Fee's Line. Welcome all…

Posts tagged ‘hye joon story’

That girl and SM.Entertaiment

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That girl and SM.Entertaiment

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast:

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

A girl (secret) POV

Sial, bajuku jadi basah gerutuku dalam hati.

Aku menoleh ke arah belakang melihat ke arah cafe itu lagi.

“gara-gara lagu itu. memang sangat menyedihkan lirik lagunya. Lalu apa salahnya jika aku tak suka dengan lagu itu dan juga suaranya. Suaranyakan memang sangat menyedihkan maka dari itu aku tak mau mendengarnya, harusnya mereka mengerti keadaanku sekarang.” Lagi-lagi aku menggerutu panjang.

Aku berusaha mengendalikan emosiku dengan menutup mataku, menghembuskan napasku pelan. Tiba-tiba sebuah ide cemerlang datang.

Kurogoh tas dan mengambil ponselku, menghubungi teman-temanku. Daripada aku harus stress gara-gara hal seperti ini lebih baik aku bertemu dengan teman-temanku.

Number dial 1: Cho NayNa

“annyeong, Na-ya. Kau ada waktu? Ayo kita….” sebelum kuselesaikan bicara, Na-ya sudah memotongnya.

“mian, aku sibuk. Oh, sebentar lagi deosenku datang. Bye..”

“tuttt..tutt…” dia menutup telponnya beitu saja. Tanpa ada ucapan salam balik.

“cih, dasar pelajar sibuk susah di ajak jalan” omelku lagi.

Ok, number dial 1: gagal, sekarang number dial 2: Goo Sally semoga berhasil.

“annyeong, sally-ah. Apa kau sibuk?” kali ini aku menanyakan jadwalnya terlebih karena aku tak mau di tutup tanpa permisi seperti yang Na-ya lakukan padaku.

“hmm ani, memangnya ada apa?” tanya Sally. Oh, untunglah..

“ayo kita makan siang bersama, sudah lama dumpley tidak berkumpul”ujarku pelan

“ok, kita bertemu dimana?” jawaban setuju dari Sally sukses membuatku girang bukan main.

“nanti aku sms tempatnya.”

“baiklah..”

Satu orang sudah berhasil kuajak. Setelah no 1: Cho NayNa (failed), no 2: goo Sally (berhasil), no 3: Lee Hye Joon(kita akan lihat).

“annyeong, Hye Joon-ah..” sapaku riang

“annyeong, tumben. Ada apa memangnya?” tanyanya padaku, aku hanya tersenyum riang.

“kau sibuk?”

“lumayan..”

“bisakah kita bertemu, aku dan Sally akan pergi makan siang bersama. Dumpley kan sudah lama tidak pergi bersama. Bagaimana kalau kita pergi makan bersama?”ajakku dengan senang

“ohh, mian” firasatku sudah berubah. Aku tahu kelanjutan dari kamat setelah mian ini. pasti tak bisa.

“sebenarnya aku sedang berada di Beijing, menghadiri festival busana” jelas Hye joon

“ohh, ya sudahlah kalau begitu” ujarku kecewa.

“mian chingu..”

Aku lalu menutup telponnya. Beijing, ternyata keluar lagi dia. Cihh dasar workholic apa tidak capek kerja terus seperti itu.

No 3: gagal, tapi masih ada 5 orang lagi yang harus aku hubungi dan semoganya mereka bisa. Sekarang no 4: Eruna Han

“hei, orang jepang!!” seruku berusaha menghilangkan rasa kecewaku.

“hai, tumben sekali kau meneleponku. Apa ada berita terbaru tentang dia?” tanyanya

“tidak ada…”

“oh”

“aku hanya ingin mengajakmu makan riang” ajakku padanya.

“yahh, sayang sekali kau terlambat. Aku baru saja menerima ajakan yang sama tadi.” Jelasnya

“kau sudah mengiyakannya?”

“iya..”

