk sambil memandang ngeri kaki couplenya itu.

“Apa kau juga mau mencobanya Eunhyuk oppa?” tanya Sang Yoon sambil menyuggingkan senyum manisnya, Eunhyuk yang mendengarnya hanya menelan ludahnya dan menggeleng pelan, tiba-tiba gadis itu melihat jam, ekspresi kaget muncul di wajahnya.

“Wah, aku sudah sejam di sini, aku harus segera pergi, Eunhyuk oppa maafkan aku tidak membantumu memasak tadi ” ucap Sang Yoon sambil tersenyum manis pada Eunhyuk yang langsung di sambut ekspresi heran dari Eunhyuk, Eunhyuk yakin ada yang tidak beres dari ini semua.

“Donghae oppa, maafkan aku, tapi aku tidak bisa mengobati luka itu, nanti aku telfon Hye Joon agar mengobatimu, titip salamku untuknya aku sangat menyayangi kalian” ada setetes air mata menjatuhi pipi manis Sang Yoon, gadis itu langsung mengusapnya dan tersenyum bahagia, fikiran Kyuhyun benar-benar tidak fokus setelah mendengar ucapan gadis itu pada ke dua hyungnya, tiba-tiba dia merasa takut, takut gadis itu akan pergi meninggalkannya.

“Kyuhyun oppa, maafkan aku, aku tidak tau harus berapa banyak maaf yang aku ucapkan padamu, dan terimakasih untuk semuanya” sambil membungkuk sekilas pada semua pria di hadapannya ini, air matanya tidak bisa di tahan akhirnya dia menangis.

“Kau kenapa, seperti ingin pergi jauh saja” kekeh Eunhyun, terlihat sekali bahwa suara kekehannya sangat di paksakan, Eunhyuk merasa akan kehilangan adik iblisnya ini.

“Mungkin saja, anyeong oppadul” jawab gadis tersebut, kemudian membungkuk sekilas pada mereka sebelum pergi, Eunyhuk, Donghae dan Kyuhyun hanya memandangi kepergian Sang Yoon, mereka sendiri tidak tau harus berbuat apa.

***

“Aish, untung aku sudah menyiapkan bajuku”desah lega Sang Yoon ketika sampai dirumahnya, dilihatnya jam yang ternyata masih menyisakan 40 menit.

“Ah, apa aku menelfon Siwon oppa? Sepertinya tidak usah, dia pasti akan mengomel padaku, aku malas mendengar ocehannya.

“Hye Joon? Ah iya aku harus memberitahukan keadaan ikan kesayangannya” akhirnya aku putuskan untuk menelfon Hye Joon saja.

“Wae?” sapa langsung orang di sebrang sana.

“Yak! Tidakkah kau merindukanku? Kita sudah 2 minggu tak bertemu” ucapku tidak terima, masa dia hanya mengatakan wae? Hey ini Sang Yoon yang menelfon, jarang-jarang aku mau menghubungi orang duluan.

“aku sangat merindukanmu, tentu saja” aku langsung tersenyum mendengar nada kesal dalam suaranya.

“Ah, nado bogoshipo, aku tidak akan lama, aku hanya akan meminta maaf padamu, 2 maaf”

“Maaf? Kau sedang tidak mabuk kan?” aish, dia pikir aku sedang mabuk.

“yak!, dengarkan saja dan jangan protes sampai aku selesai bicara oke?” ancamku padanya.

“Baiklah”

“Yang pertama aku minta maaf padamu karena telah membuat kaki ikanmu sedikit berbeda”

“Yak! Apa maksudmu dengan sedikit berbeda?” pekik Hye Joon tidak terima kekasih ikannya menjadi sedikit berbeda, karena pasti hal buruk jika Sang Yoon yang mengucapkannya.

“Aish, diam lah aku belum selesai bicara, maaf yang kedua karena aku tidak bisa menemui mu lagi, aku harus menepati janjiku pada appa” perkataan tersebut langsung membuat Hye Joon terdiam, Hye Joon tau bahwa sahabatnya itu akan menjadi PresDir yang mengurusi cabang di Amerika sana, dan itu tentu saja membuatnya sangat sedih, bahkan tanpa sadar air matanya sudah terjatuh.

“Yak! Kenapa kau diam saja, jangan katakan kalau kau menangis, aish, kau ini cengeng sekali, ah sudah ya aku buru-buru, aku menyayangimu” setelah mengatakan itu Sang Yoon langsung menutup telfonnya.

Ketika hendak memasukka telfonnya benda itu bergetar tanda sebuah panggilan masuk.

“Yoboseo”

“Ah, benarkah ini nomor Sang Yoon?”tanya wanita di sebrang sana.

“Ya benar, anda siapa?” dia tidak mengenal wanita ini.

“Aku Victoria, bisakah kita bertemu sebentar?” mengetahui siapa yang menelfonnya benar-benar membuatnya kaget.

“Tapi aku akan pergi ke Amerika”

“Kebetulan sekali aku sedang berada di bandara, bagaimana kalau kita bertemu di cafe bandara saja?”

“Baiklah, 5 menit lagi aku di sana” gadis tersebut menggenggam telfonnya, dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia harus berani menghadapinya.

“Sang Yoon~a fighting”

***

Siwon go to dorm

“Yak! Kau ini berani sekali pergi tanpa memberitahuku”

“Kau kenapa?” tanya Leeteuk hyung yang sedang asyik menonton tv bersama EunHae couple, namun Siwon tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia malah mematikan tv yang sedang ditonton, tentu saja membuat sang leader heran dengan kelakuan Siwon, kemudian siwon me loudspeaker telfonnya.

“Kalau aku memberitahumu, kau pasti melarang ku pergi, benarkan yang ku katakan tuan Choi?” suara gadis di telfon tersebut membuat orang-orang yang mendengarkannya bingung, Siwon menunjukkan jarinya ke depan mulutnya, menyuruh agar para membernya diam.

“Tentu saja aku akan melarangmu pergi, kenapa pula kau tidak memberitahuku bahwa appa memberikan waktu padamu selama di Korea”

“Tentu saja karena kau pasti akan ikut campur, dan memaksa appa agar aku tetap tinggal di sini, sementara appa sedang bingung mengurusi pekerjaannya, aku tidak tega melihat”

“Ya, ya aku tau, tapi bisakah kau memberitahuku dulu sebelum kau berangkat ke Amerika? Aku khawatir padamu, setidaknya aku bisa mengantarkanmu ke bandara dengan selamat” potong Siwon, karena kalau adiknya mulai berargumen di pastikan aku langsung kalah.

“Mian, aku tidak tega memberitahumu kau pasti menangis nanti, dan aku tidak suka melihatmu menangis”

“aigoo, manisnya”

“Maksudku aku tidak mau menjadi tontonan di bandara nanti karena membawa bayi dewasa”

“hahaha” tawa semua member, mereka tau pasti salah jika Sang Yoon bersikap manis.

“Yak oppa kau pasti meloudspeaker ya”

“Ah, Sang Yoon~a kau jahat sekali padaku” ucap Leeteuk oppa dengan manja.

“Ah kau pasti merindukanku ya oppa, tenang saja jika aku ke Korea aku akan membakar semua bajumu yang berwarna putih itu di lemarimu, haha” bukan sebuah rahasia bahwa hampir semua dari koleksi bajunya berwarna putih.

“Lebih baik kau tidak usah pulang saja” semua member tertawa meliahat tingkah leader mereka.

“Ah ada Hyuk oppa ya, oppa kau jangan senang dulu aku pasti kemabali mengganggumu, kau tau tanganku gatal jika tidak mengganggumu, hahaha” Eunhyuk yang tertawa langsung menghentikan tawanya mendengar ucapan gadis itu, Eunhyuk hanya mampu menelan ludahnya.

“Dasar iblis” kali ini giliran Heechul yang berbicara.

“Yak oppa, inikan hasil didikanmu” dengus Sang Yoon.

“benar, kau murid terbaikku” tawa Heechul.

“Oppa jaga sahabatku dengan baik, arasseo, karena gara-gara dirimu kerutan diwajahnya bertambah”

“Yak! Yak, salah dia sendiri masuk dalam kehidupan orang terkenal sepertiku, jadi dia harus menanggung resikonya, tapi kau tenang saja, aku pastikan Cho nayna tidak akan menyesal berpacaran dengan pria sempurna sepertiku” dia tau oppa yang satu ini pasti akan melindungi sahabatnya dengan baik.

“Ah, aku sangat merindukan kalian disini, kertas-kertas dihadapanku sudah hampir membuatku semaput” semua member Super Junior terkekeh mendengar ucapan Sang Yoon.

“Makannya  kau harus segera pulang ke Korea” uacap Siwon.

“Wah tentu saja, setelah proyek ini selesai aku pasti langsung pulang, aku sangat heran dengan appa, kenapa dia punya perusahaan banyak sekali sih, mengurus satu saja aku hampir gila” keluh sang Yoon yang disambut kekehan oleh Siwon.

