Fee's Line. Welcome all…

Archive for the ‘kyuhyun’ Category

Sampingan

{Short FF} Evil Kyu #S3 (Happy Birtday)

 

Author: SangYoon/Dhaekyu

Title: EvilKyu #S3 (Happy Birtday)

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: short ff

Rating: pg 15?

 

*****DK*****

 

Super Junior’s Hotel

Taiwan

 

“Kyu~ya bisakah kau berhenti meperlihatkan tatapan setanmu itu, kau terlihat sangat menyeramkan” Sang leader berkata takut ke arah magnaenya, dia tau apa yang sedang di fikirkan magnaenya ini, kemudian menepuk pelan bahu magnaenya ini, memberi dukungan, namun tidak di gubris olehnya, pria itu malah menatap handphone yang digenggamnya tajam, membuat semua yang berada didekat pria itu menyingkir, takut terkena lemparan hp yang digenggam itu kapan saja.

Kyuhyun terus menatap handphonnya, menunggu benda itu berkedip, dirinya sangat kesal karena gadis itu bahkan tidak menghubnginya sama sekali selama seminggu ini, bahkan kakaknya (Choi Siwon) pun tidak tahu menahu apa yang sedang di lakukan gadis itu, membuatnya sangat khawatir, tidak masalah jika gadis itu melupakan hari ulang tahunnya, tapi setidaknya gadisnya memberitahukan bagaimana kabarnya, agar dia tahu bahwa gadis itu baik-baik saja.

“kyu~ya, kau tenang saja, adikku pasti akan menghubungimu, aku sudah bertanya pada appa, dia sedang di Texas mengurusi anak perusahaan appa yang baru, karena terlalu semangat dia sampai lupa membawa hpnya, jadi lebih baik kau tidur, nanti siang kita harus bersiap untuk show kita lagi” mendengar penjelasan lembut dari Choi Siwon, pria itu mendesah lega, senang bahwa gadisnya baik-baik saja, dia tersenyum pada hyugnya, kemudia menunduk sopan padanya dan langsung menuju kamar hotelnya, dia sangat lelah, lelah dengan segala beban fikirannya.

*****DK*****

 

 

At Sang Yoon’s Apartement

New York

 

“Yoboseo” terdengar sahutan serak seorang gadis dari telfon, menandakan bahwa gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya.

“Yak! Gadis bodoh, 5 kali ku telfon ternyata kau sedang tidur, sekarang kau ada dimana?” gadis yang menelfon itu berkata tidak sabar, dirinya sangat kesal dengan kelakuan gadis yang sedang dia telfon itu.

“Aigoo, eonni~ya, aku sangat mengantuk, kau tau di Amerika sekarang pukul berapa? Ini tengah malam eonni, aku baru tidur setengah jam yang lalu, bisakah kau menggangguku besok pagi saja?” tanpa membuka matanya gadis itu menjawab pertanyaan eonninya dengan malas, dia sangat heran dengan kelakuan eonninya yang suka sekali mengganggu waktu tidurnya, gadis itu mengumpat pelan dalam hati, kesal dengan sifat temannya itu.

“Mwo? Di Amerika kau bilang? Astaga Sang Yoon~a, kau bahkan belum ke Taiwan?, kau ingat tidak sekarang tanggal berapa?” gadis yang di panggil eonni olehnya itu mendengus kesal.

“Tidak perlu berterik seperti itu, aku belum tuli. Jangan bercanda eonni, tentu saja aku tau sekarang tanggal berapa, 3 Februari bukan? Memangnya kenapa dengan. . . Aaaaa” gadis itu berteriak keras menyadari kebodohannya, matanya yang semula terpejam kini membuka lebar, dirasakannya kepalanya berdenyut akibat bagun dengan tiba-tiba.

“Sudah sadar? Astaga, apa saja sih yang kau lakukan disana? Hingga melupakan ulang tahun kekasihmu sendiri?” Gadis yang menelfon itu bertanya dengan nada heran, dirinya tidak bisa menemukan alasan kenapa gadis ini sampai lupa pada hal yang harusnya menurut gadis ini adalah hal yang paling penting.

“Aish, nan baboya, aku benar-benar lupa eonni, seminggu ini appa mengharuskanku mengawasi anak perusahaan appa yang baru di Texas, aku bahkan meninggalkan handphoneku, aku baru pulang ke apartemenku setengah jam yang lalu, dan aku tidak sempat membuka handphoneku, terlalu lelah, aku langsung tertidur sampai kau membangunkanku” terdengar nada sedih dan penuh penyesalan dari gadis itu, bisa-bisanya dia melupakan hal sepenting itu, pasti kekasihnya tidak akan memaafkannya, pikirnya.

“Aigoo, berhenti bersikap melankolis seprti itu, lebih baik sekarang kau segera ke Taiwan, appamu punya helikopter pribadi kan? Cepat kau temui kekasih manjamu itu, kau tau semenjak dua hari yang lalu kekasih iblismu itu membuat kotak masukku penuh, hanya menanyakan tentangmu”

“Ne eonni, gomawo” setelah mengucapka terima kasih gadis itu langsung menghubungi sekretarisnya, menyuruh sekertarisnya menyiapkan helikopter secepat mungkin, bahkan gadis itu tidak sempat mengemas baju, dia hanya membawa dompet beserta handphonya saja.

******DK*******

Super Junior’s hotel

Taiwan

 

Akhirnya aku sampai di Taiwan pukul 2 pagi, Siwon oppa langsung menjemputku di bandara dan mengantarkanku ke kamar pria itu, nafasku langsung terasa lega sekali setelah melihatnya, seolah aku baru saja sembuh dari flu, aku menatap wajahnya lekat, pria ini tertidur, tidurnya terlihat tidak nyaman, aku duduk di tepi ranjang itu, megusap-usap wajahnya pelan, berusaha membuatnya nyaman dalam tidurnya, nafas pria itu makin lama terdengar makin teratur, membuat gadis itu tersenyum senang karena sentuhannya dapat membuat lelaki ini nyaman, dirinya bahkan lupa dengan kantuknya, sibuk mengagumi ketampanan kekasihnya ini, sesekali di kecupnya dahi lelakinya, membuatnya tersenyum senang bahwa lelaki ini lelakinya, miliknya.

*****DK*****

Kyuhyun POV

 

Aku bermimpi gadis itu mengusap wajahku lembut, bahkan sesekali mencium keningku, membuatku tersenyum dalam tidurku.

Aku menggeliat pelan, ini masih gelap, aku mengerjapkan mataku, ketika menangkap sebuah siluet gadis yang sangat ku rindukan, walau gelap tapi aku yakin bahwa gadis itu adalah dia, gadisku. Menyadari aku sudah terjaga dari tidurku, dia langsung tersenyum ramah, aku masih dapat melihat senyum manisnya walau samar, senyum yang membuatku lupa bernafas.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida, saranghaneun Cho Kyuhyun, saengil chuka hamnida” dia bernyanyi dengan lembut.

“Oppa, mianhae aku baru mengucapkannya sekarang, aku benar-benar. . .” sebelum kalimatnya selesai, aku sudah menariknya, membuatnya jatuh menindihku.

“Yak! oppa” teriaknya tertahan, kaget dengan perbuatanku, dia berusaha bagun tapi aku memeluknya erat, tidak ingin dia jauh dariku lagi.

“Biarkan seperti ini, nan jeongmal bogoshipo” lirihku. Dia menatapku dalam, kemudian tersenyum lembut, dan menjatuhkan kepalanya di dadaku, bersandar nyaman di sana, aku dapat mendengar detak jantungnya yang berdetak sangat cepat, seirama dengan nada jantungku. Setelah beberapa menit dalam posisi seperti ini, dia mendongak dan menatap wajahku.

“Oppa, mian aku tidak membawa kado untukmu, tapi aku menggantinya dengan ini. . .”

Cup~ dia mencium keningku dalam. . .

“Untuk keningmu yang sangat indah” aku terbelalak mendapati kado penggantinya, tuhan, apa dia berniat membunuhku perlahan-lahan?

Cup~  “Untuk kedua mata ini, mata yang selalu bersinar” belum sempat aku menyela dia sudah melanjutkan aksiya lagi, memberiku kado. . .kkk, kali ini mataku terpejam menikmati kado darinya.

Cup~ “Untuk hidung yang terukir dengan sempurna ini”

Cup~  “Untuk pipi yang sangat menggemaskan ini”,  dia menggigit kecil pipiku, membuatku langsung mengerjap kaget, gadis ini, benar-benar menguji kesabaranku.