“baiklah, sepertinya aku memang terlambat. Ya sudah selamat bersenang-senang kalau begitu”

“bye”

Lalu telpon pun di tutup, baiklah aku harus mengerti bahwa teman-temanku sedang sibuk dan semoga no 5 dan seterusnya bisa.

Aku mulai menekan tombol number dial 5 yang akan langsung terhubung kepada Kang Ji Ra.

“hallo..aku ingin mengajakmu makan siang, Ji Ra-ya” ajakku langsung ketika mendengar dia mengangkat telponku.

“mian, aku tak bisa, aku sedang rapat sekarang. 5 menit lagi aku akan menelponmu lagi” lalu terdengar suara nelpon ditutup.

“cihh, aku gagal lagi” dengusku keras.

Semoga kali ini berhasil no 6: Ashley Kim

Sebenarnya aku tak mengharapkan dia karena pasti sekarang dia sedang berada di rumah sakit. Kalau tidak dia sedang berada di sekolah yang dia dirikan, bermain dengan anak-anak kecil.

“annyeong, eonni-ya.” Sapaku ramah

“kau mau apa?”

“hehehehe kau tahu saja Ashley..” aku terkekeh

“ayo kita makan siang bersama?”

“boleh tapi kau harus menunguku lebih lama karena aku sedang kebagian shift di rumah sakit. Kau mau menungguku?”

“kenapa harus menunggu? Kau kan tahu aku sangat tidak suka menunggu.” Kataku sambil cemberut.

“hahahahaha… mau bagaimana lagi sayang.”

“baiklah..”

Oke, sekarang no 6: berhasil, kebagian no 7: stifa Khan

“orang india, kau punya waktu? Aku ingin mengajakmu makan?”

“aku tak ada waktu…. drama Siwon oppa sebentar lagi mulai jadi aku tutup dulunya.”

Beginilah jika berbicara dengan orang india, sebenarnya Stifa Khan bukan orang india. Dia adalah anak keturunan asli dari sini tapi karena orang tuanya bercerai dan ibunya menikah lagi dengan orang india jadilah namanya berubah, mengikuti nama ayahnya.

Temanku yang satu ini memang tak suka membuang-buang waktu. Tapi waktunya selalu tercurahkan untuk hobinya yaitu kaligrafi kata, membaca novel dan juga Siwon. Maka dengan berat hati aku harus mengerti.

“sekarang adalah orang terakhir nomer dial 8: Airel Shin. Semoga berhasil.” Doaku dalam hati.

“annyeong, Airel. Kau ada waktu..?”

“kenapa kau menelponku di saat makan siang seperti ini. aku sedang sibuk di restoran” sungutnya keras padaku lalu di matikannya begitu saja.

“Aishhh…” geramku.

Kenapa semua orang sekarang sedang sibuk sih. kita kan sudah lama tak bertemu dan makan siang bersama. Aku hanya ingin Dumpley berkumpul, itu saja.  Omelku lagi.

Aku dan ke 8 orang yang ada di Number dial ponselku, biasanya menyebut diri sendiri sebagai Dumpleyers. jangan salah sangka dengan kata dasar dari nama panggilan 9 orang ini, karena Dumpley adalah nama sebuah group yang kami buat atas dasar persahabatan dan sahabat harus saling menjadi tong sampah. Membuang semua malasah bersama, membuang beban bersama bagai…hmm.. bisa di sebut tempat mencurahkan apapun yang terjadi.  Mungkin itu bahasa yang lebih sopan untuk mendeskripsikan kita.

Kami bertemu saat di SMA, saat kelas 1 SMA kami tak saling kenal, kami berkenalan saat kelas 2 SMA. Kami bertemu dan saling membutuhkan satu sama lain,tapi setelah kita semua lulus dan punya kehidupan masing-masing rasanya jadi sangat berbeda. Mereka kadang sibuk sendiri dan kami harus mengerti dengan keadaan ini. dan sekarang dengan terpaksa hanya aku,Ashley dan juga Sally yang bisa berkumpul.