“Suruh siapa kau mau mengurusnya” ejek Siwon.

“Aish, aku ingin sekali mencekikmu oppa” Siwon hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sadis adiknya, kerena kakaknya tidak punya jiwa bisnis sama sekali, jadilah sang adik yang harus mengurus perusahaan appanya, lagipula sang kakak sangat mencintai bidang seninya, di ancam sekalipun kakaknya mana mungkin meninggalkan dunianya, karena sang adik memiliki jiwa bisnis dan diplomat sekaligus, dia yang di tunjuk ayahnya untuk meneruskan perusahannya, gadis itu tidak menolak karena dia juga mencintai dunia bisnis.

“Oppa apa ada Kyuhyun oppa?” Kyuhyun yang sedang mendengarkan di ujung sofa, lagsung kaget mendengar bahwa Sang Yoon mencarinya.

“Merindukan evil itu, eh?” ejek siwon

“Kau mau tau saja urusanku, berikan telfon ini padanya dan jangan meloudspeakernya, kalau tidak mati kalian” ancam Sang Yoon, kemudian Siwon menyerahkan handphonenya pada Kyuhyun, ketika ingin mematikan loudspeakernya tangan Heechul mencegahnya, dan menatap tajam mata Kyuhyun untuk menyurunya mematuhi keinginannya, dan langsung memberikan kode pada semua member untuk diam.

“Sang Yoon~a” ucap Kyuhyun gugup.

“Kyuhyun oppa, kau tidak meloudspeaker telfonnya kan?” tanya Sang Yoon hawatir.

“ani”

“Mmm, baiklah, oppa kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” tuntut Sang Yoon.

“Mengatakan appa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Mengatakan apa yang kau katakan pada Victoria eonni sebelum kau memutuskannya” ah Kyuhyun tau sekarang, dia langsung berniat lari kekamar, karena ini adalah pembicaraan serius, namun langkahnya dihentikan oleh Heecul, Leeteuk dan Yesung yang menatap tajam padanya, jika para tetua sudah turun tangan maka tidak ada alasan lain selain menurut.

“Aku takut kau menolaknya” akhirnya Kyuhyun bicara.

“Bicakah kau mengucapkannya sekarang?” tanya dis itu yang membuat muka Kyuhyun memerah, dan dia memandang hyungnya dengan malu, hyungnya hanya tersenyum kepadanya, memberinya kekuatan untuk mengatakan perasaannya pada gadis itu.

“Aku… aku tidak mencintaimu” terdengar helaan kasar dari telfon, sudah di pastikan bahwa Sang Yoon sangat kaget mendengarnya, apa Victoria eonni membohonginya.

“Tidak mencintamu, bahkan kata cinta pun belum menggambarkan apa yang aku rasakan padamu, aku tergila-gila padamu lebih tepatnya, kau hampir membuatku bunuh diri setelah mengetahui kau pergi ke Amerika” ucap Kyuhyun dengan mengeluarkan seluruh amarahnya, yang membuat semua hyungnya membelalakkan matanya, apa mereka bermimpi mendengar kata romantis keluar dari magnae evilnya itu.

“Oppa~ya nado saranghae” ucap malu-malu Sang Yoon, terdengar pekikan pelan dari para penguping itu.

“Yak! Yak kau meloudspeakernya ya, memalukan sekali” ucap marah Sang Yoon namun gadis itu tersenyum.

“Aigoo kalian manis sekali, aku jadi merindukan naui Queen” ucap Donhae.

“Waw, tidak ku sangka maknae kita bisa berkata begitu romantis” ucap sungmin yang disetujui oleh semua member.

“Kyuhyun~a kau hebat” ucap Wooky, sementara Kyuhyun sudah tersenyum seperti orang gila mendengar bahwa gadis yang di cintainya ternyata juga mencintainya.

“Jaga adikku” nasehat Siwon.

“Aish oppa, apa maksudmu hah? Seperti aku akan pergi jauh saja” umpat Sang Yoon.

“Tentu saja hyung, aku akan menjaganya, dan akan aku pastikan dia hanya akan mencintaiku” semua pasang mata menatap kyuhyun takjub, jelas saja maknae setannya telah menjadi pria normal.

“Seperti aku bisa melirik pria lain saja” dengus Sang Yoon, semuanya tekekeh akan keterus terangan adiknya itu.

“Baiklah aku percaya padamu”ucap Siwon sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Cih, kau sedang berakting kan oppa, yang ada kau yang berkemungkinan jatuh cinta pada orang lain, kau kan idol pasti kau sering sekali dikelilingi wanita-wanita cantik” sinis Sang Yoon.

“Aigoo, aigoo kau cemburu eh?”tanya Kyuhyun menggodanya

“Aish kau menggelikan, lebih baik aku tutup saja telfonnya” ancam Sang Yoon.

“Yak! Jangan dulu, sebentar” kyuhyun mengambil handpone Siwon kemudian berlari memasuki kamar dan menguncinya.

“Yak! Maknae setan” teriak semua member.

“Acara menguping telah selesai” balas Kyuhyun dari dalam kamarnya, Sang Yoon hanya terkekeh mendengar suara teriakan itu.

“Sang Yoon~a dengarkan baik-baik arasseo, aku hanya akan mengatakan ini sekali seumur hidupku”

“Mwo?”tanya heran Sang Yoon

“Diam dan dengar kan saja arasseo?” perintah Kyuhyun.

“Ah, ara ara”pasrah Sang Yoon.

“Karena kau mencintaiku, maka mulai dari sekarag kau hanya milikku, jangan ada fikiran sedikit pun untuk berhenti mencintaiku, karena aku tidak akan membiarkanmu lari dariku, kau harus pulang secepatnya, jika tidak aku akan menyeretmu dari sana, dan terakhir ku ingin kau menjaga hidupmu baik-baik disana, Sang Yoon~a… jeongmal saranghae” selesai bicara Kyuhyun langsung mematikan telfonnya, pipinya sudah sangat merah.

Gadis itu tercekat, dirinya tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan kalimat itu, dia tidak berhenti tersenyum sambil memandangi handphonenya.

***

5 month later…

“Kyuhyun~a bisakah kau duduk tenang, aku pusing melihatmu mondar-mandir seperti itu” marah Leeteuk, yang heran dengan kelakuan maknaenya, dari pagi maknaenya hanya memandangi handphonenya dan berjalan mondar mandir.

“Aish, hyung aku sedang hawatir, yoja setengah iblis itu, tidak bisa dihubungi dari minggu lalu, aku hampir gila” ucap Kyuhyun sambil menduduki kursi di sebelah Leeteuk.

“Mungkin dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kau jangan terlalu hawatir padanya” nasehat Leeteuk sambil mengacak rambut dongsaengnya itu dengan sayang, Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya.

Leeteuk terpekik kaget ketika mengetahui siapa yang ada dihadapannya, Sang Yoon gadis itu berdiri sambil tersenyum manis padanya, Leeteuk ingin menyapanya namun gadis itu meletakan jarinya diatas bibirnya, menyuruh Leeteuk diam, dia pun mengerti dan kemudian mengacak rambut Sang Yoon pelan dan meninggalkannya bersama Kyuhyun yang hanya menundukkan kepalanya, Sang Yoon kemudian duduk di sebelah Kyuhyun menggantikan Leeteuk.

“Bagaimana aku tidak hawatir, jika menyangkut yeoja setengah iblis itu aku tidak bisa tidak hawatir padanya hyung, otteokhe? ” ucap Kyuhyun, karena Leeteuk tidak menjawab juga akhirnya dia mendongakkan kepalanya, dan langsung membelalakkan matanya melihat orang yang duduk di sebelahnya.

“Oppa” ucap gadis itu, namun kyuhyun menunjukkan ekspresi marahnya, sehingga membuat gadis tersebut sedikit takut padanya.

“Mian” gadis itu menundukan kepalanya, membuat Kyuhyun tersenyum geli melihat tingkahnya, sepertinya menggodanya sedikit akan sangat menyenangkan.

“Aku tidak bermaksud membuatmu hawatir oppa, seminggu ini, aku benar-benar konsen pada pekerjaanku, aku ingin pekerjaanku cepat selesai kemudian menemuimu” jelas Sang Yoon, kyuhyun mendekatkan kepalanya.

“Lihat aku” bisik Kyuhyun, nafasnya terasa di tengkuk Sang Yoon, membuat jantungnya tidak berhenti berdetak.

“Ne opmmmmppp” ketika mendongakkan kepalanya Kyuhyun langsung menempelkan bibirnya dibibir Sang Yoon, pria itu melumat bibir Sang Yoon kasar, mebuat Sang Yoon kehabisan nafas, tiba-tiba pria itu berhenti menciumnya dan menatap tajam Sang Yoon.

