Fee's Line. Welcome all…

Posts tagged ‘Cho Kyuhyun’

Sampingan

{Short FF} Evil Kyu #S3 (Happy Birtday)

 

Author: SangYoon/Dhaekyu

Title: EvilKyu #S3 (Happy Birtday)

Main Cast: Cho Kyuhyun

Genre: Romance.

Length: short ff

Rating: pg 15?

 

*****DK*****

 

Super Junior’s Hotel

Taiwan

 

“Kyu~ya bisakah kau berhenti meperlihatkan tatapan setanmu itu, kau terlihat sangat menyeramkan” Sang leader berkata takut ke arah magnaenya, dia tau apa yang sedang di fikirkan magnaenya ini, kemudian menepuk pelan bahu magnaenya ini, memberi dukungan, namun tidak di gubris olehnya, pria itu malah menatap handphone yang digenggamnya tajam, membuat semua yang berada didekat pria itu menyingkir, takut terkena lemparan hp yang digenggam itu kapan saja.

Kyuhyun terus menatap handphonnya, menunggu benda itu berkedip, dirinya sangat kesal karena gadis itu bahkan tidak menghubnginya sama sekali selama seminggu ini, bahkan kakaknya (Choi Siwon) pun tidak tahu menahu apa yang sedang di lakukan gadis itu, membuatnya sangat khawatir, tidak masalah jika gadis itu melupakan hari ulang tahunnya, tapi setidaknya gadisnya memberitahukan bagaimana kabarnya, agar dia tahu bahwa gadis itu baik-baik saja.

“kyu~ya, kau tenang saja, adikku pasti akan menghubungimu, aku sudah bertanya pada appa, dia sedang di Texas mengurusi anak perusahaan appa yang baru, karena terlalu semangat dia sampai lupa membawa hpnya, jadi lebih baik kau tidur, nanti siang kita harus bersiap untuk show kita lagi” mendengar penjelasan lembut dari Choi Siwon, pria itu mendesah lega, senang bahwa gadisnya baik-baik saja, dia tersenyum pada hyugnya, kemudia menunduk sopan padanya dan langsung menuju kamar hotelnya, dia sangat lelah, lelah dengan segala beban fikirannya.

*****DK*****

 

 

At Sang Yoon’s Apartement

New York

 

“Yoboseo” terdengar sahutan serak seorang gadis dari telfon, menandakan bahwa gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya.

“Yak! Gadis bodoh, 5 kali ku telfon ternyata kau sedang tidur, sekarang kau ada dimana?” gadis yang menelfon itu berkata tidak sabar, dirinya sangat kesal dengan kelakuan gadis yang sedang dia telfon itu.

“Aigoo, eonni~ya, aku sangat mengantuk, kau tau di Amerika sekarang pukul berapa? Ini tengah malam eonni, aku baru tidur setengah jam yang lalu, bisakah kau menggangguku besok pagi saja?” tanpa membuka matanya gadis itu menjawab pertanyaan eonninya dengan malas, dia sangat heran dengan kelakuan eonninya yang suka sekali mengganggu waktu tidurnya, gadis itu mengumpat pelan dalam hati, kesal dengan sifat temannya itu.

“Mwo? Di Amerika kau bilang? Astaga Sang Yoon~a, kau bahkan belum ke Taiwan?, kau ingat tidak sekarang tanggal berapa?” gadis yang di panggil eonni olehnya itu mendengus kesal.

“Tidak perlu berterik seperti itu, aku belum tuli. Jangan bercanda eonni, tentu saja aku tau sekarang tanggal berapa, 3 Februari bukan? Memangnya kenapa dengan. . . Aaaaa” gadis itu berteriak keras menyadari kebodohannya, matanya yang semula terpejam kini membuka lebar, dirasakannya kepalanya berdenyut akibat bagun dengan tiba-tiba.

“Sudah sadar? Astaga, apa saja sih yang kau lakukan disana? Hingga melupakan ulang tahun kekasihmu sendiri?” Gadis yang menelfon itu bertanya dengan nada heran, dirinya tidak bisa menemukan alasan kenapa gadis ini sampai lupa pada hal yang harusnya menurut gadis ini adalah hal yang paling penting.

“Aish, nan baboya, aku benar-benar lupa eonni, seminggu ini appa mengharuskanku mengawasi anak perusahaan appa yang baru di Texas, aku bahkan meninggalkan handphoneku, aku baru pulang ke apartemenku setengah jam yang lalu, dan aku tidak sempat membuka handphoneku, terlalu lelah, aku langsung tertidur sampai kau membangunkanku” terdengar nada sedih dan penuh penyesalan dari gadis itu, bisa-bisanya dia melupakan hal sepenting itu, pasti kekasihnya tidak akan memaafkannya, pikirnya.

“Aigoo, berhenti bersikap melankolis seprti itu, lebih baik sekarang kau segera ke Taiwan, appamu punya helikopter pribadi kan? Cepat kau temui kekasih manjamu itu, kau tau semenjak dua hari yang lalu kekasih iblismu itu membuat kotak masukku penuh, hanya menanyakan tentangmu”

“Ne eonni, gomawo” setelah mengucapka terima kasih gadis itu langsung menghubungi sekretarisnya, menyuruh sekertarisnya menyiapkan helikopter secepat mungkin, bahkan gadis itu tidak sempat mengemas baju, dia hanya membawa dompet beserta handphonya saja.

******DK*******

Super Junior’s hotel

Taiwan

 

Akhirnya aku sampai di Taiwan pukul 2 pagi, Siwon oppa langsung menjemputku di bandara dan mengantarkanku ke kamar pria itu, nafasku langsung terasa lega sekali setelah melihatnya, seolah aku baru saja sembuh dari flu, aku menatap wajahnya lekat, pria ini tertidur, tidurnya terlihat tidak nyaman, aku duduk di tepi ranjang itu, megusap-usap wajahnya pelan, berusaha membuatnya nyaman dalam tidurnya, nafas pria itu makin lama terdengar makin teratur, membuat gadis itu tersenyum senang karena sentuhannya dapat membuat lelaki ini nyaman, dirinya bahkan lupa dengan kantuknya, sibuk mengagumi ketampanan kekasihnya ini, sesekali di kecupnya dahi lelakinya, membuatnya tersenyum senang bahwa lelaki ini lelakinya, miliknya.

*****DK*****

Kyuhyun POV

 

Aku bermimpi gadis itu mengusap wajahku lembut, bahkan sesekali mencium keningku, membuatku tersenyum dalam tidurku.

Aku menggeliat pelan, ini masih gelap, aku mengerjapkan mataku, ketika menangkap sebuah siluet gadis yang sangat ku rindukan, walau gelap tapi aku yakin bahwa gadis itu adalah dia, gadisku. Menyadari aku sudah terjaga dari tidurku, dia langsung tersenyum ramah, aku masih dapat melihat senyum manisnya walau samar, senyum yang membuatku lupa bernafas.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida, saranghaneun Cho Kyuhyun, saengil chuka hamnida” dia bernyanyi dengan lembut.

“Oppa, mianhae aku baru mengucapkannya sekarang, aku benar-benar. . .” sebelum kalimatnya selesai, aku sudah menariknya, membuatnya jatuh menindihku.

“Yak! oppa” teriaknya tertahan, kaget dengan perbuatanku, dia berusaha bagun tapi aku memeluknya erat, tidak ingin dia jauh dariku lagi.

“Biarkan seperti ini, nan jeongmal bogoshipo” lirihku. Dia menatapku dalam, kemudian tersenyum lembut, dan menjatuhkan kepalanya di dadaku, bersandar nyaman di sana, aku dapat mendengar detak jantungnya yang berdetak sangat cepat, seirama dengan nada jantungku. Setelah beberapa menit dalam posisi seperti ini, dia mendongak dan menatap wajahku.

“Oppa, mian aku tidak membawa kado untukmu, tapi aku menggantinya dengan ini. . .”

Cup~ dia mencium keningku dalam. . .

“Untuk keningmu yang sangat indah” aku terbelalak mendapati kado penggantinya, tuhan, apa dia berniat membunuhku perlahan-lahan?

Cup~  “Untuk kedua mata ini, mata yang selalu bersinar” belum sempat aku menyela dia sudah melanjutkan aksiya lagi, memberiku kado. . .kkk, kali ini mataku terpejam menikmati kado darinya.

Cup~ “Untuk hidung yang terukir dengan sempurna ini”

Cup~  “Untuk pipi yang sangat menggemaskan ini”,  dia menggigit kecil pipiku, membuatku langsung mengerjap kaget, gadis ini, benar-benar menguji kesabaranku.

Tinggal satu bagian wajahku saja yang belum dikecupnya, ya bibirku, mataku terpejam menunggu hal itu, tapi tidak terjadi apa-apa, dia malah sedang menahan tawanya pelan ketika aku membuka kedua mataku, aku menatapnya tajam, dia langsung mengendalikan ekspresinya dan tersenyum padaku.

“Aish. . . Kau mempermainkanku….. mmmppphhh” belum sempat menyelesaikan protesku, gadis ini sudah membungkam mulutku dengan menempelkan bibirnya, hanya menempel, ini pertama kalinya dia menciumku terlebih dahulu, dan ku rasa dia malu untuk bertindak lebih jauh, baiklah biar aku yang memegang kendali sekarang.

Aku langsung melumat bibirnya lembut, tanganku memeluk pinggangnya erat, sementara tangannya sudah meremas pelan rambutku, dia mendesah pelan, dan membalas perlakuanku, bibir kami saling melumat, lidahku bahkan tengah mengeksplorasi mulutnya, dia pun melakukan hal yang sama, lidah kami saling membelit indah, ciuman kami terlepas sesaat untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan ciuman indah kami kembali, membuat suara indah yang di timbulkan oleh pertemuan bibir kami, rasanya tidak akan bosan berciuman degannya seperti ini.

*****DK*****

Super Junior’s Hotel at Taiwan

 

“Hyukjae~ya, bisakah kau bangunkan Kyuhyun di kamarnya? Ini sudah siang dan dia belum makan pagi” perintah Leeteuk, yang di jawab oleh dengusan malas oleh Hyukjae, dirinya kesal, mengapa harus dia yang di suruh membangunkan magnae iblisnya itu, karena membangunkan iblis itu merupakan petaka, kau harus siap di perlakukan kasar olehnya, dan demi tuhan membangunkan iblis ini benar-benar pekerjaan yang sulit.

“Hyung, kau lihat Siwon hyung tidak?” si imut Ryeowook bertanya bingung sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.

“Siwon? Mungkin dia sedang kencan dengan kuda betina?” canda Teuki, si Imut Ryeowook tampak berfikir kemudian dia tersenyum.

“Kau benar hyung” Ryeowook kemudian berlari-lari kecil menyapa para staf yang memang tengah berkumpul di restoran.

“Hyukjae~ya, bangunkan adikmu, kasihan dia” bujuk Leeteuk seraya menatap lembut dongsaengnya yang tengah mendecak kesal, namun Hyukjae tetap menuruti perintah hyungnya.

*****DK*****

Hyukjae POV

 

Aish, bagaimana caranya membangunkan iblis itu, apa aku dobrak saja pintunya?, ah sepertinya itu ide yang bagus, jika aku hanya mengetuk-ngetuk pintunya mana mungkin iblis itu bangun.

Aku memegang gagang pintunya, mencoba membukanya secara baik terlebih dahulu.

“Eh, tidak di kunci?” gumamku kaget, apa pria didalam ini begitu lelahnya hingga dirinya lupa mengunci pintu. Aku langsung membuang segala pemikiranku, tujuanku dari awal adalah membangunkannya.

“Omo!!!!! Sang Yoon???”

kau tau apa yang membuatku kaget?, aku mendapati pemandangan indah di depan mataku, aku melihat sepasang kekasih sedang tidur pulas, aneh? Bagaimana bisa sepasang kekasih itu membuatku kaget? Karena posisi tidur mereka. . .kkk, sang wanita menumpukan tubuhnya di atas sang pria, sedang tangan mereka menggenggam satu sama lain, dan bibir mereka, ya tuhan, bahkan mereka berciuman ketika tidur? Ah, aku harus mengabadikan momen ini, segera aku mengambil android dari sakuku, memfoto mereka. Sepertinya menarik juga jika aku membagi pemandangan ini ke semua member. . .

*****DK*****

Super Junior’s Restaurant

 

Bwara Mr.Simple Simple Simple

Gee Gee Gee Gee baby baby

Nan jigeum danger

Suara handphone saling bersahutan di meja makan yang di tempati para lelaki tampan, membuat mereka mendecak kesal, bagaimana bisa handphone mereka berbunnyi hampir bersamaan.

“Mwo?” teriak Sungmin setelah membuka handphonenya.

“Aigoo” kini giliran Leeteuk yang menggelengkan kepalanya, namun senyum geli terukir dibibirnya.

“Wah, uri magnae sudah besar” Wooky berseru senang, sementara yang lainnya tersenyum-senyum geli.

“Andwae!!!” Sang Kuda (a.k.a Choi Siwon) yang baru datang langsung berteriak dan memperlihatkan ekspresi sedih yang berlebihan.

“Siwon~ah adikmu romantis sekali” Yesung tersenyum senang menatap Siwon, namun pria yang ditatap itu membuat ekspresi sedih dan tidak rela. Membuat semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.

FIN

 

Gyahaha aku kembali lagi membawakan ff yang tidak jelas seperti biasanya, ah tidak henti2nya juga aku mengucapkan terima kasih kepada reader yang telah dengan senang hati merelakan waktunya untuk membaca shortff yang beje bgt ini…

Wajib komen? Ga ko, aku tidak mengharuskan kalian komen ff beje aku ini, serius deh, kalian mau baca aja aku seneng banget…

Curhat.com. . . aku baru menyadari ternyata aku tidak punya bakat nulis SAMA SEKALI, hiks, kenyataan yang menyedihkan. . . Jadi aku minta maaf yang sebesar-besarnya kalau ff aku ini membuat kalian kecewa *nangis d’pojokan bareng Kyu.

Segitu aja deh. . . . babay. . . .

Ttd

Sparkyu forever 

 


Iklan

{YoonHyeNay Story} : Another Story end?

{YoonHyeNay Story} : Another Story  End?

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

 

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

Prak

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja, ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

***

Seorang gadis nampak belari sambil menahan isak tangis yang sudah ditahannya sedari tadi, wajahnya terlihat memerah, dua orang laki-laki terlihat mengejar  gadis itu, terlihat jelas kehawatiran dari raut wajah mereka, bagaimana tidak? Gadis yang sangat mereka sayangi, yang sudah mereka anggap seperti adik sendiri sekarang harus mengalami hal seperti ini.

“Sang Yoon~a !!!” teriak ke dua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Ryeowook dan Sungmin, namun seolah tidak mendengar ucapan tersebut gadis tersebut tetap berlari.

“Yak! Sang Yoon~a, berhenti berlari” Sungmin dan Ryeowook terus saja berlari mengejar Sang Yoon sambil terus berteriak memanggilnya, berharap gadis itu akan mendengar dan membuatnya berhenti.

Siwon yang tengah berjalan menuju dorm lantai 12, tiba-tiba berhenti ketika mendengar teriakan ke dua dongsaengnya memanggil-manggil nama orang yang amat di sayanginya, dari kejauhan dia melihat  seorang gadis yang sedang berlari ke arahnya, seketika itu juga amarah mengusainya, ketika Siwon melihat  bahwa pundak gadis itu bergetar, dan pandangan gadis itu pun tidak fokus, benar-benar memperlihatkan bahwa gadis itu sedang kacau bahkan menangis, astaga baru kali ini dia melihat Sang Yoon tidak dapat menguasai emosinya dengan baik, bahkan dia tidak menyadari keberadaan Siwon yang berdiri di hadapannya, dengan sigap Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Sedangkan dua orang yang mengejar adiknya tersebut langsung menghentikan larinya dan bernafas lega, melihat Sang Yoon berada di tangan yang benar.

“Ini oppa, ini oppa, ini oppa” Siwon terus membisiki telinga Sang Yoon sambil mendekapnya lebih dalam mencoba menenangkannya, karena gadis itu terus meronta dalam pelukannya, isak tangis gadis itu makin terdengar, membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah, bukan kesal pada siapa yang telah membuat adiknya menangis, tapi karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang oppa yang baik, dia tau alasan mengapa gadis ini menangis, oh tentu saja siapa yang terlalu berharga untuk di tangisi oleh gadis ini selain Cho Kyuhyun, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihatnya bersedih, perasaan sakit yang selama ini dia pendam dalam hatinya, sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya hal yang paling di hindarinya terjadi juga, dia sangat takut adiknya mengeluarkan air mata, dia benar-benar membenci hal itu, dan sekarang bahkan adiknya menangis di hadapannya.

Isakan yang terdengar sudah mulai berkurang, Sang Yoon sudah mulai berhenti menangis, dia hanya memeluk Siwon, mencoba memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri, mengingat kejadian itu lagi benar-benar membuatnya sesak, di tampar oleh kekasih orang yang di cintainya, dia benar-benar merasa menjadi seorang gadis jahat, bahkan membuatnya jijik terhadap dirinya sendiri, mencoba merebut orang yang di cintainya walau pun pria tersebut sudah memiliki kekasih, dia merasa saperti wanita penggoda yang amat menjijikan, dia sadar cinta yang dia miliki salah, namun cintanya pada laki-laki tersebut sangat besar sampai-sampai membuat akal sehatnya tidak bekerja dengan baik.

“Sekarang lupakan dia, itu yang terbaik Yooni~a” ucap Siwon dengan nada bergetar, dia pun merasakan sakit yang Sang Yoon rasakan, walau pria itu tidak mengetahui kejadian tadi. Alih-alih menjawabnya Sang Yoon malah merapatkan pelukannya pada Siwon.

***

“Aku, tidak bisa membohongi perasaanku, aku menyayangimu sangat menyayangimu, tapi rasa sayang yang ku miliki ini bukan perasaan cinta terhadap seorang gadis, dulu kau bertanya padaku mengapa aku sangat baik padamu, itu karena aku nyaman bersamamu, aku merasa aku sedang bersama noonaku, dan sampai sekarang perasaan itu tidak dapat berubah” ucap Kyuhun sambil memandang gadis yang sedang berdiri di hadapannya, dia mengutuk dirinya sendiri, karena tangis gadis yang dia sayangi makin kencang, dia bingung harus bagaimana, kejam memang mengatakan hal itu, tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dia lelah berbohong pada dirinya sendiri, lelah untuk meyakinkan dirinya bahwa dia mencintai Victoria.

“Kyuhyun~a mengapa kau lakukan ini semua padaku?” isak Victoria sambil memukul-mukul dada Kyuhyun, yang di biarkan saja oleh Kyuhyun, mungkin dengan membiarkannya dapat meredakan amarahnya, pikir kyuhyun.

“Mengertialh Qian, ini yang terbaik untuk kita” ucap Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Victoria yang telah berhenti memukuli dadanya.

“Tapi aku sangat mencintaimu” jawab Victoria sambil mengisak pelan.

“Aku tau, tapi kau akan lebih sakit lagi jika hubungan ini tetap di pertahankan, dan aku tidak mau menjadi pria brengsek yang hanya bisa menyakitimu Qian” terdengar nada sedih dari ucapan Kyuhyun.

“Tidak bisakah kau berusaha mencintaiku?” mohon Victoria pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengernyit heran dengan pertanyaan itu.

“Berusaha? Kau pikir dengan aku membiarkanmu menjadi orang yang ku beri izin mencampuri kehidupanku, atau pacar kata mereka, itu bukan usahaku untuk mencintimu?, astaga Victoria kau benar-benar membuatku terlihat seperti pria brengsek yang hanya mempermainkanmu” geram Kyuhyun, Victoria kaget dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara kasar padanya, apa lagi dengan memanggilnya Victoria, berarti Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya.