Tinggal satu bagian wajahku saja yang belum dikecupnya, ya bibirku, mataku terpejam menunggu hal itu, tapi tidak terjadi apa-apa, dia malah sedang menahan tawanya pelan ketika aku membuka kedua mataku, aku menatapnya tajam, dia langsung mengendalikan ekspresinya dan tersenyum padaku.

“Aish. . . Kau mempermainkanku….. mmmppphhh” belum sempat menyelesaikan protesku, gadis ini sudah membungkam mulutku dengan menempelkan bibirnya, hanya menempel, ini pertama kalinya dia menciumku terlebih dahulu, dan ku rasa dia malu untuk bertindak lebih jauh, baiklah biar aku yang memegang kendali sekarang.

Aku langsung melumat bibirnya lembut, tanganku memeluk pinggangnya erat, sementara tangannya sudah meremas pelan rambutku, dia mendesah pelan, dan membalas perlakuanku, bibir kami saling melumat, lidahku bahkan tengah mengeksplorasi mulutnya, dia pun melakukan hal yang sama, lidah kami saling membelit indah, ciuman kami terlepas sesaat untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan ciuman indah kami kembali, membuat suara indah yang di timbulkan oleh pertemuan bibir kami, rasanya tidak akan bosan berciuman degannya seperti ini.

*****DK*****

Super Junior’s Hotel at Taiwan

 

“Hyukjae~ya, bisakah kau bangunkan Kyuhyun di kamarnya? Ini sudah siang dan dia belum makan pagi” perintah Leeteuk, yang di jawab oleh dengusan malas oleh Hyukjae, dirinya kesal, mengapa harus dia yang di suruh membangunkan magnae iblisnya itu, karena membangunkan iblis itu merupakan petaka, kau harus siap di perlakukan kasar olehnya, dan demi tuhan membangunkan iblis ini benar-benar pekerjaan yang sulit.

“Hyung, kau lihat Siwon hyung tidak?” si imut Ryeowook bertanya bingung sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

“Siwon? Mungkin dia sedang kencan dengan kuda betina?” canda Teuki, si Imut Ryeowook tampak berfikir kemudian dia tersenyum.

“Kau benar hyung” Ryeowook kemudian berlari-lari kecil menyapa para staf yang memang tengah berkumpul di restoran.

“Hyukjae~ya, bangunkan adikmu, kasihan dia” bujuk Leeteuk seraya menatap lembut dongsaengnya yang tengah mendecak kesal, namun Hyukjae tetap menuruti perintah hyungnya.

*****DK*****

Hyukjae POV

 

Aish, bagaimana caranya membangunkan iblis itu, apa aku dobrak saja pintunya?, ah sepertinya itu ide yang bagus, jika aku hanya mengetuk-ngetuk pintunya mana mungkin iblis itu bangun.

Aku memegang gagang pintunya, mencoba membukanya secara baik terlebih dahulu.

“Eh, tidak di kunci?” gumamku kaget, apa pria didalam ini begitu lelahnya hingga dirinya lupa mengunci pintu. Aku langsung membuang segala pemikiranku, tujuanku dari awal adalah membangunkannya.

“Omo!!!!! Sang Yoon???”

kau tau apa yang membuatku kaget?, aku mendapati pemandangan indah di depan mataku, aku melihat sepasang kekasih sedang tidur pulas, aneh? Bagaimana bisa sepasang kekasih itu membuatku kaget? Karena posisi tidur mereka. . .kkk, sang wanita menumpukan tubuhnya di atas sang pria, sedang tangan mereka menggenggam satu sama lain, dan bibir mereka, ya tuhan, bahkan mereka berciuman ketika tidur? Ah, aku harus mengabadikan momen ini, segera aku mengambil android dari sakuku, memfoto mereka. Sepertinya menarik juga jika aku membagi pemandangan ini ke semua member. . .

*****DK*****

Super Junior’s Restaurant

 

Bwara Mr.Simple Simple Simple

Gee Gee Gee Gee baby baby

Nan jigeum danger

Suara handphone saling bersahutan di meja makan yang di tempati para lelaki tampan, membuat mereka mendecak kesal, bagaimana bisa handphone mereka berbunnyi hampir bersamaan.

“Mwo?” teriak Sungmin setelah membuka handphonenya.

“Aigoo” kini giliran Leeteuk yang menggelengkan kepalanya, namun senyum geli terukir dibibirnya.

“Wah, uri magnae sudah besar” Wooky berseru senang, sementara yang lainnya tersenyum-senyum geli.

“Andwae!!!” Sang Kuda (a.k.a Choi Siwon) yang baru datang langsung berteriak dan memperlihatkan ekspresi sedih yang berlebihan.

“Siwon~ah adikmu romantis sekali” Yesung tersenyum senang menatap Siwon, namun pria yang ditatap itu membuat ekspresi sedih dan tidak rela. Membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.

FIN

 

Gyahaha aku kembali lagi membawakan ff yang tidak jelas seperti biasanya, ah tidak henti2nya juga aku mengucapkan terima kasih kepada reader yang telah dengan senang hati merelakan waktunya untuk membaca shortff yang beje bgt ini…

Wajib komen? Ga ko, aku tidak mengharuskan kalian komen ff beje aku ini, serius deh, kalian mau baca aja aku seneng banget…

Curhat.com. . . aku baru menyadari ternyata aku tidak punya bakat nulis SAMA SEKALI, hiks, kenyataan yang menyedihkan. . . Jadi aku minta maaf yang sebesar-besarnya kalau ff aku ini membuat kalian kecewa *nangis d’pojokan bareng Kyu.

Segitu aja deh. . . . babay. . . .

Ttd

Sparkyu forever 

 


Iklan

That girl and SM.Entertaiment

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That girl and SM.Entertaiment

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast:

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

A girl (secret) POV

Sial, bajuku jadi basah gerutuku dalam hati.

Aku menoleh ke arah belakang melihat ke arah cafe itu lagi.

“gara-gara lagu itu. memang sangat menyedihkan lirik lagunya. Lalu apa salahnya jika aku tak suka dengan lagu itu dan juga suaranya. Suaranyakan memang sangat menyedihkan maka dari itu aku tak mau mendengarnya, harusnya mereka mengerti keadaanku sekarang.” Lagi-lagi aku menggerutu panjang.

Aku berusaha mengendalikan emosiku dengan menutup mataku, menghembuskan napasku pelan. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang datang.

Kurogoh tas dan mengambil ponselku, menghubungi teman-temanku. Daripada aku harus stress gara-gara hal seperti ini lebih baik aku bertemu dengan teman-temanku.

Number dial 1: Cho NayNa

“annyeong, Na-ya. Kau ada waktu? Ayo kita….” sebelum kuselesaikan bicara, Na-ya sudah memotongnya.

“mian, aku sibuk. Oh, sebentar lagi deosenku datang. Bye..”

“tuttt..tutt…” dia menutup telponnya beitu saja. Tanpa ada ucapan salam balik.

“cih, dasar pelajar sibuk susah di ajak jalan” omelku lagi.

Ok, number dial 1: gagal, sekarang number dial 2: Goo Sally semoga berhasil.

“annyeong, sally-ah. Apa kau sibuk?” kali ini aku menanyakan jadwalnya terlebih karena aku tak mau di tutup tanpa permisi seperti yang Na-ya lakukan padaku.

“hmm ani, memangnya ada apa?” tanya Sally. Oh, untunglah..

“ayo kita makan siang bersama, sudah lama dumpley tidak berkumpul”ujarku pelan

“ok, kita bertemu dimana?” jawaban setuju dari Sally sukses membuatku girang bukan main.

“nanti aku sms tempatnya.”

“baiklah..”

Satu orang sudah berhasil kuajak. Setelah no 1: Cho NayNa (failed), no 2: goo Sally (berhasil), no 3: Lee Hye Joon(kita akan lihat).

“annyeong, Hye Joon-ah..” sapaku riang

“annyeong, tumben. Ada apa memangnya?” tanyanya padaku, aku hanya tersenyum riang.

“kau sibuk?”

“lumayan..”

“bisakah kita bertemu, aku dan Sally akan pergi makan siang bersama. Dumpley kan sudah lama tidak pergi bersama. Bagaimana kalau kita pergi makan bersama?”ajakku dengan senang

“ohh, mian” firasatku sudah berubah. Aku tahu kelanjutan dari kamat setelah mian ini. pasti tak bisa.

“sebenarnya aku sedang berada di Beijing, menghadiri festival busana” jelas Hye joon

“ohh, ya sudahlah kalau begitu” ujarku kecewa.

“mian chingu..”

Aku lalu menutup telponnya. Beijing, ternyata keluar lagi dia. Cihh dasar workholic apa tidak capek kerja terus seperti itu.