***

Ponselku berdering nyaring, sesaat kupandangi ponsel itu. sms dari Sally…

Mian,aku tak bisa pergi denganmu. Tiba-tiba saja ada keperluan dengan kelompok penelitianku. Sekali lagi mianhae..

Kuhela napas sekali lagi, pembatalan janji dadakan lagi. Aku memandang keluar jendela, melihat mobil yang sedang berjalan beriringan dengan bus yang kutumpangi kali ini.

Kemana aku harus menghabiskan hariku kali ini?

Aku berpikir sejenak. Lalu teringat dengan Ashley yang masih belum mengirim sms pembatalan janji, jadi kali ini aku segera menekan number dial 6 yang akan langsung terhubung ke no Ashley.

“annyeong..” sapaku dengan lembut

“ada apa lagi?” kali ini Ashley yang berbicara

“kau ada dimana?”

“rumah sakit. Kenapa?”

“aku akan kesana.”

“bukankah…” sebelum Ashley selesai berbicara, aku langsung menutup ponselku.

***

“bagaimana dengan urusanmu?” tanya Ashley padaku. Aku dan dia saat ini duduk di taman Rumah sakit, berhubung Ashley masih harus melanjutkan Shiftnya jadi kami terpaksa harus makan siang cafe rumah sakit ini.

“urusanku yang mana?” aku memiringkan kepalaku tak mengerti dengan pertanyaannya.

“kudengar dari Hye Joon. Kau sedang berinvestasi di perusahaan SM.Entertaiment. benarkah?”

Aku melihat ke arahnya, menganggukkan kepalaku pelan. Lalu kembali ke makanan yang aku pesan, Salad buah yang kelihatan tak menyakinkan.

“kenapa kesana? Bukankah kau sama sekali tak tertarik dengan dunia hiburan seperti itu. saat Hye Joon mengatakan tentang rencanamu itu, aku sampai Shock. Seperti bukan dirimu.” Ashley lalu meminum jus Apel yang dia pesan.

“hanya ingin suasana baru. Aku sudah bosan jadi pengacara dan juga pengangguran musiman.” Jelasku

“suruh siapa kau mau jadi pengacara. Sudah kubilangkan kau itu bagus matematikawan.”

“whatever..”

Kami terdiam sejenak, menikmati makanan dan minuman masing-masing.

“lalu kapan kau akan mulai terjun langsung di perusahaan SM itu? dan akan jadi apa kau disana?”

Kali ini aku terdiam sejenak. “besok aku akan kesana. Menurut perjanjian, aku hampir memiliki separo saham di SM, jadi mungkin wakil Presdir kali…” ucapku asal

“wakil Presdir??hebat..” Ashley terpukau, tapi sebenarnya aku hanya asal saja mengatakan mungkin akan jadi Wakil PresDir. Cih wakil presdir jika benar itu terjadi harus kuakui kalau kali ini benar-benar seperti bukan aku, diriku sendiri.

Bagaimana tidak, aku yang biasanya lebih biasa langsung terjun ke pekerjaanku dan tak akan pernah diam alias hiperActive kali ini harus duduk di kursi, menandatangi berkas dan melihat semuanya dengan diam. Benar-benar…

“mian, tapi sepertinya aku harus bekerja lagi..”

Aku hanya menganggukan kepala pelan, melihat salah satu teman baikku berjalan menjauh. Aku menghela napas, aku benci sendirian, makan sendirian. Tapi mau bagaimana lagi..

“huuufftttt” kali ini aku menghela napa dengan berat. Mungkin sebaiknya aku pulang dan tidur di apartement saja.

***

Kyuhyun POV

“hyung kenapa ada rapat mendadak begini?” Donghae bertanya pada Yesung saat kami ber4 berjalan di lobi agency.

“entahlah. Manager hyung hanya memberitahukan kepada Teuki hyung bahwa semua aktris SM harus menghadiri rapat sekarang juga.” Yesung menjawab dengan santai.