“Itu hukumanmu” Kyuhyun terkekeh melihat Sang Yoon hanya membelalakkan matanya, membuatnya terlihat semakin manis.

“Yak oppa kau kasar sekali, oppa kaummmmpp” Kyuhyun kembali menelpelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, kali ini ciumannya berbeda, sangat dalam dan berhati hati, pria ini melumat bibir Sang Yoon dengan lembut menumpahkan semua kerinduannya, Kyuhyun menggigit bibir Sang Yoon pelan agar lidahnya dapat masuk dan menjelajahi mulut Sang Yoon, tangan Sang Yoon sudah melingkar di leher Kyuhyun, dia membalas ciuman pria itu dengan sepenuh hati.

“Aigoo, kau hebat sekali Kyuhyun~a” mendengar itu, mereka langsung melepaskan pelukan mereka, karena memang sudah tidak ada jarak sama sekali.

“Yak! Hyung bisakah kau ketuk pintu terlebih dahulu” ucap Kyuhyun sengit dan memandang tajam hyungnya itu yang telah mengganggu kesenangannya.

“Hei bodoh, tidak sadarkah kau ini dimana, ini di ruang tamu, kalau kau ingin aku tidak mengganggumu lakukan di kamarmu” kekeh Hyukjae, dia berhasil membuat 2 dongsaengnya itu memerah.

“Aigoo, kyeopta, aku akan memperlihatkan keahlianmu itu pada member lain” senyum Hyukjae sambil mengacungkan handphonenya.

“Yak! Hyung, kenapa kau merekamnya”

“Ciumanmu sangat hebat Kyuhyun~a, bahkan ciuman Donghae pun tidak ada apa-apanya di banding ciumanmu” tawa Hyukjae.

“Aish, dasar yadong” teriak Sang Yoon yang pipinya sudah sangat memerah.

“Berani kau memberitahu member lain, maka akan ku pastikan video telanjangmu akan beredar di internet” ancam Kyuhyun yang langsung membuat tawa Hyukjae berhenti dan memandang maknaenya ngeri.

“Kau benar-benar iblis Kyuhyun” pasrah Eunhyuk.

“Tidak ada yang meragukan itu, terima kasih patas pujiannya”

END?

 

p.s: wah ni ff lama sekali selesainya karena aku males banget ngetiknya, sumpah aku geli sendiri nulisin adegan kiss mereka, wakaka, percakapan Vic ma sang Yoon ga aku tulis, karena aku benar-benar males… * dasar author males. Intinya si Vic itu ngasih tau tentang perasaan Kyuhyun.

Udah ah segitu aja, selamat membaca, aku sekarang mau nulis one shot aja deh, ternyata nulis yang bersambung begini bikin tambah males *tetep aja intinya kamu males, wakaka…. Babay… lambai2 bareng Kyuhyun.

{YooHyeNay Story} : Another Sory #3 (Opening)

{YooHyeNay Story} : Another Sory #3 (Opening)

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

 

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

Prak

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja, ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

***

Seorang gadis nampak belari sambil menahan isak tangis yang sudah ditahannya sedari tadi, wajahnya terlihat memerah, dua orang laki-laki terlihat mengejar  gadis itu, terlihat jelas kehawatiran dari raut wajah mereka, bagaimana tidak? Gadis yang sangat mereka sayangi, yang sudah mereka anggap seperti adik sendiri sekarang harus mengalami hal seperti ini.

“Sang Yoon~a !!!” teriak ke dua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Ryeowook dan Sungmin, namun seolah tidak mendengar ucapan tersebut gadis tersebut tetap berlari.

“Yak! Sang Yoon~a, berhenti berlari” Sungmin dan Ryeowook terus saja berlari mengejar Sang Yoon sambil terus berteriak memanggilnya, berharap gadis itu akan mendengar dan membuatnya berhenti.

Siwon yang tengah berjalan menuju dorm lantai 12, tiba-tiba berhenti ketika mendengar teriakan dari ke dua dongsaengnya yang memanggil-manggil nama orang yang amat di sayanginya, dari kejauhan dia melihat  seorang gadis yang sedang berlari ke arahnya, seketika itu juga amarah mengusainya, ketika Siwon melihat  bahwa pundak gadis itu bergetar, dan pandangan gadis itu pun tidak fokus, benar-benar memperlihatkan bahwa gadis itu sedang kacau bahkan menangis, astaga baru kali ini dia melihat Sang Yoon tidak dapat menguasai emosinya dengan baik, bahkan dia tidak menyadari keberadaan Siwon yang berdiri di hadapannya, dengan sigap Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Sedangkan dua orang yang mengejar adiknya tersebut langsung menghentikan larinya dan bernafas lega, melihat Sang Yoon berada di tangan yang benar.

“Ini oppa, ini oppa, ini oppa” Siwon terus membisiki telinga Sang Yoon sambil mendekapnya lebih dalam mencoba menenangkannya, karena gadis itu terus meronta dalam pelukannya, isak tangis gadis itu makin terdengar, membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah, bukan kesal pada siapa yang telah membuat adiknya menangis, tapi karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang oppa yang baik, dia tau alasan mengapa gadis ini menangis, oh tentu saja siapa yang terlalu berharga untuk di tangisi oleh gadis ini selain Cho Kyuhyun, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihatnya bersedih, perasaan sakit yang selama ini dia pendam dalam hatinya, sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya hal yang paling di hindarinya terjadi juga, dia sangat takut adiknya mengeluarkan air mata, dia benar-benar membenci hal itu, dan sekarang bahkan adiknya menangis di hadapannya.

Isakan yang terdengar sudah mulai berkurang, Sang Yoon sudah mulai berhenti menangis, dia hanya memeluk Siwon, mencoba memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri, mengingat kejadian itu lagi benar-benar membuatnya sesak, di tampar oleh kekasih orang yang di cintainya, dia benar-benar merasa menjadi seorang gadis jahat, bahkan membuatnya jijik terhadap dirinya sendiri, mencoba merebut orang yang di cintainya walau pun pria tersebut sudah memiliki kekasih, dia merasa saperti wanita penggoda yang amat menjijikan, dia sadar cinta yang dia miliki salah, namun cintanya pada laki-laki tersebut sangat besar membuat akal sehatnya tidak bekerja dengan baik.

“Sekarang lupakan dia, itu yang terbaik Yooni~a” ucap Siwon dengan nada bergetar, dia pun merasakan sakit yang Sang Yoon rasakan, walau pria itu tidak mengetahui kejadian tadi. Alih-alih menjawabnya Sang Yoon malah merapatkan pelukannya pada Siwon.

***

“Aku, tidak bisa membohongi perasaanku, aku menyayangimu sangat menyayangimu, tapi rasa sayang yang ku miliki ini bukan perasaan cinta terhadap seorang gadis, dulu kau bertanya padaku mengapa aku sangat baik padamu, itu karena aku nyaman bersamamu, aku merasa aku sedang bersama noonaku, dan sampai sekarang perasaan itu tidak dapat berubah” ucap Kyuhun sambil memandang gadis yang sedang berdiri di hadapannya, dia mengutuk dirinya sendiri, karena tangis gadis yang dia sayangi makin kencang, dia bingung harus bagaimana, kejam memang mengatakan hal itu, tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dia lelah berbohong pada pada dirinya sendiri, lelah untuk meyakinkan diri bahwa dia mencintai Victoria.

“Kyuhyun~a mengapa kau lakukan ini semua padaku?” isak Victoria sambil memukul-mukul dada Kyuhyun, yang di biarkan saja oleh Kyuhyun, mungkin dengan membiarkannya dapat meredakan amarahnya, pikir kyuhyun.

“Mengertialh Qian, ini yang terbaik untuk kita” ucap Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Victoria yang telah berhenti memukuli dadanya.

“Tapi aku sangat mencintaimu” jawab Victoria sambil mengisak pelan.

“Aku tau, tapi kau akan lebih sakit lagi jika hubungan ini tetap di pertahankan, dan aku tidak mau menjadi pria brengsek yang hanya bisa menyakitimu Qian” terdengar nada sedih dari ucapan Kyuhyun.

“Tidak bisakah kau berusaha mencintaiku?” mohon Victoria pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengernyit heran dengan pertanyaan itu.

“Berusaha? Kau pikir dengan aku membiarkanmu menjadi orang yang ku beri izin mencampuri kehidupanku, atau pacar kata mereka, itu bukan usahaku untuk mencintimu?, astaga Victoria kau benar-benar membuatku terlihat seperti pria brengsek yang hanya mempermainkanmu” geram Kyuhyun, Victoria kaget dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara kasar padanya, apa lagi dengan memanggilnya Victoria, berarti Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya.

“Maaf, aku tidak tau” ucap Victoria dengan nada sedih, yang membuat Kyuhyun meredakan emosinya, dia tidak mungkin membuat Victoria menangis lagi.