No 3: gagal, tapi masih ada 5 orang lagi yang harus aku hubungi dan semoganya mereka bisa. Sekarang no 4: Eruna Han

“hei, orang jepang!!” seruku berusaha menghilangkan rasa kecewaku.

“hai, tumben sekali kau meneleponku. Apa ada berita terbaru tentang dia?” tanyanya

“tidak ada…”

“oh”

“aku hanya ingin mengajakmu makan riang” ajakku padanya.

“yahh, sayang sekali kau terlambat. Aku baru saja menerima ajakan yang sama tadi.” Jelasnya

“kau sudah mengiyakannya?”

“iya..”

“baiklah, sepertinya aku memang terlambat. Ya sudah selamat bersenang-senang kalau begitu”

“bye”

Lalu telpon pun di tutup, baiklah aku harus mengerti bahwa teman-temanku sedang sibuk dan semoga no 5 dan seterusnya bisa.

Aku mulai menekan tombol number dial 5 yang akan langsung terhubung kepada Kang Ji Ra.

“hallo..aku ingin mengajakmu makan siang, Ji Ra-ya” ajakku langsung ketika mendengar dia mengangkat telponku.

“mian, aku tak bisa, aku sedang rapat sekarang. 5 menit lagi aku akan menelponmu lagi” lalu terdengar suara nelpon ditutup.

“cihh, aku gagal lagi” dengusku keras.

Semoga kali ini berhasil no 6: Ashley Kim

Sebenarnya aku tak mengharapkan dia karena pasti sekarang dia sedang berada di rumah sakit. Kalau tidak dia sedang berada di sekolah yang dia dirikan, bermain dengan anak-anak kecil.

“annyeong, eonni-ya.” Sapaku ramah

“kau mau apa?”

“hehehehe kau tahu saja Ashley..” aku terkekeh

“ayo kita makan siang bersama?”

“boleh tapi kau harus menunguku lebih lama karena aku sedang kebagian shift di rumah sakit. Kau mau menungguku?”

“kenapa harus menunggu? Kau kan tahu aku sangat tidak suka menunggu.” Kataku sambil cemberut.

“hahahahaha… mau bagaimana lagi sayang.”

“baiklah..”

Oke, sekarang no 6: berhasil, kebagian no 7: stifa Khan

“orang india, kau punya waktu? Aku ingin mengajakmu makan?”

“aku tak ada waktu…. drama Siwon oppa sebentar lagi mulai jadi aku tutup dulunya.”

Beginilah jika berbicara dengan orang india, sebenarnya Stifa Khan bukan orang india. Dia adalah anak keturunan asli dari sini tapi karena orang tuanya bercerai dan ibunya menikah lagi dengan orang india jadilah namanya berubah, mengikuti nama ayahnya.

Temanku yang satu ini memang tak suka membuang-buang waktu. Tapi waktunya selalu tercurahkan untuk hobinya yaitu kaligrafi kata, membaca novel dan juga Siwon. Maka dengan berat hati aku harus mengerti.

“sekarang adalah orang terakhir nomer dial 8: Airel Shin. Semoga berhasil.” Doaku dalam hati.

“annyeong, Airel. Kau ada waktu..?”

“kenapa kau menelponku di saat makan siang seperti ini. aku sedang sibuk di restoran” sungutnya keras padaku lalu di matikannya begitu saja.

“Aishhh…” geramku.

Kenapa semua orang sekarang sedang sibuk sih. kita kan sudah lama tak bertemu dan makan siang bersama. Aku hanya ingin Dumpley berkumpul, itu saja.  Omelku lagi.

Aku dan ke 8 orang yang ada di Number dial ponselku, biasanya menyebut diri sendiri sebagai Dumpleyers. jangan salah sangka dengan kata dasar dari nama panggilan 9 orang ini, karena Dumpley adalah nama sebuah group yang kami buat atas dasar persahabatan dan sahabat harus saling menjadi tong sampah. Membuang semua malasah bersama, membuang beban bersama bagai…hmm.. bisa di sebut tempat mencurahkan apapun yang terjadi.  Mungkin itu bahasa yang lebih sopan untuk mendeskripsikan kita.

Kami bertemu saat di SMA, saat kelas 1 SMA kami tak saling kenal, kami berkenalan saat kelas 2 SMA. Kami bertemu dan saling membutuhkan satu sama lain,tapi setelah kita semua lulus dan punya kehidupan masing-masing rasanya jadi sangat berbeda. Mereka kadang sibuk sendiri dan kami harus mengerti dengan keadaan ini. dan sekarang dengan terpaksa hanya aku,Ashley dan juga Sally yang bisa berkumpul.

***

Ponselku berdering nyaring, sesaat kupandangi ponsel itu. sms dari Sally…

Mian,aku tak bisa pergi denganmu. Tiba-tiba saja ada keperluan dengan kelompok penelitianku. Sekali lagi mianhae..

Kuhela napas sekali lagi, pembatalan janji dadakan lagi. Aku memandang keluar jendela, melihat mobil yang sedang berjalan beriringan dengan bus yang kutumpangi kali ini.

Kemana aku harus menghabiskan hariku kali ini?

Aku berpikir sejenak. Lalu teringat dengan Ashley yang masih belum mengirim sms pembatalan janji, jadi kali ini aku segera menekan number dial 6 yang akan langsung terhubung ke no Ashley.

“annyeong..” sapaku dengan lembut

“ada apa lagi?” kali ini Ashley yang berbicara

“kau ada dimana?”

“rumah sakit. Kenapa?”

“aku akan kesana.”

“bukankah…” sebelum Ashley selesai berbicara, aku langsung menutup ponselku.

***

“bagaimana dengan urusanmu?” tanya Ashley padaku. Aku dan dia saat ini duduk di taman Rumah sakit, berhubung Ashley masih harus melanjutkan Shiftnya jadi kami terpaksa harus makan siang cafe rumah sakit ini.

“urusanku yang mana?” aku memiringkan kepalaku tak mengerti dengan pertanyaannya.

“kudengar dari Hye Joon. Kau sedang berinvestasi di perusahaan SM.Entertaiment. benarkah?”

Aku melihat ke arahnya, menganggukkan kepalaku pelan. Lalu kembali ke makanan yang aku pesan, Salad buah yang kelihatan tak menyakinkan.

“kenapa kesana? Bukankah kau sama sekali tak tertarik dengan dunia hiburan seperti itu. saat Hye Joon mengatakan tentang rencanamu itu, aku sampai Shock. Seperti bukan dirimu.” Ashley lalu meminum jus Apel yang dia pesan.

“hanya ingin suasana baru. Aku sudah bosan jadi pengacara dan juga pengangguran musiman.” Jelasku

“suruh siapa kau mau jadi pengacara. Sudah kubilangkan kau itu bagus matematikawan.”

“whatever..”

Kami terdiam sejenak, menikmati makanan dan minuman masing-masing.

“lalu kapan kau akan mulai terjun langsung di perusahaan SM itu? dan akan jadi apa kau disana?”

Kali ini aku terdiam sejenak. “besok aku akan kesana. Menurut perjanjian, aku hampir memiliki separo saham di SM, jadi mungkin wakil Presdir kali…” ucapku asal

“wakil Presdir??hebat..” Ashley terpukau, tapi sebenarnya aku hanya asal saja mengatakan mungkin akan jadi Wakil PresDir. Cih wakil presdir jika benar itu terjadi harus kuakui kalau kali ini benar-benar seperti bukan aku, diriku sendiri.

Bagaimana tidak, aku yang biasanya lebih biasa langsung terjun ke pekerjaanku dan tak akan pernah diam alias hiperActive kali ini harus duduk di kursi, menandatangi berkas dan melihat semuanya dengan diam. Benar-benar…

“mian, tapi sepertinya aku harus bekerja lagi..”

Aku hanya menganggukan kepala pelan, melihat salah satu teman baikku berjalan menjauh. Aku menghela napas, aku benci sendirian, makan sendirian. Tapi mau bagaimana lagi..

“huuufftttt” kali ini aku menghela napa dengan berat. Mungkin sebaiknya aku pulang dan tidur di apartement saja.

***

Kyuhyun POV

“hyung kenapa ada rapat mendadak begini?” Donghae bertanya pada Yesung saat kami ber4 berjalan di lobi agency.

“entahlah. Manager hyung hanya memberitahukan kepada Teuki hyung bahwa semua aktris SM harus menghadiri rapat sekarang juga.” Yesung menjawab dengan santai.

“hari ini adalah hari liburku. Kenapa masih di ganggu sih? Harusnya aku bisa menyelesaikan gameku.” Kali ini aku berkeluh kesal dengan keras.