“Maaf, aku tidak tau” ucap Victoria dengan nada sedih, yang membuat Kyuhyun meredakan emosinya, dia tidak mungkin membuat Victoria menangis lagi.

“Sudahlah lupakan saja, ayo ku antarkan kau pulang, ini sudah terlalu malam” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Victoria, namun gadis itu tidak beranjak dari tempatnya.

“Kyuhyun~a bisakah kau memelukku?” tanya Victoria ragu-ragu, langkah Kyuhyun terhenti setelah mendengar permintaan yang membuatnya bingung. “untuk yang terakhir kali, please” Kyuhyun heran dengan permintaan Victoria.

“Kau kira kita tidak akan pernah bertemu lagi?, oh ayo lah bahkan kita satu menejment”

“Aku tau, tapi besok tidak akan sama lagi, anggap saja ini pelukan perpisahan kita, aish kau bahkan sama sekali belum pernah memelukku” rengek Victoria sambil menatap sepasang mata milik seorng pria di hadapannya.

“Umurmu lebih tua dariku, tapi kelakuan mu persis seperti anak TK” desis Kyuhyun namun dia meletakkan tangannya melingkari pinggang Victoria, yang membuat gadis itu terkekeh pelan dengan kelakuan lelaki yang baru saja memutuskannya, merasa sakit? Tentu saja, bagaimana tidak, pacarmu sendiri ternyata tidak mencintaimu, walau dia tau itu, tetap saja terasa sakit mendengarnya langsung dari orang yang sangat kau cintai.

“Ah, ternyata pelukanmu tidak seperti yang ku bayangkan” gumam Victoria yang langsung membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap tajam mata gadis yaang berada di hadapannya.

“Maksud mu?” tanya Kyuhyun sedikit tersinggung.

“Pelukanmu tidak sehangat pelukan suamiku” ucap Victoria dengan muka polosnya yang jelas saja membuat sebuah tangan melayang di kepalanya.

“Yak! Appo” protesnya karena mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“Baru beberapa detik yang lalu kita putus kau sudah membicarakan pria lain, bahkan menyebut pelukanku tidak sehangat pelukannya, aku yang sudah lama ber pacaran dengan mu saja baru memelukmu, itu pun setelah hubungan kita berakhir, tapi kau malah sudah sering melakukannya dengan Nikchun, bahkan kau berciuman dengannya” canda Kyuhyun yang membuat Victoria tersenyum kecil.

“Aish, tidak usah mengungkitnya, bukannya kau tidak pernah mempermasahkan hal itu, seperti kau cemburu saja” sinis Victoria.

“Qian, aku bodoh baru menyadarinya ternyata kau tidak seperti noonaku” ucap Kyuhyun serius sambil menatap dalam kedua mata Victoria, yang membuat bulu kuduknya meremang mendapatkan tatapan sseperti itu.

“La….lu?” tanya Victoria gugup.

“Kau tidak seperti noonaku, tapi kau lebih mirip eommaku” ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Victoria sendirian yang berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun.

“Bicara apa kau? Dasar evil!!!” teriak Victoria dengan seluruh tenaganya, aish dasar setan gila. Tapi dia tersenyum, walaupun menyebalkan tapi itu lah Kyuhyun, pria yang sukses membuatnya menjadi gadis egois, oh gadis macam apa yang tidak akan mempertahankan egonya demi tidak kehilangan pria seperti Cho Kyuhyun?.

***

“Kau sudah bangun?” ucap lega Choi Siwon melihat adik perempuannya terlihat baikbaik saja, karena semalaman dia terus menjaga Sang Yoon yang terkena demam, dia benar-benar benci melihat adiknya sangat rapuh, kontras dengan apa yang selama ini adiknya tunjukan padanya, adiknya yang selalu tersenyum menghadapai semua masalah, kini harus terbaring lemah.

“Oppa? Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak bekerja?”

“Bekerja? Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang sementara adikku sedang sakit dirumah?” dengus siwon kasar, bukannya takut Sang Yoon malah menyunggingkan senyum khasnya, dia tau betul watak kakaknya yang satu ini, dan dia sangat senang mendapati kakaknya sangat menyayanginya.

“Aigoo, oppa, aku harus menghubungi Nayna, dia bisa mengamuk padaku” tiba-tiba Sang Yoon berkata sambil menepuk pipinya.

“Yak! Gadis bodoh, aku sangsi bahwa kau adik kandungku” sinis Siwon sambil menepuk kepala adiknya dengan sayang, yang tentu saja lansung membuat Sang Yoon mengerucutkan bibirnya ”aku sudah menghubungi nayna dan dia mengizinkanmu libur tiga hari, lagi pula aku heran padamu, mengapa kau malah menjadi menejer artis?, kau itu calon Presiden Direktur Hyunday Departement store, gajimu bahkan hanya seperempat dari uang yang selalu dikirimkan appa untukmu, belum lagi dariku, apa masih kurang juga?” tanya Siwon heran dengan kelakuan adik tercintanya.

“Oppa, bukan berapa banyak uang yang aku terima, tapi menghargai suatu pekerjaan itulah yang aku cari, bagaimana aku dapat mengurus perusahaan appa yang begitu besar, jika mengurus satu orang saja aku tidak bisa? Aku belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu, aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan yang malah akan membuat jerih payah appa selama ini hancur” Siwon tersenyum mendengar penuturan adiknya, jika masalah mencari sebuah alasan maka adiknya ini lah yang pastinya akan menjadi juara, sepertinya jiwa diplomat ibunya benar-benar menurun pada adiknya itu.

“Kau yakin tidak ada alasan lain?” goda Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, kenapa kau tidak percaya padaku?” tuntut sang adik, sementara sang kakak hanya mengedikkan bahunya.

“Mungkin, kalau aku lihat alasan mu tadi sepertinya terlalu tinggi untuk tipe orang sepertimu”

“Yak! Kau itu oppaku bukan hah, bahkan kau meragukan kemampuan adikmu sendiri?” teriak Sang Yoon kesal mendengar penuturan oppanya.

“Karena aku oppamu, maka aku tahu apa yang ada di kepalamu” Siwon berkata sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, “Sekarang kau istirahat ya, nanti oppa bangunkan jika waktunya makan dan minum obat”

“Oppa umurku sudah 19 tahun, aku bukan anak secil lagi” sela Sang Yoon tidak terima, memang kakaknya pikir dia gadis labil yang akan menyiksa dirinya sendiri hanya karena seorang pria.

“Aku 27 tahun, berarti kau masih gadis kecilku” Senyum Siwon tampak lega melihat adiknya yang sudah mulai membaik, tapi Siwon tidak bodoh karena mata itu masih memperlihatkan kesedihan.

***

“Kyuhyun~a kau kenapa?” tanya Leeteuk yang kesal melihat kelakuan magnaenya, mereka sampai harus mengulang 10 kali, karena gerakan kacau Kyuhyun membuat kacau gerakan member yang lainnya.

“Hyung, sepertinya Kyuhyun sedang tidak enak badan, biarkan dia istirahat” jelas Wooky, sambil menepuk bahu Leeteuk.

“Kyuhyun, lebih baik kau pulang ke dorm saja, kau telihat kacau sekali” sambil menepuk pelan pundak pria yang berada di hadapannya, aneh pikir pria itu, tidak seperti biasanya magnae mereka ini sampai mengacaukan gerakan dance mereka, wajahnya terlihat sedikit pucat, pandangannya tidak fokus, fikirannya entah telah melayang kemana, melihat Kyuhyun yang seperti ini membuat Ryeowook penasaran, hal apa yang bisa membuatnya hingga memperlihatkan ekspresi sesedih ini, bahkan saat nyawanya hampir melayang karena kecelakaan di awal-awal debutnya pun magnaenya ini masih bisa tersenyum ketika para hyungnya datang.

“Mianhae” hanya satu kata yang keluar dari bibirnya, kemudian pria itu langsung meninggalkan ruang latihan.

***

Sang Yoon POV

2 hari yang berhasil aku lalui dengan kerja keras menahan keingingan untuk bertemu dengan pria itu, rasanya sulit sekali, seperti tiba-tiba kebahagianku di renggut dengan paksa, aku bahkan mengacaukan jadwal Nayna, untung dia  tidak langsung mencekikku, dia memaklumi keadaanku, dia bahkan menyuruhku untuk libur, tapi aku tolak karena tidak ada gunanya aku mengurung diri di kamar, aku harus membiasakan hidupku untuk melupakannya, oh ayolah, bukankah sebelum ini aku baik-baik saja tanpanya? Kebodohan ku untuk mendekati pria itu, menjadikan ku sebagai wanita penggoda yang jahat.

“Yooni~a, aku rindu padamu” ucap seorang pria di seberang sana.

“Mau apa kau oppa?, tidak mungkinkan kau tiba-tiba menghubungiku hanya karena rindu padaku?” aku sangat tau kalau pria ini pasti sedang membutuhkan bantuanku.

“Wah, kau semakin pintar saja”kekeh pria di sebrang sana.

“Tidak perlu pintar untuk membaca pikiran pria seperti mu”

“Yak! Sopanlah sedikit pada oppamu” protes pria itu yang tidak lain adalah Hyukjae, sepertinya memang sudah nasibnya memiliki adik iblis sepertinya.

“cih, cepat katakan apa maumu, kau tau aku baru saja selesai menemani Nayna pemotretan”

“Bisakah kau bantu oppamu ini memasak? Aku sangat membutuhkan bantuanmu, di dorm hanya ada aku, donghae dan Kyuhyun, kau tau sendiri kemampuan memasak kami” mendengar nama itu di sebut Eunhyuk, membuat kerinduan ku memmuncak, ingin sekali aku menanyakan kabar pria itu, tapi tentu saja tidak boleh aku lakukan, cukup sudah aku menjadi gadis penggoda yang jahat.

“Oppaku? Seingatku aku hanya punya satu oppa dan itu bukan kau”

“Aish, aku tau, kali ini saja please, hilangkan sifat evilmu, kembalilah menjadi Sang Yoon yang baik, oppa sangat kelaparan di sini” ucap Eunhyuk dengan nada memelas, membuatku sedikit merasa bersalah padanya.

“Baiklah aku akan kesana” pasrahku.

“Yooni~a, bisakah kau sekalian membelikanku susu strawberry? Persediaan susuku habis” mohon orang di sebrang sana.

“Aish, kau seperti bocah TK yang merepotkan sekali, baiklah” terdengar tawa pelan dari telfon, aku benar-benar ingin memasukkan racun dalam susunya.

***

At dorm

“Anyeong” sapa Sang Yoon yang di sambut helaan nafas lega Eunhyuk.

“ah, akhirnya kau datang juga, kenapa kau lama sekali” koor Eunhyuk yang langsung di hadiahi lemparan buku yang mengenai tepat wajahnya.

“Yak! Masih untung aku mau membelikan ini, aku harus menunggu telfon dari Nayna dulu” jawab gadis itu sambil menjatuhkan dirinya di sofa, membuat belanjaannya berantakan.

“Gomawo” Eunhyuk menunjukkan senyum tulusnya, dia tau bahwa dongsaengnya ini sangat lelah, lelah dengan semuanya, Eunhyuk mendekat ke arah Sang Yoon kemudian mengelus rambutnya, gadis di hadapannya itu hanya memandangnya lemah, membuatnya ingin menghancurkan orang yang membuat senyuman di wajah gadis di hadapannya ini menghilang, tapi tidak bisa, karena dirinya pun sangat menyayangi pria itu.

“Yak! Kalian malah mesra-mesraan di sini, Hyuk~a katanya kau akan memasakkan kami makanan” rengek Donghae yang tiba-tiba datang.

“Kau cemburu ya???” goda Eunhyuk pada Donghae, sedangkan lelaki yang di godanya itu hanya terkekeh pelan.

“Ehem, hentikan kelakuan menjijikan kalian, atau aku akan menendang kalian semua” aura menyeramkan yang menyeruak membuat Eunhae couple berpandangan takut, bahkan menurut mereka tatapan saengnya ini lebih menyeramkan di banding dengan tatapan milik Heechul hyung.

“Ah, arasseo, ayo kita langsung memasak, aku ingin makan jajangmyeon sekarang, kata Kyuhyun jajangmyeon buatanmu sagat enak” tatap tajam gadis itu tiba-tiba berubah muram setelah mendengar perkataan Eunhyuk, sudah susah payah gadis itu melupakan bayang-bayang Kyuhyun, dengan mudahnya Eunhyuk mengungkitnya, Eunhyuk yang merasa bersalah langsung menyikut-nyikut bahu Donghae, yang dijawab dengan gelengan kepala.

“Hyung, aku lapar” rengek sebuah suara yang terdengar sumbang, jelas sekali terdengar bahwa pria itu baru bangun dari tidurnya, dan dia langsung menghentikan langkahnya ketika melihat bukan hanya ada Donghae dan Eunhyuk, tapi ada dia, gadis itu.

“Anyeong oppa” sapa gadis itu sopan padanya, yang jelas saja mebuatnya heran, entah kenapa dia sedih melihatnya bersikap seperti ini padanya, tidak ada senyum lebarnya lagi ketika menyapanya tadi, karena dia hanya membungkuk sopan padanya.

“Donghae~ya, bawa belanjaan ini ke dapur, ayo kita masak sekarang” ucap Eunhyuk menghentikan suasana aneh yang terjadi, maka dia langsung menarik Sang Yoon ke dapur, tapi gerakannya terhenti ketika dia merasakan tubuh Sang Sung di tarik ke arah yang berlawanan, ketika dia melihat apa yang terjadi, ternyata Kyuhyun yang menarik Sang Yoon.

“Bisakah kita bicara?” ucapnya, yang hanya menundukan kepalanya, sepertinya dia pun bingung dengan apa yang baru saja dia lakukan.

Sang Yoon mencekram tangan Eunhyuk yang masih menggenggamnya dengan kuat, sadar bahwa dirinya harus menghadapi ini, merutuki kebodohannya sendiri bahwa dia merasa sangat senang akan genggaman singkat Kyuhyun di tangannya.

“Baiklah kalau begitu, biar aku dan Donghae yang memasak” Eunhyuk berkata sambil menguatkan genggamannya sekilas di lengan Sang Yoon, memberikannya semangat sebelum melepaskannya, kemudian dia menyusul Donghae yang memang sudah beranjak ke dapur.

***

“Ada apa oppa?” dia perlahan mendongakkan kepalanya, melihat ekspresi pria di hadapannya ini, yang sukses membuatnya mengepalkan tangan karena ekspresi sedih yang di tunjukkan pria ini, dia mencoba terlihat biasa saja di hadapan pria ini.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya lemah Kyuhyun.

“Nan gwenchana” sambil menyunggingkan senyumnya Sang Yoon berusaha terlihat  baik-baik saja, dia tau bahwa pria di hadapannya ini menghawatirkannya, pasti pria ini ini juga merasa bersalah padanya, oh ayo lah bukankah aku yang salah, aku yang menggodamu, dan harusnya aku yang bertanya padamu, pikir gadis itu.

“Kau yakin?”

“tentu saja, aku bukan gadis lemah” jawab Sang Yoon sambil mengepalkan tangannya memperlihatkan betapa kuatnya dia, namun hatinya menangis, dia benar-benar menahan air mata yang mendesak keluar.

“kau tidak terlihat baik-baik saja” tatapan tajamnya menatap mata gadis yang tengah tersenyum di hapannya ini, terlihat bahwa senyum gadis ini terlalu di paksakan, ingin sekali dia memeluk gadis ini, memberitahunya bahwa dia sangat mencintainya.

“Aku akan baik-baik saja, oppa tidak usah menghawatirkanku, aku sangat baik, percayalah padaku, oppa tidak perlu merasa bersalah padaku, aku bukan gadis lemah, ah sepertinya Eunhyuk oppa dan Donghae oppa membutuhkanku, aku harus membantu mereka, terimakasih atas semuanya” gadis itu membungkukkan badannya sedikit kemudian menuju dapur, dia tidak tahan melihat ekspresi bersalah Kyuhyun padanya, air matanya langsung keluar begitu saja, tiba-tiba ada sebuah tangan terulur padanya, menariknya kedalam pelukannya.

“Gadis bodoh, mengapa kau malah ada di sini?” ucap heran pria yang tengah memeluknya, sadar bukan Donghae atau Eunhyuk yang memeluknya, gadis tersebut langsung melepaskan pelukannya dan menatap tajam pria itu.

“Seung ho oppa?”

“Ya ini aku, kau tau aku sampai berlari kesini setelah Siwon hyung bercerita padaku” Ssang Yoon langsung menggembungkan pipinya tanda kesal, dengan seenaknya oppanya bercerita pada Seungho, ingin sekali gadis itu mencekik oppa tercintanya itu.

“Kenapa kau ada di sini?” sinis gadis tersebut, dia tidak mau terlihat lemah di hadapan pria ini.

“Aku mau menjemputmu” jawab pria tersebut sambil menyunggingkan senyumnya.

“Jangan bermain-main denganku” ancam gadis tersebut, yang di sambut kekehan oleh pria itu.

“Yak! Tidak bisakah kau bersikap manis sedikit padaku?”

“Hanya dalam mimpimu” bukannya takut pria itu malah tertawa mendengar nada sinis yang ditnjukkan Sang Yoon padanya.

“Dasar pria gila”

“Aku gila karenamu” pria tersebut menghentikan tawanya dan menatap lembut gadis di hadapannya itu.

“Aish, menjengkelkan, cepat katakan apa tujuanmu?” sergah Sang Yoon tidak sabar menghadapi pria gila di hadapannya ini.

“Aku di suruh menjemputmu ke Amerika, tugas pertamamu sebagai PresDir, perusahaan mu dan perusahaanku akan mengadakan kerjasama di proyek yang baru”

“Kenapa tidak appaku sendiri yang memberitahuku?” selidik Sang Yoon tidak percaya pada pria ini.

“Dari kemarin handphone mu tidak bisa di hubungi dan appamu sudah mengirimkan e-mail padamu” ucap pria tersebut, gadis itu langsung menepuk kepalanya, dia ingat  handphonenya tidak aktif kemarin, dan dia belum melihat e-mailnya, dia bahkan lupa bahwa waktu yang dijanjikannya kepada ayanya telah berakhir, dan gadis itu harus segera menemui ayahnya.

“Baiklah, bisakah kau mengantarkan surat pengunduran diriku pada Nayna, dua jam lagi aku akan menemuimu langsung di bandara, otthe?” tanya Sang Yoon.

“Baiklah, tapi kau harus datang” Seungho tersenyum manis pada Sang Yoon, gadis itu hanya menatap wajah Seungho datar.

“Ya, aku pasti datang”

“Bisakah kau memanggilku oppa” Sang Yoon mengernyitkan kepalanya, pria ini aneh sekali.

“Bukankah aku selalu memanggilmu oppa”

“Ya, dan aku sangat menyukai caramu memanggilku oppa, bisakah kau panggil aku oppa?” pria di hadapannya ini benar-benar telah kehilangan akal sehatnya pikir Sang Yoon, karena pria itu terus menatapnya sambil menyunggingkan senyumnya yang membuat Sang Yoon mual, akhirnya Sang Yoon menyerah dan menuruti kemauan pria di hadapannya ini.

“Oppa” ucap Sang Yoon dengan muka datar.

“Yak!, tunjukan sedikit senyummu” bantah Seung ho tidak terima.

“Oppa, mmm” kali ini Sang Yoon mencoba menyungginkan senyumnya.

“Aish, itu malah menakutkan, sudah lah tidak jadi saja, aku pergi” ucap pria tersebut kemudian meninggalkan Sang Yoon.

“Yak! Apa maksudmu senyumku menakutkan, aish kubunuh kau Seungho jelek”

“Aku heran kenapa pria sesempurna Seungho bisa jatuh cinta padamu, tersenyum pun kau tidak bisa” tiba-tiba suara seorang leki-laki terdengar dari arah dapur, benar saja ternyata itu Donghae, aura di sekitarnya tiba-tiba berubah kelam.