“hari ini adalah hari liburku. Kenapa masih di ganggu sih? Harusnya aku bisa menyelesaikan gameku.” Kali ini aku berkeluh kesal dengan keras.

Aku langsung duduk tanpa melihat kanan kiri. Mengambil psp yang memang kutaruh di saku bajuku, berusaha konsentrasi pada gameku.

“annyeong.. mian karena mengganggu aktivitas kalian semua.” terdengar suara  Lee So Man Sonsaengnim di telingaku.

“saya tak akan basa-basi karena jadwal kalian yang pasti sibuk sekali…”

Sudah tau kenapa masih memanggil kami.. aku berkata di dalam hati

“kali ini aku mengumpulkan kalian karena ingin mengenalkan seseorang. Dan orang ini akan menjadi Wakil PresDir di Agency SM. Entertaiment. Jadi mohon kalian bisa mengerti..” lanjutnya.

Aku masih berkonsentrasi pspku. Ketika akhirnya terdengar suara seorang gadis yang sangat familiar di telingaku ini..

“annyeong, joneun Fresshia Song. Bangaseumnida..” Aku mengadahkan kepalaku, melihatnya. Sekarang aku tahu kenapa suaranya terdengar familiar di telingaku. karena aku pernah mendengar suara itu.

Suara yang mengatakan bahwa dia menbenci tanpa alasan..

Aku tersenyum… akhirnya takdir mempertemukanku denganmu juga, Fresshia Song…

“Kita akan lihat, jika kau bisa membenciku tanpa alasan. Berarti kau juga bisa mencintaiku tanpa alasan pula…” ujarku pelan pada diri sendiri sambil menatap intens gadis yang ada di hadapanku kini.

… stop forbiden {2}…

 

 

 

 

 

 

That Girl and my self

Author: QueenSha Lee (@DhaeHae)

Tittle: That Girl and my self

Main cast: Cho Kyuhyun and a Girl (secret)

Other cast: Lee Sungmin

Genre: romance and friendship

Lenght: oneshoot but Sequel

Rating: All Ages

Desclaimer: cerita ini milik saya, murni dari pikiran QueenSha Lee. Bila masih ada typo ataupun yang lain sebagainya saya minta maaf dan harap maklumi karena saya masih amatir untuk menulis cerita.

Published:

Faninfiction.wordpress.com

Welovefanfiction.wordpress.com

Elfishfanfiction.wordpress.com

Choisangyoon.wordpress.com

KALO GA SUKA JANGAN DI BUKA,

KALO GA NIAT JANGAN DI BACA,

KALO MASIH PUNYA HATI JANGAN DI BASH,

DAN KALO MENGHARGAI TOLONG DI COMMENT…

…HAPPY READING…

Author POV

Cuaca hari ini mendung, angin musim dingin yang menusuk kulit mungkin itu yang membuat cafe ini di penuhi oleh pengunjung yang sangat membutuhkan kehangatan. Cafe itu bernama Bella De fluire. Letaknya berada di pusat kota seoul, ibukota Korea selatan. Cafe yang terkenal karena kopi hangatnya yang harum, Tapi bukan itu saja alasannya kenapa cafe ini menjadi primadona bagi pecinta kopi.

Sapaan yang ramah dari pelayan cafe, interior yang menarik, dan letaknya yang di pusat kota itulah yang bisa membuat cafe ini begitu terkenal.

Kleneng…

Seorang gadis dengan gaun merah, menggunakan sepatu boot hitam dan rambut yang indah di gerainya, membuat kesan bahwa  gadis itu adalah gadis yang anggun. Dia memasuki cafe itu. gadis itu berjalan dengan sangat anggun saat memasuki cafe tersebut. Dia melirik ke kanan kekiri seperti mencari sesuatu, seketika senyuman itu datang. Senyum yang mungkin bisa membuat semua orang juga ikut tersenyum. Senyumnya seperti flu yang bisa menular begitu saja tanpa bisa terkendali.