Aku langsung duduk tanpa melihat kanan kiri. Mengambil psp yang memang kutaruh di saku bajuku, berusaha konsentrasi pada gameku.

“annyeong.. mian karena mengganggu aktivitas kalian semua.” terdengar suara  Lee So Man Sonsaengnim di telingaku.

“saya tak akan basa-basi karena jadwal kalian yang pasti sibuk sekali…”

Sudah tau kenapa masih memanggil kami.. aku berkata di dalam hati

“kali ini aku mengumpulkan kalian karena ingin mengenalkan seseorang. Dan orang ini akan menjadi Wakil PresDir di Agency SM. Entertaiment. Jadi mohon kalian bisa mengerti..” lanjutnya.

Aku masih berkonsentrasi pspku. Ketika akhirnya terdengar suara seorang gadis yang sangat familiar di telingaku ini..

“annyeong, joneun Fresshia Song. Bangaseumnida..” Aku mengadahkan kepalaku, melihatnya. Sekarang aku tahu kenapa suaranya terdengar familiar di telingaku. karena aku pernah mendengar suara itu.

Suara yang mengatakan bahwa dia menbenci tanpa alasan..

Aku tersenyum… akhirnya takdir mempertemukanku denganmu juga, Fresshia Song…

“Kita akan lihat, jika kau bisa membenciku tanpa alasan. Berarti kau juga bisa mencintaiku tanpa alasan pula…” ujarku pelan pada diri sendiri sambil menatap intens gadis yang ada di hadapanku kini.

… stop forbiden {2}…

 

 

 

 

 

 

That Girl and my self

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That Girl and my self

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast: Lee Sungmin

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

Author POV

Cuaca hari ini mendung, angin musim dingin yang menusuk kulit mungkin itu yang membuat cafe ini di penuhi oleh pengunjung yang sangat membutuhkan kehangatan. Cafe itu bernama Bella De fluire. Letaknya berada di pusat kota seoul, ibukota Korea selatan. Cafe yang terkenal karena kopi hangatnya yang harum, Tapi bukan itu saja alasannya kenapa cafe ini menjadi primadona bagi pecinta kopi.

Sapaan yang ramah dari pelayan cafe, interior yang menarik, dan letaknya yang di pusat kota itulah yang bisa membuat cafe ini begitu terkenal.

Kleneng…

Seorang gadis dengan gaun merah, menggunakan sepatu boot hitam dan rambut yang indah di gerainya, membuat kesan bahwa  gadis itu adalah gadis yang anggun. Dia memasuki cafe itu. gadis itu berjalan dengan sangat anggun saat memasuki cafe tersebut. Dia melirik ke kanan kekiri seperti mencari sesuatu, seketika senyuman itu datang. Senyum yang mungkin bisa membuat semua orang juga ikut tersenyum. Senyumnya seperti flu yang bisa menular begitu saja tanpa bisa terkendali.

Dia menuju kursi dekat jendela besar di cafe itu, mendudukkan dirinya sendiri. Seperti telah melakukan pekerjaan yang sangat berat, gadis itu menghela napas lega, sangat lega. Lalu senyum itu lagi, dia tersenyum ketika seorang pelayan datang menuju mejanya dengan santai.

“kau datang lagi!!” ujar pelayan tersebut

“hmm..” jawabnya singkat.

“kau tidak bosan kesini terus?” tanya pelayan itu hati-hati. Seperti yang pelayan itu ketahui bahwa gadis yang sedang duduk tenang dihadapannya ini datang setiap hari ke cafe ini, pelayan itu tak pernah tahu alasan apa yang membuat gadis cantik ini selalu datang dan dia sudah menyerah menanyakannya pada gadis itu.

“kau pesan apa?”

“seperti biasa..” pelayan itu mengganggukkan kepalanya. Dia tahu apa yang diinginkan gadis itu,sama dengan semua pengunjung yang penggila kopi buatan cafe ini.

Setelah beberapa menit akhirnya pesanannya diantar dan gadis itu diam meneguk kopinya dengan pelan.

Kyuhyun POV

“hyung aku pergi” pamitku pada Sungmin Hyung

“kemana?” tanyannya

“entahlah aku tak tahu. Kemana saja yang penting aku tak bosan disini.”

“memangnya kenapa dengan pspmu?” sungmin hyung melihatku, pandangannya seperti menyelidik.

“semua kaset pspku sudah kuselesaikan jadi aku bosan jika main yang itu-itu terus.”

“ohh, kau pergi sendiri?”

“hmm..”jawabku singkat sambil memakai hoodie dan juga perlengkapan menyamarku.

“bolehkah aku ikut?”

Aku melihat ke arahnya sesaat lalu mendengus keras. Hyungku ini meskipun umurnya lebih tua 3 tahun denganku tapi entah kenapa wajahnya itu bisa menunjukkan gaya Aegyonya yang sama persisi seperti anak berumur 5 tahun yang sedang merajuk kepada ibunya demi sebuah permen yang di sukainya.  Dan aku yang melihatnya harus meras kasihan sehingga tak tega untuk  menolak keinginannya.

“baiklah” dia bersorak gembira, bangun dari dudukya dan segera mengambi perlengkapan menyamarnya.

Sebuah kacamata, masker dan juga Hoodie dengan topi yang tinggi adalah barang-barang yang wajib kami gunakan demi keselamatan diri sendiri. Jika salah saatu dari barang wajib itu terlupakan maka akan berkibat fatal, sangat fatal, paling parah dari akibat itu adalah kau tak bisa pulang dengan selamat atau jika bisa selamat pun pasti harus lari maraton dengan jarak tempuh bermil-mil jauhnya, semua itu di sebabkan karena mata para fans yang memang biasanya sangat jeli.

“sebenarnya kita mau kemana, kyu?” sudah sekian kalinya Sungmin hyung bertanya padaku.  Aku memang sedari tadi hanya duduk diam sambil menyetir, meskipun tak tahu harus pergi ke mana sebenarnya.

“aku juga tak tahu.” Jawabku enteng

“kenapa kau tidak bertanya padaku? Aku kan bisa merekomendasikan tempat bagus.”

“kenapa kau tidak memberitahuku sedari tadi”

“cih, pantas saja dari tadi kau hanya berputar-putar terus.” Aku mendengar Perkataannya. Nada yang digunakan Sungmin Hyung terdengar seperti mengejek dan aku tak suka itu.

“bagaimana kalau kita ke cafe Bella de Fluire, menurut Ji Ra kkopi di cafe itu sangat nikmat” ajaknya dengan santai. Aku berpikir sejenak, baiklah daripada hanya berkeliling tak tentu arah seperti orang idiot lebih baik aku ke cafe, minum kopi sepertinya enak.

“oke, dimana tempatnya?”

***

Ternyata tempatnya tak jauh dari tempat kami berhenti tadi. Dengan riang Sungmin hyung keluar dari mobilku. Kuperhatikan dari luar cafe itu, cafe yang tak besar namun entah aku merasakan perasaan yang sangat nyaman. Warna cat orange soft diluar, jendela besar yang membuat semua orang diluar bisa melihat keadaan di dalam cafe, aroma kopi yang begitu nikmat ketika dihirup membuat orang yang melewati cafe itu berhenti sejenak untuk menghirup sekilas ataupun untuk mampir demi mencicipi nikmatnya kopi yang di sajikan.

Kulihat ke dalam cafe, suasana yang ramah terjadi di dalam sana. Obrolan,  canda tawa dan juga sebuah lagu yang terdengar nyaring, membuat semuanya terlihat menyenangkan. Mataku kini langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di depan jendela ini.

Dia duduk menyamping dari depan jendela tapi dengan begitu aku bisa memandanginya dari samping dengan puas.

Gadis itu dengan  gaun merah dan rambut yang di gerai memanjang membuatnya terlihat sangat anggun.  Terlihat olehku dia sedang menutup matanya sesaat lalu menempelkan secangkir kopi yang masih panas karena terlihat uap dari cangkir yang di pegangnya. Gadis itu tersenyum lalu membuka mata dan menaruh kopinya kembali tanpa menyesapnya sedikit pun.

Aku berjalan memasuki cafe bersama Sungmin hyung, mengambil tempat duduk di samping kiri gadis bergaun merah yang kuperhatikan dari luar cafe tadi. Aku duduk membelakanginya.

“pesan apa?” tanya seorang pelayan wanita dengan senyum ramah ke arah kami berdua

“tiramisu dan chesee cake, lalu 2 cangkir kopi susu” ucap Sungmin hyung padahal aku belum mengatakan apa yang ingin kupesan. Seenaknya saja dia.