“Ikan sialan, kau sudah bosan hidup ya” teriakan menggema Sang Yoon membuat Eunhyuk yang tengah mengaduk bumbu menutup telinganya dengan rapat, benarkan yang ku katakan bahwa teriakan Sang Yoon lebih spektakuler di banding Heechul hyung ucap Eunhyuk dalam hati, sementara itu Donghae langsung berlari ke kamarnya, benar-benar menyeramkan pikirnya.

“Kau kenapa?” ucap Kyuhyun panik ke arah Sang Yoon.

“Tidak apa-apa, aku hanya ingin makan daging manusia” ucap Sang Yoon tanpa mengalihkan matanya dari pintu kamar Donghae yang tertutup, Kyuhyun yakin Sang Yoon sebentar lagi akan masuk ke kamar Donghae dan tamatlah riwayatnya, kasihan Hye Joon, aku berdo’a semoga dia di beri kelapangan nantinya, pikir Kyuhyun horor.

“Yak Lee Donghae, keluar kau” benarkan, sekarang gadis itu berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar Donghae, aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, sementara Eunhyuk menampakkan ekspresi pasrah melihat pasangan ikannya dalam bahaya.

***

“Aish, kau harus bertanggung jawab” ucap Donghae ngeri melihat kakinya.

“Salahmu sendiri menghinaku” Sang Yoon berkata tanpa mengalihkan pandangannya dari jajangmyeon di hadapannya, mereka tidak jadi memasak karena Sang Yoon malah mencabuti bulu-bulu halus di kaki Donghae sambit mecubitinya, sekarang kaki Donghae sudah ditumbuhi lukisan-lukisan merah akibat perbuatan Sang Yoon.

“Ku adukan pada Queen” rengek Donghae menahan sakit.

“Adukan saja aku tidak takut pada pacarmu itu” ucap Sang Yoon tidak peduli, yang di sambut kekehan dari Kyuhyun.

“Apa itu sakit Donghae~ya?” tanya Eunhyuk sambil memandang ngeri kaki couplenya itu.

“Apa kau juga mau mencobanya Eunhyuk oppa?” tanya Sang Yoon sambil menyuggingkan senyum manisnya, Eunhyuk yang mendengarnya hanya menelan ludahnya dan menggeleng pelan, tiba-tiba gadis itu melihat jam, ekspresi kaget muncul di wajahnya.

“Wah, aku sudah sejam di sini, aku harus segera pergi, Eunhyuk oppa maafkan aku tidak membantumu memasak tadi ” ucap Sang Yoon sambil tersenyum manis pada Eunhyuk yang langsung di sambut ekspresi heran dari Eunhyuk, Eunhyuk yakin ada yang tidak beres dari ini semua.

“Donghae oppa, maafkan aku, tapi aku tidak bisa mengobati luka itu, nanti aku telfon Hye Joon agar mengobatimu, titip salamku untuknya aku sangat menyayangi kalian” ada setetes air mata menjatuhi pipi manis Sang Yoon, gadis itu langsung mengusapnya dan tersenyum bahagia, fikiran Kyuhyun benar-benar tidak fokus setelah mendengar ucapan gadis itu pada ke dua hyungnya, tiba-tiba dia merasa takut, takut gadis itu akan pergi meninggalkannya.

“Kyuhyun oppa, maafkan aku, aku tidak tau harus berapa banyak maaf yang aku ucapkan padamu, dan terimakasih untuk semuanya” sambil membungkuk sekilas pada semua pria di hadapannya ini, air matanya tidak bisa di tahan akhirnya dia menangis.

“Kau kenapa, seperti ingin pergi jauh saja” kekeh Eunhyun, terlihat sekali bahwa suara kekehannya sangat di paksakan, Eunhyuk merasa akan kehilangan adik iblisnya ini.

“Mungkin saja, anyeong oppadul” jawab gadis tersebut, kemudian membungkuk sekilas pada mereka sebelum pergi, Eunyhuk, Donghae dan Kyuhyun hanya memandangi kepergian Sang Yoon, mereka sendiri tidak tau harus berbuat apa.

***

“Aish, untung aku sudah menyiapkan bajuku”desah lega Sang Yoon ketika sampai dirumahnya, dilihatnya jam yang ternyata masih menyisakan 40 menit.

“Ah, apa aku menelfon Siwon oppa? Sepertinya tidak usah, dia pasti akan mengomel padaku, aku malas mendengar ocehannya.

“Hye Joon? Ah iya aku harus memberitahukan keadaan ikan kesayangannya” akhirnya aku putuskan untuk menelfon Hye Joon saja.

“Wae?” sapa langsung orang di sebrang sana.

“Yak! Tidakkah kau merindukanku? Kita sudah 2 minggu tak bertemu” ucapku tidak terima, masa dia hanya mengatakan wae? Hey ini Sang Yoon yang menelfon, jarang-jarang aku mau menghubungi orang duluan.

“aku sangat merindukanmu, tentu saja” aku langsung tersenyum mendengar nada kesal dalam suaranya.

“Ah, nado bogoshipo, aku tidak akan lama, aku hanya akan meminta maaf padamu, 2 maaf”

“Maaf? Kau sedang tidak mabuk kan?” aish, dia pikir aku sedang mabuk.

“yak!, dengarkan saja dan jangan protes sampai aku selesai bicara oke?” ancamku padanya.

“Baiklah”

“Yang pertama aku minta maaf padamu karena telah membuat kaki ikanmu sedikit berbeda”

“Yak! Apa maksudmu dengan sedikit berbeda?” pekik Hye Joon tidak terima kekasih ikannya menjadi sedikit berbeda, karena pasti hal buruk jika Sang Yoon yang mengucapkannya.

“Aish, diam lah aku belum selesai bicara, maaf yang kedua karena aku tidak bisa menemui mu lagi, aku harus menepati janjiku pada appa” perkataan tersebut langsung membuat Hye Joon terdiam, Hye Joon tau bahwa sahabatnya itu akan menjadi PresDir yang mengurusi cabang di Amerika sana, dan itu tentu saja membuatnya sangat sedih, bahkan tanpa sadar air matanya sudah terjatuh.

“Yak! Kenapa kau diam saja, jangan katakan kalau kau menangis, aish, kau ini cengeng sekali, ah sudah ya aku buru-buru, aku menyayangimu” setelah mengatakan itu Sang Yoon langsung menutup telfonnya.

Ketika hendak memasukka telfonnya benda itu bergetar tanda sebuah panggilan masuk.

“Yoboseo”

“Ah, benarkah ini nomor Sang Yoon?”tanya wanita di sebrang sana.

“Ya benar, anda siapa?” dia tidak mengenal wanita ini.

“Aku Victoria, bisakah kita bertemu sebentar?” mengetahui siapa yang menelfonnya benar-benar membuatnya kaget.

“Tapi aku akan pergi ke Amerika”

“Kebetulan sekali aku sedang berada di bandara, bagaimana kalau kita bertemu di cafe bandara saja?”

“Baiklah, 5 menit lagi aku di sana” gadis tersebut menggenggam telfonnya, dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia harus berani menghadapinya.

“Sang Yoon~a fighting”

***

Siwon go to dorm

“Yak! Kau ini berani sekali pergi tanpa memberitahuku”

“Kau kenapa?” tanya Leeteuk hyung yang sedang asyik menonton tv bersama EunHae couple, namun Siwon tidak menjawab pertanyaan tersebut, dia malah mematikan tv yang sedang ditonton, tentu saja membuat sang leader heran dengan kelakuan Siwon, kemudian siwon me loudspeaker telfonnya.

“Kalau aku memberitahumu, kau pasti melarang ku pergi, benarkan yang ku katakan tuan Choi?” suara gadis di telfon tersebut membuat orang-orang yang mendengarkannya bingung, Siwon menunjukkan jarinya ke depan mulutnya, menyuruh agar para membernya diam.

“Tentu saja aku akan melarangmu pergi, kenapa pula kau tidak memberitahuku bahwa appa memberikan waktu padamu selama di Korea”

“Tentu saja karena kau pasti akan ikut campur, dan memaksa appa agar aku tetap tinggal di sini, sementara appa sedang bingung mengurusi pekerjaannya, aku tidak tega melihat”

“Ya, ya aku tau, tapi bisakah kau memberitahuku dulu sebelum kau berangkat ke Amerika? Aku khawatir padamu, setidaknya aku bisa mengantarkanmu ke bandara dengan selamat” potong Siwon, karena kalau adiknya mulai berargumen di pastikan aku langsung kalah.

“Mian, aku tidak tega memberitahumu kau pasti menangis nanti, dan aku tidak suka melihatmu menangis”

“aigoo, manisnya”

“Maksudku aku tidak mau menjadi tontonan di bandara nanti karena membawa bayi dewasa”

“hahaha” tawa semua member, mereka tau pasti salah jika Sang Yoon bersikap manis.

“Yak oppa kau pasti meloudspeaker ya”

“Ah, Sang Yoon~a kau jahat sekali padaku” ucap Leeteuk oppa dengan manja.

“Ah kau pasti merindukanku ya oppa, tenang saja jika aku ke Korea aku akan membakar semua bajumu yang berwarna putih itu di lemarimu, haha” bukan sebuah rahasia bahwa hampir semua dari koleksi bajunya berwarna putih.

“Lebih baik kau tidak usah pulang saja” semua member tertawa meliahat tingkah leader mereka.

“Ah ada Hyuk oppa ya, oppa kau jangan senang dulu aku pasti kemabali mengganggumu, kau tau tanganku gatal jika tidak mengganggumu, hahaha” Eunhyuk yang tertawa langsung menghentikan tawanya mendengar ucapan gadis itu, Eunhyuk hanya mampu menelan ludahnya.

“Dasar iblis” kali ini giliran Heechul yang berbicara.

“Yak oppa, inikan hasil didikanmu” dengus Sang Yoon.

“benar, kau murid terbaikku” tawa Heechul.

“Oppa jaga sahabatku dengan baik, arasseo, karena gara-gara dirimu kerutan diwajahnya bertambah”

“Yak! Yak, salah dia sendiri masuk dalam kehidupan orang terkenal sepertiku, jadi dia harus menanggung resikonya, tapi kau tenang saja, aku pastikan Cho nayna tidak akan menyesal berpacaran dengan pria sempurna sepertiku” dia tau oppa yang satu ini pasti akan melindungi sahabatnya dengan baik.

“Ah, aku sangat merindukan kalian disini, kertas-kertas dihadapanku sudah hampir membuatku semaput” semua member Super Junior terkekeh mendengar ucapan Sang Yoon.

“Makannya  kau harus segera pulang ke Korea” uacap Siwon.

“Wah tentu saja, setelah proyek ini selesai aku pasti langsung pulang, aku sangat heran dengan appa, kenapa dia punya perusahaan banyak sekali sih, mengurus satu saja aku hampir gila” keluh sang Yoon yang disambut kekehan oleh Siwon.

“Suruh siapa kau mau mengurusnya” ejek Siwon.

“Aish, aku ingin sekali mencekikmu oppa” Siwon hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sadis adiknya, kerena kakaknya tidak punya jiwa bisnis sama sekali, jadilah sang adik yang harus mengurus perusahaan appanya, lagipula sang kakak sangat mencintai bidang seninya, di ancam sekalipun kakaknya mana mungkin meninggalkan dunianya, karena sang adik memiliki jiwa bisnis dan diplomat sekaligus, dia yang di tunjuk ayahnya untuk meneruskan perusahannya, gadis itu tidak menolak karena dia juga mencintai dunia bisnis.

“Oppa apa ada Kyuhyun oppa?” Kyuhyun yang sedang mendengarkan di ujung sofa, lagsung kaget mendengar bahwa Sang Yoon mencarinya.

“Merindukan evil itu, eh?” ejek siwon

“Kau mau tau saja urusanku, berikan telfon ini padanya dan jangan meloudspeakernya, kalau tidak mati kalian” ancam Sang Yoon, kemudian Siwon menyerahkan handphonenya pada Kyuhyun, ketika ingin mematikan loudspeakernya tangan Heechul mencegahnya, dan menatap tajam mata Kyuhyun untuk menyurunya mematuhi keinginannya, dan langsung memberikan kode pada semua member untuk diam.

“Sang Yoon~a” ucap Kyuhyun gugup.

“Kyuhyun oppa, kau tidak meloudspeaker telfonnya kan?” tanya Sang Yoon hawatir.

“ani”

“Mmm, baiklah, oppa kenapa kau tidak mengatakannya padaku?” tuntut Sang Yoon.

“Mengatakan appa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Mengatakan apa yang kau katakan pada Victoria eonni sebelum kau memutuskannya” ah Kyuhyun tau sekarang, dia langsung berniat lari kekamar, karena ini adalah pembicaraan serius, namun langkahnya dihentikan oleh Heecul, Leeteuk dan Yesung yang menatap tajam padanya, jika para tetua sudah turun tangan maka tidak ada alasan lain selain menurut.

“Aku takut kau menolaknya” akhirnya Kyuhyun bicara.

“Bicakah kau mengucapkannya sekarang?” tanya dis itu yang membuat muka Kyuhyun memerah, dan dia memandang hyungnya dengan malu, hyungnya hanya tersenyum kepadanya, memberinya kekuatan untuk mengatakan perasaannya pada gadis itu.

“Aku… aku tidak mencintaimu” terdengar helaan kasar dari telfon, sudah di pastikan bahwa Sang Yoon sangat kaget mendengarnya, apa Victoria eonni membohonginya.

“Tidak mencintamu, bahkan kata cinta pun belum menggambarkan apa yang aku rasakan padamu, aku tergila-gila padamu lebih tepatnya, kau hampir membuatku bunuh diri setelah mengetahui kau pergi ke Amerika” ucap Kyuhyun dengan mengeluarkan seluruh amarahnya, yang membuat semua hyungnya membelalakkan matanya, apa mereka bermimpi mendengar kata romantis keluar dari magnae evilnya itu.

“Oppa~ya nado saranghae” ucap malu-malu Sang Yoon, terdengar pekikan pelan dari para penguping itu.

“Yak! Yak kau meloudspeakernya ya, memalukan sekali” ucap marah Sang Yoon namun gadis itu tersenyum.

“Aigoo kalian manis sekali, aku jadi merindukan naui Queen” ucap Donhae.

“Waw, tidak ku sangka maknae kita bisa berkata begitu romantis” ucap sungmin yang disetujui oleh semua member.

“Kyuhyun~a kau hebat” ucap Wooky, sementara Kyuhyun sudah tersenyum seperti orang gila mendengar bahwa gadis yang di cintainya ternyata juga mencintainya.

“Jaga adikku” nasehat Siwon.

“Aish oppa, apa maksudmu hah? Seperti aku akan pergi jauh saja” umpat Sang Yoon.

“Tentu saja hyung, aku akan menjaganya, dan akan aku pastikan dia hanya akan mencintaiku” semua pasang mata menatap kyuhyun takjub, jelas saja maknae setannya telah menjadi pria normal.

“Seperti aku bisa melirik pria lain saja” dengus Sang Yoon, semuanya tekekeh akan keterus terangan adiknya itu.

“Baiklah aku percaya padamu”ucap Siwon sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Cih, kau sedang berakting kan oppa, yang ada kau yang berkemungkinan jatuh cinta pada orang lain, kau kan idol pasti kau sering sekali dikelilingi wanita-wanita cantik” sinis Sang Yoon.

“Aigoo, aigoo kau cemburu eh?”tanya Kyuhyun menggodanya

“Aish kau menggelikan, lebih baik aku tutup saja telfonnya” ancam Sang Yoon.

“Yak! Jangan dulu, sebentar” kyuhyun mengambil handpone Siwon kemudian berlari memasuki kamar dan menguncinya.

“Yak! Maknae setan” teriak semua member.

“Acara menguping telah selesai” balas Kyuhyun dari dalam kamarnya, Sang Yoon hanya terkekeh mendengar suara teriakan itu.

“Sang Yoon~a dengarkan baik-baik arasseo, aku hanya akan mengatakan ini sekali seumur hidupku”

“Mwo?”tanya heran Sang Yoon

“Diam dan dengar kan saja arasseo?” perintah Kyuhyun.

“Ah, ara ara”pasrah Sang Yoon.

“Karena kau mencintaiku, maka mulai dari sekarag kau hanya milikku, jangan ada fikiran sedikit pun untuk berhenti mencintaiku, karena aku tidak akan membiarkanmu lari dariku, kau harus pulang secepatnya, jika tidak aku akan menyeretmu dari sana, dan terakhir ku ingin kau menjaga hidupmu baik-baik disana, Sang Yoon~a… jeongmal saranghae” selesai bicara Kyuhyun langsung mematikan telfonnya, pipinya sudah sangat merah.

Gadis itu tercekat, dirinya tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan kalimat itu, dia tidak berhenti tersenyum sambil memandangi handphonenya.

***

5 month later…

“Kyuhyun~a bisakah kau duduk tenang, aku pusing melihatmu mondar-mandir seperti itu” marah Leeteuk, yang heran dengan kelakuan maknaenya, dari pagi maknaenya hanya memandangi handphonenya dan berjalan mondar mandir.

“Aish, hyung aku sedang hawatir, yoja setengah iblis itu, tidak bisa dihubungi dari minggu lalu, aku hampir gila” ucap Kyuhyun sambil menduduki kursi di sebelah Leeteuk.

“Mungkin dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kau jangan terlalu hawatir padanya” nasehat Leeteuk sambil mengacak rambut dongsaengnya itu dengan sayang, Kyuhyun hanya menundukkan kepalanya.

Leeteuk terpekik kaget ketika mengetahui siapa yang ada dihadapannya, Sang Yoon gadis itu berdiri sambil tersenyum manis padanya, Leeteuk ingin menyapanya namun gadis itu meletakan jarinya diatas bibirnya, menyuruh Leeteuk diam, dia pun mengerti dan kemudian mengacak rambut Sang Yoon pelan dan meninggalkannya bersama Kyuhyun yang hanya menundukkan kepalanya, Sang Yoon kemudian duduk di sebelah Kyuhyun menggantikan Leeteuk.

“Bagaimana aku tidak hawatir, jika menyangkut yeoja setengah iblis itu aku tidak bisa tidak hawatir padanya hyung, otteokhe? ” ucap Kyuhyun, karena Leeteuk tidak menjawab juga akhirnya dia mendongakkan kepalanya, dan langsung membelalakkan matanya melihat orang yang duduk di sebelahnya.

“Oppa” ucap gadis itu, namun kyuhyun menunjukkan ekspresi marahnya, sehingga membuat gadis tersebut sedikit takut padanya.

“Mian” gadis itu menundukan kepalanya, membuat Kyuhyun tersenyum geli melihat tingkahnya, sepertinya menggodanya sedikit akan sangat menyenangkan.

“Aku tidak bermaksud membuatmu hawatir oppa, seminggu ini, aku benar-benar konsen pada pekerjaanku, aku ingin pekerjaanku cepat selesai kemudian menemuimu” jelas Sang Yoon, kyuhyun mendekatkan kepalanya.

“Lihat aku” bisik Kyuhyun, nafasnya terasa di tengkuk Sang Yoon, membuat jantungnya tidak berhenti berdetak.

“Ne opmmmmppp” ketika mendongakkan kepalanya Kyuhyun langsung menempelkan bibirnya dibibir Sang Yoon, pria itu melumat bibir Sang Yoon kasar, mebuat Sang Yoon kehabisan nafas, tiba-tiba pria itu berhenti menciumnya dan menatap tajam Sang Yoon.

“Itu hukumanmu” Kyuhyun terkekeh melihat Sang Yoon hanya membelalakkan matanya, membuatnya terlihat semakin manis.

“Yak oppa kau kasar sekali, oppa kaummmmpp” Kyuhyun kembali menelpelkan bibirnya di bibir Kyuhyun, kali ini ciumannya berbeda, sangat dalam dan berhati hati, pria ini melumat bibir Sang Yoon dengan lembut menumpahkan semua kerinduannya, Kyuhyun menggigit bibir Sang Yoon pelan agar lidahnya dapat masuk dan menjelajahi mulut Sang Yoon, tangan Sang Yoon sudah melingkar di leher Kyuhyun, dia membalas ciuman pria itu dengan sepenuh hati.