“Sudahlah lupakan saja, ayo ku antarkan kau pulang, ini sudah terlalu malam” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Victoria, namun gadis itu tidak beranjak dari tempatnya.

“Kyuhyun~a bisakah kau memelukku?” tanya Victoria ragu-ragu, langkah Kyuhyun terhenti setelah mendengar permintaan yang membuatnya bingung. “untuk yang terakhir kali, please” Kyuhyun heran dengan perintaan Victoria.

“Kau kira kita tidak akan pernah bertemu lagi?, oh ayo lah bahkan kita satu menejment”

“Aku tau, tapi besok tidak akan sama lagi, anggap saja ini pelukan perpisahan kita, aish kau bahkan sama sekali belum pernah memelukku” rengek Victoria sambil menatap sepasang mata milik seorng pria di hadapannya.

“Umurmu lebih tua dariku, tapi kelakuan mu persis seperti anak TK” desis Kyuhyun namun dia meletakkan tangannya melingkari pinggang Victoria, yang membuat gadis itu terkekeh pelan dengan kelakuan lelaki yang baru saja memutuskannya, merasa sakit? Tentu saja, bagaimana tidak, pacarmu sendiri ternyata tidak mencintaimu, walau dia tau itu, tetap saja terasa sakit mendengarnya langsung dari orang yang sangat kau cintai.

“Ah, ternyata pelukanmu tidak seperti yang ku bayangkan” gumam Victoria yang langsung membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap tajam mata gadis yaang berada di hadapannya.

“Maksud mu?” tanya Kyuhyun sedikit tersinggung.

“Pelukanmu tidak sehangat pelukan suamiku” ucap Victoria dengan muka polosnya yang jelas saja membuat sebuah tangan melayang di kepalanya.

“Yak! Appo” protesnya karena mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“Baru beberapa detik yang lalu kita putus kau sudah membicarakan pria lain, bahkan menyebut pelukanku tidak sehangat pelukannya, aku yang sudah lama ber pacaran dengan mu saja baru memelukmu, itu pun setelah hubungan kita berakhir, tapi kau malah sudah sering melakukannya dengan Nichun, bahkan kau berciuman dengannya” canda Kyuhyun yang membuat Victoria tersenyum kecil.

“Aish, tidak usah mengungkitnya, bukannya kau tidak pernah mempermasahkan hal itu, seperti kau cemburu saja” sinis Victoria.

“Qian, aku bodoh baru menyadarinya ternyata kau tidak seperti noonaku” ucap Kyuhyun serius sambil menatap dalam kedua mata Victoria, yang membuat bulu kuduknya meremang mendapatkan tatapan sseperti itu.

“La….lu?” tanya Victoria gugup.

“Kau tidak seperti noonaku, tapi kau lebih mirip eommaku” ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Victoria sendirian yang berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun.

“Bicara apa kau? Dasar evil!!!” teriak Victoria dengan seluruh tenaganya, aish dasar setan gila. Tapi dia tersenyum, walaupun menyebalkan tapi itu lah Kyuhyun, pria yang sukses membuatnya menjadi gadis egois, oh gadis macam apa yang tidak akan mempertahankan egonya demi tidak kehilangan pria seperti Cho Kyuhyun?.

***

“Kau sudah bangun?” ucap lega Choi Siwon melihat adik perempuannya terlihat baikbaik saja, karena semalaman dia terus menjaga Sang Yoon yang terkena demam, dia benar-benar benci melihat adiknya sangat rapuh, kontras dengan apa yang selama ini adiknya tunjukan padanya, adiknya yang selalu tersenyum menghadapai semua masalah, kini harus terbaring lemah.

“Oppa? Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak bekerja?”

“Bekerja? Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang sementara adikku sedang sakit dirumah?” dengus siwon kasar, bukannya takut Sang Yoon malah menyunggingkan senyum khasnya, dia tau betul watak kakaknya yang satu ini, dan dia sangat senang mendapati kakaknya sangat menyayanginya.

“Aigoo, oppa, aku harus menghubungi Nayna, dia bisa mengamuk padaku” tiba-tiba Sang Yoon berkata sambil menepuk pipinya.

“Yak! Gadis bodoh, aku sangsi bahwa kau adik kandungku” sinis Siwon sambil menepuk kepala adiknya dengan sayang, yang tentu saja lansung membuat Sang Yoon mengerucutkan bibirnya ”aku sudah menghubungi nayna dan dia mengizinkanmu libur tiga hari, lagi pula aku heran padamu, mengapa kau malah menjadi menejer artis?, kau itu calon Presiden Direktur Hyunday Departement store, gajimu bahkan hanya seperempat dari uang yang selalu dikirimkan appa untukmu, belum lagi dariku, apa masih kurang juga?” tanya Siwon heran dengan kelakuan adik tercintanya.

“Oppa, bukan berapa banyak uang yang aku terima, tapi menghargai sebuh pekerjaan itulah yang aku cari, bagaimana aku dapat mengurus perusahaan appa yang begitu besar, jika mengurus satu orang saja aku tidak bisa? Aku belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu, aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan yang malah akan membuat jerih payah appa selama ini hancur” Siwon tersenyum mendengar penuturan adiknya, jika masalah mencari sebuah alasan maka adiknya ini lah yang pastinya akan menjadi juara, sepertinya jiwa diplomat ibunya benar-benar menurun pada adiknya itu.

“Kau yakin tidak ada alasan lain?” goda Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, kenapa kau tidak percaya padaku?” tuntut sang adik, sementara sang kakak hanya mengedikkan bahunya.

“Mungkin, kalau aku lihat alasan mu tadi sepertinya terlalu tinggi untuk tipe orang sepertimu”

“Yak! Kau itu oppaku bukan hah, bahkan kau meragukan kemampuan adikmu sendiri?” teriak Sang Yoon kesal mendengar penuturan oppanya.

“Karena aku oppamu, maka aku tahu apa yang ada di kepalamu” Siwon berkata sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, “Sekarang kau istirahat ya, nanti oppa bangunkan jika waktunya makan dan minum obat”

“Oppa umurku sudah 20 tahun, aku bukan anak secil lagi” sela Sang Yoon tidak terima, memang kakaknya pikir dia gadis labil yang akan menyiksa dirinya sendiri hanya karena seorang pria.

“Aku 26 tahun, berarti kau masih gadis kecilku” Senyum Siwon tampak lega melihat adiknya yang sudah mulai membaik, tapi Siwon tidak bodoh karena mata itu masih memperlihatkan kesedihan.

***

lanjutannya nanti…

author beje ngepost ff beje nie… wakaka….

{YoonHyeNay Story} : Another Story #2

{YoonHyeNay Story} : Another Story  #2

***

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

“Mulai sekarang oppa tidak akan membiarkan wajah cantikmu itu mengeluarkan air mata lagi, besok akan oppa suruh Kim Seungho pulang ke korea” ucapku tegas padanya.

“mwo? oppa jangan, aku susah-susah kabur dari dia, oppa malah menyerahkanku padanya” jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Setidaknya oppa bisa menjamin dia tidak akan membuat mu menangis lagi” ucapku padanya. Ya Kim Seung ho, pengusaha kaya raya yang awalnya akan di jodohkan dengan Sang Yoon, tapi Sang Yoon menolak karena cintanya pada Kyuhyun, cih… cinta yang menyengsarakan, padahal Seung ho sangat menyukai sang Yoon, tapi dia melepaskan Sang Yoon, karena Seung ho ingin sang Yoon bahagia bersama orang yang dia cintai, yang ternyata tidak mencintainya.

***

 

Nayna POV

“Berhenti mondar-mandir di depanku Sang Yoon~a, kau membuatku pusing” ucapku pada Sang Yoon yang dari tadi hanya mondar-mandir  dan mengacak-acak rambutnya sendiri, sepertinya dia sangat frustasi setelah diberitahu bahwa Kim Seungho sudah sampai di Korea.

“Aku lebih pusing darimu, jadi berhentilah mengeluh, bukannya membantuku kau malah menyulitkanku”balasnya tidak terima, sambil menggeram menahan enosi, aigoo untung aku juga setan, kalau tidak aku sudah takut padanya, tatapannya benar-benar menyeramkan.

“Dengan mondar-mandir seperti itu, memangnya bisa menyelesaikan masalahmu?” tantangku padanya.

“Lalu aku harus bagaimana? Astaga oppaku itu memang berniat membunuhku sepertinya” desahnya sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan lemas.

“Sepertinya ini sudah nasibmu Sang Yoon~a” ucapku cuek, dan rambutku langsung di tarik sangat kencang oleh Sang Yoon, aku ingin membunuhnya sekarang juga, sudah membuat kepalaku pusing, berani-beraninya dia menjambakku.