“baiklah, mohon tunggu sebentar!” pelayan itu membungkdan sesaat dan meninggalkan kami berdua

4 orang murid  SMA masih menggunakan seragamnya masuk ke dalam cafe dan duduk di samping kanan meja gadis itu.

Musik mengalun lembut berusaha mengalahkan suara para pengunjung cafe tapi ternyata tetap saja tak bisa mengalahkannya. Lagu yang terlalu lembut ini sangat kukenal, bagaimana tidak ini adalah laguku, The Ways to Break Up. Lagu yang kunyanyikan sendiri untuk soundtrack drama Siwon hyung.

“lagu yang menyedihkan” terdengar suara dari arah samping tempatku duduk. Aku menengok arah belakang karena memang suara itu terdengar dari arah belakangku. Ternyata bukan aku saja yang menoleh dan mencari siapa yang telah mengatakan hal tersebut kepada laguku, ke 4 murid juga melakukan hal yang sama sepertiku.

Sejujurnya aku kaget mendengar hal itu. lagu The Way to Break Up memang sedih tapi tidak terlalu menyedihkan juga menurutku. Lagu ini memang berisi tentang putus cinta, tapi sekali lagi aku jelaskan bahwa ini tidak semenyedihkan yang dia kira dan juga berani sekali dia menjelekkan lagu di depan penyanyinya. Ya—meskipun memang bukan secara langsung. Tapi tetap sajakan…!!

Ketika Seorang pelayan membawakan pesanan yang Sungmin hyung inginkan.  Gadis itu menyuruh pelayan itu mendekat ke arahnya.

“tolong bilang padanya. Lagunya terdengar sangat menyedihkan jadi gantilah dengan yang lebih semangat.” Serunya pada pelayan itu.

“ne..” pelayan itu patuh dan langsung pergi, terdengar suara keras lagi

“YA!! MAKSUDMU APA MENYEBUTKAN LAGU KYUHYUN OPPA MENYEDIHKAN…??” ujar gadis berambut pendek, salah seorang dari ke 4 murid SMA yang duduk di sebelahnya.

“lalu jika menyedihkan memangnya tidak boleh di dengar.” Sekarang gadis berrambut panjang terurailah yang berbicara.

“boleh, itukan urusan kalian, bukan urusanku.” Jawabnya enteng

“lalu kenapa kau ingin mengganti lagunya?” gadis berambut pendek lagi yang berkata.

Hahahaha… ternyata mereka adalah SparKyu. Hebat-hebat, ayo teruslah berusaha membela idolamu itu. kadang aku mersa terpukau dengan perlakukan mereka yang akan membela sampai titik darah penghabisan (mungkin) jika idola mereka di hina. Itulah yang sedang berada di pikiranku saat ini. sangat berbanding terbalik dengan sikpaku yang sok cool,memandang kejadian saat ini biasa saja.

“karena aku tak suka dengan lagu itu apalagi suaranya.”

JEGEERRRR…

Bagai di sambar petir disiang bolong tanpa ada hujan dan kilat. Aku terpaku di tempat, tak tahu harus berkata apa. Sesuatu yang aku banggakan selain otakku yang pintar ini tidak di sukai oleh seorang gadis dan dia…. dia mengatakannya langsung. Dan juga nadanya yang terdengar benar-benar tak suka dengan laguku.

Rasanya sakit, lebih sakit ketika aku harus kalah dari hyungku dalam permainan PS dan harus menjalani hukuman yang telah di sepakati.kulirik Sungmin hyng yang ternyata sama shocknya seperti.

Ke 4 gadis itu menghampiri gadis itu lalu berdiri di depannya.

“YA.. APA MAKSUDMU?”

“aku kan hanya berkata jujur pada kalian, aku tak suka lagunya apalagi suaranya.” Jawabnya santai tanpa dosa. Jika aku bisa membuat telingaku tuli akan kubuat tuli untuk sementara karena terlalu menyakitkan mendengar orang lain membenci apa yang kita punya apalagi kita banggakan.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga aku tak sempat menyadarinya sama sekali. Gadis itu sudah di siram dengan air mineral oleh gadis berambut panjang namun diikat yang sedari tadi diam saja. Teman-teman dari gadis yang menyiram itu hanya terpaku sambil memandangnya.

“berani sekali kau mengatakan hal seperti itu.apa alasanmu benci suara Kyuhyun oppa?”desisnya marah setelah menyiram gadis yang ada di depannya.

Kini gadis itu ikut berdiri sambil mengusapkan tangan ke wajahnya. Dia memejamkan matanya lalu tersenyum sedikit lalu hampir tertawa.  Aku baru bertemu dengan orang yangs etelah di permalukan oleh orang lain masih bisa tertawa seperti itu.

Dia membuka matanya dan menatap tajam ke arah 4 murid SMA itu. auranya, sangat berkesan. Aku sampai bisa merasakan aura yang sangat mematikan keluar dari tubuh gadis itu. jika disini tak ada orang mungkin gadis itu akan dia akan membunuh ke 4 murid SMA itu. tapi bukannya aku takut, aku malah terpesona dengan auranya, terlihat cantik.

“sebelum aku menjawab pertanyaan kalian. Aku ingin kalian terlebih dulu menjawab pertanyaanku! kenapa kalian bisa menyukai oh salah—kalian mencintai Kyuhyun oppa-mu itu?” tanyany pelan

Gadis itu melirik ke arah murid SMA yang berambut pendek. Memintanya untuk menjawab terlebih dulu.

“aku menyukai tingkah evilnya”

Ternyata banyak yang menyukai tingkah evilku, jadi akan kupertahankan.. hahahaha

Gadis itu kemudian melirik ke arah murid SMA yang berambut panjang terurai.

“aku menyukai suaranya”

Untuk yang satu ini jangan di tanya. Semua orang menyukai suara malaikatku ini kecuali gadis yang sedang menunggu jawaban murid SMA.

“aku bukan SparKyu” jawabnya pelan.

HAH… sungguh keterlaluan. Zaman sekarang adalah zamannya seorang Cho Kyuhyun yang berkuasa. Akan sangat rugi jika tidak menjadi bagian dari SparKyu. Cihh,,, dia akan sangat rugi dan aku menyayangkan itu.

“aku tak punya alasan untuk mencintainya” jawab murid SMA terakhir.

Hening…Untuk ini aku tak bisa komentar apa-apa.

Setelah ke 4 murid SMA itu menjawab,gadis mendekati gadis berambut pendek tadi.

“kau tidak tulus menyukainya.”

“wae? Aku tulus menyukainya” sergah gadis berambut pendek itu.

“aku mengatakan kau tidak tulus karena kau hanya menyukai tingkah evilnya bukan dirinya sendiri. Jika kyuhyun oppamu berubah jadi baik apa kau akan tetap menyukainya?” jelasnya panjang dan gadis itu terdiam mendengar penuturan gadis yang berada di depannya.

“Benar juga” ujarku pelan membenarkan apa yang gadis itu katakan. Jika rasa cinta itu bukan dari dirinya sendiri bagaimana bisa bertahan. Jika apa yang dicintainya berubah atau hilang berarti kemungkinan dia tidak akan mencintainya lebih besar.

“kau..” terdengar suara gadis itu. gadis itu sekarang berada di depan gadis berambut panjang terurai.

“jika operasi tidak berhasil dan tak bisa menyanyi lagi. Apa kau masih menyukainya seperti sekarang?” tanya gadis itu.

Pertanyaanya yang menyangkut Kecelakaan 2007 lalu membuatku bergidik ngeri. Benar juga, jika operasi tidak berhasil bagaimana dengan nasibku. Tapi pertanyaan baru muncul lagi dalam benakku. Dia kan benci dengan suaraku harusnya dia juga benci dengan aku kan. Tapi ternyata dia juga tahu tentang kecelakaan yang kualami juga.

“aku akan tetap menyukainya.”

“dan kita lihat bagaimana kadar sukamu. Aku yakin 100% kau akan melirik yang lain dan meninggalkannya begitu saja karena menurutmu dia sudah tidak semenarik yang dulu kan.” Gadis berambut panjang terurai  itu terdiam, mungkin tak punya kata-kata yang bisa di gunakan untuk membantah.

Sudah 2 kali aku setuju denganya. Dia begitu realistis, selalu melihat kenyataan. Tapi yang di sayangkan dari dirinya adalah biasanya orang yang selalu melihat kenyataan seperti ini biasanya tak pernah berani bermimpi… sangat disayangkan.

Kali ini gadis itu menghampiri gadis ke 3 yang menjawab.