“Aigoo, kau hebat sekali Kyuhyun~a” mendengar itu, mereka langsung melepaskan pelukan mereka, karena memang sudah tidak ada jarak sama sekali.

“Yak! Hyung bisakah kau ketuk pintu terlebih dahulu” ucap Kyuhyun sengit dan memandang tajam hyungnya itu yang telah mengganggu kesenangannya.

“Hei bodoh, tidak sadarkah kau ini dimana, ini di ruang tamu, kalau kau ingin aku tidak mengganggumu lakukan di kamarmu” kekeh Hyukjae, dia berhasil membuat 2 dongsaengnya itu memerah.

“Aigoo, kyeopta, aku akan memperlihatkan keahlianmu itu pada member lain” senyum Hyukjae sambil mengacungkan handphonenya.

“Yak! Hyung, kenapa kau merekamnya”

“Ciumanmu sangat hebat Kyuhyun~a, bahkan ciuman Donghae pun tidak ada apa-apanya di banding ciumanmu” tawa Hyukjae.

“Aish, dasar yadong” teriak Sang Yoon yang pipinya sudah sangat memerah.

“Berani kau memberitahu member lain, maka akan ku pastikan video telanjangmu akan beredar di internet” ancam Kyuhyun yang langsung membuat tawa Hyukjae berhenti dan memandang maknaenya ngeri.

“Kau benar-benar iblis Kyuhyun” pasrah Eunhyuk.

“Tidak ada yang meragukan itu, terima kasih patas pujiannya”

END?

 

p.s: wah ni ff lama sekali selesainya karena aku males banget ngetiknya, sumpah aku geli sendiri nulisin adegan kiss mereka, wakaka, percakapan Vic ma sang Yoon ga aku tulis, karena aku benar-benar males… * dasar author males. Intinya si Vic itu ngasih tau tentang perasaan Kyuhyun.

Udah ah segitu aja, selamat membaca, aku sekarang mau nulis one shot aja deh, ternyata nulis yang bersambung begini bikin tambah males *tetep aja intinya kamu males, wakaka…. Babay… lambai2 bareng Kyuhyun.

{YooHyeNay Story} : Another Sory #3 (Opening)

{YooHyeNay Story} : Another Sory #3 (Opening)

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

 

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

Prak

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja, ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

***

Seorang gadis nampak belari sambil menahan isak tangis yang sudah ditahannya sedari tadi, wajahnya terlihat memerah, dua orang laki-laki terlihat mengejar  gadis itu, terlihat jelas kehawatiran dari raut wajah mereka, bagaimana tidak? Gadis yang sangat mereka sayangi, yang sudah mereka anggap seperti adik sendiri sekarang harus mengalami hal seperti ini.

“Sang Yoon~a !!!” teriak ke dua lelaki tersebut yang tidak lain adalah Ryeowook dan Sungmin, namun seolah tidak mendengar ucapan tersebut gadis tersebut tetap berlari.

“Yak! Sang Yoon~a, berhenti berlari” Sungmin dan Ryeowook terus saja berlari mengejar Sang Yoon sambil terus berteriak memanggilnya, berharap gadis itu akan mendengar dan membuatnya berhenti.

Siwon yang tengah berjalan menuju dorm lantai 12, tiba-tiba berhenti ketika mendengar teriakan dari ke dua dongsaengnya yang memanggil-manggil nama orang yang amat di sayanginya, dari kejauhan dia melihat  seorang gadis yang sedang berlari ke arahnya, seketika itu juga amarah mengusainya, ketika Siwon melihat  bahwa pundak gadis itu bergetar, dan pandangan gadis itu pun tidak fokus, benar-benar memperlihatkan bahwa gadis itu sedang kacau bahkan menangis, astaga baru kali ini dia melihat Sang Yoon tidak dapat menguasai emosinya dengan baik, bahkan dia tidak menyadari keberadaan Siwon yang berdiri di hadapannya, dengan sigap Siwon menarik gadis itu dalam pelukannya. Sedangkan dua orang yang mengejar adiknya tersebut langsung menghentikan larinya dan bernafas lega, melihat Sang Yoon berada di tangan yang benar.

“Ini oppa, ini oppa, ini oppa” Siwon terus membisiki telinga Sang Yoon sambil mendekapnya lebih dalam mencoba menenangkannya, karena gadis itu terus meronta dalam pelukannya, isak tangis gadis itu makin terdengar, membuat Siwon mengepalkan tangannya menahan amarah, bukan kesal pada siapa yang telah membuat adiknya menangis, tapi karena dia merasa tidak berguna menjadi seorang oppa yang baik, dia tau alasan mengapa gadis ini menangis, oh tentu saja siapa yang terlalu berharga untuk di tangisi oleh gadis ini selain Cho Kyuhyun, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa melihatnya bersedih, perasaan sakit yang selama ini dia pendam dalam hatinya, sudah tidak dapat di bendung lagi, akhirnya hal yang paling di hindarinya terjadi juga, dia sangat takut adiknya mengeluarkan air mata, dia benar-benar membenci hal itu, dan sekarang bahkan adiknya menangis di hadapannya.

Isakan yang terdengar sudah mulai berkurang, Sang Yoon sudah mulai berhenti menangis, dia hanya memeluk Siwon, mencoba memberikan rasa nyaman pada dirinya sendiri, mengingat kejadian itu lagi benar-benar membuatnya sesak, di tampar oleh kekasih orang yang di cintainya, dia benar-benar merasa menjadi seorang gadis jahat, bahkan membuatnya jijik terhadap dirinya sendiri, mencoba merebut orang yang di cintainya walau pun pria tersebut sudah memiliki kekasih, dia merasa saperti wanita penggoda yang amat menjijikan, dia sadar cinta yang dia miliki salah, namun cintanya pada laki-laki tersebut sangat besar membuat akal sehatnya tidak bekerja dengan baik.

“Sekarang lupakan dia, itu yang terbaik Yooni~a” ucap Siwon dengan nada bergetar, dia pun merasakan sakit yang Sang Yoon rasakan, walau pria itu tidak mengetahui kejadian tadi. Alih-alih menjawabnya Sang Yoon malah merapatkan pelukannya pada Siwon.

***

“Aku, tidak bisa membohongi perasaanku, aku menyayangimu sangat menyayangimu, tapi rasa sayang yang ku miliki ini bukan perasaan cinta terhadap seorang gadis, dulu kau bertanya padaku mengapa aku sangat baik padamu, itu karena aku nyaman bersamamu, aku merasa aku sedang bersama noonaku, dan sampai sekarang perasaan itu tidak dapat berubah” ucap Kyuhun sambil memandang gadis yang sedang berdiri di hadapannya, dia mengutuk dirinya sendiri, karena tangis gadis yang dia sayangi makin kencang, dia bingung harus bagaimana, kejam memang mengatakan hal itu, tapi dia sudah tidak bisa bertahan lagi, dia lelah berbohong pada pada dirinya sendiri, lelah untuk meyakinkan diri bahwa dia mencintai Victoria.

“Kyuhyun~a mengapa kau lakukan ini semua padaku?” isak Victoria sambil memukul-mukul dada Kyuhyun, yang di biarkan saja oleh Kyuhyun, mungkin dengan membiarkannya dapat meredakan amarahnya, pikir kyuhyun.

“Mengertialh Qian, ini yang terbaik untuk kita” ucap Kyuhyun sambil mengusap lembut kepala Victoria yang telah berhenti memukuli dadanya.

“Tapi aku sangat mencintaimu” jawab Victoria sambil mengisak pelan.

“Aku tau, tapi kau akan lebih sakit lagi jika hubungan ini tetap di pertahankan, dan aku tidak mau menjadi pria brengsek yang hanya bisa menyakitimu Qian” terdengar nada sedih dari ucapan Kyuhyun.

“Tidak bisakah kau berusaha mencintaiku?” mohon Victoria pada Kyuhyun, yang membuat Kyuhyun mengernyit heran dengan pertanyaan itu.

“Berusaha? Kau pikir dengan aku membiarkanmu menjadi orang yang ku beri izin mencampuri kehidupanku, atau pacar kata mereka, itu bukan usahaku untuk mencintimu?, astaga Victoria kau benar-benar membuatku terlihat seperti pria brengsek yang hanya mempermainkanmu” geram Kyuhyun, Victoria kaget dengan kata-kata yang meluncur dari mulut Kyuhyun, ini pertama kalinya Kyuhyun berbicara kasar padanya, apa lagi dengan memanggilnya Victoria, berarti Kyuhyun benar-benar sedang marah padanya.

“Maaf, aku tidak tau” ucap Victoria dengan nada sedih, yang membuat Kyuhyun meredakan emosinya, dia tidak mungkin membuat Victoria menangis lagi.

“Sudahlah lupakan saja, ayo ku antarkan kau pulang, ini sudah terlalu malam” ajak Kyuhyun sambil menarik tangan Victoria, namun gadis itu tidak beranjak dari tempatnya.

“Kyuhyun~a bisakah kau memelukku?” tanya Victoria ragu-ragu, langkah Kyuhyun terhenti setelah mendengar permintaan yang membuatnya bingung. “untuk yang terakhir kali, please” Kyuhyun heran dengan perintaan Victoria.

“Kau kira kita tidak akan pernah bertemu lagi?, oh ayo lah bahkan kita satu menejment”

“Aku tau, tapi besok tidak akan sama lagi, anggap saja ini pelukan perpisahan kita, aish kau bahkan sama sekali belum pernah memelukku” rengek Victoria sambil menatap sepasang mata milik seorng pria di hadapannya.

“Umurmu lebih tua dariku, tapi kelakuan mu persis seperti anak TK” desis Kyuhyun namun dia meletakkan tangannya melingkari pinggang Victoria, yang membuat gadis itu terkekeh pelan dengan kelakuan lelaki yang baru saja memutuskannya, merasa sakit? Tentu saja, bagaimana tidak, pacarmu sendiri ternyata tidak mencintaimu, walau dia tau itu, tetap saja terasa sakit mendengarnya langsung dari orang yang sangat kau cintai.

“Ah, ternyata pelukanmu tidak seperti yang ku bayangkan” gumam Victoria yang langsung membuat Kyuhyun melepaskan pelukannya, dan menatap tajam mata gadis yaang berada di hadapannya.

“Maksud mu?” tanya Kyuhyun sedikit tersinggung.

“Pelukanmu tidak sehangat pelukan suamiku” ucap Victoria dengan muka polosnya yang jelas saja membuat sebuah tangan melayang di kepalanya.

“Yak! Appo” protesnya karena mendapat jitakan dari Kyuhyun.

“Baru beberapa detik yang lalu kita putus kau sudah membicarakan pria lain, bahkan menyebut pelukanku tidak sehangat pelukannya, aku yang sudah lama ber pacaran dengan mu saja baru memelukmu, itu pun setelah hubungan kita berakhir, tapi kau malah sudah sering melakukannya dengan Nichun, bahkan kau berciuman dengannya” canda Kyuhyun yang membuat Victoria tersenyum kecil.

“Aish, tidak usah mengungkitnya, bukannya kau tidak pernah mempermasahkan hal itu, seperti kau cemburu saja” sinis Victoria.

“Qian, aku bodoh baru menyadarinya ternyata kau tidak seperti noonaku” ucap Kyuhyun serius sambil menatap dalam kedua mata Victoria, yang membuat bulu kuduknya meremang mendapatkan tatapan sseperti itu.

“La….lu?” tanya Victoria gugup.

“Kau tidak seperti noonaku, tapi kau lebih mirip eommaku” ucap Kyuhyun dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Victoria sendirian yang berusaha mencerna kata-kata Kyuhyun.

“Bicara apa kau? Dasar evil!!!” teriak Victoria dengan seluruh tenaganya, aish dasar setan gila. Tapi dia tersenyum, walaupun menyebalkan tapi itu lah Kyuhyun, pria yang sukses membuatnya menjadi gadis egois, oh gadis macam apa yang tidak akan mempertahankan egonya demi tidak kehilangan pria seperti Cho Kyuhyun?.

***

“Kau sudah bangun?” ucap lega Choi Siwon melihat adik perempuannya terlihat baikbaik saja, karena semalaman dia terus menjaga Sang Yoon yang terkena demam, dia benar-benar benci melihat adiknya sangat rapuh, kontras dengan apa yang selama ini adiknya tunjukan padanya, adiknya yang selalu tersenyum menghadapai semua masalah, kini harus terbaring lemah.

“Oppa? Kenapa kau masih di sini? Apa kau tidak bekerja?”

“Bekerja? Kau pikir aku bisa bekerja dengan tenang sementara adikku sedang sakit dirumah?” dengus siwon kasar, bukannya takut Sang Yoon malah menyunggingkan senyum khasnya, dia tau betul watak kakaknya yang satu ini, dan dia sangat senang mendapati kakaknya sangat menyayanginya.

“Aigoo, oppa, aku harus menghubungi Nayna, dia bisa mengamuk padaku” tiba-tiba Sang Yoon berkata sambil menepuk pipinya.

“Yak! Gadis bodoh, aku sangsi bahwa kau adik kandungku” sinis Siwon sambil menepuk kepala adiknya dengan sayang, yang tentu saja lansung membuat Sang Yoon mengerucutkan bibirnya ”aku sudah menghubungi nayna dan dia mengizinkanmu libur tiga hari, lagi pula aku heran padamu, mengapa kau malah menjadi menejer artis?, kau itu calon Presiden Direktur Hyunday Departement store, gajimu bahkan hanya seperempat dari uang yang selalu dikirimkan appa untukmu, belum lagi dariku, apa masih kurang juga?” tanya Siwon heran dengan kelakuan adik tercintanya.

“Oppa, bukan berapa banyak uang yang aku terima, tapi menghargai sebuh pekerjaan itulah yang aku cari, bagaimana aku dapat mengurus perusahaan appa yang begitu besar, jika mengurus satu orang saja aku tidak bisa? Aku belajar dari hal yang mudah terlebih dahulu, aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan yang malah akan membuat jerih payah appa selama ini hancur” Siwon tersenyum mendengar penuturan adiknya, jika masalah mencari sebuah alasan maka adiknya ini lah yang pastinya akan menjadi juara, sepertinya jiwa diplomat ibunya benar-benar menurun pada adiknya itu.

“Kau yakin tidak ada alasan lain?” goda Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aish, kenapa kau tidak percaya padaku?” tuntut sang adik, sementara sang kakak hanya mengedikkan bahunya.

“Mungkin, kalau aku lihat alasan mu tadi sepertinya terlalu tinggi untuk tipe orang sepertimu”

“Yak! Kau itu oppaku bukan hah, bahkan kau meragukan kemampuan adikmu sendiri?” teriak Sang Yoon kesal mendengar penuturan oppanya.

“Karena aku oppamu, maka aku tahu apa yang ada di kepalamu” Siwon berkata sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang, “Sekarang kau istirahat ya, nanti oppa bangunkan jika waktunya makan dan minum obat”

“Oppa umurku sudah 20 tahun, aku bukan anak secil lagi” sela Sang Yoon tidak terima, memang kakaknya pikir dia gadis labil yang akan menyiksa dirinya sendiri hanya karena seorang pria.

“Aku 26 tahun, berarti kau masih gadis kecilku” Senyum Siwon tampak lega melihat adiknya yang sudah mulai membaik, tapi Siwon tidak bodoh karena mata itu masih memperlihatkan kesedihan.

***

lanjutannya nanti…

author beje ngepost ff beje nie… wakaka….

{YoonHyeNay Story} : Another Story #2

{YoonHyeNay Story} : Another Story  #2

***

Author: SangYoon/Dhaekyu

Main Cast: Cho Kyuhyun and Choi Sang Yoon

Kim Heechul and Cho Nayna

Lee Donghae and Song Hye Joon

And the other member of  Super Junior

Genre: Romance.

Length: series.

Rating: pg 15.

“Mulai sekarang oppa tidak akan membiarkan wajah cantikmu itu mengeluarkan air mata lagi, besok akan oppa suruh Kim Seungho pulang ke korea” ucapku tegas padanya.

“mwo? oppa jangan, aku susah-susah kabur dari dia, oppa malah menyerahkanku padanya” jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Setidaknya oppa bisa menjamin dia tidak akan membuat mu menangis lagi” ucapku padanya. Ya Kim Seung ho, pengusaha kaya raya yang awalnya akan di jodohkan dengan Sang Yoon, tapi Sang Yoon menolak karena cintanya pada Kyuhyun, cih… cinta yang menyengsarakan, padahal Seung ho sangat menyukai sang Yoon, tapi dia melepaskan Sang Yoon, karena Seung ho ingin sang Yoon bahagia bersama orang yang dia cintai, yang ternyata tidak mencintainya.

***

 

Nayna POV

“Berhenti mondar-mandir di depanku Sang Yoon~a, kau membuatku pusing” ucapku pada Sang Yoon yang dari tadi hanya mondar-mandir  dan mengacak-acak rambutnya sendiri, sepertinya dia sangat frustasi setelah diberitahu bahwa Kim Seungho sudah sampai di Korea.

“Aku lebih pusing darimu, jadi berhentilah mengeluh, bukannya membantuku kau malah menyulitkanku”balasnya tidak terima, sambil menggeram menahan enosi, aigoo untung aku juga setan, kalau tidak aku sudah takut padanya, tatapannya benar-benar menyeramkan.

“Dengan mondar-mandir seperti itu, memangnya bisa menyelesaikan masalahmu?” tantangku padanya.

“Lalu aku harus bagaimana? Astaga oppaku itu memang berniat membunuhku sepertinya” desahnya sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan lemas.

“Sepertinya ini sudah nasibmu Sang Yoon~a” ucapku cuek, dan rambutku langsung di tarik sangat kencang oleh Sang Yoon, aku ingin membunuhnya sekarang juga, sudah membuat kepalaku pusing, berani-beraninya dia menjambakku.

“Bersimpatilah sedikit, bodoh” ucapnya sambil menatapku seolah berkata ‘kau temanku bukan hah?’,  tatapannya sangat menjengkelkan.

“Aish, dengarkan aku Mrs.Choi, suka atau tidak kau memang harus menghadapi ini semua, jangan berfikir cara untuk menghindarinya, tapi berfikirlah bagaimana agar masalahmu itu selesai sesuai dengan apa yang kau inginkan” ucapku serius sambil menatap matanya. Dia terlihat berfikir mencerna kalimatku, lau dia membuang nafas dengan kasar.

“Kau benar juga, Choi Siwon itu benar-benar sudah bosan hidup, jika sampai Kim Seungho berani macam-macam padaku, aku kan membuat hidup kakak tercinta ku itu menderita, lihat saja” ucapnya ber api-api, yang membuat keningku berkerut, aigoo hubungan kakak adik yang mengerikan.

***

Cho Nayna POV

Aish, gara-gara Kim Heechul yang membuatku menjadi artis dadakan, membuatku pusing, ternyata menjadi artis itu sangat melelahkan, aku yang tadinya hanya seorang ullzang dan yang paling aku benci adalah aku harus berpura-pura manis pada setiap orang, membuat bibirku kaku, aku yang jarang tersenyum harus menyunggingkan senyumku setiap bertemu dengan orang, menjaga image? Cih… aku benar-benar muak.

“Nayna~ya pemotretannya sebentar lagi akan di mulai” ucap menejerku yang tidak lain adalah Choi Sang Yoon, wanita gila itu bersedia menjadi menejerku yang gajinya tidak seberapa di banding uang jajan dari kedua orang tuanya, tapi dia hanya mengatakan bahwa ia ingin mencoba ini dulu, sebelum terjun ke perusahaan Hyundai  milik keluarganya, ku rasa otaknya memang sudah tidak berfungsi dengan baik.