“Bersimpatilah sedikit, bodoh” ucapnya sambil menatapku seolah berkata ‘kau temanku bukan hah?’,  tatapannya sangat menjengkelkan.

“Aish, dengarkan aku Mrs.Choi, suka atau tidak kau memang harus menghadapi ini semua, jangan berfikir cara untuk menghindarinya, tapi berfikirlah bagaimana agar masalahmu itu selesai sesuai dengan apa yang kau inginkan” ucapku serius sambil menatap matanya. Dia terlihat berfikir mencerna kalimatku, lau dia membuang nafas dengan kasar.

“Kau benar juga, Choi Siwon itu benar-benar sudah bosan hidup, jika sampai Kim Seungho berani macam-macam padaku, aku kan membuat hidup kakak tercinta ku itu menderita, lihat saja” ucapnya ber api-api, yang membuat keningku berkerut, aigoo hubungan kakak adik yang mengerikan.

***

Cho Nayna POV

Aish, gara-gara Kim Heechul yang membuatku menjadi artis dadakan, membuatku pusing, ternyata menjadi artis itu sangat melelahkan, aku yang tadinya hanya seorang ullzang dan yang paling aku benci adalah aku harus berpura-pura manis pada setiap orang, membuat bibirku kaku, aku yang jarang tersenyum harus menyunggingkan senyumku setiap bertemu dengan orang, menjaga image? Cih… aku benar-benar muak.

“Nayna~ya pemotretannya sebentar lagi akan di mulai” ucap menejerku yang tidak lain adalah Choi Sang Yoon, wanita gila itu bersedia menjadi menejerku yang gajinya tidak seberapa di banding uang jajan dari kedua orang tuanya, tapi dia hanya mengatakan bahwa ia ingin mencoba ini dulu, sebelum terjun ke perusahaan Hyundai  milik keluarganya, ku rasa otaknya memang sudah tidak berfungsi dengan baik.

“Ne, ahjumma kau cerewet sekali” jawabku sambil tersenyum manis padanya.

“Cih, cepatlah selesaikan pekerjaanmu, aku malas bertengkar denganmu” ucapnya acuh.

“Baiklah, katanya aku tidak akan di foto sendiri? Model Inggris eh?” tanyaku padanya.

“Ne, sebenarnya dia orang korea yang menjadi model di Inggris” jelas Sang Yoon padaku.

“Jinja? Apa dia tampan?” tanyaku padanya, yang langsung direspon dengan ekspresi malas, Sang Yoon ini hanya akan peduli pada pria bernama Cho Kyuhyun, walau pun di depan matanya berdiri seorang Daniel Radclife sekali pun, aku yakin dia akan tetap melihat Cho Kyuhyun, gadis bodoh yang sedang di mabuk cinta.

“Molla, aku belum melihatnya” jawabnya datar.

“Anyeonghaseo” sapa seorang pria kepada kami.

“Ne, anyeonghaseo” balasku padanya, tapi tidak dengan Sang Yoon matanya terbelalak kaget mendapati siapa yang telah menyapa.

“Kim Seungho?” teriak Sang Yoon sambil menujuk pria di hadapan kami, aigoo jadi ini pria bernama Kim Seungho, tampan? bahkan kata tampan saja tidak cukup untuknya, kurasa Choi Siwon pun lewat oleh pesonanya, terlalu bersinar, dan bisa-bisanya gadis bodoh ini menolak pria seperti ini? Aigoo otaknya benar-benar harus di format ulang.

“Fee, padahal malam ini juga aku akan menemuimu di rumahmu, kita malah bertemu disini” ucap Kim Seung ho riang pada Sang Yoon, Fee adalah nama western Sang Yoon, Fresshia Choi, biasanya hanya kenalan di Inggris sana saja yang memanggilnya Fee, karena dia lebih suka di panggil dengan nama koreanya, Sang Yoon pernah tinggal di Inggris selama satu tahun, di sanalah dia di jodohkan dengan pria di hadapanku ini.

“Ah ne, kau kah model dari Inggris itu?” tanya Sang Yoon heran pada pria itu.

“Ne, apa kau modelnya?” tanyanya dengan wajah yang berbinar karena senang.

“Aniyo, aku menejernya, dia lah modelnya” dia memperkenalkanku pada pria itu, dapat kulihat ada ekspresi kecewa di wajahnya, berharap Sang Yoon modelnya? Aigoo gadis itu bahkan tidak suka di foto.

“Anyeong Cho Nayna imnida” sapaku ramah padanya.

“Anyeong Kim Seungho imnida, mannaseo bangapseubnida” balasnya sopan padaku.

“Kau model? Lalu perusahaanmu bagaimana?” tanya Sang Yoon bingung.

“Ah, aku hanya menyukai ini saja, aku tetap berstatus sebagai pengusaha, model hanya hobi ku saja, karena sepertinya menjadi model cukup menyenangkan, dan kebetulan aku pun ada urusan bisnis di Korea, jadi aku terima saja tawaran pemotretan ini.” jawabnya sambil menatap wajah Sang Yoon lekat, aku melihat binar kerinduan yang sangat dalam dari mata pria itu.

“Pria aneh” sahut Sang Yoon cuek.

“Ku artikan itu adalah pujian untukku, gomawo Fee” ucapnya sambil tersenyum manis, yang membuat ku membelalakan matanya, aku tau mengapa Sang Yoon menolaknya, dia pria tidak waras, harusnya cocok dengan Sang Yoon.

“Hei kalian, cepat pemotretannya akan segera di mulai” teriak produser pada kami. Akhirnya pemotretan pun di mulai dan meski pemotretan berjalan, pria di sampingku ini tidak berhenti menatap ke arah Sang Yoon, sementara orang yang di tatapnya tengah asik membaca novel, apa sih menariknya Sang Yoon? Hingga pria yang nyaris sempurna seperti Kim Seungho benar-benar mencintainya, dan bodohnya mengapa temanku itu malah tergila-gila pada kakakku, benar-benar sinting.

***

Cho Nayna POV

“Oppa? Tumben sekali kau pulang ke rumah? Appa dan eomma sedang pergi ke Jepang” kataku pada mahluk yang berdiri di hadapanku ini, dia jarang pulang ke rumah karena aku tau kalau jadwwalnya sangat padat, bahkan dia hanya tidur 2-3 jam sehari, aku sebenarnya kasihan padanya.

“Apa aku tidak boleh pulang ke rumahku sediri hah?” tanyanya sambil menatapku tajam.

“Aniyo, maksudku biasanya kan kau mengabariku dulu jika kau ingin pulang” jelasku padanya.

“Aku hanya ingin menemuimu Nayna~ya, kau tau oppa menghawatirkanmu” ucapnya dengan nada sedih, aku tau walau hubungan kami tidak terlalu akrab, tapi dia sangat menyayangiku, dia bahkan diam-diam mentransferkan uang padaku tiap bulannya, aku hanya pura-pura tidak tau saja.

“Baiklah, apa yang mau oppa tanyakan? Aku akan menjawabnya dengan jujur” ucapku padanya, aku tau dia sangat penarasan padaku.

“Apa kau benar-benar pacaran dengan Heechul hyung?” tanyanya padaku, yang jelas saja membuat keningku berkerut. “Ani, maksudku apa kau benar-benar mencintainya?”

“Oppa, apa kau tidak bisa melihat dari caraku memandangnya? Ah baiklah, ya aku mencintainya” jawabku mantap, karena dia malah menunjukan ekspresi bingung  jadi kukatakan saja perasaanku yang sebenarnya.

“Baiklah, sepertinya sekarang aku sudah tenang, setidaknya aku tidak salah menyerahkanmu pada Heechul hyung, karena aku tau jika dia juga sangat mencintaimu” dia mengusap rambutku pelan yang membuatku tersenyum, inilah oppaku, walaupun evil dia adalah sosok oppa yang sangat aku sayangi.

“Gomawo, kau sendiri bagaimana hubunganmu dengan Victoria eonni?” tanyaku padanya.

“Kami baik-baik saja” jawabnya sambil tersenyum, ah sepertinya pertanyaanku kurang tepat.

“Apa oppa mencintai Victoria eonni?” tanyaku padanya, yang membuat dia menggaruk kepalanya, aigoo oppaku ini pabo sekali kalau masalah percintaan, dia bahkan tidak bisa membedakan cinta pada gadis dan pada kakak.

“Molla” jawabnya malas.

“Yak! Oppa itu bagaimana, kau harus bertanya pada hatimu, jangan sampai kau meyakiti perasaanmu sendiri” nasehatku padanya, dia hanya mengerucutkan bibirnya tanda kesal.

“Aku bukan anak kecil, mengapa jadi kau yang menasehatiku” sanggahnya tidak terima.

“Habis oppa itu babo sekali, ku tanya sekarang,apa kau merindukannya setiap oppa belum melihat wajahnya?” tanyaku padanya, dia tampak berfikir keras.