“itu urusanmu jika kau bukan Elf ataupun SparKyu. Aku tak peduli” setelah mengatakan hal itu, dia menghampiri murid SMA yang terakhir menjawab.

“kau memang tulus. Jika yang kau katakan itu jujur dari hatimu. Kau bisa mencintainya tanpa alasan lalu apakah aku salah jika aku membencinya tanpa alasan.” Katanya pelan di hadapan muris SMA itu. murid itu memandang ke arah gadis itu penuh tanya. Dan aku juga melakukan hal yang sama, terpukau dengan perkataannya.

“itulah jawabanku atas pertanyaan kalian. Terima kasih karena telah merusak hariku dan semoga kita tidak bertemu lagi.” Sebelum selesai keterkejutanku dan juga semua orang yang ada di Cafe itu, gadis itu pergi begitu saja. Sedangkan aku masih terus terpukau dengan pekataan.

Benar tak ada yang membenciku tanpa alasan selain dirinya…

Gadis yang menarik komentarku pelan

Semoga kita bisa bertemu lagi…. kali ini hatiku yang berkata.

… stop forbiden {1}…

{Short FF}EVILKYU S2

{Short FF} EVILKYU S2

***

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: one shot

Rating: pg 15++

ps: ini ff lanjutan short ff yang kemarin, maaf ya kalo masig banyak typo… author mengucapkan SELAMAT MEMBACA

“Sang Yoon~a berhenti merusak kasurku, aish itu baru saja ku bereskan” protes Hye Joon saat aku melemparkan tubuhku ke atas rangjangnya, aku benar-benar lelah, bayangkan saja aku harus menyelesaikan pekerjaanku sampai pukul 3 pagi di kantor, ini gara-gara setan sial itu yang mengacaukan meeting pentingku, aku bahkan tidak sempat pulang ke rumah, jadi deh aku mampir ke apartemen temanku yang memang dekat dengan kantorku, aku heran dengan temanku yang satu ini, pukul 4 pagi tapi apartemennya sudah sangat rapih, dia ini eonniku yang paling baik, dia selalu dapat membuatku nyaman.

“Eonni, biarkan aku tidur, aku sangat ngantuk, gara-gara Cho Kyuhyun, aku harus lembur” sungutku sambil menenggelamkan kepalaku di bantal.

“Apa lagi yang di lakukan pacarmu itu hmm?” tanya sambil menyelimutiku, benarkan dia itu eonniku yang paling baik.

“Dia membuatku membatalkan meeting penting, aku harus mengganti meetingnya kemarin siang dan baru selesai tadi malam, malamnya aku harus mengerjakan proyek itu sampai pagi, benar-benar membuat kepalaku sakit” jawabku serak.

“Ingin ku bangunkan jam berapa?” tanya Hye Joon lembut, membuat gadis yang sedang menelungkupkan kepalanya tersenyum.

“Jam 7 saja, gomawo eonni”

“Baiklah” suranya terdengar samar karena Hye Joon sudah meninggalkan kamar.

***

“Eonni, kau berangkat ke butikmu kapan?” tanyaku pada gadis yang sedang merangkai bunga sambil bersenandung kecil.

“Jam 9” jawabnya santai tanpa mengalihkan fokusnya dari bunga-bunga itu.

“Eonni, apa tidak ada makanan? Aku lapar” rengekku manja, yang hanya di balas senyuman oleh gadis itu.

“Yak! Eonni aku sedang bertanya padamu, kau malah mengabaikanku, kelihatannya kau behagia sekali”

“Ada roti di meja, kau itu seperti tidak sering kemari saja” jawabnya yang masih asyik dengan rangkaian bunganya.

“Hanya memastikan”

“Sang Yoon~a, apakah yang Kyuhyun lakukan itu ada kaitannya dengan bercak-bercak merah di lehermu, hingga kau membatalkan meeting mu itu?” kali ini dia mengalihkan fokusnya dan menatap Sang Yoon geli.

“Yak! appo” ringis Hye Joon setelah mendapat lempaan sendal rumah yang di gunakan Sang Yoon.

“Tutup mulutmu eonni” tukas sinis Sang Yoon, namun mukanya sudah memerah membuat Hye Joon geli.

“Tak ku sangka Kyuhyun oppa bisa membuat tanda begitu, ku pikir awalnya itu hanya sengatan serangga tapi aku berfikir lagi, masa bercak-bercak itu hampir memenuhi lehermu” jelas Hye Joon dengan wajah polos sok berfikirnya.

“Kau berlebihan eonni” sungut Sang Yoon, Hye Joon yang puas menggoda temannya ini tertawa keras.

“Apa aku tanya saja pada Nayna, mungkin dia tau apa yang menyebabkan lehermu di tumbuhi bercak-bercak merah itu” ucap Hye Joon sepolos mungkin sambil menatap Sang Yoon dengan tatapan innocenenya.

“Ku bunuh kau, kalau sampai adik setan itu tau” mengabaikan ancamanku, gadis itu malah tersenyum manis kepadaku, membuatku ingin melemaparinya dengan kulkas?. Cho Kyuhyun lihat saja aku akan membalaskan dendamku.

***

“Yak! Kenapa kau ada di kantorku?” kaget Sang Yoon, terlihat seorang laki-laki nampak duduk santai dengan kepalanya disandaran sofa yang tersedia di ruangan itu, jelas sekali bahwa lelaki tersebut sangat nyaman diposisinya.

“Kenapa dari kemarin handphone mu tidak aktif?” Lelaki tersebut bertanya dengan nada pelan namun tersirat kemarahan didalamnya, sedang sang wanita hanya mendengus kesal.

“Kau fikir karena siapa aku mematikan telfonku hah? Jangankan untuk menelfon makan pun aku tidak sempat, siapa yang dengan seenaknya mengacaukan meetingku kemarin, aku harus lembur sampai pagi untuk membereskannya, kau tau!” gadis tersebut berteriak kesal pada laki-laki yang duduk di depannya, membuat lelaki tersebut membuka matanya yang tadinya terpejam, gadis yang sedang berdiri dihadapannya tertegun melihat kedua mata lelaki di depannya, tatapannya sayu, terdapat kantung mata yang menghitam di bawah mata indah itu, gadis itu luluh, dirinya tidak tega melihat lelakinya, ya lelaki itu adalah kekasihnya terlihat begitu menyedihkan, gadis itu kemudian menyentuhkan telapak tangannya di dahi kekasihnya, memastikan apakah kekasihnya baik-baik saja, dan terdengar helaan lega dari gadis itu, kekasihnya tidak demam hanya kelelahan saja.

“Mianhae” ucap lemah lelaki itu, gadis di depannya hanya tersenyum kepadanya, gadis itu kemudian bejalan menuju meja kerjanya, dan mengambil sesuatu dari bawah meja itu, yang ternyata adalah sebuah selimut dan bantal, di bawanya barang itu dan di berikan kepada lelakinya.

“Tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu” ucap gadis itu lembut, namun pria itu tidak mengindahkan ucapan gadisnya.

“Aku membutuhkanmu” dua kata itu yang keluar dari mulut lelakinya, membuatnya mendengus, dan meraih telfon kantornya.

“Jira~ssi, apa ada meeting penting hari ini?” tanya gadis itu, yang dihubunginya adalah sekertarisnya.

“ah bailkah, nanti sore semuanya akan aku selesaikan, gomawo” ucap gadis itu menyudahi pembicaraannya.

Sang Yoon mendekati kekasihnya, menjatukan dirinya di samping kekasihnya, kemudian menatap kekasihnya dan mengulurkan tangannya menyentuh kantung mata itu, pria itu tersenyum senang dengan kemenangannya menguasai gadisnya, tidak rugi dia begadang sampai pagi untuk menyelesaikan gamenya, pikir lelaki itu, kalau sampai kekasihnya tau yang dia perbuat hanya untuk menyelesaikan gamenya, kekasihnya itu pasti akan mengomelinya lalu akan mengabaikannya.

“Tidurlah” ucap pelan gadis itu sambil mengusap wajah pria itu, kemdian berdiri memberikan ruang untuk pria itu tiduran, setelah pria itu sudah berbaring di sofa, dia bersyukur karena sofanya cukup panjang untuk menampung tubuh kekasihnya yang tinggi. Dia hendak mengambil selimut yang dia letakkan dimeja, namun sebuah tangan tengah menghetikannya dan menariknya ke dalam pelukannya.

“Yak! Kyuhyun~a apa yang lakukan” tanya kesal Sang Yoon, melihat kekasihnya saja jantungnya sudah berdebar cepat, sepertinya kekasihnya menginginkan dirinya cepat mati dengan memeluknya seperti ini.