“Ne, ahjumma kau cerewet sekali” jawabku sambil tersenyum manis padanya.

“Cih, cepatlah selesaikan pekerjaanmu, aku malas bertengkar denganmu” ucapnya acuh.

“Baiklah, katanya aku tidak akan di foto sendiri? Model Inggris eh?” tanyaku padanya.

“Ne, sebenarnya dia orang korea yang menjadi model di Inggris” jelas Sang Yoon padaku.

“Jinja? Apa dia tampan?” tanyaku padanya, yang langsung direspon dengan ekspresi malas, Sang Yoon ini hanya akan peduli pada pria bernama Cho Kyuhyun, walau pun di depan matanya berdiri seorang Daniel Radclife sekali pun, aku yakin dia akan tetap melihat Cho Kyuhyun, gadis bodoh yang sedang di mabuk cinta.

“Molla, aku belum melihatnya” jawabnya datar.

“Anyeonghaseo” sapa seorang pria kepada kami.

“Ne, anyeonghaseo” balasku padanya, tapi tidak dengan Sang Yoon matanya terbelalak kaget mendapati siapa yang telah menyapa.

“Kim Seungho?” teriak Sang Yoon sambil menujuk pria di hadapan kami, aigoo jadi ini pria bernama Kim Seungho, tampan? bahkan kata tampan saja tidak cukup untuknya, kurasa Choi Siwon pun lewat oleh pesonanya, terlalu bersinar, dan bisa-bisanya gadis bodoh ini menolak pria seperti ini? Aigoo otaknya benar-benar harus di format ulang.

“Fee, padahal malam ini juga aku akan menemuimu di rumahmu, kita malah bertemu disini” ucap Kim Seung ho riang pada Sang Yoon, Fee adalah nama western Sang Yoon, Fresshia Choi, biasanya hanya kenalan di Inggris sana saja yang memanggilnya Fee, karena dia lebih suka di panggil dengan nama koreanya, Sang Yoon pernah tinggal di Inggris selama satu tahun, di sanalah dia di jodohkan dengan pria di hadapanku ini.

“Ah ne, kau kah model dari Inggris itu?” tanya Sang Yoon heran pada pria itu.

“Ne, apa kau modelnya?” tanyanya dengan wajah yang berbinar karena senang.

“Aniyo, aku menejernya, dia lah modelnya” dia memperkenalkanku pada pria itu, dapat kulihat ada ekspresi kecewa di wajahnya, berharap Sang Yoon modelnya? Aigoo gadis itu bahkan tidak suka di foto.

“Anyeong Cho Nayna imnida” sapaku ramah padanya.

“Anyeong Kim Seungho imnida, mannaseo bangapseubnida” balasnya sopan padaku.

“Kau model? Lalu perusahaanmu bagaimana?” tanya Sang Yoon bingung.

“Ah, aku hanya menyukai ini saja, aku tetap berstatus sebagai pengusaha, model hanya hobi ku saja, karena sepertinya menjadi model cukup menyenangkan, dan kebetulan aku pun ada urusan bisnis di Korea, jadi aku terima saja tawaran pemotretan ini.” jawabnya sambil menatap wajah Sang Yoon lekat, aku melihat binar kerinduan yang sangat dalam dari mata pria itu.

“Pria aneh” sahut Sang Yoon cuek.

“Ku artikan itu adalah pujian untukku, gomawo Fee” ucapnya sambil tersenyum manis, yang membuat ku membelalakan matanya, aku tau mengapa Sang Yoon menolaknya, dia pria tidak waras, harusnya cocok dengan Sang Yoon.

“Hei kalian, cepat pemotretannya akan segera di mulai” teriak produser pada kami. Akhirnya pemotretan pun di mulai dan meski pemotretan berjalan, pria di sampingku ini tidak berhenti menatap ke arah Sang Yoon, sementara orang yang di tatapnya tengah asik membaca novel, apa sih menariknya Sang Yoon? Hingga pria yang nyaris sempurna seperti Kim Seungho benar-benar mencintainya, dan bodohnya mengapa temanku itu malah tergila-gila pada kakakku, benar-benar sinting.

***

Cho Nayna POV

“Oppa? Tumben sekali kau pulang ke rumah? Appa dan eomma sedang pergi ke Jepang” kataku pada mahluk yang berdiri di hadapanku ini, dia jarang pulang ke rumah karena aku tau kalau jadwwalnya sangat padat, bahkan dia hanya tidur 2-3 jam sehari, aku sebenarnya kasihan padanya.

“Apa aku tidak boleh pulang ke rumahku sediri hah?” tanyanya sambil menatapku tajam.

“Aniyo, maksudku biasanya kan kau mengabariku dulu jika kau ingin pulang” jelasku padanya.

“Aku hanya ingin menemuimu Nayna~ya, kau tau oppa menghawatirkanmu” ucapnya dengan nada sedih, aku tau walau hubungan kami tidak terlalu akrab, tapi dia sangat menyayangiku, dia bahkan diam-diam mentransferkan uang padaku tiap bulannya, aku hanya pura-pura tidak tau saja.

“Baiklah, apa yang mau oppa tanyakan? Aku akan menjawabnya dengan jujur” ucapku padanya, aku tau dia sangat penarasan padaku.

“Apa kau benar-benar pacaran dengan Heechul hyung?” tanyanya padaku, yang jelas saja membuat keningku berkerut. “Ani, maksudku apa kau benar-benar mencintainya?”

“Oppa, apa kau tidak bisa melihat dari caraku memandangnya? Ah baiklah, ya aku mencintainya” jawabku mantap, karena dia malah menunjukan ekspresi bingung  jadi kukatakan saja perasaanku yang sebenarnya.

“Baiklah, sepertinya sekarang aku sudah tenang, setidaknya aku tidak salah menyerahkanmu pada Heechul hyung, karena aku tau jika dia juga sangat mencintaimu” dia mengusap rambutku pelan yang membuatku tersenyum, inilah oppaku, walaupun evil dia adalah sosok oppa yang sangat aku sayangi.

“Gomawo, kau sendiri bagaimana hubunganmu dengan Victoria eonni?” tanyaku padanya.

“Kami baik-baik saja” jawabnya sambil tersenyum, ah sepertinya pertanyaanku kurang tepat.

“Apa oppa mencintai Victoria eonni?” tanyaku padanya, yang membuat dia menggaruk kepalanya, aigoo oppaku ini pabo sekali kalau masalah percintaan, dia bahkan tidak bisa membedakan cinta pada gadis dan pada kakak.

“Molla” jawabnya malas.

“Yak! Oppa itu bagaimana, kau harus bertanya pada hatimu, jangan sampai kau meyakiti perasaanmu sendiri” nasehatku padanya, dia hanya mengerucutkan bibirnya tanda kesal.

“Aku bukan anak kecil, mengapa jadi kau yang menasehatiku” sanggahnya tidak terima.

“Habis oppa itu babo sekali, ku tanya sekarang,apa kau merindukannya setiap oppa belum melihat wajahnya?” tanyaku padanya, dia tampak berfikir keras.

“Mmm, kadang-kadang” jawabnya bingung.

“Apa jantung oppa berdetak sangat cepat jika melihatnya?”tanyaku lagi, kali ini dia menggelengkan  kepala.

“Apa kau akan menyerahkan nyawamu padanya jika dia membutuhkan itu?” dia sedikit mengernyit mendengar pertanyaan anehku namun dia mengangguk baiklah berarti Vic eonni memang orang yang penting untuk Kyuhyun.

“Apa kau cemburu jika melihatnya bersama pria lain?” tanyaku padanya, dan dia menggeleng.

“Okey ini pertanyaan terakhir apa kau merasa kau sedang bersama seorang noona, atau kau bersama seorang gadis jika bersamanya?” tanyaku padanya.

“Maksudmu?” tanyanya padaku.

“Tidak usah pura-pura bodoh, aku tau oppa mengerti maksudnya” sinisku padanya.

“Aku merasa nyaman padanya, sama seperti aku sedang bersama Ahra nuna” jawabnya, nah sudah tau begitu dia masih mempertahankan hubungan itu.

“See, kau bisa tau sendiri bagaimana hatimu oppa” ucapku sambil menatap matanya.

“Tapi aku tidak tega mengatakannya pada Qian” ucapnya lesu.

“Kau harus mengatakannya oppa, dia akan lebih sakit hati jika kau tidak jujur padanya” ucapku sambil tersenyum padanya.

“Ah oppa, aku sudah mengantuk, aku tidur dulu” aku hendak meninggalkannya namun tanganku ditarik olehnya.

“Aku merasa kehilangan kendali atas tubuhku hanya dengan melihat senyumnya, bahkan aku merasa kesal melihatnya bersama oppanya, apa ada yang salah denganku?” tanyanya padaku, benar kan kalau ku bilang oppaku bodoh.

“Siapa? Victoria eonni?” tanya ku padanya.

“Aniyo, bukan Qian, tapi Sang Yoon?” jawabannya sukse membuatku kaget.

“Aaaaaaaaaa” tiba-tiba aku teriak sambil memeluknya, dia hanya menatapku heran.

“Kenapa kau senang sekali?” tanyanya padaku.

“Jelas saja, itu artinya kau mencintainya oppa, akhirnya cinta Sang Yoon tidak bertepuk sebelah tangan” ucapku senang.

“Mwo? Apa maksudnya?” tanyanya heran.

“Aigoo, tidak tau kah kalau Sang Yoon mencitaimu? Bodohnya kau oppa, orang yang meliat cara memandang Sang Yoon padamu pasti tau betapa dia mencintaimu” ucapku sambil menatap heran padanya.

“Jeongmal?” tanyanya padaku.

“tentu, tapi sepertinya sekarang kau punya saingan berat, karena sekarang ada pria bernama Kim seungho yang amat mencintainya, jadi kalau kau memang menginginkan Sang Yoon kau harus segera merebutnya, karena sainganmu itu sangat sempurna, aku bahkan heran pada Sang Yoon yang dengan bodohnya menolak di jodohkan dengan pria itu yang jelas-jelas lebih segala-galanya darimu” ucapku dengan wajah serius.

“Yang oppa mu siapa hah?” marahnya tak terima.

“Aku hanya berkata jujur oppa” ucapku dengan muka polosku yang membuat tangannya menjitak kepalaku, aish appo.

***

Sang Yoon POV

“Oppa, ada apa kau menyuruhku ke sini?” tanyaku pada Siwon oppa yang sedang duduk bersama member Super Junior yang lain.

“Aniyo, kau tau kan kalau hari ini hari ulang tahunnya Kim Seungho?” tanyanya padaku yang membuatku bingung.

“Lalu?” tanyaku masih tidak mengerti.

“Aku akan mentraktir kalian semua makan untuk merayakan ulang tahunnya, kasihan dia tidak mempunyai teman disini, jadi kita harus menemaninya di hari ulang tahunnya ini, apa lagi kau orang yang dekat dengannya, bagaimanapun juga dia mantan tunanganmu bukan” papar Siwon oppa yang membuat member lainnya menatapku heran.

“Oppa, kenapa kau membahas masalah itu lagi, tunangan? Cih, bukankah dari awal aku katakan kalau aku menolak” sinisku pada Siwon oppa, benar-benar membuatku kesal.

“Sudahlah ayo kita ke cafenya Yesung hyung saja, di sana makanannya enak” jawab siwon langsung menyuruh kita semua mengikutinya menuju mobil. Aku duduk di samping Siwon oppa, di belakang ada kyuhyun, Eunhyuk dan Ryeowook. Sementara member lainnya menumpang di mobil Teuki oppa, sial bahkan tidak ada Hye Joon, karena dia sedang menemani pacar tercintanya.

“Kyuhyun~a kau kenapa? Sepertinya kau sedang kesal” tanya Eunhyuk oppa pada Kyuhyun yang duduk di sebelahnya, sementara Kyuhyun hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya, merasa bingung dengan perasaannya saat ini.

“Hyung, mana yang namanya Kim Seungho?” tanya wooky pada Siwon ketika kami semua telah sampai  di cafe.

“Sebentar lagi dia datang” jawab Siwon tenang. Kemudian mengalihkan pandangannya ke arahku.

“Kau ambil bolunya di dapur, aku sudah memesannya, dan kau yang harus menyerahkan kue itu padanya karena Seungho pasti senang” aku hanya dapat membelalakan mataku, menatap tajam oppaku yang sepertinya mulai gila, tapi dia balas menatap tajam ke arahku, oh baiklah kali kau menang Mr.Choi, aku menuju dapur dan bertanya pada ibunya Yesung hyung yang ada di dapur.

“Ahjumma, Kue yang di titipkan Siwon oppa, ada di mana?” tanyaku padanya.

“Ada di dalam kulkas di pojok sana” jawabnya sambil menunjuk kulkas tersebut.

“Gomawo” bungkukku padanya, kemudian berjalan memasuki cafe kembali, tidak ada pengunjung lain, aku yakin cafe ini sudah di pesan secara khusus oleh oppaku.

“Yooni~a cepatlah, dia sudah ada di parkiran” teriak Siwon oppa, aish merepotkan sekali.

“Itu dia Kim Seungho” tunjuk Siwon oppa pada pria yang tengah memasuki cafe, yah harus ku akui namja itu terlihat sangat tampan, tapi terlalu tampan menurutku, aku jadi cepat bosan jika melihatnya.

“Aigoo, itu kah yang bernama Kim Seungho? Sangat tampan, kau sudah gila Sang Yoon~a menolak namja seperti dia” ucap Teuki oppa, yang mendapat anggukan dari member lainnya.

“Ne, sepertinya aku memasng sudah gila” ucapku sinis, ketika aku melihat Kyuhyun dia terlihat tersenyum melihatku tersiksa dengan keadaan ini, meyebalkan.

“Saengil chuka hamnida, saengil chuka hamnida, saranghaneun kim Seungho, saengil chuka hamnida” nyanyi para member sambil bertepuk tangan, aku hanya tersenyum melihat cara mereka bernyanyi, sangat lucu.

“Saengil chukae oppa, sekarang make a wish kemudian tiup lilinnya” ucapku padanya lalu menyodorkan kue di depan mukanya, dia terlihat sangat senang karena dari tadi dia tidak berhenti tersenyum, dia memejamkan metanya sebentar lalu meniup lilinnya.

“Gomawo semuanya, kalian mau meluangkan waktu kalian untuk orang asing seperti aku” jawabnya sambil membungkuk.

“Chonmaneo, lagi pula sekarang jadwal kami sedang kosong dan kau itu temannya Siwon dan Sang Yoon maka itu juga berarti kau teman kami juga” ucap Teuki hyung menimpali sembari tersenyum ramah padanya.

“Baiklah, seharusnya aku memperkenalkan diriku dulu bukan, joneun Kim Seungho imnida, mannaseo bangabseubnida” ucapnya.

“Urineun supyeo juni  ~oeyo” yang jelas saja membuat Kim Seungho tertawa, mereka ini terlalu ajaib, bahkan memperkenalkan diri di depan orang biasa pun maksudnya tidak di depan kamera mereka tetap seperti itu.

“Kau sudah tau kami semua bukan?” sekarang giliran Eunhyuk oppa yang bertanya, aigoo percaya diri sekali oppaku itu, sementara Seungho hanya menimpalinya dengan tersenyum

“Ne, bagaimana aku tidak kenal kalian, jika setiap hari Fee selalu bercerita tentang kalian” jawabnya sambil terkekeh dan menoleh padaku.

“Fee?” ucap para member bingung.

“Ne, Fee adalah nama westernku oppa, Freshia Choi” ucapku akhirnya, sementara para member lainnya ber oh ria.

“Coba kau sebutkan mana kami” kali ini Yesung oppa yang bicara.

“Leeteuk~ssi, Yesung~ssi, Sungmin~ssi, Heechul~ssi, Eunhyuk~ssi” dia berhenti sebentar keika ingin menyebutkan Kyuhyun “Kyuhyun~ssi, ternyata kau lebih tampan jika di lihat secara langsung, tapi menurutku aku lebih tampan” perkataannya membuat semua yang ada di situ tertawa, aku hanya mendengus kesal, tapi ku liahat Kyuhyun pun mendecak kesal” Ryeowook~ssi, Siwon hyung dan Fee” jawabnya malah memanggil kami semua sambil menjunjuk satu persatu.

“Wow daebak” acung Siwon oppa pada Kim Seungho, sementara Seungho hanya tersenyum membalasnya.

“Ah, mianhae Seungho~ssi kami tidak membawakan kado untukmu” ucap leeteuk oppa.

“Chonmaneyo, ada kalian juga merupakan kado yang indah untukku, ini pertama kalinya ulang tahunku dira yakan bersama teman, karena biasanya aku hanya merasakannya dengan keluargaku” ucapnya sambil tersenyum tulus.

“Ah, begini saja, kau minta pada kami satu hal dan kami akan mengabulkannya” ucap Teuki hyung yang mendapat anggukan setuju dari yang lain, kecuali Kyuhyun oppa, entah kenapa hari ini dia terlihat sangat kesal.

“apa pun?” tanya Kim Seungho.

“Ne” jawab mereka kompak.

“Aku ingin malam ini aku menghabiskan hari ulang tahunku bersama Sang Yoon” Seungho mengedip kepadaku, permintaan apa pula yang seperti itu? Cish keterlaluan.

“Yak! Kau curang” ucapku tidak terima.

“tapi mereka bilang apa pun” ucap Seungho sambil tersenyum geli, membuatku ingin memukul kepalanya.

“Tenang saja, akan ku pastikan malam ini Sang Yoon bersamamu” jawab Siwon oppa sambil terkekeh dan mengacungkan kedua jempolnya pada Seungho.

“Aish, oppa, kau menyerahkan adikmu ini pada nya?”tanyaku tidak percaya, oppa macam apa dia. Akhirnya aku harus mengalah padanya, baiklah kali kau menang.

***

Ryeowook POV

Aneh, hari ini sungguh banyak sekali hal mengejutkan yang terjadi, Siwon hyung yang tiba-tiba menyuruh kami untuk menemani temannya yang sedang berulang tahun, yang ternyata temannya itu adalah tunangan adiknya, ani mantan tunagan, karena Sang Yoon menolak pertunangan itu, dan memilih pulang ke Soul, kami tentu saja ikut senang merayakan ulang tahun Kim seungho, dia orang yang menyenangkan dan tidak sombong, dari apa yang kami dengan dari Siwon hyung, dia adalah penerus sebuah perusahaan besar di Inggris, dan dia juga adalah model, mengingat tampangnya yang lumayan, ah sebagai pria aku benci mengatakan ini, dia sangat tampan, kau tau, membuatku tidak percaya diri di depannya.

Dan yang paling membuatku heran adalah sikap magnae, aku tidak tau apa yang terjadi hingga Kyuhyun bersikap seperti itu, dia terlihat sangat kesal, aku tidak tau ini persasaanku saja atau memang kenyataannya, tapi ketika melihat Kim Seungho dia terlihat sangat benci padanya, tatapannya pada Kim Seungho terlihat seperti ingin memakannya hidup-hidup, auranya sangat mengerikan, membuat bulu kudukku meremang.

***

Kyuhyun POV

Astaga, ada apa denganku, mengapa aku mersa sangat kesal melihat cara laki-laki itu memandang Sang Yoon, terlihat sangat intens, apa ini yang di namakan cemburu? Rasanya begitu menyiksa, aku harus benar-benar meredam amarahku untuk tidak membunuhnya saat itu juga. Untung acara tersebut cepat selesai, tapi aku benar-benar ingin mencekik Siwon hyung yang menyerahkan Sang Yoon pada pria itu, astaga, apa yang aku fikirkan, lama-lama aku benar-benar menjadi kriminal bila terus di dekatnya.

“Kyuhyun~a kau kenapa?” tanya Siwon hyung padaku, apa aku cerita saja ya padanya?, tapi aku sedang kesal dengan pria ini.

“Molla hyung, apa kau pernah merasakan cemburu hyung?” tanyaku padanya, yang membuatnya menatapku heran.