“Mmm, kadang-kadang” jawabnya bingung.

“Apa jantung oppa berdetak sangat cepat jika melihatnya?”tanyaku lagi, kali ini dia menggelengkan  kepala.

“Apa kau akan menyerahkan nyawamu padanya jika dia membutuhkan itu?” dia sedikit mengernyit mendengar pertanyaan anehku namun dia mengangguk baiklah berarti Vic eonni memang orang yang penting untuk Kyuhyun.

“Apa kau cemburu jika melihatnya bersama pria lain?” tanyaku padanya, dan dia menggeleng.

“Okey ini pertanyaan terakhir apa kau merasa kau sedang bersama seorang noona, atau kau bersama seorang gadis jika bersamanya?” tanyaku padanya.

“Maksudmu?” tanyanya padaku.

“Tidak usah pura-pura bodoh, aku tau oppa mengerti maksudnya” sinisku padanya.

“Aku merasa nyaman padanya, sama seperti aku sedang bersama Ahra nuna” jawabnya, nah sudah tau begitu dia masih mempertahankan hubungan itu.

“See, kau bisa tau sendiri bagaimana hatimu oppa” ucapku sambil menatap matanya.

“Tapi aku tidak tega mengatakannya pada Qian” ucapnya lesu.

“Kau harus mengatakannya oppa, dia akan lebih sakit hati jika kau tidak jujur padanya” ucapku sambil tersenyum padanya.

“Ah oppa, aku sudah mengantuk, aku tidur dulu” aku hendak meninggalkannya namun tanganku ditarik olehnya.

“Aku merasa kehilangan kendali atas tubuhku hanya dengan melihat senyumnya, bahkan aku merasa kesal melihatnya bersama oppanya, apa ada yang salah denganku?” tanyanya padaku, benar kan kalau ku bilang oppaku bodoh.

“Siapa? Victoria eonni?” tanya ku padanya.

“Aniyo, bukan Qian, tapi Sang Yoon?” jawabannya sukse membuatku kaget.

“Aaaaaaaaaa” tiba-tiba aku teriak sambil memeluknya, dia hanya menatapku heran.

“Kenapa kau senang sekali?” tanyanya padaku.

“Jelas saja, itu artinya kau mencintainya oppa, akhirnya cinta Sang Yoon tidak bertepuk sebelah tangan” ucapku senang.

“Mwo? Apa maksudnya?” tanyanya heran.

“Aigoo, tidak tau kah kalau Sang Yoon mencitaimu? Bodohnya kau oppa, orang yang meliat cara memandang Sang Yoon padamu pasti tau betapa dia mencintaimu” ucapku sambil menatap heran padanya.

“Jeongmal?” tanyanya padaku.

“tentu, tapi sepertinya sekarang kau punya saingan berat, karena sekarang ada pria bernama Kim seungho yang amat mencintainya, jadi kalau kau memang menginginkan Sang Yoon kau harus segera merebutnya, karena sainganmu itu sangat sempurna, aku bahkan heran pada Sang Yoon yang dengan bodohnya menolak di jodohkan dengan pria itu yang jelas-jelas lebih segala-galanya darimu” ucapku dengan wajah serius.

“Yang oppa mu siapa hah?” marahnya tak terima.

“Aku hanya berkata jujur oppa” ucapku dengan muka polosku yang membuat tangannya menjitak kepalaku, aish appo.

***

Sang Yoon POV

“Oppa, ada apa kau menyuruhku ke sini?” tanyaku pada Siwon oppa yang sedang duduk bersama member Super Junior yang lain.

“Aniyo, kau tau kan kalau hari ini hari ulang tahunnya Kim Seungho?” tanyanya padaku yang membuatku bingung.

“Lalu?” tanyaku masih tidak mengerti.

“Aku akan mentraktir kalian semua makan untuk merayakan ulang tahunnya, kasihan dia tidak mempunyai teman disini, jadi kita harus menemaninya di hari ulang tahunnya ini, apa lagi kau orang yang dekat dengannya, bagaimanapun juga dia mantan tunanganmu bukan” papar Siwon oppa yang membuat member lainnya menatapku heran.

“Oppa, kenapa kau membahas masalah itu lagi, tunangan? Cih, bukankah dari awal aku katakan kalau aku menolak” sinisku pada Siwon oppa, benar-benar membuatku kesal.

“Sudahlah ayo kita ke cafenya Yesung hyung saja, di sana makanannya enak” jawab siwon langsung menyuruh kita semua mengikutinya menuju mobil. Aku duduk di samping Siwon oppa, di belakang ada kyuhyun, Eunhyuk dan Ryeowook. Sementara member lainnya menumpang di mobil Teuki oppa, sial bahkan tidak ada Hye Joon, karena dia sedang menemani pacar tercintanya.

“Kyuhyun~a kau kenapa? Sepertinya kau sedang kesal” tanya Eunhyuk oppa pada Kyuhyun yang duduk di sebelahnya, sementara Kyuhyun hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya, merasa bingung dengan perasaannya saat ini.

“Hyung, mana yang namanya Kim Seungho?” tanya wooky pada Siwon ketika kami semua telah sampai  di cafe.

“Sebentar lagi dia datang” jawab Siwon tenang. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Kau ambil bolunya di dapur, aku sudah memesannya, dan kau yang harus menyerahkan kue itu padanya karena Seungho pasti senang” aku hanya dapat membelalakan mataku, menatap tajam oppaku yang sepertinya mulai gila, tapi dia balas menatap tajam ke arahku, oh baiklah kali kau menang Mr.Choi, aku menuju dapur dan bertanya pada ibunya Yesung hyung yang ada di dapur.

“Ahjumma, Kue yang di titipkan Siwon oppa, ada di mana?” tanyaku padanya.

“Ada di dalam kulkas di pojok sana” jawabnya sambil menunjuk kulkas tersebut.

“Gomawo” bungkukku padanya, kemudian berjalan memasuki cafe kembali, tidak ada pengunjung lain, aku yakin cafe ini sudah di pesan secara khusus oleh oppaku.

“Yooni~a cepatlah, dia sudah ada di parkiran” teriak Siwon oppa, aish merepotkan sekali.

“Itu dia Kim Seungho” tunjuk Siwon oppa pada pria yang tengah memasuki cafe, yah harus ku akui namja itu terlihat sangat tampan, tapi terlalu tampan menurutku, aku jadi cepat bosan jika melihatnya.

“Aigoo, itu kah yang bernama Kim Seungho? Sangat tampan, kau sudah gila Sang Yoon~a menolak namja seperti dia” ucap Teuki oppa, yang mendapat anggukan dari member lainnya.

“Ne, sepertinya aku memasng sudah gila” ucapku sinis, ketika aku melihat Kyuhyun dia terlihat tersenyum melihatku tersiksa dengan keadaan ini, meyebalkan.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida, saranghaneun kim Seungho, saengil chuka hamnida” nyanyi para member sambil bertepuk tangan, aku hanya tersenyum melihat cara mereka bernyanyi, sangat lucu.

“Saengil chukae oppa, sekarang make a wish kemudian tiup lilinnya” ucapku padanya lalu menyodorkan kue di depan mukanya, dia terlihat sangat senang karena dari tadi dia tidak berhenti tersenyum, dia memejamkan metanya sebentar lalu meniup lilinnya.

“Gomawo semuanya, kalian mau meluangkan waktu kalian untuk orang asing seperti aku” jawabnya sambil membungkuk.

“Chonmaneo, lagi pula sekarang jadwal kami sedang kosong dan kau itu temannya Siwon dan Sang Yoon maka itu juga berarti kau teman kami juga” ucap Teuki hyung menimpali sembari tersenyum ramah padanya.

“Baiklah, seharusnya aku memperkenalkan diriku dulu bukan, joneun Kim Seungho imnida, mannaseo bangabseubnida” ucapnya.

“Urineun supyeo juni  ~oeyo” yang jelas saja membuat Kim Seungho tertawa, mereka ini terlalu ajaib, bahkan memperkenalkan diri di depan orang biasa pun maksudnya tidak di depan kamera mereka tetap seperti itu.

“Kau sudah tau kami semua bukan?” sekarang giliran Eunhyuk oppa yang bertanya, aigoo percaya diri sekali oppaku itu, sementara Seungho hanya menimpalinya dengan tersenyum

“Ne, bagaimana aku tidak kenal kalian, jika setiap hari Fee selalu bercerita tentang kalian” jawabnya sambil terkekeh dan menoleh padaku.

“Fee?” ucap para member bingung.

“Ne, Fee adalah nama westernku oppa, Freshia Choi” ucapku akhirnya, sementara para member lainnya ber oh ria.

“Coba kau sebutkan mana kami” kali ini Yesung oppa yang bicara.