Dia menuju kursi dekat jendela besar di cafe itu, mendudukkan dirinya sendiri. Seperti telah melakukan pekerjaan yang sangat berat, gadis itu menghela napas lega, sangat lega. Lalu senyum itu lagi, dia tersenyum ketika seorang pelayan datang menuju mejanya dengan santai.

“kau datang lagi!!” ujar pelayan tersebut

“hmm..” jawabnya singkat.

“kau tidak bosan kesini terus?” tanya pelayan itu hati-hati. Seperti yang pelayan itu ketahui bahwa gadis yang sedang duduk tenang dihadapannya ini datang setiap hari ke cafe ini, pelayan itu tak pernah tahu alasan apa yang membuat gadis cantik ini selalu datang dan dia sudah menyerah menanyakannya pada gadis itu.

“kau pesan apa?”

“seperti biasa..” pelayan itu mengganggukkan kepalanya. Dia tahu apa yang diinginkan gadis itu,sama dengan semua pengunjung yang penggila kopi buatan cafe ini.

Setelah beberapa menit akhirnya pesanannya diantar dan gadis itu diam meneguk kopinya dengan pelan.

Kyuhyun POV

“hyung aku pergi” pamitku pada Sungmin Hyung

“kemana?” tanyannya

“entahlah aku tak tahu. Kemana saja yang penting aku tak bosan disini.”

“memangnya kenapa dengan pspmu?” sungmin hyung melihatku, pandangannya seperti menyelidik.

“semua kaset pspku sudah kuselesaikan jadi aku bosan jika main yang itu-itu terus.”

“ohh, kau pergi sendiri?”

“hmm..”jawabku singkat sambil memakai hoodie dan juga perlengkapan menyamarku.

“bolehkah aku ikut?”

Aku melihat ke arahnya sesaat lalu mendengus keras. Hyungku ini meskipun umurnya lebih tua 3 tahun denganku tapi entah kenapa wajahnya itu bisa menunjukkan gaya Aegyonya yang sama persisi seperti anak berumur 5 tahun yang sedang merajuk kepada ibunya demi sebuah permen yang di sukainya.  Dan aku yang melihatnya harus meras kasihan sehingga tak tega untuk  menolak keinginannya.

“baiklah” dia bersorak gembira, bangun dari dudukya dan segera mengambi perlengkapan menyamarnya.

Sebuah kacamata, masker dan juga Hoodie dengan topi yang tinggi adalah barang-barang yang wajib kami gunakan demi keselamatan diri sendiri. Jika salah saatu dari barang wajib itu terlupakan maka akan berkibat fatal, sangat fatal, paling parah dari akibat itu adalah kau tak bisa pulang dengan selamat atau jika bisa selamat pun pasti harus lari maraton dengan jarak tempuh bermil-mil jauhnya, semua itu di sebabkan karena mata para fans yang memang biasanya sangat jeli.

“sebenarnya kita mau kemana, kyu?” sudah sekian kalinya Sungmin hyung bertanya padaku.  Aku memang sedari tadi hanya duduk diam sambil menyetir, meskipun tak tahu harus pergi ke mana sebenarnya.

“aku juga tak tahu.” Jawabku enteng

“kenapa kau tidak bertanya padaku? Aku kan bisa merekomendasikan tempat bagus.”

“kenapa kau tidak memberitahuku sedari tadi”

“cih, pantas saja dari tadi kau hanya berputar-putar terus.” Aku mendengar Perkataannya. Nada yang digunakan Sungmin Hyung terdengar seperti mengejek dan aku tak suka itu.

“bagaimana kalau kita ke cafe Bella de Fluire, menurut Ji Ra kkopi di cafe itu sangat nikmat” ajaknya dengan santai. Aku berpikir sejenak, baiklah daripada hanya berkeliling tak tentu arah seperti orang idiot lebih baik aku ke cafe, minum kopi sepertinya enak.