“Tentu saja aku pernah, apa kau sedang cemburu pada seseorang sekarang? Nickhun?” yang membuatku langsung enatapnya dengan tatapan tidak mengerti, sepertinya dia dapat mengerti maksudku, konyol sekali aku cemburu dengan Nickhun.

“Begitu menyiksa hyung, bahkan aku harus menahan diriku untuk membunuh pria itu saat itu juga, hebat bukan, sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi kriminal” ucapku menunduk.

“Siapakah gadis beruntung itu, hingga membuatmu seperti ini? Berarti kau amat mencintainya, biar ku tebak ini tidak ada hubungannya dengan Victoria kan? Aku tau kau sama sekali tidak mencintai Victoria, dan Victoria pun pasti dapat merasakan itu Kyu, kalian hanya menyiksa diri kalian sendiri” Ucap siwon hyung padaku sambil mengusap pundakku pelan.

“Adikmu hyung” ucapku datar.

“Sang Yoon? Kenapa dengan Sang Yoon?” tanya Siwon oppa bingung, kemudian dia mencerna ucapanku, dan langsung berteriak, aneh mengapa reksinya sama seperti Nayna saat mengetahui ini.

“Ya, Sang Yoon, dia yang membuatmu begini” ucapku lemas.

“Omo? Aish nan paboya” ucap Siwon hyung pada dirinya sendiri.

“Kau kenapa hyung?” tanya ku heran padanya.

“Kyuhyun~a maaf kan hyung telah berbuat jahat padamu, aku tidak tau jika kau menyukainya, kalau kau benar-benar mencintai Sang Yoon, kau harus menunjukan padanya, jangan sampai  kau menyesal karena dia tidak mengetahui perasaanu, aku mendukungmu, Sang Yoon pasti sangat senang kalau mengetahui ini, tapi kau harus mengatakan perasaanmu terlebih dahulu pada Victoria” ucap Siwon hyung yang membuatku tersenyum.

“Mulai saat ini Cho Kyuhyun akan memperjuangkan cintanya, tak akan ku biarkan dia lari dariku, dan Siwon hyung tidak boleh menarik kata-katamu, karena dia akan ku tawan dalam duniaku” ucapku yakin pada Siwon hyung.

Bwara Mr. Simple simple keuttaeneun keuttaeneun keuttaeneun-ro meotcheo

“Yoboseo” terdengar isak tangis dari sang penelfon yang tidak lain adalah Victoria.

“Qien, apa kau menangis? Kenapa kau menangis? Qien? Jawab aku kau di mana?” aku panik, bukannya menjawab pertanyaanku dia malah menangis.

“Aku, aku di rumah” jawabnya sesenggukan.

“Baik, jangan kemana-mana aku akan ke rumahmu sekarang juga” ucapku kemudian langsung mematikan handphoneku dan berlari keluar menuju mobilku, sudah ku bilang kan aku paling benci melihat wanita menangis, apa lagi itu Qien.

***

Sungho POV

“Begitu sulitkah bersamaku?” tanyaku pada Sang Yoon yang tengah menghembuskan nafas berat, aku tau dia tidak ingin menemaniku menghabiskan waktu ulangtahunku, tapi aku tidak bisa melepaskannya lagi, cukup sudah aku mengalah pada laki-laki itu, tapi laki-laki itu malah bersama  wanita lain, aku tidak mau melihatnya tersakiti lagi, bodohnya gadis ini, mencintai seorang pria bertahun-tahun, mencoba menarik perhatian pria itu dengan menjadi menejer temannya yang tiba-tiba menjadi aris (Cho Nayna) agar dia melihatnya, mencoba bertahan walau pria itu telah memiliki cinta lain, aku tau, sangat tau, kau pikir aku melepaskannya begitu saja? Tidak, walau aku di Inggris tapi aku selalu mengawasinya dari sina, hanya memastikan bahwa dia dapat hidup dengan bahagia dengan pria itu, tapi nyatanya! Membuatku benar-benar sakit melihatnya mencoba kuat, gadis bodoh ini menutupi kesedihannya dengan tersenyum, senyum yang membuatku muak.

“Aniyo, aku hanya sedikit pegal” dia berkata sambil merenggangkan otot-ototnya, dia sungguh tidak berbakat dalam ber ekting.

“Baguslah, kalau begitu, aku ingin kau tersenyum” ucapku padanya, yang membuatnya memicingkan mata.

“Ya, tersenyumlah, aku ingin melihatmu tersenyum, ini masih ulang tahunku kau ingat janji tadi?”  dia mencibir mendengar ucapanku.

“mmm” dia berusaha terenyum, tapi senyumnya malah terlihat aneh.

“Kau bisa tersenyum tidak?” sinisku padanya.

“Aish, kau merepotkan sekali” kemudian dia tersenyum, kau tau hanya dengan melihatnya tersenyum hatiku menjadi tenang.

“Nah, kau terlihat cantik dengan tersenyum” dia terkekeh mendengar rayuku.

“Gomawo” ucapnya sambil membungkuk ke arahku.

“Mulai sekarang aku akan memastikan senyum itu tidak akan hilang dari wajahmu” ucapku sambil memegang tangannya, aku menatapnya dalam  dia balas menatap mataku, aku tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak mendekatkan wajahku ke wajahnya, dia hanya diam, ketika bibir kami hampir bersentuhan tiba-tiba dia menangis, gadis ini benar-benar membuatku gila.

“Gwenchana?” tanyaku padanya, dia hanya terus terisak, aku tidak berani memeluknya jadi aku hanya mengusap kepala pelan dan menghiburnya.

“Aigoo, ini kan hari ulang tahunku, bukankah sudah ku bilang aku ingin melihat mu tersenyum! Uljima” aku tersenyum padanya.

“Ternyata menangis pun kau tetap terlihat manis” rayuku padanya yang langsung dapat menghentikan tangisnya dan beralih memukul kepalu, aish appo, dia perempuan tapi aku bersumpah tenaganya seperti seorang laki-laki, mendengar ringisanku dia malah terkekeh, gadis ini benar-benar membuatku terperangkap dalam pesonanya, aku bersumpah aku akan membahagiakannya.

***

Sang Yoon POV

Aku bodoh? Tentu saja, bodohnya aku menolak pria sebaik Seungho, kalau aku bisa aku ingin membalas cinta Seungho, tapi karena aku bodoh aku malah mencintai Cho Kyuhyun, pria yang jelas-jelas memiliki seorang wanita yang juga mencintainya.

Nae salmi haru-haru keumeul keuneun getcheorom

“Yoboseyo” ucapku malas.

“Yoboseo, gwenchana?” tanya orang di telfon yang langsung panik mendengar suara malas Sang Yoon.

“nan Gwenchana, gomawo sudah menghawatirkanku Seungho oppa” jawabku riang pada penelfon di sebrang yang tidak lain adalah Seungho, aku tidak mau terlihat menyedihkan.

“Sure?”tanyanya tidak yakin.

“Of course, apa kau begitu rindunya padaku hingga menelfonku, padahal 20 menit lalu kita bertemu” aku terkekeh mengejeknya.

“Sepertinya begitu” jawabannya membuatku kaget, aigoo pria ini terlalu frontal.

“Ah oppa, apa kau tau Siwon oppa sedang sakit” ucapku mengalihkan pembicaraan, saking bingungnya aku sampai mengatakan Siwon oppa sakit, babo gateun.

“Jeongmal? Bukannya tadi dia sangat bersemangat sekali merayakan ulang tahunku?” tanyanya tidk percaya.

“Tiba-tiba saja kepalanya pusing” jawabku berbohong.

“Eo, aku doakan agar dia cepat sembuh” jawabnya tapi dengan nada bercanda, aish pasti dia sudah tau kalau aku sedang berbohong, mulutku memang terkadang meluncurkan kata-kata  yang di luar dugaan.

“hehe” aku tertawa garing.

“tidak perlu malu begitu padaku” jawabnya sambil terkekeh, sial.

“Yak! Kalau kau hanya ingin menggodaku, lebih baik kau matikan telfonnya” jawabku yang akhirnya kesal mendengar kelakuannya.

“Aih kau galak sekali jika sedang malu” jawabnya masih dengan kekehan khasnya, yang membuatku langsung memutuskan telfonnya, baru beberapa detik telfonnya ku matikan, handfone ku berbunyi kembali.

“Yak! Sudah ku bilang kalau kau hanya ingin menggodaku tidak usah menelfon!, Seungho oppa yang menyebalkan” jawabku langsung marah ketika mengangkat telfonnya.

“Aku bukan Seungho” jawab suara ditelfon sedikit kesal. Aigoo suara ini.

“Kyu, Kyuhyun oppa?” jawabku gugup, aish bodohnya aku.

“ne, aku Kyuhyun maaf mengganggumu” jawabnya dengan nada sedih?.

“Ah, ani, ani ku kira tadi Seungho” jawabku menyesal.

“gwenchana, aku hanya ingin tau apa kau sudah sampai rumah?”

“Ne oppa, aku sudah di rumah”

“Mmm, bukannya kau pernah bilang padaku bahwa jika aku kesal , aku boleh meminta jajangmyeon padamu?” tanyanya gugup, yang membuatku tersenyum.

“Ne, tentu saja, apa kau sedang kesal sekarang?” tanyaku padanya.

“Sepertinya begitu” jawabnya lesu.

“Baiklah 20 menit lagi aku sudah ada di dormmu, oppa sedang di dorm kan?” ucapku padanya sambil tersenyum, walaupun dia tidak melihat senyumku, tapi aku sangat senang yang dia telfon aku.

“Tapi ini sudah malam” jawabnya hawatir.

“Gwenchana, sekalian aku menjemput Siwon oppa” aku meyakin kannya.

“ apa perlu ku jemput?”

“tidak usah, aku diantar supir, oppa tenag saja”

“Baiklah, hati-hati” ucapnya sebelum mengakhiri sambungan telfon kami. Senyumku tidak bisa lepas dari bibirku, sesekali aku melihat handphoneku lagi, karena khawatir jika tadi hanya hayalanku saja, tapi ternyata ini nyata, aku benar-benar melonjak senang dan langsung menuju dapaur untuk membuatkannya jajangmyeon.

***

“Anyeong” teriakku ketika memasuki dorm Super Junior, mereka langsung menghadiahiku tatapan tajam.

“Aish, ini sudah malam bodoh, tidak perlu teriak-teriak” kesal Eunhyuk oppa yang ku balas dengan senyuman manisku.

“Aigoo, kau tampak mengerikan, ada apa kau kemari?” tanya heran Ryeowook oppa padaku.

“Siwon oppa odiga?”

“Dia ada di lantai atas bersama Leeteuk hyung” jawab Sungmin sinis tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi di hadapannya.

“Yak! Kenapa kau masih disini?” heran Eunhyuk oppa yang melihatku malah diam.

“Kalau Kyuhyun oppa?” tanyaku padanya, yang membuat Sungmin oppa langsung mengalihkan perhatiannya dari tv dan menatapku.

“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” Sungmin oppa memmandangku lekat.

“Introducing oppa, wanita itu tidak menyukai hal yang terlalu gamblang, terkadang misteri malah yang di sukai oleh wanita” ucapku sambil tersenyum manis.

“Cih… misteri kau bilang? Aku bahkan sudah tau kalau kau mencarinya, dan biar ku tebak bungkusan itu untuk Kyuhyun bukan?”

“Waw, kemampuan sulapmu makin meningkat oppa, bahkan sekarang kau sudah dapat membaca tindakanku” aku tersenyum tulus padanya yang membuatnya mengernyitkan dahinya.

“Tidak butuh kemampuan itu, bahkan orang bodoh pun dapat menebaknya, apa tindakan yang kamu lakukan yang tidak ada hubungannya dengan pria itu? Menjemput Choi Siwon? Cih, aktingmu buruk sekali” aku hanya terkekeh mendengar ucapan sinisnya.

“Dia ada di kamarnya, pergi sana, temui pujaan hatimu” ucap sinis Eunhyuk oppa.

“Dengan senang hati” aku membalasnya dengan tersenyum kemudian langsung berlalu meninggalkan pria-pria galau itu.

***

Eunhyuk POV

Ting Tong (author ga tau bunyi bel dorm super Junir gimana).

“Hyuk~ah buka pintunya sana” perintah Sungmin hyung padaku, aish dia bahkan menyuruh tanpa memalingkan wajahnya dari televisi membuatku kesal.

Aku membukakan pintu, dan kau tau apa yang aku lihat? Victoria yang sedang menangis.

“Hyuk oppa, apa Kyuhyun ada di dalam?” tanyanya sambil mengusap air mata yang mengalir dari sudut matanya, dia terlihat sangat mengenaskan.

“Ne, dia ada di kamarnya, kau langsung masuk saja” jawabku sambil tersenyum padanya, dia langsung bergegas masuk menuju kamar Kyuhyun, tunggu dulu, sepertinya aku merasa ada yang terlupa, Sang Yoon? Aigoo aku lupa, kalau Kyuhyun sedang bersama Sang Yoon, aku langsung berlari mengejar Victoria, tapi terlambat dia sudah membuka pintu kamar Kyuhyun dan melihat pemandangan yang kuarang menyenangkan, Sang Yoon yang tengah menyuapi Kyuhyun.

“Gui Xien” ucap Victoria, tangisnya makin kencang, Kyuhyun dan Sang Yoon sangat kaget dengan kemunculan Victoria yang tiba-tiba hanya terpaku memandang gadis yang sedang menangis tersebut, Victoria menatap Kyuhyun dalam, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sang Yoon yang kemudian menunduk di tatap oleh Victoria. Aku yang meliat pemandangan itu benar-benar bingung harus berbuat apa.

Victoria mendekat ke arah Sang Yoon.

~Prak~

Victoria menampar Sang Yoon, terlihat sekali wajah Sang Yoon yang memerah menahan isak tangisnya sambil memegangi pipinya, kemudian berlari keluar, membuatku dan Kyuhyun benar-benar kaget, bukan hanya kami saja ternyata Ryeowook dan Sungmin juga melihat kejadian ini dan langsung ikut berlari menyusul Sang Yoon, ku lihat Kyuhyun hanya terdiam tidak bisa berbuat apa-apa, hanya memandangi kepergian Sang Yoon dengan tatapan kosong.

~TBC~

{YoonHyeNay Story} : (Untouche Couple) “DAMN KISS”

{YoonHyeNay Story} : (Untouche Couple) “DAMN KISS”

*****

Author: SangYoon

Main Cast: Kim HeeChul and Cho Nayna

Genre: Romance

Lenght: Oneshot

Rating: all ages

Cho Nayna POV

“Apa kau sudah tidak waras hah?” aku berteriak sangat kencang mendengar permintaan Hye Joon, menggantikan model Kim Heechul? Benar-benar keterlaluan Lee Hye Joon ini.

“Jebal Nayna~ya untuk kali ini saja tolong aku” mohonnya padaku dengan menujukkan aegyonya, cih… aku tidak akan tertipu.

“Kau pikir, aku mau disentuh oleh Kim HeeChul? Astaga Hye Joon, kau taukan aku paling anti di sentuh apalagi oleh laki-laki. jangankan untuk ini, pegangan tangan pun aku sudah sangat jengah” elakku menolaknya, entah kenapa aku sangat geli jika di sentuh laki-laki rasanya benar-benar tidak nyaman, membuatku muak.

“I really know Nayna, but just for this time I need your help, ini sangat mendesak sekali, benar-benar darurat, tidak ada model lain yang bisa. lagi pula kau hanya perlu berdiri di bawah panggung dan kau tidak perlu menunjukan muka manis, kau boleh berekspresi sesuka mu, nanti di akhir lagu HeeChul oppa akan menghampirimu dan hanya mengecup pipimu” jelasnya

hanya mengecup pipiku? Astaga aku bahkan belum pernah di peluk oleh namja, walaupun aku sering berpacaran tapi aku tidak pernah mengizinkan mereka untuk menyentuhku, namja yang boleh memegang tanganku pun haruslah namja yang sudah benar-benar aku kenal dan aku percaya. Dan sekarang apa aku harus merelakan Kim HeeCul untuk menciumku? Andwee!!.

“Olzeny Please help me” aish, aku tidak pernah bisa menolak kehendak temanku yang satu ini jika dia sudah memanggilku dengan nama westernku, Hye Joon sudah aku anggap seperti eommaku sendiri, karena dia sangat cerewet, selalu menasehatiku, mirip eomma, tapi justru karena mirip eomma itulah aku tidak bisa menolak setiap perintahnya, dan asal kau tau eomma palsuku ini suka sekali memanfaatkan ketidakberdayaanku, cih. . . dasar curang.

“Ne, arasseo” jawabku pasrah.

Hyaaaa. . . Olzeny I love you” dia berteriak sambil memelukku.

“cepat lepaskan pelukanmu, atau kau akan mati ditanganku sekarang juga” bentakku padanya karena pelukannya, aku tidak bohong kalau aku benar-benar tidak tahan dipeluk, rasanya benar-benar geli, membuatku merinding

“Omo aku lupa, mian Nayna, aku hanya sangat senang” wajahnya menunjukan penyesalan, baiklah, aku akan menganpuninya kali ini.

“Hye Joon sudah saatnya M&D tampil, HeeChul Oppa sudah menunggumu” teriak Sang Yoon pada Hye Joon, aish kematianku sebentar lagi akan terlaksana.

“Ah, ne gomawo Sang Yoon~a” dia balas berteriak pada Sang Yoon, kau harus tau bahwa mereka berdua adalah couple yang kompak, bahkan walau Hye Joon lebih lama berteman denganku, tapi dia lebih dekat pada Sang Yoon, mereka seperti saudara kembar, walau wajah mereka tidak mirip sama sekali, tapi mereka ber- dua benar-benar sahabat yang saling melengkapi, dan satu fikiran.

“Ah Nayna kau harus kebawah panggung sekarang juga, aku sudah menyiapkan tempat untuk adegan itu” teriak Sang Yoon padaku.

“Aish” desah Hye Joon sambil menatap tajam Sang Yoon dan langsung lari meninggalkanku termenung sendiri, kenapa Sang Yoon sudah tau tentang ini?, jangan-jangan mereka yang merencanakan ini semua.

“Yak!!! Kalian berdua memang couple sialan” teriakku tidak terima, aigoo aku mudah sekali terjebak dalam permainan couple sialan itu, ternyata mereka sudah merancang ini semua.awas saja setelah ini selesai kalian berdua harus menanggung akibatnya. Tidak salahkan jika aku mengatakan bahwa mereka satu fikiran, kau bisa lihat sendiri bagaimana liciknya mereka mengerjaiku.

***

# At Stage #

“ Otokhae? Apa lebih baik sekarang aku kabur saja?” aku terus bertanya pada diriku sendiri, apa yang harus aku lakukan? Sebentar lagi lagunya akan selesai dan HeeChul akan mendekatiku, aigoo… aku bahkan tidak berani melihat wajahnya, dari awal aku hanya menunduk, aku benar-benar ada dalam lingkaran setan, ya siapa lagi kalau bukan setan couple itu, aku yakin mereka sekarang pasti sangat senang melihatku menderita di sini, awas saja setelah ini akan aku pastikan kalian mendapat balasan yang lebih mengerikan dari ini semua, kalian berdua akan menyesal telah melakukan ini padaku, lihat saja.

Ku rasakan seseorang mulai mendekat ke arahku, itu pasti Kim HeeChul, kudongakkan sedikit kepalaku, benar saja itu Kim HeeChul dan dia terlihat sangat tampan, mwo tampan? baru kali ini aku menilai tampan pada seorang pria, bahkan seorang Robert Pattinson pun di mataku terlihat biasa saja. Aigoo… jantungku kenapa? Kenapa melihat wajahnya membuat jantungku berdetak sangat cepat, kurasakan tangannya menyentuh rambutku yang terurai di bagian belakang tengkuk leherku, otokhae?, sial, jika lebih lama lagi aku benar-benar akan terperangkap dalam ketampanannya.