“Biarkan seperti ini, kumohon” pinta kekasihnya dengan suara serak yang membuat Sang Yoon tidak bisa menolak, masih dalam posisi itu Sang Yoon membuaka kedua sepatunya menggunakan kakinya sendiri, kemudian menaikkan kakinya ke kursi, dia harus merapatkan tubuhnya ke pria itu karena kursi mereka tidak cukup lebar, itu sukses membuat kedua jantungnya bekerja ekstra keras.

Pria itu memeluk gadisnya erat melingkarkan kakinya kekaki gadisnya, pria itu tersenyum senang karena tubuh gadisnya terasa sangat pas dalam pelukannya, bahwa dengan seperti ini mereka tau jika mereka berada di tempat yang benar, tempat yang semestinya. Kenyamanan yang dirasakan pria itu membuatnya tertidur pulas.

***

“Yooni~a” ucap pria itu refleks, karena gadis yang tadinya dia peluk sudah tidak ada dalam dekapannya.

“Kau lapar? Aku sudah membelikanmu sup ayam dan kimchi, kau makanlah, aku selesaikan menganalisa data ini sebentar” ucap sang kekasih dari meja kerjanya tanpa mengalihkan fokusnya dari kertas yang sedang di bacanya, membuat pria itu mendengus kesal namun masih menuruti ucapan gadis itu, pria itu memakan bekalnya dengan tenang, setelah seleasi pria itu merebahkan kembali kepalanya di sandaran sofa.

“Apa masih lama?” tanya Kyuhyun pada kekasihnya.

“nah, sudah selesai” gadis tersebut menaruh kertas itu di atas mejanya, melepaskan kaca matanya, dan menghampiri kekasihnya, Sang Yoon duduk di samping kekasihnya, mengamati wajah tampan kekasihnya, dirinya bangga bahwa lelaki tampan ini adalah kekasihnya, miliknya.

“Aku merindukanmu” ucap gadis itu sambil menatap wajah kekasihnya. Kyuhyun langsung menarik kekasihnya kedalam dekapannya, membaringkan dirinya seperti ketika dia ingin tidur tadi, gadis nya di pelukannya, dia senang mengetahui bahwa gadis di pelukan ini hanya miliknya, menenggelamkan wajahnya dirambut gadis itu, menghirup aroma gadisnya.

Sang Yoon membiarkan kelakuan kekasihnya, karena dirinya pun sangat merindukan pelukan kekasihnya, wajahnya tepat di lekukan leher kekasihnya, membuatnya memiliki ide cemerlang, dia medorong tangannya untuk mengusap lehar kekasihnya pelan, membuat kekasihnya menggangkan lehernya, Sang Yoon merangkak naik keatas tubuh kekasihnya, mendekatkan wajahnya di leher pria itu, udara terasa panas membuat nafas mereka memburu, Sang Yoon menempelkan bibirnya di heler pria itu, menciumnya, awalnya lembut namun seiring nafas mereka yang memburu ciuman Sang Yoon berubah menjadi kasar, sesekali dia menggigit leher Kyuhyun, membuat pria itu mendesah, Sang Yoon terus mengeksplorasi lehar kekasihnya, tubuh Kyuhyun sudah menegang menahan gairah yang ditimbulkan kekasihnya, sedang tangan Kyuhyun tidak bisa diam dan sudah berada di balik kemeja yang gadisnya kenakan, menyentuh punggung gadisnya, ketika dirasanya ciuman Sang Yoon berhenti dari lehernya, pria itu melepaskan sebelah tangannya dari balik kemeja kekasihnya untuk mendongakkan wajah kekasihnya, dia memundurkan badannya sedikit untuk dapat menjangkau bibir kekasihnya.

Bibir mereka akhirnya bertemu, Kyuhyun langsung melumat pelan bibir gadisnya yang terasa manis, membuatnya meperdalam ciumannya dia menggigit kecil bibir gadisnya, membuat Sang Yoon mendesah dam membuka mulutnya, Kyuhyun langsung memasukan lidahnya, mengeksplorasi semua yang ada di dalam mulut gadisnya, saling membelitkan lidah mereka, tangan Sang Yoon menjambak rambut Kyuhyun menahan sensasi yang Kyuhyun lakukan.

Bwara Mr.Simple Simple keuttaeneun keuttaneun keuttaneun ro meotjeo

Lagu Mr.Simple mengalun membuat keduanya menghentikan kegiatan mereka, Sang Yoon langsung berdiri, dia bersyukur karena telfon itu, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.

“Ada apa Hyung?” terdengar nada kesal dari ucapan kekasihnya, kekasihnya hanya mendengus mendengarkan ucapan hyungnya di telfon.

“Aish, baiklah aku akan segera kesana, iya, kau itu lippiteuki yang menyebalkan” umaptnya sebelum mematikan telfonnya. Kemudian dia merapihkan bajunya, kemeja yang dia kenakan kancingnya sudah terlepas sebagian, membuatnya heran ternyata kekasihnya mampu melakukan hal seperti ini juga.

“Aku harus pulang, kita lanjutkan nanti” ucap Kyuhyun sambil mengerlingkan matanya pada gadisnya, gadisnya hanya mendengus dan mengabaikannya, kembali ke meja kerjanya dan memakai kaca matanya untuk merapihkan kertas-kertas dokumennya.

***

Kyuhyun keluar dari dari ruangan kekasihnya, dia berjalan dengan santainya di koridor, dan dia melihat para wanita yang bekerja di kantor ini, berbisik-bisik sambil menunjuk-nunjuknya, aish mereka mungkin hanya sparkyu yang tergila-gila padaku, pikir bangga Kyuhyun. Namun dia mulai heran dengan sikap para pria yang berpapasan dengannya pun aneh, ada yang menepuk bahunya pelan dan ada pula yang tersenyum jahil padanya, aish mereka juga mungkin fans ku? Kyuhyun mengabaikan mereka dan berlari menuju mobilnya, dia langsung menjalankan mobilnya menuju gedung SM untuk melanjutkan latihan.

“Sukses Kyuhyun~ssi” kali ini satpam kantor SM yang bertanya padaku dengan seringal jahilnya, aneh, semua orang berkelakuan aneh, apa popularitasku menanjak tajam sampai seorang satpam pun tersenyum dan akrab padaku. Aku hanya tersenyum untuk membalas perkataannya, kemudian aku berlari menuju ruang latihan Super Junior.

“Anyeong, aku pulang” aku berteriak senang menyapa semua hyungku yang sudah berkumpul.

“Yak! Kyuhyun~a kau membuat ka…” ucapan Leeteuk hyung terhenti ketika melihatku melepas topi ku dan merenggangkan badanku, semua hyungku membelalak menatapku.

“Wow” seru Eunhyuk hyung padaku, memandangku takjub.

“Aish! Semua orang kenapasih melihatku begitu, bahkan satpanpun menyeringai jahil padaku” ucapku kesal.

“Apa kau baru dari kantornya Yooniku?” tanya ngeri Siwon hyung, aku memandangnya heran.

“Tentu saja, memangnya kau fikir aku bersama siapa?” mendengar jawabanku Siwon hyung sudah berkaca-kaca.

“Aigoo adikku tidak polos lagi, Kyuhyun~a semuanya gara-gara kau” hardik Siwon hyung padaku, aku hanya menatapnya bingung, sedang hyungku yang lain hanya terkekeh melhat kami.

“Kyuhyun~a sebaiknya kau bercermin” kali ini Leeteuk hyung berseru padaku, bercermin? Eh ketika aku melihat cermin aku langsung membelalak lebar melihat pantulanku, mukaku langsung memerah, refleks aku langsung menaikkan kerah bajuku, aigoo, leherku di penuhi bercak-bercak merah, yang aku yakin itu perbuatan gadisku.

Aku langsung mengambil handphoneku dan menghubungi gadisku

“Puas kau mempermalukanku, aish pantas saja semua orang memandangku jahil” sementara itu gadis di telfon itu hanya terkekeh saja.

“Salah sendiri kau mempermaikanku” gadis itu menjawab sebelum mematikan telfonnya.

“Yak! Choi Sang Yoon, aish. . . kau membuatku gila” kyuhyun mengerang dan menjatuhkan dirinya di lantai dengan muka merah. Sedang semua hyungnya memandangnya takjub.

“Sang Yoon hebat” kali ini Eunhuk dan Donghae yang berbica, membuat semua member tertawa.

FIN

 

Wahahaha aku datang lagi dengan ff eror yang ku buat, tadinya aku mau buat NC, tapi eonniku (Hye Joon) melarangku, padahal aku sedang terpesona dengan keseksian Donghae. Jangan pada mual ya baca tulisan aku…

Reader: telat, aku udah muntah2 dari tadi (sambil natap mata author tajam).