“oke, dimana tempatnya?”

***

Ternyata tempatnya tak jauh dari tempat kami berhenti tadi. Dengan riang Sungmin hyung keluar dari mobilku. Kuperhatikan dari luar cafe itu, cafe yang tak besar namun entah aku merasakan perasaan yang sangat nyaman. Warna cat orange soft diluar, jendela besar yang membuat semua orang diluar bisa melihat keadaan di dalam cafe, aroma kopi yang begitu nikmat ketika dihirup membuat orang yang melewati cafe itu berhenti sejenak untuk menghirup sekilas ataupun untuk mampir demi mencicipi nikmatnya kopi yang di sajikan.

Kulihat ke dalam cafe, suasana yang ramah terjadi di dalam sana. Obrolan,  canda tawa dan juga sebuah lagu yang terdengar nyaring, membuat semuanya terlihat menyenangkan. Mataku kini langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di depan jendela ini.

Dia duduk menyamping dari depan jendela tapi dengan begitu aku bisa memandanginya dari samping dengan puas.

Gadis itu dengan  gaun merah dan rambut yang di gerai memanjang membuatnya terlihat sangat anggun.  Terlihat olehku dia sedang menutup matanya sesaat lalu menempelkan secangkir kopi yang masih panas karena terlihat uap dari cangkir yang di pegangnya. Gadis itu tersenyum lalu membuka mata dan menaruh kopinya kembali tanpa menyesapnya sedikit pun.

Aku berjalan memasuki cafe bersama Sungmin hyung, mengambil tempat duduk di samping kiri gadis bergaun merah yang kuperhatikan dari luar cafe tadi. Aku duduk membelakanginya.

“pesan apa?” tanya seorang pelayan wanita dengan senyum ramah ke arah kami berdua

“tiramisu dan chesee cake, lalu 2 cangkir kopi susu” ucap Sungmin hyung padahal aku belum mengatakan apa yang ingin kupesan. Seenaknya saja dia.

“baiklah, mohon tunggu sebentar!” pelayan itu membungkdan sesaat dan meninggalkan kami berdua

4 orang murid  SMA masih menggunakan seragamnya masuk ke dalam cafe dan duduk di samping kanan meja gadis itu.

Musik mengalun lembut berusaha mengalahkan suara para pengunjung cafe tapi ternyata tetap saja tak bisa mengalahkannya. Lagu yang terlalu lembut ini sangat kukenal, bagaimana tidak ini adalah laguku, The Ways to Break Up. Lagu yang kunyanyikan sendiri untuk soundtrack drama Siwon hyung.

“lagu yang menyedihkan” terdengar suara dari arah samping tempatku duduk. Aku menengok arah belakang karena memang suara itu terdengar dari arah belakangku. Ternyata bukan aku saja yang menoleh dan mencari siapa yang telah mengatakan hal tersebut kepada laguku, ke 4 murid juga melakukan hal yang sama sepertiku.

Sejujurnya aku kaget mendengar hal itu. lagu The Way to Break Up memang sedih tapi tidak terlalu menyedihkan juga menurutku. Lagu ini memang berisi tentang putus cinta, tapi sekali lagi aku jelaskan bahwa ini tidak semenyedihkan yang dia kira dan juga berani sekali dia menjelekkan lagu di depan penyanyinya. Ya—meskipun memang bukan secara langsung. Tapi tetap sajakan…!!

Ketika Seorang pelayan membawakan pesanan yang Sungmin hyung inginkan.  Gadis itu menyuruh pelayan itu mendekat ke arahnya.

“tolong bilang padanya. Lagunya terdengar sangat menyedihkan jadi gantilah dengan yang lebih semangat.” Serunya pada pelayan itu.

“ne..” pelayan itu patuh dan langsung pergi, terdengar suara keras lagi

“YA!! MAKSUDMU APA MENYEBUTKAN LAGU KYUHYUN OPPA MENYEDIHKAN…??” ujar gadis berambut pendek, salah seorang dari ke 4 murid SMA yang duduk di sebelahnya.