Ini salah, baru kali ini sistem kerja tubuhku tidak sejalan dengan perintah otakku. Tuhan selamatkan aku, dia mendekatkan wajahnnya ke arahku dan menyentuhkan bibirnya dipipiku, ya tuhan… jadi beginikah rasanya dicium? Tiba-tiba ada sebuah dorongan yang membuat bibirku tertarik ke atas menyunggingkan senyuman setelah dia menciumku, omo kenapa aku tersenyum? Sepertinya sistem syarafku tidak berfungsi dengan baik kali ini, bahkan aku tidak dapat mengontrol bibirku sendiri, aish babogateun.

***

Hye Joon POV

“Yak! Kenapa kau tadi berteriak seperti itu padanya hah?” marahku pada sang Yoon.

“Sudahlah tidak apa-apa, tadi aku kelepasan bicara, haha” dia menjawab dengan tampang polosnya.

Sang Yoon ini memang sangat senang mengerjai Nayna, walaupun balasan dari ini semua pasti akan lebih mengerikan, tapi Sang Yoon tidak peduli akan hal itu, katanya yang penting dia senang. Dasar yeoja aneh.

“kau sudah merasa lebih baik?” tanyaku padanya, sebab aku tau jika dia berbuat jail pada seseorang artinya dia sedang sedih dan butuh hiburan. tentu saja dia sangat sedih setelah mendengar Kyuhyun oppa berpacaran dengan Victoria eonni, sahabat, eh? Cih, laki-laki memang pembohong ulung. Dan kau tau? sahabatku ini sangat mencintai Kyuhyun oppa,dia bahkan rela membantuku mengurus keperluan Super junior, aku asisten manejer Super Junior, padahal dia selalu dimarahi oleh Choi Siwon kakaknya, bayangkan saja putri seorang keluarga Choi yang terhormat membantu membawakan baju-baju member super junior yang pasti sangat banyak dan jelas sangat melelahkan, mengurusi member Super Junior tanpa pamrih, demi hanya agar setiap hari dia dapat bertemu dengan Cho Kyuhyun, orang yang membuat akal sehatnya entah kemana. Tapi sekarang harapannya hancur begitu saja setelah terungkap bahwa memang antara Victoria eonni dan Kyuhyun oppa ada hubungan khusus, setelah mengetahui ini semua dia hanya tersenyum walau air mata mengalir di pipinya. Dari awal dia sadar akan raca cinta yang tidak mungkin ini. Dan siap menerima ini semua.

Bagai mana dengan Choi Siwon? Dia tentu saja sangat murka dan hampir meninju muka Cho Kyuhyun andai saja Sang Yoon tidak lari sambil menangis mengahalangi tinju Choi Siwon.

Dan Cho Kyuhyun? Namja bodoh itu tidak mengetahui apa-apa, dia terlalu bodoh sampai tidak bisa menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintainya.

“Ah ne, tentu saja, kau kan tau aku aku ini wanita yang sangat kuat, I am a superwomen right?” dia tersenyum kearahku, mencoba kuat, aku tau bagaimana sedihnya kau Yooni~ah, aku tau kau menangis setiap malam, tapi kau berpura-pura bahwa kau baik-baik saja, aku bahkan lebih senang melihatmu melampiaskan kemarahanmu padaku, daripada berpura-pura baik-baik saja tapi hatimu menjerit.

“mmm, benar kau wanita yang kuat dan sangat bodoh” gumamku pelan, jika saja kau mengeluh padaku sedikit walau sedikit, aku pastikan muka Cho Kyuhyun itu sudah tidak utuh kembali.

“Hyaaa Hye Joon~a lihat itu, Nayna tersenyum setelah HeeChul oppa menciumnya, aigoo” teriak Sang Yoon di telingaku yang sukses mengalihkan fikiranku darinya.

“Omo… apa dia benar-benar Cho Nayna teman kita?” kaget ku melihat senyum bahagia yang di tunjukan seorang Cho Nayna setelah di cium seorang pria, ini adalah ciuman pertamanya, aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, bayangkan saja, seseorang seperti Cho Nayna yang tidak akan segan-segan memukul seorang pria yang memegang tangannya tanpa seizinnya, Cho nayna yang berteriak-teriak jika seorang pria menyentuhnya walau tidak sengaja, dan sekarang dia tersenyum setelah di cium seorang pria? ku rasa dia sudah tidak waras.

“Aish, rencana kita gagal, ku kira Nayna akan langsung menampar HeeChul oppa” ucap Sang Yoon sedikit kecewa, tapi tiba-tiba tawanya membahana, apa gara-gara seorang Cho Kyuhyun sang Yoon jadi gila?.

“Heh kau kenapa? Aish menakutiku saja, tiba-tiba tertawa kencang sekali”

“Hahaha, kau tau apa artinya itu Hye Joon~a?” tanyanya padaku.

“Arti apa? Bahwa kau sudah sinting gara-gara mahluk bernama Cho Kyuhyun?, kalau itu aku sudah tau” mendengar jawabanku sontak saja aku mendapat hadiah jitakan dikepalaku, dan dia langsung cemberut.

“Aish, kau bodoh sekali, bukan itu maksudku, tapi Nayna” jawabnya kesal.

“Memang Nayna kenapa?” tanyaku tidak mengerti.

“Aigoo Hye Joon~a otak mu harus segera diganti sepertinya, AWW, aish appo” ku pukul kepalanya dengan kekuatan penuh, suruh siapa kau bicara sembarangan.

“ mian, maksudku jika Nayna malah tersenyum di perlakukan seperti barusan oleh Kim HeeChul, berarti hanya ada satau fakta, yaitu dia merasa nyaman dengan Kim HeeChul dan itu menunjukan bahwa dia mulai tertarik pada seorang pria, dan pria itu adalah Kim HeeChul” benar juga apa yang di bilang temanku ini, kenapa aku tidak terfikirkan hal itu ya?.

“Hyaaaa…” teriakku senang sambil memeluk Sang yoon, akhirnya iblis itu tertarik pada mahluk berbentuk pria, aku kira dia tidak normal, haha.

***

# In Campus #

Cho Nayna POV

Aigoo, apa yang harus aku katakan jika bertemu couple sialan itu, mereka pasti mengejekku, aish nan baboya, gara-gara bibir sialan ini, saking malunya, salesai adegan itu aku langsung kabur pulang kerumah, dan dari semalam aku belum makan dan belum tidur gara-gara adegan sialan itu, dan sekarang wajah Kim HeeChul sering terlintas di fikiranku, membuatku hampir gila. Bahkan hangat bibirnya masih terasa dipipiku.

“Nayna! ! !” teriak kedua yeoja gila itu ketika melihatku sedang makan sendirian di kantin, biarlah mereka mengoceh sesukanya, aku benar-benar lapar sekarang.

“Nayna, setelah selesai makan kau harus ikut kami ke dorm Super junior” ucap Hye Joon, aish aku tidak akan menampakkan wajahku lagi di depan pria itu, karena kejadian kemarin, bahkan aku telah menempatkan seorang Kim Heechul sebagai orang yang paling berbahaya dalam hidupku, bagaimana tidak? Dengan adanya dia di dekatku membuat tubuhku menolak kontrol dari otakku, memalukan.

“Shiro” jawabku setelah selesai makan, sambil menatap wajah mereka dengan tatapan matiku.

“Aish, berhenti memperlihatkan tatapan itu, dan segera ikut kami, atau kau mau kami seret dengan paksa?” ancam Sang Yoon padaku.

“Tidak akan” jawabku tanpa ekspresi, memangnya aku takut padamu? Beraninya dia mengancamku, cih.

“Aigoo, jebal Olzeny” kini giliran Hye Joon yang merayuku, aish kali ini aku tidak akan tertipu lagi dengan panggilan itu babo.

“Aku tidak peduli” jawabku tetap bersikeras.

“Olzeny kali ini saja, kau tau kejadian kiss kemarin telah menjadi hot gosip, dan netizen mengira bahwa kau ada hubungan dengan HeeChul, kau harus ikut kami untuk membahas masalah ini, karena besok kita akan mengadakan konfrensi pers. Dan kau taukan aku adalah asisten manajer mereka Olzeny. ini pekejaanku, jika Super Junior hancur karena kau, lalu aku bagaimana?”. jawab Hye Joon sambil menunjukan aegyonya, dia terus saja memohon padaku, membuatku pusing, aish susah sekali sih menolak perintah temanku ini.

“aish, You win” kataku kalah.

“Haha memang sudah nasibmu” jawab Sang Yoon dengan muka polosnya, yang mengundang orang ingin merobek wajahnya itu.

***

# At Dorm #

Hye Joon POV

“Anyeong” sapa kami sopan sambil membungkukan sedikit badan kami.

“Anyeong” jawab oppadeul kompak

”Akhirnya kalian datang juga ayo duduk” kini sang leader berbicara dan mempersilahkan kami duduk. Aku duduk di samping manajer oppa, Sang Yoon duduk disamping Siwon oppa dan Sungmin oppa, dan Nayna duduk di sebelah HeeChul oppa karena memang dua orang itu lah yang punya masalah.

“Oppa mengapa tidak segera di mulai?” tanyaku heran pada manajer oppa.

“Ah, kita harus menunggu Cho Kyuhyun dulu, dia belum datang” jawab manajer oppa.

“Anyeong” akhirnya orang yang di tunggu-tunggu datang juga, tapi tunggu dulu dia tidak datang sendirian tapi dengan Victoria eonni. Aigoo melihat Victoria eonni semua mata langsung menatap iba pada Sang Yoon, dia yang mendapat tatapan kami semua hanya tersenyum sambil mengangguk untuk memberi tahu bahwa dia tidak apa-apa, Siwon oppa langsung menggenggam kuat tangan Sang Yoon begitupun Sungmin oppa yang ada di sisi satunya, berusaha menguatkan Sang Yoon.

“Ah maaf aku telat, aku menjemput Qianni dulu, tidak apa-apa kan?” tanya Kyu oppa pada member lain.

“Tentu saja tidak apa-apa Kyuhyun~a, ayo kalian duduk dulu, Qianni kau juga mari duduk” sang leader menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan senyum terpaksa, dan memoersilahkan mereka.

“Aigoo, kau Cho Nayna?, neomu kyeopta, coba saja jika Sang Yoon, Hye Joon, dan Nayna di satukan dalam sebuah Girl Band, ku yakin kalian bertiga akan langsung menjadi top selebrity, dan fans mu pasti lebih banyak dari Sone atau mungkin juga ELF” ucap Ryeowook oppa pada kami bertiga dengan mata bersinar. Membuat perhatian semua member beralih kami. Cho Nayna yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, padahal aku tau kalau dia merasa topik ini tidak penting.

“Ne, bahkan menurutku dia lebih manis dari Soohee, hyaaaa dan bila kalian menjadi salah satu GB, aku dengan senang hati menjadi fans kalian” ucap Donghae oppa membenarkan perkataan Ryeowook, member lain hanya ikut mengangguk meng iyakan ucapan kedua member itu, aku hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mereka, lebih manis dari Soohee eonni? Aish, sepertinya tingkat kenarsisan seorang Cho Nayna akan meningkat setelah mendapat pujian ini.

“Ya, apa mata kalian rusak hah?” teriak Heechul oppa “Lebih manis dari Soohee? Cih… bahkan setengah kecantikan Soohe pun dia tidak memilikinya” tukasnya marah pada semua member. Cho Nayna sepertinya kenarsisan mu akan sedikit berkurang mendengar pernyataan Heechul oppa, haha rasakan kau.

“Yak Kim HeeChul, berhenti berbicara, dan duduklah” Leeteuk oppa yang dari tadi pusing melihat tingkah dongsaengnya, akhirnya memarahi mereka.

***

Cho Nayna POV

Aigoo ini semua terjadi gara-gara Sang Yoon, kalau saja dia tidak sedang bersedih seperti sekarang, aku pasti sudah membalas perbuatannya padaku.bayangkan saja aku harus mengadakan konfrensi pers bersama HeeChul untuk menjelaskan perihal hubungan kami, cih… wartawan terlalu membesar-besarkan saja, hanya gara-gara sebuah pernyataan dari HeeChul dulu di salah satu acaranya, dia mengatakan bahwa jika dia memiliki kekasih dia akan menciumnya di depan publik, dan memperkenalkan pacarnya itu. Dan sialnya yang di cium HeeChul di depan publik adalah aku, dan demi nama biak seorang Kim HeeChul dan anggota Super Junior, apa lagi dalam waktu dekat ini Super Junior akan mengeluarkan album 5jib mereka, jadilah aku harus berpura pura menjadi pacar seorang Kim HeeChul. Banyak orang berkata padaku bahwa aku beruntung dapat menjadi kekasih seorang Kim Heechul, beruntung? Cih, aku anggap ini adalah awal dari kehancuranku.

Setelah pengakuan Kim HeeChul di acara konfrensi pers itu, aku sudah seperti artis terkenal. Setiap orang yang melihat ku pasti berbisik, eh itu kan pacarnya Super Junior’s HeeChul, atau oh itu ullzang yang dapat membuat Kim HeeChul jatuh cinta, ada pula yang bilang ternyata memang cantik ya, pantas saja Kim HeeChul menyukainya. Haha wajahku memang cantik, aku sangat bersyukur akan karunia tuhan ini. Tapi banyak pula yang tidak menyetujui hubunganku dengan HeeChul, memangnya aku peduli? Kau tau? Tidak kupungkiri menjadi pacar seorang Kim Heechul ternyata menyenangkan juga. Harus ku akui aku sangat senang menyandang status baruku sebagai kekasih seorang Super Junior’s HeeChul. Tapi kau tau jika di depan media, HeeChul oppa akan bersikap sangat baik terhadapku, tapi jika tinggal kita berdua, dia akan sangat acuh terhadapku, sakit? Tentu saja, karena harus aku akui secara tidak sadar aku telah jatuh ke dalam pesona seorang Kim HeeChul, fakta inilah yang membuat kepalaku pusing.

“Heechul oppa, kau kenapa?” tanyaku padanya ketika ku lihat dia sedang termenung sedih. Ketika melihat aku yang bertanya, ekspresinya langsung berubah dingin, benar-benar seorang namja yang sopan bukan?, tapi sialnya itu malah membuatku lebih menyukainya.

“Bukan urusanmu” jawabnya sinis, dan langsung meninggalkanku begitu saja, dasar namja AB, tidak bisakah dia berpura-pura saja meladeniku? Apa salah ku padanya? Lagi pula dia yang menyebabkan ini semua terjadi, kenapa sikapnya malah menunjukan bahwa semua ini salahku?, aish… lama-lama aku benar-benar gila karena namja itu, ani sepertinya sekarangpun aku sudah gila, gila karena pesonanya yang sangat menyilaukan. Dan bodohnya aku, setiap aku melihatnya jantungku akan berdetak berlebihan, dan itu sudah cukup membuatku seperti orang totol, dan sialnya otakku tidak bisa mengontrol sarafku dengan baik jika berada di dekatnya, sungguh gila.

***

# at dorm#

“Mianhae oppa, aku terlambat aku terjebak macet” aku meminta maaf karena datang terlambat. Kau tau rasa suka ku padanya benar-benar membuatku muak, karena aku tidak bisa menghilangkan bayangannya dari otakku, dan aish, mataku sepertinya sudah sangat nyaman menatap wajahnya, jelas saja, setiap hari kami bertemu.

“Aish, dasar yeoja malas” gumamnya sinis, aku menghela nafas, kau harus sabar Cho Nayna.

“HeeChul, Nayna ayo kita berangkat sekarang,kalian hampir terlambat syuting Star King” perintah Leeteuk oppa pada kami, aku menarik nafas lega, untung saja Leeteuk oppa mengalihkan perhatianku, sehingga aku dapat melupakan kekesalanku pada HeeChul oppa.

Oya hari ini adalah jadwal kami untuk syuting starking, bahkan gara-gara ini semua aku sampai syuting di acara yang setiap minggu hanya dapat aku tonton di televisi itu, dan sekarang aku yang akan duduk di kursi bintang tamu, yang artinya aku juga adalah adalah seorang selebnya korea, haha aku cukup senang, walau ini semua karena status baruku, sebagai kekasih Kim Heechul?.

***

#At Star King#

“Ah pasangan sensasional kita akhirnya dapat datang juga di acara ini, aku sangat senang sekali mendengar Kim HeeChul sudah mempunyai pacar” tiba-tiba Kang Hodong berkata seperti itu di tengah-tengah acara, membuat semua yang hadir menatap ke arah Heechul.

“Ne, bahkan saat Yesung mengatakan bahwa Heechul sudah mempunyai pacar, aku sampai menjitak kepalanya, awalnya aku berfikir ‘apa wanita itu sudah kehilangan kewarasannya menerima seorang Kim Heechul?’ tapi setelah melihat konfrensi persnya secara langsung, aku benar-benar berterima kasih kepada tuhan, karena telah menormalkan Heenim” jawab Sang Geun Suk yang juga hadir sebagai bintang tamu dengan wajah polosnya, membuat semua orang tertawa tentu saja.

“ Jang Geun suk, apa kau sudah bosan hidup hah?” ucap heechul sambil melemparkan sebelah sepatunya pada muka polos jang Geun suk, dan sahabt Heechul tersebut hanya menatap Heecul bingung, seolah berkata ‘apa ada yang salah dengan ucapanku?’, melihat ekspresinya itu membuatku tidak bisa menahan tawa, dan Heechul oppa yang mendengar tawa ku langsung menatap tajam ke arahku, tentu saja tawaku langsung berhenti, aku masih belum mau mati muda.

“Ah, HeeChul sii” sapa kang Ho Dong pada HeeChul oppa.

“Ne?” jawab Heechul oppa sedikit kaget, karena dari tadi dia masih menatap marah padaku.

“Ah, kau tidak salah memilih seorang pacar, pantas saja kau tertarik padanya, ternyata dia lebih manis dari Soohee” penyataan Kang HoDong ini, jelas saja membuat semua tertawa, dan mukaku pasti sudah sangat merah sekarang. Ayolah Kim Heechul akui saja kalau aku ini memang lebih cantik dari Sohee.

“Ne, tentu saja” johda, HeeChul oppa menjawab pernyaan itu dengan mantap seolah memang dia sangat tertarik padaku. Aku senang? Tentu saja. Benar kan? Tidak lama juga kau akan mengakui kecantikanku, haha.

“haha, aigoo lihat muka Nayna sudah sangat merah, neomu yeoppo” ucap Kang HoDong yang membuat semua tatapan tertuju padaku, aku hanya dapat menunduk malau, aish, harga diriku mau di kemanakan?, selalu saja begini, kenapa pula mukaku harus memerah, dasar sial.

Aku merasakan sebuah tangan yang hangat menggenggam tanganku, apa aku tidak salah? Seorang Kim Heecul berlaku manis padaku? Bahkan menggenggam tanganku dengan erat, aigoo bila seperti ini terus rasanya jantungku sebentarlagi akan meledak, bagaimana tidak, hanya melihatnya saja sudah membuat jantungku bekerja ekstra.

“Omo, Romantis sekali” komentar Kang Ho Dong yang melihat genggaman tangan HeeChul, bukannya mengurangi kegugupanku, aku malah tambah gugup di sentuh olehnya, jika mengenai Kim HeeChul reaksi tubuhku sudah tidak bisa aku kontrol. Kontan saja mendengar itu semua semua orang meliah ke arah kami.

“HeeChul~ah” panggil Kang HoDong.

“Ne?” jawab HeeChul kaget, karena dari tadi dia mengamati wajahku. Entah apa yang terjadi pada makhluk yang satu ini, sifatnya benar-benar berubah 180 derajat, kau kenapa Mr.Kim? apa kau mulai menyukaiku?.

“Bisakah kau ulangi adegan di show mu itu untukku?” pinta Kan HoDong dengan muka polosnya.

“Mwo?” pekik ku dan HeeChul bersamaan, mengulangi? Benar-benar keterlaluan, ingin aku pingsan di sini?, memalukan.