“Leeteuk~ssi, Yesung~ssi, Sungmin~ssi, Heechul~ssi, Eunhyuk~ssi” dia berhenti sebentar keika ingin menyebutkan Kyuhyun “Kyuhyun~ssi, ternyata kau lebih tampan jika di lihat secara langsung, tapi menurutku aku lebih tampan” perkataannya membuat semua yang ada di situ tertawa, aku hanya mendengus kesal, tapi ku liahat Kyuhyun pun mendecak kesal” Ryeowook~ssi, Siwon hyung dan Fee” jawabnya malah memanggil kami semua sambil menjunjuk satu persatu.

“Wow daebak” acung Siwon oppa pada Kim Seungho, sementara Seungho hanya tersenyum membalasnya.

“Ah, mianhae Seungho~ssi kami tidak membawakan kado untukmu” ucap leeteuk oppa.

“Chonmaneyo, ada kalian juga merupakan kado yang indah untukku, ini pertama kalinya ulang tahunku dira yakan bersama teman, karena biasanya aku hanya merasakannya dengan keluargaku” ucapnya sambil tersenyum tulus.

“Ah, begini saja, kau minta pada kami satu hal dan kami akan mengabulkannya” ucap Teuki hyung yang mendapat anggukan setuju dari yang lain, kecuali Kyuhyun oppa, entah kenapa hari ini dia terlihat sangat kesal.

“apa pun?” tanya Kim Seungho.

“Ne” jawab mereka kompak.

“Aku ingin malam ini aku menghabiskan hari ulang tahunku bersama Sang Yoon” Seungho mengedip kepadaku, permintaan apa pula yang seperti itu? Cish keterlaluan.

“Yak! Kau curang” ucapku tidak terima.

“tapi mereka bilang apa pun” ucap Seungho sambil tersenyum geli, membuatku ingin memukul kepalanya.

“Tenang saja, akan ku pastikan malam ini Sang Yoon bersamamu” jawab Siwon oppa sambil terkekeh dan mengacungkan kedua jempolnya pada Seungho.

“Aish, oppa, kau menyerahkan adikmu ini pada nya?”tanyaku tidak percaya, oppa macam apa dia. Akhirnya aku harus mengalah padanya, baiklah kali kau menang.

***

Ryeowook POV

Aneh, hari ini sungguh banyak sekali hal mengejutkan yang terjadi, Siwon hyung yang tiba-tiba menyuruh kami untuk menemani temannya yang sedang berulang tahun, yang ternyata temannya itu adalah tunangan adiknya, ani mantan tunagan, karena Sang Yoon menolak pertunangan itu, dan memilih pulang ke Soul, kami tentu saja ikut senang merayakan ulang tahun Kim seungho, dia orang yang menyenangkan dan tidak sombong, dari apa yang kami dengan dari Siwon hyung, dia adalah penerus sebuah perusahaan besar di Inggris, dan dia juga adalah model, mengingat tampangnya yang lumayan, ah sebagai pria aku benci mengatakan ini, dia sangat tampan, kau tau, membuatku tidak percaya diri di depannya.

Dan yang paling membuatku heran adalah sikap magnae, aku tidak tau apa yang terjadi hingga Kyuhyun bersikap seperti itu, dia terlihat sangat kesal, aku tidak tau ini persasaanku saja atau memang kenyataannya, tapi ketika melihat Kim Seungho dia terlihat sangat benci padanya, tatapannya pada Kim Seungho terlihat seperti ingin memakannya hidup-hidup, auranya sangat mengerikan, membuat bulu kudukku meremang.

***

Kyuhyun POV

Astaga, ada apa denganku, mengapa aku mersa sangat kesal melihat cara laki-laki itu memandang Sang Yoon, terlihat sangat intens, apa ini yang di namakan cemburu? Rasanya begitu menyiksa, aku harus benar-benar meredam amarahku untuk tidak membunuhnya saat itu juga. Untung acara tersebut cepat selesai, tapi aku benar-benar ingin mencekik Siwon hyung yang menyerahkan Sang Yoon pada pria itu, astaga, apa yang aku fikirkan, lama-lama aku benar-benar menjadi kriminal bila terus di dekatnya.

“Kyuhyun~a kau kenapa?” tanya Siwon hyung padaku, apa aku cerita saja ya padanya?, tapi aku sedang kesal dengan pria ini.

“Molla hyung, apa kau pernah merasakan cemburu hyung?” tanyaku padanya, yang membuatnya menatapku heran.

“Tentu saja aku pernah, apa kau sedang cemburu pada seseorang sekarang? Nickhun?” yang membuatku langsung enatapnya dengan tatapan tidak mengerti, sepertinya dia dapat mengerti maksudku, konyol sekali aku cemburu dengan Nickhun.

“Begitu menyiksa hyung, bahkan aku harus menahan diriku untuk membunuh pria itu saat itu juga, hebat bukan, sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi kriminal” ucapku menunduk.

“Siapakah gadis beruntung itu, hingga membuatmu seperti ini? Berarti kau amat mencintainya, biar ku tebak ini tidak ada hubungannya dengan Victoria kan? Aku tau kau sama sekali tidak mencintai Victoria, dan Victoria pun pasti dapat merasakan itu Kyu, kalian hanya menyiksa diri kalian sendiri” Ucap siwon hyung padaku sambil mengusap pundakku pelan.

“Adikmu hyung” ucapku datar.

“Sang Yoon? Kenapa dengan Sang Yoon?” tanya Siwon oppa bingung, kemudian dia mencerna ucapanku, dan langsung berteriak, aneh mengapa reksinya sama seperti Nayna saat mengetahui ini.

“Ya, Sang Yoon, dia yang membuatmu begini” ucapku lemas.

“Omo? Aish nan paboya” ucap Siwon hyung pada dirinya sendiri.

“Kau kenapa hyung?” tanya ku heran padanya.

“Kyuhyun~a maaf kan hyung telah berbuat jahat padamu, aku tidak tau jika kau menyukainya, kalau kau benar-benar mencintai Sang Yoon, kau harus menunjukan padanya, jangan sampai  kau menyesal karena dia tidak mengetahui perasaanu, aku mendukungmu, Sang Yoon pasti sangat senang kalau mengetahui ini, tapi kau harus mengatakan perasaanmu terlebih dahulu pada Victoria” ucap Siwon hyung yang membuatku tersenyum.

“Mulai saat ini Cho Kyuhyun akan memperjuangkan cintanya, tak akan ku biarkan dia lari dariku, dan Siwon hyung tidak boleh menarik kata-katamu, karena dia akan ku tawan dalam duniaku” ucapku yakin pada Siwon hyung.

Bwara Mr. Simple simple keuttaeneun keuttaeneun keuttaeneun-ro meotcheo

“Yoboseo” terdengar isak tangis dari sang penelfon yang tidak lain adalah Victoria.

“Qien, apa kau menangis? Kenapa kau menangis? Qien? Jawab aku kau di mana?” aku panik, bukannya menjawab pertanyaanku dia malah menangis.

“Aku, aku di rumah” jawabnya sesenggukan.

“Baik, jangan kemana-mana aku akan ke rumahmu sekarang juga” ucapku kemudian langsung mematikan handphoneku dan berlari keluar menuju mobilku, sudah ku bilang kan aku paling benci melihat wanita menangis, apa lagi itu Qien.

***

Sungho POV

“Begitu sulitkah bersamaku?” tanyaku pada Sang Yoon yang tengah menghembuskan nafas berat, aku tau dia tidak ingin menemaniku menghabiskan waktu ulangtahunku, tapi aku tidak bisa melepaskannya lagi, cukup sudah aku mengalah pada laki-laki itu, tapi laki-laki itu malah bersama  wanita lain, aku tidak mau melihatnya tersakiti lagi, bodohnya gadis ini, mencintai seorang pria bertahun-tahun, mencoba menarik perhatian pria itu dengan menjadi menejer temannya yang tiba-tiba menjadi aris (Cho Nayna) agar dia melihatnya, mencoba bertahan walau pria itu telah memiliki cinta lain, aku tau, sangat tau, kau pikir aku melepaskannya begitu saja? Tidak, walau aku di Inggris tapi aku selalu mengawasinya dari sina, hanya memastikan bahwa dia dapat hidup dengan bahagia dengan pria itu, tapi nyatanya! Membuatku benar-benar sakit melihatnya mencoba kuat, gadis bodoh ini menutupi kesedihannya dengan tersenyum, senyum yang membuatku muak.

“Aniyo, aku hanya sedikit pegal” dia berkata sambil merenggangkan otot-ototnya, dia sungguh tidak berbakat dalam ber ekting.

“Baguslah, kalau begitu, aku ingin kau tersenyum” ucapku padanya, yang membuatnya memicingkan mata.

“Ya, tersenyumlah, aku ingin melihatmu tersenyum, ini masih ulang tahunku kau ingat janji tadi?”  dia mencibir mendengar ucapanku.