“lalu jika menyedihkan memangnya tidak boleh di dengar.” Sekarang gadis berrambut panjang terurailah yang berbicara.

“boleh, itukan urusan kalian, bukan urusanku.” Jawabnya enteng

“lalu kenapa kau ingin mengganti lagunya?” gadis berambut pendek lagi yang berkata.

Hahahaha… ternyata mereka adalah SparKyu. Hebat-hebat, ayo teruslah berusaha membela idolamu itu. kadang aku mersa terpukau dengan perlakukan mereka yang akan membela sampai titik darah penghabisan (mungkin) jika idola mereka di hina. Itulah yang sedang berada di pikiranku saat ini. sangat berbanding terbalik dengan sikpaku yang sok cool,memandang kejadian saat ini biasa saja.

“karena aku tak suka dengan lagu itu apalagi suaranya.”

JEGEERRRR…

Bagai di sambar petir disiang bolong tanpa ada hujan dan kilat. Aku terpaku di tempat, tak tahu harus berkata apa. Sesuatu yang aku banggakan selain otakku yang pintar ini tidak di sukai oleh seorang gadis dan dia…. dia mengatakannya langsung. Dan juga nadanya yang terdengar benar-benar tak suka dengan laguku.

Rasanya sakit, lebih sakit ketika aku harus kalah dari hyungku dalam permainan PS dan harus menjalani hukuman yang telah di sepakati.kulirik Sungmin hyng yang ternyata sama shocknya seperti.

Ke 4 gadis itu menghampiri gadis itu lalu berdiri di depannya.

“YA.. APA MAKSUDMU?”

“aku kan hanya berkata jujur pada kalian, aku tak suka lagunya apalagi suaranya.” Jawabnya santai tanpa dosa. Jika aku bisa membuat telingaku tuli akan kubuat tuli untuk sementara karena terlalu menyakitkan mendengar orang lain membenci apa yang kita punya apalagi kita banggakan.

Semuanya terjadi begitu cepat hingga aku tak sempat menyadarinya sama sekali. Gadis itu sudah di siram dengan air mineral oleh gadis berambut panjang namun diikat yang sedari tadi diam saja. Teman-teman dari gadis yang menyiram itu hanya terpaku sambil memandangnya.

“berani sekali kau mengatakan hal seperti itu.apa alasanmu benci suara Kyuhyun oppa?”desisnya marah setelah menyiram gadis yang ada di depannya.

Kini gadis itu ikut berdiri sambil mengusapkan tangan ke wajahnya. Dia memejamkan matanya lalu tersenyum sedikit lalu hampir tertawa.  Aku baru bertemu dengan orang yangs etelah di permalukan oleh orang lain masih bisa tertawa seperti itu.

Dia membuka matanya dan menatap tajam ke arah 4 murid SMA itu. auranya, sangat berkesan. Aku sampai bisa merasakan aura yang sangat mematikan keluar dari tubuh gadis itu. jika disini tak ada orang mungkin gadis itu akan dia akan membunuh ke 4 murid SMA itu. tapi bukannya aku takut, aku malah terpesona dengan auranya, terlihat cantik.

“sebelum aku menjawab pertanyaan kalian. Aku ingin kalian terlebih dulu menjawab pertanyaanku! kenapa kalian bisa menyukai oh salah—kalian mencintai Kyuhyun oppa-mu itu?” tanyany pelan

Gadis itu melirik ke arah murid SMA yang berambut pendek. Memintanya untuk menjawab terlebih dulu.

“aku menyukai tingkah evilnya”

Ternyata banyak yang menyukai tingkah evilku, jadi akan kupertahankan.. hahahaha

Gadis itu kemudian melirik ke arah murid SMA yang berambut panjang terurai.

“aku menyukai suaranya”

Untuk yang satu ini jangan di tanya. Semua orang menyukai suara malaikatku ini kecuali gadis yang sedang menunggu jawaban murid SMA.