“Aigoo, kalian benar-benar cocok” komentar Kang HoDong lagi, karena kami tidak kunjung memberi jawaban akhirnya bintang tamu yang lain dan penonton kompak menyuruh kami maju, bahkan Jungmo dan Jang Geun Seok yang kebetulan juga hadir sebagai bintang tamu mendorong kami ketengah panggung, akhirnya kami harus melakukan itu lagi, karena tidak ada cara lain, aku hanya pasrah saja.

HeeChul oppa menggandeng tanganku, menuntunku menuju tengah panggung, dan musik yang semula ngebeat sekarang berganti slow yang begitu romantis. Kang HoDong memberi aba-aba pada kami untuk memulai adegan ini.

HeeChul oppa menatap mataku dengan sangat lembut, aku pun membalas tatapannya, perlahan-lahan dia mendekatkan tubuhnya ke arahku, hingga akhirnya kami berhadapan, aku sudah tidak dapat melihat ke arah lain kecuali matanya yang membuatku sangat nyaman, bahkan aku sudah tidak mendengar sorakan dari para bintang lain yang hadir, hebat bukan pesona seorang Kim Heecul?, bukan hanya jantung, otak dan hatiku yang berhasil dia monopoli, tapi telingaku pun sudah dia kuasai.

perlahan-lahan HeeChul opaa medekatkan wajahnya padaku, yang aku lakukan hanya memejamkan mataku, menunggu hal selanjutnya terjadi, Heecul oppa menempelkan bibirnya di keningku,walau hanya di kening tapi dapat membuat tubuhku hilang kendali, aku pasti sudah terjatuh jika saja HeeChul oppa tidak langsung menangkapku, membuat seluruh penonton terpekik kaget dan kagum melihat pemandangan ini. Bagaimana tidak? Dia kemudian memelukku takut aku akan terjatuh gara-gara pesonanya.

Kang HoDong sangat senang sekali atas kejadian tadi, disisa acara tadi hanya diisi candaan mereka tentang aku dan HeeChul, bahkan sahabat Chulie oppa pun bercerita bagaimana baru kali ini HeeCul berlaku baik dan romantis pada seorang wanita bahkan melebihi sikapnya terhadap Sohee, aigoo apa itu benar?

Setelah acara Star King sebagai debut kami menjadi seorang kekasih, sekarang aku ditunjuk sebagai DJ youngstreet bersama HeeChul oppa, hebat bukan?.

***

# At Youngstreet #

“Anyeonghaseo” HeeChul memulai menyapa pendengar setianya.

“Aigoo, apa kabar kalian semua pendengar radio Youngstreet tercinta ini? Kalian harus selalu sehat agar dapar mendengarkan dengan semangat siaran yang di siarkan oleh DJ tampan ini, haha. Kalian tau? Hari ini merupakan hari yang sangat sepesial,Karena apa? Akhirnya aku tidak sendirian lagi di sini, aku akan selalu ditemani oleh wanita yang sangat cantik yang sekarang berada di sebelahkau”. Heecul memberikan sinyal kepadaku bahwa sekarang lah saatnya aku berbicara.

“Anyeong haseyo joneun Cho Nayna imnida” kataku sedikit gugup

“Ah, sepertinya gadis cantik ini masih malu-malu, jagiya jebal…”

Aku tidak bisa berkata apa-apa ketika HeeChul oppa memengucapkan kata itu dengan manja Jagiya jebal, aigoo aku yakin pipiku sudah memerah. Bagai mana mungkin aku tidak semakin mencintainya jika dia memperlakukanku seperti itu.

***

Hampir setiap hari kami selalu bersama, aku selalu menemaninya jika dia sedang ada jadwal, dan sore harinya aku dan dia menjadi DJ di Youngstreet, aku senang? Tentu saja, siapa gadis yang tidak senang jika setiap hari dapat berada disisi orang yang dicintainya, walau hanya sekedar menyemangatinya? Aku senang bahwa aku menjadi orang yang pertama tau segala hal yang terjadi dengannya.

Sikapnya sudah mulai berubah padaku, sebelumnya sikapnya akan sangat romantis padaku jika dia hanya sedang berada di depan kamera atau jika sedang siaran di Youngstreet, tidak jarang juga dia memanggilku jagiya, tapi jika tinggal kita berdua atau dihadapan para member lain dia akan sangat cuek padaku bahkan menganggapku tidak ada, namun sekarang, mungkin karena kita sudah terbiasa bersama, mungkin juga karena dia sudah terbiasa melihatku, sikapnya sedikit berubah, sekarang kami juga sering bercanda, dan dia juga sering menggodaku jika mukaku memerah karena sifat jahilnya.

“Hyung apa kau tidak bosan disini” ucap Donghae melihatku sedang duduk bersama Heecul oppa di ruang tamu dorm Super Junior yang memang sangat sepi.

“Bosan? Bagaimana aku bosan, jika aku ada objek yang sangat menyenangkan didepan mataku” ucapnya sambil menatap ke arahku, yang langsung saja membuat mukaku memerah, dan Donghae hanya terkekeh mendengar ucapan Hyungnya itu.

“Akhirnya kau normal juga Hyung” gumam pelan Donghae, yang untung saja tidak terdengar oleh Hyungnya itu, jika iya, aku pastikan sebelah sepatu Kim Heechul pasti sudah tergeletak manis dimuka mulusnya.

***

# Youngstreet Backstage#

Kau tau aku senang sekali, karena saat ada ELF yang menelfon dan bertanya pada Kim Heecul siapa wanita dengan wajah tercantik yang pernah di temuinya, dan kau tau? Dia menjawab akulah yang memiliki wajah tercantik itu, sambil mengusap kepala ku pelan.

Aku melihat Heechul oppa sedang istirahat di kursi, sepertinya dia sangat kelelahan, aku ingin menghampirinya dan menyemangatinya seperti biasanya yang aku lakukan untuknya, tapi langkahku terhenti saat dia mengambil telfonnya yang berbunyi, dan setelah melihat siapa yang menelfon, ekspresi wajahnya berubah, matanya berbinar wajahnya pun terlihat sangat senang, seperti seorang yang baru saja menemukan cahaya hidupnya, dan melihat itu semua sukses memuat air mataku mengalir begitu saja, sesak.

~deg~

“Soohee~ya, kenapa baru menelfon oppa sekarang?” ucapnya langsung ketika tefon itu dia angkat, dia menggunakan nada manja yang berbeda seperti yang di ucapkan padaku, dan pancran matanya… ya tuhan… Seperti seorang yang baru menemukan cahayanya kembali.

“Ya!!! Kau tega sekali membuat oppa cemas memikirkanmu, apa di amerika sana kau baik-baik saja? Kapan kau pulang? Neomu bogoshipoyo” aku benar-benar tidak kuat mendengarnya, langsung saja aku berlari tidak peduli pandangan para staf Youngstreet yang memandang ku aneh, karena air mataku sudah membanjiri wajahku. Bodohnya aku menganggap Kim Heechul juga menyukaiku, ternyata aku hanya salah mengartikan sikapnya selama ini, aish, aku merasakan cairan bening menetes di pipiku, sial hanya gara-gara seorang Kim Heechul aku mengeluarkan air mataku, sepertinya aku terjatuh sangat dalam ke dalam pesonanya, brengsek.

***

# HOME #

“Yooni~a, bisakah kau menginap di rumahku saat ini juga?” aku menelfonnya sambil menangis, entah kenapa yang aku telfon Sang Yoon, aku hanya yakin jika dia akn mengerti apa yang aku rasakan.

“Nayna? Wae? Kau menangis? Arasseo aku akan ke rumahmu sekarang juga, kau tunggu aku, arachi?” jawab Sang Yoon panik, mendengar tangisku.

Semalaman aku bercerita pada Sang Yoon sambil menangis, dia sangat sabar menghadapiku, walaupun aku yakin dia sudah sangat mengantuk, tapi dia tetap menungguku terlelap lebih dulu. Ternyata cinta itu sangat menyakitkan, bodohnya aku mengapa terjebak dalam cinta, padahal sebelumnya aku tidak pernah peduli pada urusan cinta, semua gara-gara seorang Kim HeeChul yang membuat hidup seorang Cho Nayna benar-benar berubah. Aku benar-benar sudah tidak kuat menahan sakit ini, aku heran melihat Sang Yoon terlihat sangat tegar, bahkan dengan terang-terangan Cho Kyuhyun dan kekasihnya itu ber-duaan di hadapannya, dan dia hanya tersenyum melihatnya, sepertinya hatinya sudah tidak berfungsi dengan baik gara-gara cintanya pada Cho Kyuhyun.

***

Cho nayna POV

“Mommy” panggilku ketika telfon internasionalku tersambung.

“Aigoo, Olzeny kenapa baru menghubungi mom sekarang? Don’t U miss me?” marah orang di seberang sana yang tidak lain adalah eommaku.

“I really miss U, kenapa mom berfikir seperti itu, apa eomma dan appa baik-baik saja di Brazil sana?” tanyaku sambil bermanja ria, sudah lama aku tidak begini pada mom.

“Baby I miss U too, mom baik-baik saja disini, kau harus secepatnya kembali ke sini, arachi?, bukankah kuliahmu sudah selesai dan apa nenekmu baik-baik saja di sana?”

“Mommy tenang saja, besok pagi-pagi aku akan pulang ke Brazil, mmm nenek baik-baik saja, beliau sangat merindukan mommy”

“Baiklah, mom ada pekerjaan, kau besok hati-hati arachi? Harus langsung mengabari mommy, mom akan menunggu kepulanganmu Olzeny… Love U”

Mom mematikan telfonnya, jika menyangkut nenek mommy akan sedikit sensitif.

***

# Youngstreet #

Seperti biasa aku siran Youngstreet bersama Heechul oppa, aku banyak bicara sekarang, karena ini adalah siaran terakhirku dan aku harus melakukan yang terbaik, karena aku sudah sangat senang menjadi bagian dari keluarnga di radio ini. HeeChul oppa pun menatap aneh padaku karena sikapku berubah padanya, aku sudah tidak lagi mengikutinya kemana-mana, aku hanya hadir saat siaran Yongstreet saja, di sini pun aku tidak mengatakan sepatah katapun padanya bahkan terkesan sinis, berbeda sekali dengan biasanya aku yang akan selalu tersenyum bila melihat Heechul oppa.

Di akhir acara aku pun mengucapkan kata-kata perpisahan ku, walaupun tidak terlalu jelas.

“Aigoo, aku senang senang sekali menjadi DJ acara ini, aku pasti tidak akan melupakan ini semua” ucapku pada seluruh staf Youngstreet setelah selesai acara.

“Memang kau mau kemana? Apa kau mau pergi meninggalkan Youngstreet kita ini?” tanya Heechul kaget mendengar perkataanku barusan, dan kalau aku tidak salah dengar dia berkata dengan nada sedih?. Ah Nayna ya jangan berfikir yang tidak mungkin, tegasku pada hatiku sendiri. Dia sudah punya Sohee, wanita yang dia suka hanya Sohee, aku terus meyakinkan hatiku sendiri, walaupun itu membuat hatiku sakit.

“Ah, aniyo, aku hanya sangat senang saja” elakku, sambil menghindari tatapan matanya, dia hanya menatapku tidak percaya.

***

HeeChul POV

Aish, kenapa hatiku resah seperti ini, tiba-tiba aku merasa takut, sangat takut, bahkan aku belum tidur sampai sekarang, walau waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, aku tetap tidak mengantuk, aku benar-benar takut, rasanya seperti kebahagiaanku akan lenyap sebentar lagi, dan kau tau siapa yang membuatku resah? Tentu saja seorang wanita bernama Cho Nayna, satu-satunya wanita yang dapat memuat Kim Heechul tidak mengenali dirinya sendiri.

Ya tuhan, apa yang akan terjadi? Tidak pernah sebelumnya hatiku secemas ini, ku mohon jagalah Nayna tetap disisiku, aku tidak akan mungkin sanggup hidup tanpa melihat wajahnya.

Bwara Mr.Simple Simple Keuttae-neun Keuttae-neun keuttae-ro meotcheo

Aish… orang gila mana yang menelfon jam di jam segini. Ketika aku meliahat siapa yang menelfonku, langsung segera aku angkat telfonnya, padahal tadinya akan langsung aku riject.

“Nayna~ya? Ada apa?” tanyaku heran.

“Anio,. . . aku. . .” jawabnya terbata, dan aku bisa mendengar isak tangisnya, demi tuhan rasanya sakit sekali mendengarnya menagis dan aku tidak bisa berbuat apa-apa untuknya.

“Ya!!! Mengapa kau menangis? Kau ada di mana sekarang? Kau sendirian?” tanyaku panik, jelas saja, siapa pria yang tidak panik mendengar isak tangis gadis yang dicintainya? Jika ada pria seperti itu, berarti pria itu sudah kehilangan akal sehatnya.

“oppa bisa kah kau dengarkan saja apa yang akan aku katakan, tolong kali ini saja, dan oppa tidak boleh memotong kalimatku sebelum aku selesai berbicara” pintanya dengan suara serak, yang membuatku tidak bisa menolaknya.

“arasseo” aku mendesah pasrah.

“Oppa, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu karena selama ini kau begitu baik padaku, dan. . . aku. . . ini, sebelumnya aku tidak membutuhkan jawabanmu nantinya aku hanya ingin menyampaikannya saja padamu, dan anggap saja bahwa aku tidak pernah mengatakan ini. . .oppa. . . nan. . . nan neol sranghae” aku benar-benar syok mendengarnya.

“Ya!! Cho Nayna, ya! Kenapa kau mematikan telfonnya, aku belum memberikan jawabanku, aku juga mencintaimu, kau dengar? Aku mencintaimu!!!” teriakku frustasi, entah kenapa rasatakutku bertambah kuat, dan tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja. Bagus sekali hanya karena seorang Cho Nayna dapar membuat seorang Kim Heechul menangis, unbelivable.

***

#At Youngstreet#

Aku tidak fokus siaran kali ini, karena Cho Nayna tidak kunjung datang juga, untung saja ada Donghae yang menemaniku siaran jadi dia dengan ikhlas menggantikanku saat ini, karena isi otakku hanya tertuju pada satu hal, yaitu Cho Nayna.

Bukannya Cho Nayna yang datang malah adik Choi Siwon yang datang dan dia menyerahkan sebuah surat kepada pimpinan radio ini, aku tidak tau dia bicara apa, karena jaraknya memang jauh. Sang Yoon tersenyum ketika melihatku, dan bergegas menghampiriku.

“Oppa” sapanya riang.

“Ya adikku yang paling cerewet, begitu rindunyakah kau pada oppa mu yang tampan ini, sampai kau mengunjungiku?” Tanyaku sambil mengacakacak rambutnya.

“Aish, tingkat kenarsisanmu, sudah tidak dapat di sembuhkan sepertinya, sudah mencapai stadium akhir, ya! Kenapa kau memukul kepalaku” teriaknya tidak terima setelah aku menjambak rambutnya, berani sekali dia berkata seperti itu padaku. Dia menggembungkan pipinya tanda kesal, aku mencubit pipinya pelan.

“Aigoo kyeopta, mau apa kau kemari?”tanyaku.

“aku hanya ingin menyerahkan titipan ini padamu, itu surat dari Cho Nayna” jawabya sambil menyerahkan sebuah amplop cokelat padaku. Aku membaca isinya dan aku benar-benar syok.

“oppa, kau kenapa? Kenapa menangis?” tanyanya panik, sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahku.

“Berikan nomor telfon dan alamat Nayna di Brazil sekarang juga”

Aku tidak bisa mengontrol emosiku, benar-benar keterlaluan, dengan mudahnya dia masuk dalam hidupku, aku tidak akan melepaskannya begitu saja, kau ada di neraka sekalipun aku akan tetap membawamu kembali padaku Cho Nayna.

***

Cho Nayna POV

“Hallo?” aku mengangkat telfonku, entah siapa yg menelfonku, padahal aku belum memberikan nomor ini pada siapun kecuali Sang Yoon dan Hye Joon ah mungkin ini mereka.

“Mencoba kabur dariku Cho Nayna?” sahut suara di seberang sana.

“Ba. . . bagaimana oppa tau nomor telfonku?” tanyaku gugup, aku sungguh sangat merindukan pemilik suara ini, siapa lagi kalau bukan HeeChul oppa.

“Kenapa kau lari dariku?” tanyanya, mengabaikan pertnyaanku sebelumnya.

“Lari dari oppa? Yang benar saja, bukan kah aku sudah mengatakan di suratku kalau aku menyukaimu, ani aku mencintaimu, dan aku tau kau ada hubungan dengan Sohee Wondergirls bukan? Aku mendengar percakapan oppa dengan Sohee, dan aku melakukan ini semua agar kau bia bahagia besama pacar aslimu, jika aku terus disana yang memaksa kita terus bersama, aku yakin kau tidak akan mempunyai waktu untuk pacar aslimu”. Aigoo aku bodoh sekali, kenapa aku mengatakan semuanya pada iblis ini.

“Sohee? Jangan bercanda, aku sama sekali tidak mencintainya Cho Nayna, belum cukupkah perhatianku padamu?, kenapa waktu malam itu kau menutup telfonnya sebelum aku menjawab apa pun, babo” jawabnya marah.

“Maksud oppa?” tanyaku tidak yakin.

“Aish, baiklah aku akan mengatakannya, dan kau harus benar-benar mendengarnya karena ini terakhir kalinya aku mengatakannya, mmm Cho Nayna saranghae” apa aku mimpi, seorang Kim Heechul mencintaiku?.

“Ya, oppa kau jangan mempermainkanku” jawabku tidak percaya.

“Aigo, makannya kau pulang sekarang juga dan akan aku buktikan padamu” jawabnya mantap.

“Mana mungkin, kau tidak tau di sini sekarang pukul berapa? Ini sudah jam 2 pagi oppa, dan aku masih tidak percaya ini”

“Yak! Apa aku harus menciummu dulu baru kau percaya?” bantahnya tidak terima.

“Mwo? Menciumku? Jika kau berani melakukannya, kubunuh kau” ancamku, dia hanya terkekeh pelan mendenar ancamanku.

“Tunggu dulu, sejak kapan kau suka padaku?” tanyaku padanya.

“Sejak damn kiss itu” jawabnya datar.

“Damn kiss? Kau yang menciumku dan kau bilang itu ciuman kesialan?” teriakku padanya, benar-benar romantis sekali, setelah mengatakan bahwa dia mencintaiku, lalu dia bilang seperti itu, awas saja tunggu pembalasanku.

“Ne, damn kiss but now become the best damn kiss” tawanya membahana, akhirnya akupun ikut tertawa bersamanya benar juga, damn kiss become the best damn kiss.

“Nayna~ya kapan kau pulang?” tanya Heechul oppa,

“Molla” jawabku jujur, karena aku memang tidak tau kapan bisa pulng ke Korea.

“Yak!!! Besok kau harus sudah ada dihadapanku” teriaknya.

“apa kau sudah gila?” tanyaku, aku tidak habis fikir, apa otaknya sudah konslet?.

“Kau yang membuatku gila, jadi kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, besok ku tunggu kau di dorm, arasseo?”

“Yak! Oppa, aku tidak tau, yak! Kau malah mematikan telfonnya”

Aku tersenyum mengingat percakapan tadi, aigoo jantungku berdebar kencang sekali, dan aish, bibirku tidak bisa berhenti tersenyum. Apa katanya tadi? The best damn kiss? Sungguh cara pertemuan yang sangat bagus bukan?.

END

*****

anyeonggggg… ni post’n ff pertama, sebenarnya aku sangat malas banget punya blog sendiri, kalau bukan karena paksaan ke dua teman2 iblisku, aku mana mau punya blog sendiri, oh ya ff ini juga pernah aku post di blog temen aku welovefanfiction.wordpress.com…

ah aku ucapkan selamat membaca….