“mmm” dia berusaha terenyum, tapi senyumnya malah terlihat aneh.

“Kau bisa tersenyum tidak?” sinisku padanya.

“Aish, kau merepotkan sekali” kemudian dia tersenyum, kau tau hanya dengan melihatnya tersenyum hatiku menjadi tenang.

“Nah, kau terlihat cantik dengan tersenyum” dia terkekeh mendengar rayuku.

“Gomawo” ucapnya sambil membungkuk ke arahku.

“Mulai sekarang aku akan memastikan senyum itu tidak akan hilang dari wajahmu” ucapku sambil memegang tangannya, aku menatapnya dalam  dia balas menatap mataku, aku tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak mendekatkan wajahku ke wajahnya, dia hanya diam, ketika bibir kami hampir bersentuhan tiba-tiba dia menangis, gadis ini benar-benar membuatku gila.

“Gwenchana?” tanyaku padanya, dia hanya terus terisak, aku tidak berani memeluknya jadi aku hanya mengusap kepala pelan dan menghiburnya.

“Aigoo, ini kan hari ulang tahunku, bukankah sudah ku bilang aku ingin melihat mu tersenyum! Uljima” aku tersenyum padanya.

“Ternyata menangis pun kau tetap terlihat manis” rayuku padanya yang langsung dapat menghentikan tangisnya dan beralih memukul kepalu, aish appo, dia perempuan tapi aku bersumpah tenaganya seperti seorang laki-laki, mendengar ringisanku dia malah terkekeh, gadis ini benar-benar membuatku terperangkap dalam pesonanya, aku bersumpah aku akan membahagiakannya.

***

Sang Yoon POV

Aku bodoh? Tentu saja, bodohnya aku menolak pria sebaik Seungho, kalau aku bisa aku ingin membalas cinta Seungho, tapi karena aku bodoh aku malah mencintai Cho Kyuhyun, pria yang jelas-jelas memiliki seorang wanita yang juga mencintainya.

Nae salmi haru-haru keumeul keuneun getcheorom

“Yoboseyo” ucapku malas.

“Yoboseo, gwenchana?” tanya orang di telfon yang langsung panik mendengar suara malas Sang Yoon.

“nan Gwenchana, gomawo sudah menghawatirkanku Seungho oppa” jawabku riang pada penelfon di sebrang yang tidak lain adalah Seungho, aku tidak mau terlihat menyedihkan.

“Sure?”tanyanya tidak yakin.

“Of course, apa kau begitu rindunya padaku hingga menelfonku, padahal 20 menit lalu kita bertemu” aku terkekeh mengejeknya.

“Sepertinya begitu” jawabannya membuatku kaget, aigoo pria ini terlalu frontal.

“Ah oppa, apa kau tau Siwon oppa sedang sakit” ucapku mengalihkan pembicaraan, saking bingungnya aku sampai mengatakan Siwon oppa sakit, babo gateun.

“Jeongmal? Bukannya tadi dia sangat bersemangat sekali merayakan ulang tahunku?” tanyanya tidk percaya.

“Tiba-tiba saja kepalanya pusing” jawabku berbohong.

“Eo, aku doakan agar dia cepat sembuh” jawabnya tapi dengan nada bercanda, aish pasti dia sudah tau kalau aku sedang berbohong, mulutku memang terkadang meluncurkan kata-kata  yang di luar dugaan.

“hehe” aku tertawa garing.

“tidak perlu malu begitu padaku” jawabnya sambil terkekeh, sial.

“Yak! Kalau kau hanya ingin menggodaku, lebih baik kau matikan telfonnya” jawabku yang akhirnya kesal mendengar kelakuannya.

“Aih kau galak sekali jika sedang malu” jawabnya masih dengan kekehan khasnya, yang membuatku langsung memutuskan telfonnya, baru beberapa detik telfonnya ku matikan, handfone ku berbunyi kembali.

“Yak! Sudah ku bilang kalau kau hanya ingin menggodaku tidak usah menelfon!, Seungho oppa yang menyebalkan” jawabku langsung marah ketika mengangkat telfonnya.

“Aku bukan Seungho” jawab suara ditelfon sedikit kesal. Aigoo suara ini.

“Kyu, Kyuhyun oppa?” jawabku gugup, aish bodohnya aku.

“ne, aku Kyuhyun maaf mengganggumu” jawabnya dengan nada sedih?.

“Ah, ani, ani ku kira tadi Seungho” jawabku menyesal.

“gwenchana, aku hanya ingin tau apa kau sudah sampai rumah?”

“Ne oppa, aku sudah di rumah”

“Mmm, bukannya kau pernah bilang padaku bahwa jika aku kesal , aku boleh meminta jajangmyeon padamu?” tanyanya gugup, yang membuatku tersenyum.

“Ne, tentu saja, apa kau sedang kesal sekarang?” tanyaku padanya.

“Sepertinya begitu” jawabnya lesu.

“Baiklah 20 menit lagi aku sudah ada di dormmu, oppa sedang di dorm kan?” ucapku padanya sambil tersenyum, walaupun dia tidak melihat senyumku, tapi aku sangat senang yang dia telfon aku.

“Tapi ini sudah malam” jawabnya hawatir.

“Gwenchana, sekalian aku menjemput Siwon oppa” aku meyakin kannya.

“ apa perlu ku jemput?”

“tidak usah, aku diantar supir, oppa tenag saja”

“Baiklah, hati-hati” ucapnya sebelum mengakhiri sambungan telfon kami. Senyumku tidak bisa lepas dari bibirku, sesekali aku melihat handphoneku lagi, karena khawatir jika tadi hanya hayalanku saja, tapi ternyata ini nyata, aku benar-benar melonjak senang dan langsung menuju dapaur untuk membuatkannya jajangmyeon.

***

“Anyeong” teriakku ketika memasuki dorm Super Junior, mereka langsung menghadiahiku tatapan tajam.

“Aish, ini sudah malam bodoh, tidak perlu teriak-teriak” kesal Eunhyuk oppa yang ku balas dengan senyuman manisku.

“Aigoo, kau tampak mengerikan, ada apa kau kemari?” tanya heran Ryeowook oppa padaku.

“Siwon oppa odiga?”

“Dia ada di lantai atas bersama Leeteuk hyung” jawab Sungmin sinis tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi di hadapannya.

“Yak! Kenapa kau masih disini?” heran Eunhyuk oppa yang melihatku malah diam.

“Kalau Kyuhyun oppa?” tanyaku padanya, yang membuat Sungmin oppa langsung mengalihkan perhatiannya dari tv dan menatapku.

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” Sungmin oppa memmandangku lekat.

“Introducing oppa, wanita itu tidak menyukai hal yang terlalu gamblang, terkadang misteri malah yang di sukai oleh wanita” ucapku sambil tersenyum manis.

“Cih… misteri kau bilang? Aku bahkan sudah tau kalau kau mencarinya, dan biar ku tebak bungkusan itu untuk Kyuhyun bukan?”

“Waw, kemampuan sulapmu makin meningkat oppa, bahkan sekarang kau sudah dapat membaca tindakanku” aku tersenyum tulus padanya yang membuatnya mengernyitkan dahinya.

“Tidak butuh kemampuan itu, bahkan orang bodoh pun dapat menebaknya, apa tindakan yang kamu lakukan yang tidak ada hubungannya dengan pria itu? Menjemput Choi Siwon? Cih, aktingmu buruk sekali” aku hanya terkekeh mendengar ucapan sinisnya.

“Dia ada di kamarnya, pergi sana, temui pujaan hatimu” ucap sinis Eunhyuk oppa.

“Dengan senang hati” aku membalasnya dengan tersenyum kemudian langsung berlalu meninggalkan pria-pria galau itu.

***

Eunhyuk POV

Ting Tong (author ga tau bunyi bel dorm super Junir gimana).

“Hyuk~ah buka pintunya sana” perintah Sungmin hyung padaku, aish dia bahkan menyuruh tanpa memalingkan wajahnya dari televisi membuatku kesal.

Aku membukakan pintu, dan kau tau apa yang aku lihat? Victoria yang sedang menangis.

“Hyuk oppa, apa Kyuhyun ada di dalam?” tanyanya sambil mengusap air mata yang mengalir dari sudut matanya, dia terlihat sangat mengenaskan.

“Ne, dia ada di kamarnya, kau langsung masuk saja” jawabku sambil tersenyum padanya, dia langsung bergegas masuk menuju kamar Kyuhyun, tunggu dulu, sepertinya aku merasa ada yang terlupa, Sang Yoon? Aigoo aku lupa, kalau Kyuhyun sedang bersama Sang Yoon, aku langsung berlari mengejar Victoria, tapi terlambat dia sudah membuka pintu kamar Kyuhyun dan melihat pemandangan yang kuarang menyenangkan, Sang Yoon yang tengah menyuapi Kyuhyun.

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

~Prak~

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

~TBC~