“aku bukan SparKyu” jawabnya pelan.

HAH… sungguh keterlaluan. Zaman sekarang adalah zamannya seorang Cho Kyuhyun yang berkuasa. Akan sangat rugi jika tidak menjadi bagian dari SparKyu. Cihh,,, dia akan sangat rugi dan aku menyayangkan itu.

“aku tak punya alasan untuk mencintainya” jawab murid SMA terakhir.

Hening…Untuk ini aku tak bisa komentar apa-apa.

Setelah ke 4 murid SMA itu menjawab,gadis mendekati gadis berambut pendek tadi.

“kau tidak tulus menyukainya.”

“wae? Aku tulus menyukainya” sergah gadis berambut pendek itu.

“aku mengatakan kau tidak tulus karena kau hanya menyukai tingkah evilnya bukan dirinya sendiri. Jika kyuhyun oppamu berubah jadi baik apa kau akan tetap menyukainya?” jelasnya panjang dan gadis itu terdiam mendengar penuturan gadis yang berada di depannya.

“Benar juga” ujarku pelan membenarkan apa yang gadis itu katakan. Jika rasa cinta itu bukan dari dirinya sendiri bagaimana bisa bertahan. Jika apa yang dicintainya berubah atau hilang berarti kemungkinan dia tidak akan mencintainya lebih besar.

“kau..” terdengar suara gadis itu. gadis itu sekarang berada di depan gadis berambut panjang terurai.

“jika operasi tidak berhasil dan tak bisa menyanyi lagi. Apa kau masih menyukainya seperti sekarang?” tanya gadis itu.

Pertanyaanya yang menyangkut Kecelakaan 2007 lalu membuatku bergidik ngeri. Benar juga, jika operasi tidak berhasil bagaimana dengan nasibku. Tapi pertanyaan baru muncul lagi dalam benakku. Dia kan benci dengan suaraku harusnya dia juga benci dengan aku kan. Tapi ternyata dia juga tahu tentang kecelakaan yang kualami juga.

“aku akan tetap menyukainya.”

“dan kita lihat bagaimana kadar sukamu. Aku yakin 100% kau akan melirik yang lain dan meninggalkannya begitu saja karena menurutmu dia sudah tidak semenarik yang dulu kan.” Gadis berambut panjang terurai  itu terdiam, mungkin tak punya kata-kata yang bisa di gunakan untuk membantah.

Sudah 2 kali aku setuju denganya. Dia begitu realistis, selalu melihat kenyataan. Tapi yang di sayangkan dari dirinya adalah biasanya orang yang selalu melihat kenyataan seperti ini biasanya tak pernah berani bermimpi… sangat disayangkan.

Kali ini gadis itu menghampiri gadis ke 3 yang menjawab.

“itu urusanmu jika kau bukan Elf ataupun SparKyu. Aku tak peduli” setelah mengatakan hal itu, dia menghampiri murid SMA yang terakhir menjawab.

“kau memang tulus. Jika yang kau katakan itu jujur dari hatimu. Kau bisa mencintainya tanpa alasan lalu apakah aku salah jika aku membencinya tanpa alasan.” Katanya pelan di hadapan muris SMA itu. murid itu memandang ke arah gadis itu penuh tanya. Dan aku juga melakukan hal yang sama, terpukau dengan perkataannya.

“itulah jawabanku atas pertanyaan kalian. Terima kasih karena telah merusak hariku dan semoga kita tidak bertemu lagi.” Sebelum selesai keterkejutanku dan juga semua orang yang ada di Cafe itu, gadis itu pergi begitu saja. Sedangkan aku masih terus terpukau dengan pekataan.

Benar tak ada yang membenciku tanpa alasan selain dirinya…

Gadis yang menarik komentarku pelan

Semoga kita bisa bertemu lagi…. kali ini hatiku yang berkata.

… stop forbiden {1}…