Author: mian (sambil bungkuk2).

Hye Joon: Ya! Kali ini karena apa kamu buat ff kaya gini?

Sang Yoon: karena Try Out eon, sumpah deh tdi matematika susah bener, tu yg nyiptain rumus2 kurang kerjaan banget deh… bikin kepala sakit dan alhasil, isi kepala aku malah gini (baca: yadong)

Hye Joon: udah km tes aja yg bnyk, biar bikin ff kya gini jg banyak *plakkk

Sang Yoon: dan aku cepet gila….

Ahhhh udah deh, sekian saja… babayyyyyy…

Ttd istri Kyuhyun yg sah dan slingkuhan Donghae oppa *plakkk

{Short FF} EvilKyu….

{Short FF} EvilKyu….

***

Author : Dhaekyu

Cast : Cho Kyuhyun

Genre : Romance

Lenght : Mini FF

Rating : PG 15++

***

P.s: Aku baru nulisssss lagi, ini akibat dari UAS yang menguras fikiran,

Imul : bohong banget, emang kamu belajar?,

Q: Ya ga juga sih… wakaka, *langsung d’timpuk pake hp ma Imul.

Sumpah ini FF terHOT yang pernah aku ketik…. Jadi pingin nulis nc? Maklumin aja reader sekarang fikiranku benar-benar sedang melenceng dari jalan yang benar, salahin Kyuhyun, mengapa dia begitu tampan?. Di tunggu kritik dan sarannya, author BeJe undur diri… Selamat membaca.

“Hentikan Cho Kyuhyun babo!” ucapku histeris ketika kekasihku ini malah menarikku kedalam dekapannya, tidak menghiraukan ucapanku, memelukku dari belakang, lengannya melingkar diperutku dengan erat, bukannya aku tidak suka, aku malah sangat menyukainya, sangat menyukai tiap sentuhannya, tapi saat ini aku harus membaca dokumen-dokumen di tanganku ini, karena satu jam lagi aku harus meeting penting. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi memahami ini jika dia menyentuhku.

“K. . .Kyu. . .” ucapku terbata, akau merinding merasakan tangannya mengelus perutku, kemudian berpindah ke pinggangku, aku yakin kemejaku menjadi sedikit kusut karena kelakuannya, tangannya bergerak naik dengan lembut hingga berhenti di pangkal leherku.

“Jangan disitu” pintaku memelas padanya, karena dia tau bahwa aku sangat sensitiv di bagian leherku, tapi lagi-lagi dia tidak menghiraukan ucapanku, tangannya sudah meraba leherku, menggodaku, membuatku menggelinjang karena sentuhannya, dia, pria ini, hanya dengan sentuhan tangannya saja dapat berpotensi besar membuatku mati muda.

“Kyu, ku mohon hentikan, aku ada meeting penting setelah ini, dan kau lupa kalau ini di kantorku” sial suaraku sudah terdengar aneh.

“Apa peduliku? Salahmu sendiri mengabaikanku, padahal aku sampai melarikan diri dari Teuki hyung demi menemuimu, jadi terima akibatnya” ucapnya menggoda di telingaku, nafas hangatnya menggelitikku, sekuat tenaga aku mempertahankan akal sehatku yang terasa sulit sekali, sampai tanpa sadar aku meremas dokumen yang harusnya aku pelajari, membuatnya kusut, untungnya dokumen ini sudah sedikit aku pelajari semalam, pertahananku runtuh, aku kehilangan akal sehatku saat bibirnya menggantikan tangannya menjelajah leherku, mengecupnya lembut, sesekali menjilatnya dengan menggoda, membuatku menelan ludah dengan berat, dan dia terkekeh pelan menikmati reaksiku akan sentuhannya, sial, pria ini benar-benar dengan mudahnya meruntuhkan pertahanan ku, membuatku berada dibawah kuasanya, sesekali digigitnya leherku dengan gemas, membuatku mengeluarkan suara menjijikan yang sudah mati-matian aku tahan, yang jelas saja membuatnya tertawa, brengsek.

Tangannya menyentuh dahuku seiring ciumannya yang sekarang malah menggoda telingaku, membuatku tertawa karena geli, aku benar-benar lupa apa yang harus aku lakukan sekarang, yang aku tau bahwa aku harus segera membalas perlakuannya mengikuti instingku, mengubah posisi dudukku menghadapnya, menatapnya lembut, aku suka sekali tatapan teduhnya, memperlihatkan bahwa dia menginginkanku, dia mulai mendekatkan wajahnya, memiringkan kepalanya, menyatukan bibir kami, ciuman ini sangat lembut membuatku tenggelam, memabukkan, dia mengulum bibir atas dan bawahku bergantian, membuatku mendesah, tanpa membuang kesempatan dia menyusupkan  lidahnya, membelit lidahku, lidah kami saling menyapa, sampai akhirnya dia melepaskan bibirku, mengingat kami yang kehabisan nafas, memberi waktu untuk bernafas, dia tersenyum tulus padaku.

“Sudah!” aish menjijikan, suaraku terdengar seperti menantangnya dengan nada menggoda. Aku langsung menutup mulutku, dan mentatapnya tajam, tapi pria itu memberiku smirknya, ini pertanda tidak baik, dia melepakan tanganku yang membekap mulutku, mengunci bibiku dengan bibirnya, kali ini ciumannya terasa berbeda, terasa menuntut, dan sedikit kasar, sesekali dia menggigit bibirku membuat tanganku yang berada di rambutnya menjambaknya keras, sedangkan tangannya turun ke perutku mencari ujung kemejaku dan menelusupkan tangannya di bawah kemejaku mengusap lebut punggungku hingga ke perut, membuatku menggelinjang menerima perlakuannya, sedangkan sebelah tangannya menahan kepalaku agar tidak melepaskan ciumannya, nafas kami memburu seiring ciuman panasnya.

Tok tok tok

“Sang Yoon~ssi rapatnya akan di mulai 5 menit lagi” suara sekertarisku membuat kegiatan kami terhenti, jika sedang bersamanya waktu tersasa sangat cepat, dia meneluarkan tangannya yang sedang mengelus perutku di balik kemejaku dam memelukku erat.

“Yak! Kyuhyun~a aku harus segera bersiap-siap untuk meeting, lepaskan tanganmu!” tak mendengarkan ucapanku dia malah memelukku lebih erat, karena gemas dengan kelakuan kekanakannya kucubit keras tangannya, membuat dia meringis kesakitan namun tetap memelukku.

“Lepaskan aku CHO KYUHYUN BODOH!” aku menggeram saking kesalnya, dan pria sialan itu malah tertawa renyah sambil melepaskan pelukannya.

Aku langsung bergegas menuju cermin untuk merapihkan penambilanku.

“Aish, sial, kau benar-benar brengsek Cho Kyuhyun” aku mendecak hebat melihat pantulanku dicermin, penampilanku sangat tidak pantas, dengan baju kusut, tatanan rambut yang berantakan, dan leherku oh, GOD setan itu benar-benar membuatku kesal, bagaimana bisa aku meeting dengan bercak-bercak merah yang memenuhi leherku, seolah belum cukup kacau, aku baru sadar kalau bibirku sedikit bengkak. Aku menatapnya tajam meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya, namun dia hanya menatapku dengan wajah polos tanpa dosanya, membuatku benar-benar ingin menendangnya.

“Jira~ssi” aku menelfon sekertarisku.

“Ne, waeyo nona?”

“Bisakah kau batalkan rapatnya, sepertinya aku sedang kurang enak badan”

“Oh, ne nona, kalau begitu nona istirahat saja” jawabnya khawatir, untung saja aku memang memberitahunya bahwa perutku sedikit bermasalah padanya tadi pagi, jadi dia mungkin berfikir bahwa sakit perutku kambuh lagi.

“Gomawo Jira~ssi” ucapku tulus padanya.

“Chonmaneyo”

Setelah menutup telfon, Kyuhyun ternyata sudah ada di belakanku dan menarikku kedalam pelukannya, aku hanya diam saja.

“Sudah ku bilang kan, jangan mengabaikan Cho Kyuhyun, sekarang kau terima sendiri akibatnya, gendae, Sang Yoon~a kau makin mahir melakukannya” bisiknya ditelingaku, membuat wajahku langsung merah padam, aku melepaskan pelukannya dan mecoba untuk memukul kepalanya yang yadong itu, berusaha menyadarkannya, namun tanganku ditahannya, sedetik kemudian bibirnya sudah mendarat di bibirku.

“Yak! Aish, hentikan!” namun dia hanya terkekeh dan makin memperdalam ciumannya.

FIN